Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Urea
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Padat dan Pupuk Organik Cair Terhadap Hasil Tanaman Kangkung Cabut (Ipomea reptans Poir) Di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poir) DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Aplikasi bahan organik sebagai pembenah tanah mampu memperbaiki kesuburan tanah. Peranan dari pembelahan tanah digunakan tergantung pada jenis dan sifatnya, yakni penggunaan pupuk urea, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang sapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan dari pupuk organik dan anorganik serta hubungannya dengan pertumbuhan tanaman kangkung darat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakukan yaitu PO = Pupuk urea dengan konsentrasi 0.75 g/polybag, P1 = Pupuk kandang ayam dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P2 = POC ayam dengan konsentrasi 500 mL/polybag, P3 = Pupuk kandang sapi dengan konsentrasi 62,5 g/polybag, P4 = POC sapi dengan konsentrasi 500 mL/polybag. Perlakuan tersebut diberikan sebanyak 4 X yaitu pada waktu 1 minggu sebelum tanaman, 1 minggu setelah tanam, 2 minggu setelah tanam dan 3 minggu setelah tanam. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, dengan iterval waktu pengamatan setiap 1 minggu sekali serta berat basah dan berat kering oven tanaman yang diamati pada saat panen vegetatif umur 4 minggu setelah tanam. Pada penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P1 pupuk kandang ayam memberikan nilai rata-rata tertinggi pada tinggi tanaman, banyak daun, panjang daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman dengan nilai 42.90%, 20.24%, 15.31%, 4.69%, 30,24%, 3,07% dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan P3 pupuk kandang sapi yang memberikan nilai tertinggi pada panjang akar dengan nilai 10,62%. Pada penelitian ini perlakuan dari P1 dan P3 memberikan nilai terbaik terhadap produktifitas tanaman kangkung darat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Elastisitas Produksi Padi Di Provinsi Kalimantan Utara

2022•

Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia, padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Maka dari itu padi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena padi adalah sumber karbohidrat dan kalori utama pangan dengan kondisi saat ini pemerintah dituntut untuk menyediakan padi atau beras dengan harga yang terjangkau oleh semua golongan masyarakat tetapi juga dituntut untuk melindungi petani produsen padi dan menjaga ketersediaan pada atau beras yang cukup. Kalimantan Utara adalah salah satu Provinsi yang menanam padi tetapi masih terbilang sedikit. Produksi padi di pengaruh beberapa faktor yaitu luas lahan, curah hujan, harga gabah, harga pupuk urea. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Padi di Provinsi Kalimantan Utara, (2) Untuk mengetahui elastisitas produksi Padi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi Kalimantan Utara secara signifikan yaitu luas lahan dan harga gabah, karena nilai signifikan nya lebih kecil dari nilai alpha (0,05) yaitu sebesar 0,000 dan 0,018 sedangkan curah hujan, harga pupuk urea tidak berpengaruh secara signifikan karna nila signfikan lebih besar dari nila alpha (0,05) yaitu sebesar 0,479 dan 0,284. Berdasarkan hasil analisis Elastisitas diperoleh bahwa variabel luas lahan, curah hujan, dan harga pupuk urea bersifat inelastis terhadap variabel produksi, sedangkan harga gabah bersifat elastis terhadap variabel produksi. Setelah melakukan penelitian ini Para petani hendaknya mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam teknik dan prosedur penanaman padi yang dianjurkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil padi yang optimal, sehingga taraf kesejahteraan petani meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketersediaan Unsur Hara N Pada Kompos dan Limbah Udang Sebagai Pupuk Sumber Unsur Hara Nitrogen

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENGARUH WAKTU APLIKASI PUPUK KANDANG AYAM DAN DOSIS UREA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aplikasi pupuk organik bersamaan dengan waktu tanam dan setelah tanam belum banyak dikaji, sehingga belum ada informasi yang cukup terkait waktu aplikasi pupuk kandang yang tepat untuk dikombinasikan dengan aplikasi urea untuk menghasilkan serapan dan efisiensi serapan unsur hara N yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh waktu aplikasi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah, mengetahui dosis urea yang tepat terhadap serapan N terbaik, mengetahui pengaruh dosis Urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah serta mengkaji pengaruh kombinasi waktu aplikasi pupuk kandang ayam dan dosis urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2020 hingga Januari 2021. Rancangan acak lengkap, yang terdiri dari 2 faktor yaitu waktu aplikasi dengan tiga taraf yakni 1 minggu sebelum tanaman (W1), pada saat tanam (W2), dan 1 minggu setelah tanam (W3). Kemudian pupuk kandang ayam (T) terdiri atas empat taraf yaitu urea 0 kg/ha (D0), Urea 100 kg/ha (D1), Urea 200 kg/ha (D2), Urea 300 kg/ha (D3). Hasil penelitian, perlakuan dosis urea (D) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman, dan pH tanah. Selanjutnya perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam (W) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen dan kering oven tanaman, namun signifikan terhadap peningkatan pH tanah. Kemudian pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam (W3) menghasilkan pH tanah yang tertinggi. Kombinasi perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam dan dosis urea (DW) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman dan pH tanah. Namun signifikan terhadap peningkatan kandungan karbon organik tanah. Terakhir pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam dengan dosis urea 100 kg/ha (W3D1) mampu meningkatkan kandungan karbon organik tanah yang tertinggi sekitar 6,14%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail