Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: SWMM
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Intensitas Curah Hujan Maksimum Terhadap Kemampuan Drainase Perkotaan Pada Jalan P. Sumatera Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM)

2026•

Permasalahan genangan pada kawasan perkotaan dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan dan keterbatasan kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Selain itu, perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang berdampak pada peningkatan limpasan permukaan sehingga berpotensi menimbulkan banjir dan genangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas curah hujan maksimum terhadap kemampuan sistem drainase perkotaan di Jalan P. Sumatera, Kota Tarakan menggunakan metode hidrologi dan simulasi Storm Water Management Model (SWMM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan harian maksimum Kota Tarakan periode 2015–2024 serta data primer berupa dimensi saluran drainase eksisting pada lokasi penelitian. Analisis hidrologi dilakukan melalui distribusi frekuensi, uji kesesuaian distribusi, dan perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe untuk memperoleh curah hujan rencana. Selanjutnya, simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM pada kala ulang 10, 25, 50, dan 100 tahun guna mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas curah hujan meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu sebesar 55,8196 mm/jam (T10), 59,3242 mm/jam (T25), 61,3317 mm/jam (T50), dan 62,9596 mm/jam (T100). Simulasi SWMM mengidentifikasi titik kritis pada junction tertentu, terutama JUN5 dengan debit maksimum sebesar 5,970 m³/detik pada kala ulang 100 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saluran eksisting belum mampu menampung debit puncak secara optimal, sehingga diperlukan perencanaan saluran baru berbentuk trapesium dengan tinggi 2 meter dan lebar dasar 2,28 meter untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kapasitas Saluran Drainase Dengan Software Storm Water Management Model (SWMM) 5.1 Studi Kasus Jl.P.Antasari Kelurahan Gunung Lingkas Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase di Jalan P. Antasari, Kelurahan Gunung Lingkas, Kota Tarakan, menggunakan Software Storm Water Management Model (SWMM) 5.1. Data curah hujan maksimum Tahunan dari BMKG periode 2014–2023 dianalisis dengan distribusi Gumbel dan Log Pearson III untuk memperoleh debit banjir rancangan dengan periode ulang 10, 20, 50, dan 100 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa saluran eksisting tidak mampu menampung debit banjir pada periode ulang tertentu, sehingga terjadi luapan di beberapa titik junction (JUN1, JUN3, JUN6, JUN7, JUN9, dan JUN12). Oleh karena itu, dilakukan perencanaan dimensi saluran baru untuk meningkatkan kapasitas tampung dan mengurangi risiko banjir. Studi ini memberikan rekomendasi teknis bagi perbaikan sistem drainase yang efektif dan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Dimensi Saluran Pada Jalan Sulawesi Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM) Sebagai Upaya Penanggulangan Banjir

2025•

Curah hujan yang tinggi sering menyebabkan genangan di kawasan perkotaan, terutama jika saluran drainasenya tidak mampu menampung aliran air secara maksimal. Penelitian ini dilakukan di Jalan Sulawesi, Kota Tarakan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah kapasitas saluran eksisting sudah cukup dalam mengalirkan limpasan air hujan, serta merancang dimensi saluran baru di titik-titik yang mengalami luapan. Analisis dilakukan berdasarkan data hujan periode ulang 10, 25, dan 50 tahun, dan disimulasikan menggunakan program Storm Water Management Model (SWMM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa titik, seperti Junction 1, 3, 6, 8, 11, 16, dan 19, tidak mampu menampung debit maksimum, dengan Junction 16 menjadi titik paling kritis. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang dua alternatif saluran: saluran persegi panjang dengan lebar dasar 1,1 meter dan tinggi 1,2 meter, serta saluran trapesium dengan tinggi 1,2 meter, lebar dasar 0,9 meter, dan lebar atas 1,1 meter. Keduanya mampu mengalirkan air tanpa luapan. Penelitian ini juga merekomendasikan upaya tambahan seperti pembersihan rutin saluran, penambahan jumlah inlet, dan keterlibatan masyarakat agar kinerja drainase tetap optimal. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas kajian pada wilayah lain di Kota Tarakan dan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti sedimentasi maupun pasang surut air laut, sehingga hasil analisis hasil analisis menjadi lebih menyeluruh dan representatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail