Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Biji Kopi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (Coffea sp.) Bius Coffee DI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (COFFEA SP.) BIUS COFFEE DI TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku biji kopi serta menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) dan Economic Order Quantity (EOQ) dalam manajemen persediaan bahan baku biji kopi pada Bius Coffee di Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, serta dokumen perusahaan berupa data pembelian dan persediaan bahan baku. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ, JIT, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku biji kopi Bius Coffee sebesar 4.800 kg per tahun dengan rata-rata 400 kg per bulan. Pemesanan aktual dilakukan sebanyak 24 kali per tahun dengan jumlah rata-rata 200 kg setiap pemesanan. Berdasarkan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal sebesar 4.633,36 kg dengan frekuensi sekitar 1 kali per tahun. Sementara itu, metode JIT menghasilkan jumlah pemesanan sebesar 969,64 kg per siklus, dengan 6 kali pengiriman masing-masing sekitar 161,61 kg dan frekuensi pemesanan 5 kali per tahun. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya persediaan metode JIT sebesar Rp247.514,31 per tahun, sedangkan metode EOQ sebesar Rp41.406.316 per tahun. Penerapan JIT pada Bius Coffee dapat menjadi alternatif pengendalian persediaan, namun perlu didukung ketepatan waktu pengiriman dan koordinasi yang baik dengan pemasok

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Performa Mesin Penepung Disc Mill FFC-15 dengan Menggunakan Biji Kopi Sebagai Bahan Kerja

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penepungan juga dikenal sebagai penggilingan yang mana merupakan suatu proses yang menggunakan prinsip pengecilan ukuran di mana bahan akan dihaluskan menjadi bubuk atau tepung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa performa, beberapa faktor yang mempengaruhi performa, dan perbandingan bahan baku biji kopi dengan bahan baku lainnya terhadap performa mesin penepung disc mill FFC-15. Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 300 gram biji kopi kering digiling menjadi bubuk kopi dengan 3 variasi saringan yang beberda yakni 3 mm, 1 mm, dan 0,5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual tertinggi didapatkan pada saringan 3 mm sebesar 11,49 kg/jam, dan terendah didapatkan pada saringan 0,5 mm sebesar 6,66 kg/jam. Efisiensi penepungan tertinggi diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 20,91%, dan terendah diperoleh pada saringan 0,5 mm sebesar 12,11%. Rendemen penepungan diperoleh pada saringan 3 mm sebesar 91,98%, dan terendah diperoleh pada saringan 1 mm sebesar 81,38%. Faktor yang mempengaruhi performa mesin penepung adalah ukuran saringan, bahan baku yang ditepungkan, perawatan mesin, getaran mesin dan pengoperasian mesin penepung. Pada biji kopi diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 91,98% dan efisiensi penepungan sebesar 20,91%. Sedangkan biji jagung diperoleh rata-rata rendemen penepungan sebesar 95,58% serta dengan efisiensi penepungan sebesar 53,81%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KOPI (Coffea) DI KEDAI KOPI TARAKAN BREWING HOUSE

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Bahan baku merupakan salah satu faktor penentu dalam kelancaran proses produksi, sehingga setiap perusahaan harus mempunyai persediaan bahan baku yang mencukupi serta memadai dalam menunjang kegiatan produksi. Apabila pasokan bahan baku tersendat maka kegiatan proses produksi akan terhambat. Terhambatnya proses produksi akan berpengaruh terhadap tingkat output yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskripsikan bagaimana kegiatan manajemen pengendalian yang ada pada kedai kopi Tarakan Brewing House dan kemudian menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode EOQ (Economi Order Quantity). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif dimana manajemen pengendalian persediaan dideskripsikan sesuai dengan apa yang kedai Tarakan Brewing House lakukan kemudian menganalisis kuantitas pesanan ekonomis dengan metode EOQ (Economi Order Quantity), perhitungan persediaan pengaman (Safety Stock), dan penentuan kapan melakukan pemesanan bahan baku kembali ROP (Reorder Point). Hasil penelitian ini menunjukkan, kedai kopi Tarakan Brewing House selama ini melakukan pemesanan sebanyak 26 kali dengan total pemesanan sebanyak 130 kg, rata-rata pemesanan 10,833 kg. Total biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh pemilik kedai kopi Tarakan Brewing House dalam setahun sebesar Rp. 9.750.000 dan total biaya persediannya sebesar Rp. 10.710.000 bila menggunakan metode EOQ (Economi Order Quantity) dihasilkan total biaya pemesanan sebesar Rp. 3.059.412, total biaya penyimpanan Rp. 3.059.412 dan total biaya persediaan sebesar Rp. 6.118.823. Metode EOQ (Economi Order Quantity) juga menyebabkan frekuensi pembelian lebih sedikit yaitu 4 kali, kuantitas pesan optimum sebesar 31,87 kg waktu pemesanan kembali ketika persediaan mencapai 2,333 kg dengan waktu tunggu 3 hari dan persediaan pengaman sebanyak 13 kg perhitungan EOQ (Economi Order Quantity), yang demikian dapat dijadikan alternatif bagi kedai kopi Tarakan Brewing House dalam mengendalikan persediaan bahan baku. Penggunaan metode EOQ (Economi Order Quantity) tersebut dapat menghemat biaya persediaan di kedai kopi Tarakan Brewing House sebesar Rp. 4.591.177 selama setahun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail