Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Curah Hujan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Intensitas Curah Hujan Maksimum Terhadap Kemampuan Drainase Perkotaan Pada Jalan P. Sumatera Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM)

2026•

Permasalahan genangan pada kawasan perkotaan dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan dan keterbatasan kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Selain itu, perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang berdampak pada peningkatan limpasan permukaan sehingga berpotensi menimbulkan banjir dan genangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas curah hujan maksimum terhadap kemampuan sistem drainase perkotaan di Jalan P. Sumatera, Kota Tarakan menggunakan metode hidrologi dan simulasi Storm Water Management Model (SWMM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan harian maksimum Kota Tarakan periode 2015–2024 serta data primer berupa dimensi saluran drainase eksisting pada lokasi penelitian. Analisis hidrologi dilakukan melalui distribusi frekuensi, uji kesesuaian distribusi, dan perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe untuk memperoleh curah hujan rencana. Selanjutnya, simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM pada kala ulang 10, 25, 50, dan 100 tahun guna mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas curah hujan meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu sebesar 55,8196 mm/jam (T10), 59,3242 mm/jam (T25), 61,3317 mm/jam (T50), dan 62,9596 mm/jam (T100). Simulasi SWMM mengidentifikasi titik kritis pada junction tertentu, terutama JUN5 dengan debit maksimum sebesar 5,970 m³/detik pada kala ulang 100 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saluran eksisting belum mampu menampung debit puncak secara optimal, sehingga diperlukan perencanaan saluran baru berbentuk trapesium dengan tinggi 2 meter dan lebar dasar 2,28 meter untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN SISTEM ANALISIS DATA CURAH HUJAN DENGAN METODE SUPERVISED LEARNING UNTUK STASIUN METEOROLOGI BMKG KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Curah hujan merupakan parameter meteorologi yang berperan penting dalam sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Di Stasiun Meteorologi BMKG Kota Tarakan, analisis curah hujan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan berpotensi menimbulkan kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem analisis data curah hujan berbasis supervised learning menggunakan algoritma Random Forest. Sistem mengintegrasikan parameter atmosfer hasil pengamatan Radiosonde, yaitu suhu, kelembapan, tekanan udara, serta indeks stabilitas atmosfer dengan data curah hujan Automatic Rain Gauge. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dan framework Streamlit dalam bentuk aplikasi berbasis web. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model Random Forest mampu mengklasifikasikan curah hujan dengan kinerja yang baik, Hasil classification report menunjukkan bahwa kategori “Berawan – hujan ringan” memiliki nilai precision, recall, dan F1-score yang cukup tinggi, masing-masing sebesar 0,84, 0,94, dan 0,89. Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa model mampu mengidentifikasi kondisi hujan ringan dengan baik. Sebaliknya, kategori “Hujan sedang – lebat” menunjukkan performa yang masih terbatas, dengan precision, recall,dan F1-Score sebesar 0,45, 0,20,dan 0,28, Evaluasi usability menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan rata-rata skor SUS sebesar 83, dapat disimpulkan bahwa sistem ini memiliki tingkat usabilitas yang sangat baik dan dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi analisis curah hujan khususya untuk kategori “Berawan - Hujan ringan” dan mendukung pengambilan keputusan prakiraan cuaca di BMKG Kota Tarakan, dikarenakan kurangya data pendukung untuk curah hujan yang dikategorikan “Hujan Sedang - lebat” menjadi pengaruh saat proses preprosessing. Meskipun menggunakan metode SMOTE tidak sepenuhnya menghilangkan tantangan prediksi pada kelas hujan lebat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN HIDROGRAF MUKA AIR DAN DEBIT ALIRAN DI WILAYAH DAS KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hidrograf merupakan penyajian grafik antara salah satu unsur aliran dengan waktu dan hidrograf memiliki fungsi untuk memprediksi fluktiatif debit aliran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrograf muka air dan debit aliran di wilayah Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari 2021-Juni 2022 dan bertempat di Kota Tarakan yang terletak pada koordinat geografis 117o31'45"-117o38'12" Bujur Timur dan 3o14'30"-3o26'37" Lintang Utara. Pengambilan data dilakukan melalui metode survey dan pengukuran lapangan. Adapun data yang diperoleh adalah curah hujan, kecepatan aliran, luas penampang, dan debit aliran. Analisis setiap parameter yang diperoleh menggunakan persamaan yaitu pada curah hujan bulanan menggunakan curah hujan andalan 80% yang dihitung menggunakan metode weibull dan kemiringan sungai menggunakan persaamaan phytagoras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan dan debit aliran sangat fluktuatif. Berdasarkan kesimpulan pada penelitian ini selama periode 2012-2021 wilayah Kota Tarakan memiliki total curah hujan andalan sebesar 3686,40 mm/tahun. Hasil analisis untuk setiap kejadian hujan dan debit aliran menunjukkan terjadinya fluktuatif. Curah hujan harian mempengaruhi besar kecilnya debit aliran pada DAS Tarakan Timur, Tarakan Barat, Tarakan Tengah, dan Tarakan Utara. Berdasarkan grafik hidrograf menunjukkan bahwa debit aliran rata-rata tertinggi di DAS Tarakan Utara dengan nilai sebesar 4,01 m3/dt sedangkan debit aliran terendah di DAS Tarakan Timur dengan nilai sebesar 0,23 m3/dt.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Elastisitas Produksi Padi Di Provinsi Kalimantan Utara

2022•

Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia, padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Maka dari itu padi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena padi adalah sumber karbohidrat dan kalori utama pangan dengan kondisi saat ini pemerintah dituntut untuk menyediakan padi atau beras dengan harga yang terjangkau oleh semua golongan masyarakat tetapi juga dituntut untuk melindungi petani produsen padi dan menjaga ketersediaan pada atau beras yang cukup. Kalimantan Utara adalah salah satu Provinsi yang menanam padi tetapi masih terbilang sedikit. Produksi padi di pengaruh beberapa faktor yaitu luas lahan, curah hujan, harga gabah, harga pupuk urea. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Padi di Provinsi Kalimantan Utara, (2) Untuk mengetahui elastisitas produksi Padi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi Kalimantan Utara secara signifikan yaitu luas lahan dan harga gabah, karena nilai signifikan nya lebih kecil dari nilai alpha (0,05) yaitu sebesar 0,000 dan 0,018 sedangkan curah hujan, harga pupuk urea tidak berpengaruh secara signifikan karna nila signfikan lebih besar dari nila alpha (0,05) yaitu sebesar 0,479 dan 0,284. Berdasarkan hasil analisis Elastisitas diperoleh bahwa variabel luas lahan, curah hujan, dan harga pupuk urea bersifat inelastis terhadap variabel produksi, sedangkan harga gabah bersifat elastis terhadap variabel produksi. Setelah melakukan penelitian ini Para petani hendaknya mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam teknik dan prosedur penanaman padi yang dianjurkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil padi yang optimal, sehingga taraf kesejahteraan petani meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN NERACA AIR DI WILYAH KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2021•

Swandi Ariyanto .S 15201010041. Kajian Neraca Air Di Wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Sudirman Sirait. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui neraca air dengan metode Thornthwaite dan Mather di wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara periode 2010-2019. Manfaat penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai neraca air, perencanaan upaya pengelolan limpasan dan pengisian air tanah di wilayah Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu studi pustaka, pengumpulan data, pengolahan dan anlisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama priode 2010-2019 wilayah Kota Tarakan memiliki nilai curah hujan andalan sebesar 3685.4 mm, nilai ETp rata-rata 39.75 mm, nilai CHlebih 3208.4 mm, limpasan 1744.81 mm dan pengisian air tanah 1463,6 mm. Hasil perhitungan nilai STo tertimbang adalah 87.88, Kc tertimbang 0.36 mm dan nilai C tertimbang 0.54 mm.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail