Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Limbah Udang
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM PEMBENAH TANAH ORGANIK SEBAGAI PENDUKUNG PHONSKA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strurt.)

2026•

Abstrak Pemberian bahan pembenah tanah menjadi tindakan penting dalam memperbaiki kualitas fisik, kimia dan hayati tanah pada lahan sub-optimal baik kering maupun basah, baik pembenah tanah alami maupun sintetik. Penggunaan pembenah tanah sebagai pendamping pupuk kimia guna memperbaiki sifat fisik tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh berbagai jenis pembenah tanah organik sebagai pendukung pupuk Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Strurt.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan yaitu kontrol (P0), Phonska tunggal (P1), Phonska + limbah udang (P2), Phonska + kotoran sapi (P3), Phonska + kotoran ayam (P4) dan Phonska + arang sekam padi (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi Phonska dengan pembenah tanah organik memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Perlakuan Phonska + kotoran ayam (P4) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman dan jumlah daun dengan nilain masing-masing 193,108 cm dan 12,542 helai. Pemberian Phonska + limbah udang (P2) memberikan hasil terbaik pada komponen hasil dengan rerata jumlah tongkol terbanyak (14,750 buah) dan berat kering berangkasan tertinggi (222,083 g). Sinergi antara pupuk anorganik dan pembenah organik terbukti efektif meningkatkan produktivitas jagung manis di lahan marginal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI PUPUK LEPAS LAMBAT UREA BALL DENGAN PEMBUNGKUS ARANG DAN LIMBAH UDANG PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharata Sturt)

2024•

Penggunaan pupuk anorganik dan organik di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan perluasan lahan pertanian. Saat ini, pengolahan lahan di Indonesia masih sangat bergantung pada pupuk anorganik. Urea merupakan pupuk yang mempunyai daya serap dan pelarutan air yang sangat tinggi dan cepat. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan urea dan mengurangi kehilangan nitrogen, dapat direkayasa pupuk dalam bentuk slow release fertilizer. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor, 7 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu, P0 = Tanpa pemberian perlakuan (kontrol), P1 = urea = 6.7 g /tanaman, P2 = pembungkus arang tempurung kelapa = 333 g /tanaman, P3 = pembungkus limbah udang = 333 g /tanaman, P4 = urea + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 333 g /tanaman, P5 = urea + pembungkus limbah udang = 6,7 g + 333 g /tanaman, P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g /tanaman. Perlakuan diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada 12 hari setelah tanam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basa dan kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar. Hasil penelitian ini menunjukan perlakuan P6 = urea + pembungkus limbah udang + pembungkus arang tempurung kelapa = 6,7 g + 167 g + 167 g/tanaman, memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan berat kering jaringan tanaman, berat basah dan kering akar dengan nilai berturut-turut adalah 96,38 cm, 5,16, 34,25 g, 19,86 g, 15,23 g dan 7,05 g.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH UDANG PADA TANAMAN SAYURAN KANGKUNG(Ipomoea reptans poir), BAYAM(Amaranthus.sp) DAN SAWI(Brassica juncea.L)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MACAM BAHAN COATING UREA PADA SLOW RELEASE FERTILIZER TERHADAP PELEPASAN NITROGEN MENGGUNAKAN KINETIKA PELEPASAN FIRST ORDER

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan Nitrogen dalam tanah merupakan salah satu permasalahan dalam pemupukan nitrogen (N). Nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, namun ketersediaannya dalam tanah tergolong sangat rendah. Dinamika cepat tersedia dari pupuk N anorganik serta tingginya kehilangan nitrogen melalui pencucian dan penguapan menjadikan aplikasi pupuk N anorganik kurang efisien. Teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi N adalah dengan teknologi pupuk lambat tersedia (slow release fertilizer) menggunakan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji formula pupuk SRF dengan menggunakan bahan pendukung urea-organik dalam melepaskan hara N di tanah marginal dan mengetahui laju dan pola pelepasan nitrogen dari formula SRF yang dihitung menggunakan kinetika pelepasan first orde. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu Kontrol (K), P1 (Urea tanpa coating), P2: Urea-Arang sekam (1:1), P3: Urea-Arang tempurung kelapa (1:1), P4: Urea-Limbah udang (1:1). Percobaan diinkubasi dilakukan selama 2, 4, 6 dan 8 minggu di dua lokasi berbeda yaitu laboratorium dan lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa arang tempurung kelapa dan limbah udang sangat baik sebagai pendukung dalam formula SRF. Formulasi Urea-Arang tempurung kelapa sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3-. Sedangkan formulasi Urea-Limbah udang sangat baik dalam mengontrol pelepasan NO3- berdasarkan pelepasan kinetika first order.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Bakteri Pelarut Fosfat pada Budidaya Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsumsi jagung manis terus mengalami peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk dan pola konsumsi. Permintaan terhadap jagung manis selalu meningkat setiap tahun tetapi luas areal tanam semakin menyempit, sehingga perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis dengan memanfaatkan tanah marginal. Akan tetapi, kesuburan tanah marginal tergolong rendah yang dicirikan dengan cadangan unsur hara rendah, pH masam, P-total tinggi namun P-tersedia rendah. P (Fosfat) didalam tanah berasal dari bahan organik, pupuk kimia dan mineral-mineral didalam tanah. Ketersediaan P-tersedia dipengaruhi oleh pH, fiksasi senyawa Fe, Al dan Ca sehingga pemupukan P menjadi tidak efesien. Salah satu upaya meningkatkan efesiensi pemupukan P-tersedia yang rendah yaitu dengan memanfaatkan bakteri pelarut fosfat sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa padat serta pengaruhnya dalam menurunkan dosis pupuk P pada budidaya tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: PO (Tanpa Perlakuan), P1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP36), P2 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P3 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B1 (17) + (50% SP35 + 100% Urea dan KCL)), P4 (Arang Sekam 100kg/ha + isolat B5(6) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)), P5 (Limbah Udang 100kg/ha + isolat B1(17) + (50% SP36 + 100% Urea dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 memberikan nilai tertinggi pada pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan yang lainnya. Perlakuan yang diberikan formulasi isolat bakteri pelarut fosfat dengan bahan pembawa dapat menurunkan dosis pupuk SP36 hingga 50%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi pembenah tanah plus pupuk hayati penambat nitrogen pada budidaya jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) di tanah margina

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanah marginal memilik tingkat kesuburan tanah yang rendah hal ini dicirikan dengan sifat kimia tanah yaitu C-organik, pH dan N-total rendah. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara yang banyak dibutuhkan oleh tanaman, akan tetapi unsur tersebut mudah terjadi kehilangan baik melalui volatilitas maupun pencucian menyebabkan pemberian pupuk N tidak efisien. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian pembenah tanah dan pupuk hayati penambat nitrogen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pembenah tanah dan bakteri penambat nitrogen pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis serta pengaruhnya dalam meningkatkan produktivitas lahan dan menurunkan penggunaan pupuk N anorganik di tanah marginal. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu : BO (tanpa perlakuan), B1 (100% Urea + 100% KCL + 100% SP-36), B2 (arang sekam 20 ton/ha+ isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B3 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B4 (arang sekam 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B5 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(19) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B6 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B5(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)), B7 (limbah udang 20 ton/ha + isolat B3(9) + (50% Urea, 100% SP-36 dan KCL)). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan B6 memberikan nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan maupun produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dibandingkan perlakuan lainnya. Semua perlakuan yang diberikan pembenah tanah plus isolat bakteri penambat nitrogen dengan 50% pupuk urea bisa meningkatkan nilai C-organik, sehingga dapat mempengaruhi produktivitas tanah dan mampu menurunkan penggunaan dosis pupuk N anorganik hingga 50 %.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN SERAPAN HARA N OLEH JAGUNG PADA APLIKASI SLOW RELEASE FERTILIZER (SRF) LIMBAH UDANG SEBAGAI PENDUKUNG

2023•

Jagung merupakan salah satu tanaman palawija yang paling utama di Indonesia, komoditas ini adalah bahan pangan alternatif yang paling baik selain beras, karena jagung adalah sumber karbohidrat setelah beras. Peningkatan produksi jagung nasional dapat dilakukan melalui penambahan luas panen dan peningkatan produksi, upaya yang dapat untuk meningkatkan produksi jagung dengan pemupukan dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk Slow Release Fertilizer (SRF) di lahan marginal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui takaran berapa pupuk lepas lambat formula 5:1 (limbah udang: urea) yang memberikan serapan hara yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan didalam polibag dengan 6 perlakuan. Diperlukan bahan organi. F0: Tanpa pupuk, F1: Urea 435 g/ha= 200 kg N/ha= 4,5 gr/polibag, F2: Pupuk lepas lambat 50 kg N/ha= 20 gr/polibag, F3: Pupuk lepas lambat 100 kg N/ha= 40 gr/polibag, F4: Pupuk lepas lambat 150 kg N/ha= 60 gr/polibag, F5: Pupuk lepas lambat 200 kg N/ha= 80 gr/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang diberikan pupuk urea+limbah udang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberikan perlakuan pupuk pada tanaman jagung, Diperoleh perlakuan F1 dan F5 dengan konsentrasi pupuk Urea 435 g/ha =200 kg N/ha = 4,5 gr/polybag yang mampu meningkatkan hasil produksi tanaman, perlakuan F1 mampu mendukung parameter pertumbuhan dan hasil produksi buah pada tanaman jagung. Dalam praktik pertanian berkelanjutan, maka perlakuan F5 dapat direkomendasikan sebagai sumber hara N dan pembenah tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketersediaan Unsur Hara N Pada Kompos dan Limbah Udang Sebagai Pupuk Sumber Unsur Hara Nitrogen

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENGARUH LIMBAH KULIT UDANG DAN ARANG SEKAM DALAM FORMULA SLOW RELEASE FERTILIZER TERHADAP PROSES PELEPASAN UNSUR HARA N

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Urea merupakan salah satu pupuk sumber nitrogen yang banyak digunakan oleh petani di Kota Tarakan, namun urea memiliki kekurangan yaitu mudah hilang melalui pencucian dan penguapan sehingga ketersediannya bagi tanaman menjadi rendah. Untuk mengurangi kehilangan unsur hara nitrogen dari pupuk urea tersebut maka perlu dibuat modifikasi dalam bentuk pupuk slow release fertilizer (SRF). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formula slow release fertilizer yang dimodifikasi dari urea sebagai sumber N dan bahan organik sebagai bahan pendamping terhadap jumlah nitrogen yang tersedia dalam tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu formula SRF (rasio bahan organik/urea, w/w), terdiri 9 perlakuan yaitu kontrol (K), limbah udang : urea (0:1, F1), limbah udang : urea (1:1, F2), limbah udang : urea (2,5:1, F3), limbah udang : urea (5:1, F4), arang sekam : urea (0:1, F5), arang sekam : urea (1:1, F6), arang sekam : urea (2,5:1, F7), arang sekam : urea (5:1, F8). Perlakuan tersebut diinkubasi selama 0, 14, 21 dan 41 hari, dan pada setiap lama inkubasi diukur pH tanah, C-organik dan jumlah NH4+ tersedia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa formula SRF limbah udang : urea (F4) sangat baik dalam menyediakan unsur hara nitrogen (NH4+) secara bertahap, diukur pada 0, 14, 21, dan 42 hari setelah aplikasi dengan nilai berturut-turut adalah 0,53 % , 0,43 % ,067 % dan 0,11% . Perlakuan formula SRF F4 juga mampu memperbaiki pH dan C-organik organik tanah dengan nilai 6,85 % yang tergolong agak netral, nilai C-organik 8,47% yang tergolong sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail