ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas dan efisiensi mesin penepung tipe disc mill FFC-15 dalam produksi tepung beras dengan menggunakan metode eksperimen melalui pengujian langsung pada mesin. Bahan baku yang digunakan adalah beras putih sebanyak 1 kg pada setiap percobaan, dengan variasi ukuran saringan 2 mm dan 1,5 mm yang masing-masing diuji sebanyak tiga kali untuk memperoleh data yang akurat. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas aktual, efisiensi penepungan, persentase susut massa, persentase tepung tercecer, dan rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran saringan berpengaruh terhadap kinerja mesin, dimana pada saringan 2 mm diperoleh kapasitas aktual sebesar 92,43 kg/jam dengan efisiensi 168,05%, sedangkan pada saringan 1,5 mm kapasitas aktual sebesar 85,84 kg/jam dengan efisiensi 156,07%. Selain itu, persentase susut massa dan tepung tercecer meningkat pada saringan yang lebih kecil, yaitu masing-masing sebesar 3,4% dan 2,73%, dibandingkan saringan 2 mm sebesar 2,63% dan 2,16%, sementara rendemen tertinggi diperoleh pada saringan 2 mm sebesar 97,36%. Secara umum, semakin besar ukuran saringan maka kapasitas dan efisiensi mesin cenderung meningkat, sedangkan saringan yang lebih kecil menghasilkan tingkat kehalusan yang lebih tinggi namun dengan kapasitas dan efisiensi yang lebih rendah, dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin meliputi ukuran saringan, kecepatan putaran mesin, kualitas bahan baku, getaran mesin, serta pengaturan operasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan putar terhadap kinerja mesin penggiling jagung tipe disc mill FFC-15. Metode penelitian berupa uji eksperimen dengan dua variasi putaran, yaitu 2617 RPM dan 3015 RPM, bahan uji berupa jagung kering seberat 1 kilogram. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas penepungan aktual, efisiensi, konsumsi bahan bakar, persentase susut massa, tepung yang tercecer, serta rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada putaran 2617 RPM diperoleh kapasitas penepungan 54,92 kg/jam, efisiensi 99,85%, konsumsi bahan bakar 0,839 L/jam, susut massa 2,3%, tepung tercecer 0,44%, dan rendemen 97,3%. Sedangkan pada putaran 3015 RPM, kapasitas penepungan meningkat menjadi 66,85 kg/jam, efisiensi 121,54%, konsumsi bahan bakar 0,860 L/jam, susut massa 2,2%, tepung tercecer 0,47%, dan rendemen 97,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan putaran mesin dapat meningkatkan kapasitas penepungan dan rendemen, namun juga menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih besar serta bahan yang tercecer lebih banyak. Oleh karena itu, pemilihan putaran mesin yang optimal perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas produksi, efisiensi energi, kualitas hasil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter puli terhadap kinerja mesin penepung tipe Disc Mill FFC-15, dengan bahan baku berupa 500 gram biji jagung kering yang digiling menggunakan tiga variasi diameter puli 6 inch, 7 inch, dan 8 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter puli secara signifikan mempengaruhi efisiensi penepungan. Hasil penelitian ini pada efisiensi penepungan tertinggi dicapai oleh puli berdiameter 8 inch sebesar 86,10%, untuk puli 7 inch yaitu sebesar 50,34%, untuk puli 6 inch yang paling rendah yaitu sebesar 45,96%. Pada efisiensi transmisi yang tertinggi yaitu pada puli 6 sebesar 99,88%, selanjutnya pada puli 7 inch yaitu 98,66%, untuk puli 8 inch yaitu 99,68%. Dengan demikian, pemilihan diameter puli harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi penepungan dan efisiensi transmisi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penepungan juga dikenal sebagai penggilingan yang mana merupakan suatu proses yang menggunakan prinsip pengecilan ukuran di mana bahan akan dihaluskan menjadi bubuk atau tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performa, beberapa faktor yang mempengaruhi performa, dan perbandingan bahan baku biji kopi dengan bahan baku lainnya terhadap performa mesin penepung disc mill FFC-15. Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 300 gram biji kopi kering digiling menjadi bubuk kopi dengan 3 variasi saringan yang beberda yakni 3 mm, 1 mm, dan 0,5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual tertinggi didapatkan pada saringan 3 mm sebesar 11,49 kg/jam, dan terendah didapatkan pada saringan 0,5 mm sebesar 6,66 kg/jam. Efisiensi penepungan tertinggi diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 20,91%, dan terendah diperoleh pada saringan 0,5 mm sebesar 12,11%. Rendemen penepungan diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 91,98%, dan terendah diperoleh pada saringan 1 mm sebesar 81,38%. Faktor yang mempengaruhi performa mesin penepung adalah ukuran saringan, bahan baku yang ditepungkan, perawatan mesin, getaran mesin dan pengoperasian mesin penepung. Pada biji kopi diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 91,98% dan efisiensi penepungan sebesar 20,91%. Sedangkan biji jagung diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 95,58% serta dengan efisiensi penepungan sebesar 53,81%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Mesin penepung tipe disc mill FFC-15 yang terdapat di Laboratorium Teknik
Mesin Universitas Borneo Tarakan belum diuji performanya. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis performa mesin penepung tipe disc mill FFC-15.
Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 1 kilogram biji
jagung kering digiling menjadi tepung dengan variasi saringan 3 mm, 1,5 mm,
dan 1 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual pada saringan 3 mm
sebesar 29,54 kg/jam, pada saringan 1,5 mm sebesar 19,93 kg/jam, dan pada
saringan 1 mm sebesar 11,69 kg/jam. Efisiensi penepungan pada saringan 3 mm
sebesar 53,71%, pada saringan 1,5 mm sebesar 36,24%, dan pada saringan 1 mm
sebesar 21,25%. Persentase susut massa pada saringan 3 mm sebesar 4,46%, pada
saringan 1,5 mm sebesar 4,18%, dan pada saringan 1 mm sebesar 9,14%.
Persentase tepung tercecer pada saringan 3 mm sebesar 2,96%, pada saringan 1,5
mm sebesar 3,44%, dan pada saringan 1 mm sebesar 6,1%. Rendemen
penepungan pada saringan 3 mm sebesar 95,58%, pada saringan 1,5 mm sebesar
95,82%, dan pada saringan 1 mm sebesar 90,86%.