Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Biji jagung
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis variasi diameter puli terhadap kinerja mesin penepung tipe disc Mill FFC-15

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter puli terhadap kinerja mesin penepung tipe Disc Mill FFC-15, dengan bahan baku berupa 500 gram biji jagung kering yang digiling menggunakan tiga variasi diameter puli 6 inch, 7 inch, dan 8 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan diameter puli secara signifikan mempengaruhi efisiensi penepungan. Hasil penelitian ini pada efisiensi penepungan tertinggi dicapai oleh puli berdiameter 8 inch sebesar 86,10%, untuk puli 7 inch yaitu sebesar 50,34%, untuk puli 6 inch yang paling rendah yaitu sebesar 45,96%. Pada efisiensi transmisi yang tertinggi yaitu pada puli 6 sebesar 99,88%, selanjutnya pada puli 7 inch yaitu 98,66%, untuk puli 8 inch yaitu 99,68%. Dengan demikian, pemilihan diameter puli harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi penepungan dan efisiensi transmisi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Performa Mesin Penepung Tipe Disc Mill FFC-15 dalam Memproduksi Tepung Jagung

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

.Mesin penepung tipe disc mill FFC-15 yang terdapat di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan belum diuji performanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa mesin penepung tipe disc mill FFC-15. Metode yang digunakan adalah metode experimental yang mana 1 kilogram biji jagung kering digiling menjadi tepung dengan variasi saringan 3 mm, 1,5 mm, dan 1 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan kapasitas aktual pada saringan 3 mm sebesar 29,54 kg/jam, pada saringan 1,5 mm sebesar 19,93 kg/jam, dan pada saringan 1 mm sebesar 11,69 kg/jam. Efisiensi penepungan pada saringan 3 mm sebesar 53,71%, pada saringan 1,5 mm sebesar 36,24%, dan pada saringan 1 mm sebesar 21,25%. Persentase susut massa pada saringan 3 mm sebesar 4,46%, pada saringan 1,5 mm sebesar 4,18%, dan pada saringan 1 mm sebesar 9,14%. Persentase tepung tercecer pada saringan 3 mm sebesar 2,96%, pada saringan 1,5 mm sebesar 3,44%, dan pada saringan 1 mm sebesar 6,1%. Rendemen penepungan pada saringan 3 mm sebesar 95,58%, pada saringan 1,5 mm sebesar 95,82%, dan pada saringan 1 mm sebesar 90,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail