Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Jagung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PERILAKU KEWIRAUSAHAAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

BERDASARKAN HASIL REGRESI YANG DILAKUKAN VARIABEL PENGAMBILAN RESIKO, BERSIKAP MANDIRI, PERCAYA DIRI, TEKUN BERUSAHA DAN DISIPLIN SECARA BERSAMA-SAMA BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP VARIABEL PENDAPATAN DAN VARIABEL INOVATIF, TANGGAP TERHADAP PELUANG DAN BEKERJA KERAS TIDAK BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP VARIABEL PENDAPATAN. PENGARUH SECARA SIMULTAN DAPAT DILIHAT DARI HASIL UJI F, DIMANA DIPEROLEH NILAI F HITUNG > F TABEL (24,202> 2,180), ARTINYA BERSIKAP MANDIRI, PENGAMBILAN RESIKO, TEKUN BERUSAHA, BEKERJA KERAS, DISIPLIN, INOVATIF, TANGGAP TERHADAP PELUANG DAN PERCAYA DIRI BERPENGARUH SECARA SIMULTAN TEHADAP VARIABEL PENDAPATAN. ADAPUN MODEL PERSAMAAN REGRESI TERSEBUT SEBAGAI BERIKUT: Y=13,049+0,76X_1+0,140X_2+0,120X_3+0,353X_4+0,211X_5+0,325X_6+0,104X_7+0,457X_8

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI RHIZOBAKTERI SEBAGAI PENGINDUKSI TOLERANSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays) PADA KONDISI TERCEKAM GENANGAN

•

Cekaman genangan merupakan kendala yang sering dihadapi petani jagung. Cekaman genangan dapat menyebabkan tanaman menjadi stres akibat ketersediaan O2 di dalam tanah yang terbatas, unsur hara tidak tersedia, meningkatnya konsentrasi etilen dan adanya senyawa oksidan. Metode yang berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan adalah aplikasi rhizobakteri yang mampu mengatasi jumlah etilen berlebih pada tanaman yang tercekam genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat rhizobakteri yang mampu menginduksi toleransi tanaman jagung terhadap cekaman genangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol positif (K+) dengan genangan dan tanpa isolat bakteri, kontrol negatif (K-) tanpa genangan dan tanpa isolat bakteri dan 5 perlakuan isolat bakteri dengan genangan yaitu G1 (isolat B316) ,G2 (isolat B412), G3 (isolat B413), G4 (isolat B54) dan G5 (isolat B58). Hasil penelitian menunjukkan 5 isolat rhizobakteri yang digunakan mampu mendukung pertumbuhan tanaman jagung pada kondisi tercekam genangan. Perlakuan G1 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G2 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G3 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering. Perlakuan G4 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah, berat kering, dan klorofil total. Perlakuan G5 menginduksi toleransi genangan ditunjukkan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, berat basah dan berat kering.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata) DI KOTA TARAKAN

•

SRI SUHARTINI. 2020. Usaha tani jagung manis di Kota Tarakan merupakan usaha tani yang dilakukan di lahan garapan dengan kondisi lahan yang kering. Kondisi utama di daerah penelitian yaitu rendahnya pendapatan yang diperoleh petani dengan terjadinya penurunan harga hasil produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung manis, dan menganalisis kelayakan usaha tani jagung manis di Kota Tarakan. Metode yang di gunakan untuk menganalisis kelayakan usaha tani jagung adalah analisis BEP (Break Even Point), R/C Ratio (Revenue Cost), dan B/C Ratio (Benefit Cost). Penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pendapatan petani jagung manis di Kota Tarakan dikategorikan yaitu sebesar Rp. 6.122.526/musim tanam. Usaha tani jagung di Kota Tarakan dikategorikan layak diusahakan secara finansial dilihat dari BEP penerimaan yaitu sebesar Rp. 639.070, BEP produksi yaitu sebesar 94 kg, BEP harga yaitu sebesar Rp. 4.125/kg, R/C yaitu sebesar 2,76 dan B/C yaitu sebesar 1,76. Adapun saran dari penelitian ini adalah Kepada petani, sebaiknya saling memberikan informasi kepada petani yang lain mengenai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kepada pemerintah, diharapkan agar dapat memberikan perhatian yang lebih banyak kepada para petani jagung terutama dalam hal harga hasil produksi maupun harga input produksi. Kepada mahasiswa lainnya, diharapkan untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi usahatani jagung seperti faktor harga hasil produksi dan harga input produksi terhadap pendapatan petani jagung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI JAGUNG (ZEA MAYS L.) (STUDI KASUS PADA BUDIDAYA JAGUNG BAPAK MASRUDI DESA GUNUNG PUTIH KABUPATEN BULUNGAN)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani jagung milik Bapak Masrudi di Desa Gunung Putih, Kabupaten Bulungan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai April 2026 dengan menggunakan metode studi kasus. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis pendapatan, uji nonparametrik Friedman Test dan Kendall’s W, serta analisis kelayakan finansial melalui R/C Ratio, B/C Ratio, Return on Investment (ROI), dan Break even point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung memberikan keuntungan pada seluruh lahan yang dianalisis. Pendapatan tertinggi diperoleh pada lahan ke-6 sebesar Rp5.558.128, sedangkan pendapatan terendah terdapat pada lahan ke-2 sebesar Rp1.218.141. Hasil uji Friedman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung. Nilai Kendall’s W sebesar 1,000 menunjukkan tingkat kesepakatan yang sangat kuat. Berdasarkan nilai mean rank, pengolahan tanah menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi pendapatan, diikuti benih, pupuk, pestisida, dan luas lahan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usahatani jagung layak untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C Ratio > 1, B/C Ratio > 0, nilai ROI yang tinggi, serta nilai BEP yang berada di bawah kondisi produksi aktual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis variasi diameter puli terhadap kinerja mesin penepung tipe disc Mill FFC-15

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter puli terhadap kinerja mesin penepung tipe Disc Mill FFC-15, dengan bahan baku berupa 500 gram biji jagung kering yang digiling menggunakan tiga variasi diameter puli 6 inch, 7 inch, dan 8 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter puli secara signifikan mempengaruhi efisiensi penepungan. Hasil penelitian ini pada efisiensi penepungan tertinggi dicapai oleh puli berdiameter 8 inch sebesar 86,10%, untuk puli 7 inch yaitu sebesar 50,34%, untuk puli 6 inch yang paling rendah yaitu sebesar 45,96%. Pada efisiensi transmisi yang tertinggi yaitu pada puli 6 sebesar 99,88%, selanjutnya pada puli 7 inch yaitu 98,66%, untuk puli 8 inch yaitu 99,68%. Dengan demikian, pemilihan diameter puli harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi penepungan dan efisiensi transmisi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sistem Klasifikasi Penyakit Daun Jagung Berbasis Analisis Tekstur Citra Daun dan Metode K-Nearest Neighbor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit daun jagung merupakan ancaman besar terhadap produksi jagung dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan di seluruh dunia. Diagnosis penyakit daun jagung yang tepat waktu dan akurat sangat penting untuk pengelolaan penyakit yang efektif. Penelitian ini mengusulkan pendekatan baru untuk mengembangkan sistem klasifikasi penyakit daun jagung menggunakan analisis tekstur gambar daun dan metode K-Nearest Neighbor (KNN). Sistem ini bertujuan untuk mengklasifikasikan penyakit daun jagung ke dalam kategori berbeda berdasarkan fitur tekstur yang diekstraksi dari gambar daun menggunakan metode Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Local Binary Pattern (LBP). Dataset yang digunakan dalam penelitian ini merupakan dataset primer yang diperoleh dari lapangan dan sekunder yang diperoleh dari Kaggle, terdiri dari 560 citra daun jagung yang terbagi dalam empat kelas: hawar daun, bercak daun, karat daun, dan daun sehat. Dataset terdiri dari 504 citra untuk training dan 56 citra untuk testing, dengan perbandingan training 90% dan testing 10%. Sistem yang diusulkan melibatkan tiga tahap: akuisisi citra, ekstraksi fitur tekstur menggunakan GLCM dan LBP, dan klasifikasi penyakit menggunakan KNN. Evaluasi performa sistem dilakukan menggunakan confusion matrix dengan berbagai metrik, termasuk akurasi, presisi, recall, dan f-measure. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mencapai akurasi 93%, dengan rata-rata presisi, recall, dan f-measure 0,93 dalam mengklasifikasikan penyakit daun jagung. Meskipun hasilnya cukup baik, masih terdapat kesalahan dalam membedakan beberapa kategori penyakit tertentu. Dengan hasil ini, sistem mampu mendeteksi dini penyakit daun jagung guna membantu petani dalam pengelolaan tanaman secara lebih efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Gulma Imperata cylindrica L Dalam Mengendalikan Gulma Rottboellia exaltata pada Tanaman Jagung ( Zea mays L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jagung (Zea mays L) termasuk salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat. Jagung banyak dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan merupakan komoditi yang diekspor. Namun kehadiran gulma menjadi salah satu masalah dan mengganggu dalam budidaya tanaman jagung. Salah satu jenis gulma yang ditemui pada budidaya tanaman jagung yaitu gulma Rottboellia exaltata. Maka dari itu, untuk menekan pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata maka perlu dilakukan pengendalian salah satunya dengan menggunakan bioherbisida. Gulma yang dapat dimanfaatkan sebagai bioherbisida alami dalam menghambat pertumbuhan gulma yaitu gulma Imperata cylindrica L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi gulma Imperata cylindrica L dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L) dan untuk mengetahui pada konsentrasi gulma Imperata cylindrica L berapakah yang paling efektif dalam mengendalikan gulma Rottboellia exaltata pada tanaman jagung (Zea mays L). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan ekstrak gulma Imperata cylindrica L yaitu P0 (0%), P1 (20%), P2 (40%), P3 (60%), P4 (80%) dan P5 (100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 dengan konsentrsi ekstrak gulma Imperata cylindrica L 100% merupakan perlakuan terbaik dalam menghambat pertumbuhan gulma Rottboellia exaltata pada parameter tinggi gulma, jumlah daun gulma, berat basah gulma dan berat kering gulma.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pemberian Ekstrak Gulma Jukut Pahit (Axonopus Compresus) Dan Gulma Alang-Alang (Imperata clydrica) Terhadap Tanaman Jagung (zea Mays) Dalam mengendalikan gulma rumput belulang (ELeusin indica L.)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengendalikan gulma rumput belulang (eleusin indica L) adapun upaya yang dilakukan adalah pengunaan pestisida nabati yaitu Gulma jukut pahit (Axonopus Compresus) Dan alang alang (Imperata Cylindrica) dan pengaturan dosis yang tepat Penelitian ini diduga akan meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung yang maksimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Januari 2022. Dilaksanakan di Lahan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Adapun Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cangkul, belender, gelas ukur, pengggaris,timbangan analitik, buku, pulpen, meteran. Sedangkan bahan yang digunakan untuk penelitian ini yaitu: polibag, bibit jagung, pupuk kandang, gulma Axonopus Compresus dan gulma Imperata Cylindrica Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sebelas perlakuan tiga ulangan, dengan satuan percobaan 11 x3= 99 satuan percobaan dimana P0- Kontrol (Tanpa ekstrak), P0+ Racun Sintetik, P1 Tanpa Gulma, P2 Konsentrasi ekstrak (25% Axonopus Compresus), P3 Konsentrasi ekstrak (25% Imperata Cylindrica), P4 Konsentrasi ekstrak (50% Axonopus Compresus), P5 Konsentrasi ekstrak (50% Imperata Cylindrica), P6 Konsentrasi ekstrak (75% Axonopus Compresus), P7 Konsentrasi ekstrak (75% Imperata cylindrica), P8 Konsentrasi ekstrak (100% Axonopus Compresus), P9 Konsentrasi ekstrak (100% Imperata Cylindrica), Penelitian ini menggunakan dua analisis data. Analisis data Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk parameter vegetatif tanaman jagung. persentasi kerusakan gulma, Analisis yang digunakan untuk menguji hasil Riset untuk parameter vegetatif tanaman jagung yaitu dengan menggunakan ANOVA dengan taraf 5%. Apabila F hitung menunjukkan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji DMRT kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak jukut pahit (axonopus compresus) dan extrat alang-alang (imperata cylindrica) dalam mengendalikan gulma rumput belulang (eleusin Indica L) terhadap tanaman jagung (zea mays l.) tidak menunjukan hasil yang memuaskan dimana ekstrak tersebut tidak mampu menekan pertumbuhan gulma namun berbanding terbalik dengan pengunaan pestisida kimia yang menunjukan hasil yang sangat memuaskan di saat pengaplikasian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Jagung Manis (Zea Mays) Di Kecamatan Tarakan Utara

2023•

ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA Abstrak Pembangunan berkelanjutan adalah pendekatan yang sangat penting dalam menyusun rencana dan strategi pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab 1) Mengetahui status keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) ditinjau berdasarkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi dan kelembagaan di Kecamatan Tarakan Utara. 2) Mengetahui atribut dimensi apa saja yang sensitif mempengaruhi keberlanjutan usahatani jagung manis (Zea mays) di Kecamatan Tarakan Utara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani jagung manis di Tarakan Utara berjumlah 20 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Multidimensional scalling Hasil penelitian ini, pertama, dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi dan dimensi kelembagaan memiliki status kurang berkelanjutan. Kedua, 11 atribut yang sensitive dari keseluruhan dimensi untuk dimensi ekologi atribut sensitive adalah pupuk kompos (5.90), pupuk kimia (4.57), untuk dimensi ekonomi atribut sensitive adalah produksi jagung (2.22), penerimaan (2.00), pemasaran (1.25), untuk dimensi sosial atribut sensitive adalah partisipasi keluarga (4.90), tenaga kerja (4.68), tingkat pendidikan (4.28), untuk dimensi teknologi atribut sensitive adalah sarana jalan (15.21), teknologi (9.38) dan untuk dimensi kelembagaan atribut sensitive adalah kegiatan penyuluhan (1.25). Kata Kunci:Usahatani, jagung manis, Multi Dimensional Scalling, Indeks Keberlanjutan dan Status Keberlanjutan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Performa Mesin Penepung Tipe Disc Mill FFC-15 dalam Memproduksi Tepung Jagung

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Mesin penepung tipe disc mill FFC-15 yang terdapat di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan belum diuji performanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin penepung tipe disc mill FFC-15. Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 1 kilogram biji jagung kering digiling menjadi tepung dengan variasi saringan 3 mm, 1,5 mm, dan 1 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual pada saringan 3 mm sebesar 29,54 kg/jam, pada saringan 1,5 mm sebesar 19,93 kg/jam, dan pada saringan 1 mm sebesar 11,69 kg/jam. Efisiensi penepungan pada saringan 3 mm sebesar 53,71%, pada saringan 1,5 mm sebesar 36,24%, dan pada saringan 1 mm sebesar 21,25%. Persentase susut massa pada saringan 3 mm sebesar 4,46%, pada saringan 1,5 mm sebesar 4,18%, dan pada saringan 1 mm sebesar 9,14%. Persentase tepung tercecer pada saringan 3 mm sebesar 2,96%, pada saringan 1,5 mm sebesar 3,44%, dan pada saringan 1 mm sebesar 6,1%. Rendemen penepungan pada saringan 3 mm sebesar 95,58%, pada saringan 1,5 mm sebesar 95,82%, dan pada saringan 1 mm sebesar 90,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh variasi jarak mata rantai pemipil jagung terhadap kapasitas mesin pemipilan jagung

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berbagai teknologi yang ada di masyarakat masih belum bisa dimanfaatkan secara efisien, banyaknya petani yang masih menggunakan cara tradisional untuk mengolah hasil pertanian mereka. Metode pada penelitian ini yaitu memvariasikan jarak mata rantai mesin pimipilan jagung yang sudah ada sebelumnya. memvariasikan jarak mata rantai menggunakan Panjang poros 52 cm yang berdiameter lingkaran 10 mm dan Panjang rantai 12 cm dengan variasi jarak mata rantai 1 cm, 3 cm dan 5 cm. Proses pengujian yang di lakukan dengan berat jagung 3 kg disetiap variasinya dan menghabiskan sebanyak 27 kg jagung. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak mata rantai dengan hasil yang baik ada 1 cm. dimana nilai efisiensi sebanyak 88,6 % dan memperoleh kapasitas sebesar 45,06 kg/jam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN SERAPAN HARA N OLEH JAGUNG PADA APLIKASI SLOW RELEASE FERTILIZER (SRF) LIMBAH UDANG SEBAGAI PENDUKUNG

2023•

Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang paling utama di Indonesia, komoditas ini adalah bahan pangan alternatif yang paling baik selain beras, karena jagung adalah sumber karbohidrat setelah beras. Peningkatan produksi jagung nasional dapat dilakukan melalui penambahan luas panen dan peningkatan produksi, upaya yang dapat untuk meningkatkan produksi jagung dengan pemupukan dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) di lahan marginal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui takaran berapa pupuk lepas lambat formula 5:1 (limbah udang: urea) yang memberikan serapan hara yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan didalam polibag dengan 6 perlakuan. Diperlukan bahan organi. F0: Tanpa pupuk, F1: Urea 435 g/ha= 200 kg N/ha= 4,5 gr/polibag, F2: Pupuk lepas lambat 50 kg N/ha= 20 gr/polibag, F3: Pupuk lepas lambat 100 kg N/ha= 40 gr/polibag, F4: Pupuk lepas lambat 150 kg N/ha= 60 gr/polibag, F5: Pupuk lepas lambat 200 kg N/ha= 80 gr/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang diberikan pupuk urea+limbah udang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberikan perlakuan pupuk pada tanaman jagung, Diperoleh perlakuan F1 dan F5 dengan konsentrasi pupuk Urea 435 g/ha =200 kg N/ha = 4,5 gr/polybag yang mampu meningkatkan hasil produksi tanaman, perlakuan F1 mampu mendukung parameter pertumbuhan dan hasil produksi buah pada tanaman jagung. Dalam praktik pertanian berkelanjutan, maka perlakuan F5 dapat direkomendasikan sebagai sumber hara N dan pembenah tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis efisiensi motor induksi satu fasa sebagai alat penggerak mesin pemipil jagung

2022•

.Motor induksi satu fasa merupakan suatu alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik secara induksi dengan bantuan listrik satu fasa. Motor induksi satu fasa banyak sekali dimanfaatkan sebagai alat penggerak pada peralatan rumah tangga atau industri kecil menegah dikarenakan motor ini memerlukan daya rendah namun memiliki kecepatan yang relatif konstan. Salah satu pemanfaatan motor induksi adalah sebagai penggerak utama pada mesin pemipil jagung yang menjadi objek dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui nilai efisiensi dan pengaruh jumlah bobot terhadap efisiensi motor induksi satu fasa sebagai alat penggerak utama mesin pemipil jagung. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan tiga variasi beban yaitu dari 1 kg, 1,5 kg, dan 2 kg. Hasilnya secara berturut-turut yakni 261,096 watt, 267,168 watt, dan 271,216 watt. Ketiganya memiliki nilai dengan efisiensi yang sama yakni 64%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN PADA BUBU DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DI MUARA TEPIAN KECAMATAN SEMBAKUNG

2022•

Desa Tepian merupakan desa yang paling hilir sebagai penampuk desa sekecamatan Sembakung, masyarakat Desa Tepian pada umumnya berprofesi sebagai nelayan bubu dasar dengan target tangkapan utama udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Bubu adalah alat tangkap yang didesain sedemikian rupa untuk menjebak ikan yang di dalamnya dipasangi umpan untuk memikat ikan masuk sehingga tidak bisa keluar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan umpan yang berbeda terhadap jumlah hasil tangkapan udang galah pada bubu dasar dan mengetahui jenis umpan yang efektif pada penangkapan udang galah. Manfaat yang dapat diperoleh adalah memberikan informasi kepada nelayan bubu dasar mengenai umpan yang paling disukai udang galah sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Penelitian ini menggunakan metode exsperimental fishing dengan 3 perlakuan umpan yaitujagung sebagai perlakuan A; kelapa sebagai perlakuan B; singkong sebagai perlakuan C sebanyak 8 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata dari ketiga jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan udang galah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

kajian formulasi cair bakteri pelarut fosfat (P) dan bakteri penambat nitrogen (N) pada pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea Mays saccharata Sturt)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jagung manis (Zea Mays Saccharata Sturt.) adalah salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Kota Tarakan. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dengan dosis yang tinggi, menyebabkan kualitas tanah menurun sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tersebut dengan menggunakan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi kombinasi Bakteri Pelarut Fosfat dan Bakteri Penambat Nitrogen pada pertumbuhan jagung manis dan kemampuannya dalam menurunkan dosis pupuk anorganik. Bakteri Pelarut Fosfat dan Bakteri Penambat Nitrogen mampu meningkatkan ketersediaan P dan N bagi tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan menguji kompatibilitas isolat-isolat bakteri terlebih dahulu, terdapat 4 kombinasi isolat bakteri yang bersifat kompatible yang digunakan sebagai perlakuan dalam penelitian ini. Pengujian formulasi isolat dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: F0 (100% NPK), F1 (B1(17) + B3(12)) + 50 % NPK, F2 (B5(6) + B3(12)) + 50 % NPK, F3 (B5(6) + B3(16)) + 50 % NPK, F4 (B5(6) + B3(19)) + 50 % NPK, F5 (B1(17) + B3(12)) + 75% NPK, F6 (B5(6) + B3(12)) + 75% NPK, F7 (B5(6) + B3(16)) + 75% NPK, dan F8 (B5(6) + B3(19)) + 75% NPK. Analisis data dimulai dengan Uji Normalitas, dilanjutkan dengan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan diantara semua perlakuan dengan kontrol, tetapi secara umum perlakuan yang menggunakan isolat bakteri dengan penambahan 50% NPK memberikan nilai rata-rata yang lebih baik dari pada perlakuan dengan penambahan 75% NPK. Perlakuan yang memberikan nilai rata-rata terbaik pada semua parameter yang diamati adalah perlakuan F1 (B1(17) + B3(12))+50% NPK, yang mengindikasikan bahwa penggunaan formulasi pupuk hayati mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sampai dengan 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•

Banyaknya lembaga pemasaran jagung manis di Kelurahan Juata Laut yang dapat memengaruhi besarnya margin pemasaran. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui pola saluran pemasaran jagung di Kota Tarakan Kelurahan Juata Laut (2) Untuk mengetahui efisiensi pemasaran jagung di Kota Tarakan Kelurahan Juata Laut. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Kuantitatif. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Kualitatif dan Kuantitatif, Marjin Pemasaran dan Farmer’s Share. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat tiga pola saluran pemasaran jagung manis yaitu: (1) petani jagung manis - pedagang pengepul - pedagang pengecer - konsumen akhir. (2) petani jagung manis - pedagang pengecer – konsumen akhir. (3) petani jagung manis – pedagang pengepul – konsumen akhir. Berdasarkan hasil perhitungan margin pemasaran pada pola 1 saluran pemasaran jagung manis diperoleh total margin pemasaran sebesar Rp. 4000,00, pada pola 2 saluran pemasaran jagung manis diperoleh total margin pemasaran sebesar Rp. 2000,00 dan pada pola 3 saluran pemasaran jagung manis diperoleh total margin pemasaran sebesar Rp. 4000,00. Berdasarkan hasil perhitungan farmer’s share pada pola 1 saluran pemasaran jagung manis diperoleh farmer’s share > 50% yaitu sebesar 60%, pada pola 2 saluran pemasaran jagung manis diperoleh farmer’s share > 50% pula yaitu sebesar 77,8% dan pada pola 3 saluran pemasaran jagung manis diperoleh farmer’s share > 50% pula yaitu sebesar 60%. Secara kesuluruhan pemasaran jagung di Kecamatan Juata Laut tergolong dalam katagori efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Kemampuan Rhizobakteri Indigenous Dalam Memproduksi Hormon IAA dan Pengaruhnya Terhadap Perkecambahan Jagung (Zea Mays L.)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jagung merupakan salah satu komoditas yang berperan penting di Indonesia, namun produksi jagung masih belum dapat memenuhi kebutuhan jagung secara nasional. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan proses perkecambahan benih jagung. Perlakuan benih merupakan salah satu perlakuan yang bertujuan meningkatkan proses perkecambahan benih jagung di lapangan. PGPR yang mampu memproduksi hormon IAA merupakan salah satu bahan dalam perlakuan benih. Hormon IAA merupakan auksin yang berperan dalam merangsang imbibisi, mempercepat perkecambahan benih, meningkatkan aktivitas enzim, dan mendorong pemanjangan sel batang dan akar. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan memiliki 14 isolat rhizobakteri indigenous penambat nitrogen dan 2 pelarut fosfat, namun belum diketahui dalam menghasilkan hormon IAA. Tujuan penelitian untuk mendapatkan isolat penambat nitrogen dan pelarut fosfat yang mampu menghasilkan hormon IAA dan mengetahui pengaruhnya terhadap perkecambahan benih jagung. Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu uji rhizobakteri penghasil hormon IAA dengan metode spektrofotometri dan uji kemampuan rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung dengan metode perendaman benih. Analisis data uji rhizobakteri penghasil hormon IAA menggunakan metode deskriptif kuantitatif sedangkan uji perkecambahan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu : P0 (aquades), P1 (NB), P2 (B5(6)), P3 (B1(17)), P4 (B3(12)) dan P5 (B3(16)). Perlakuan P2, P3, P4 dan P5 benih direndam dengan kerapatan isolat rhizobakteri 108 cfu/ml. Parameter penelitian yaitu daya kecambah, laju perkecambahan, potensi tumbuh benih, kecepatan tumbuh benih, tinggi tanaman, panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan isolat rhizobakteri penambat nitrogen dan pelarut fosfat mampu menghasilkan hormon IAA. Isolat B5(6) = 55,19 ppm, B1(17) = 31,99 ppm, B3(12) = 48,14 ppm dan B3(16) = 62,23 ppm. Hasil penelitian perlakuan isolat rhizobakteri terhadap perkecambahan jagung menunjukkan konsentrasi hormon IAA yang dihasilkan masih belum memenuhi kebutuhan jagung untuk meningkatkan proses perkecambahannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT L) DI KELURAHAN KARANG HARAPAN KECAMATAN TARAKAN BARAT

2021•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung manis di Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglas dan uji asumsi klasik. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sebanyak 75 petani jagung manis sebagai responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian adalah: 1. Faktor-faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan positif terhadap produksi jagung manis adalah faktor biologi dan faktor sosial ekonomi 2. Faktor produksi biologi yang paling besar berpengaruh dan signifikan terhadap produksi jagung manis adalah air dengan nilai koefisien sebesar 0,355 dan faktor produksi sosial ekonomi yang paling besar berpengaruh dan signifikan terhadap produksi jagung manis adalah modal sebesar 0,741. 3. Return to scale (skala pengembalian) faktor biologi dan faktor sosial ekonomi berada pada kondisi (decreasing return to scale) di mana nilai koefisiennya kurang dari 1.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMPARATIF USAHA TANI JAGUNG DENGAN IRIGASI PANCAR (SPRINKLER IRRIGATION) DAN TRADISIONAL DI DESA SEPUTUK KABUPATEN TANA TIDUNG

2021•

Irigasi sprinkler merupakan suatu metode irigasi yang fleksibel dimana selain dapat digunakan untuk menyiram tanaman, bisa juga untuk digunakan untuk pemupukkan dan pemberantasan hama. Teknologi irigasi pancar (sprinkler irrigation) dapat memberikan efisiensi dan efektifitas yang cukup tinggi dalam memenuhi kebutuhan air bagi tanaman di Desa Seputuk khususnya pada tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya penerimaan dan pendapatan usaha tani jagung di Desa Seputuk dengan menggunakan irigasi pancar dan tradisional, serta mengetahui tingkat efisiensi antara usaha tani jagung dengan irigasi pancar dan tradisional. Teknik analisis data menggunakan analisis usaha tani dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh dari petani jagung yang menggunakan irigasi pancar sebesar Rp.2.331.194 per 0,04 ha lebih besar dibandingkan dengan pendapatan petani jagung dengan tradisional sebesar Rp1.352.916 per 0,04 ha. Penerimaan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar sebesar Rp.2.800.00 per 0,04 ha sedangan penerimaan usaha tani jagung dengan tradisonal sebesar Rp.1.600.000 per 0,04 ha. Efesiensi usaha tani dengan irigasi pancar sebesar 7,16 lebih tinggi dibandingkan dengan efisiensi usaha tani dengan tradisonal sebesar 6,10. Hal ini dikarenakan pada usaha tani jagung dengan irigasi pancar pemanfaatan air bagi tanaman yang lebih optimal dibandingkan usaha tani jagung dengan cara tradisional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail