ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase di Jalan P. Antasari, Kelurahan Gunung Lingkas, Kota Tarakan, menggunakan Software Storm Water Management Model (SWMM) 5.1. Data curah hujan maksimum Tahunan dari BMKG periode 2014–2023 dianalisis dengan distribusi Gumbel dan Log Pearson III untuk memperoleh debit banjir rancangan dengan periode ulang 10, 20, 50, dan 100 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa saluran eksisting tidak mampu menampung debit banjir pada periode ulang tertentu, sehingga terjadi luapan di beberapa titik junction (JUN1, JUN3, JUN6, JUN7, JUN9, dan JUN12). Oleh karena itu, dilakukan perencanaan dimensi saluran baru untuk meningkatkan kapasitas tampung dan mengurangi risiko banjir. Studi ini memberikan rekomendasi teknis bagi perbaikan sistem drainase yang efektif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Curah hujan yang tinggi sering menyebabkan genangan di kawasan perkotaan, terutama jika saluran drainasenya tidak mampu menampung aliran air secara maksimal. Penelitian ini dilakukan di Jalan Sulawesi, Kota Tarakan, dengan tujuan untuk mengetahui apakah kapasitas saluran eksisting sudah cukup dalam mengalirkan limpasan air hujan, serta merancang dimensi saluran baru di titik-titik yang mengalami luapan. Analisis dilakukan berdasarkan data hujan periode ulang 10, 25, dan 50 tahun, dan disimulasikan menggunakan program Storm Water Management Model (SWMM). Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa titik, seperti Junction 1, 3, 6, 8, 11, 16, dan 19, tidak mampu menampung debit maksimum, dengan Junction 16 menjadi titik paling kritis. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang dua alternatif saluran: saluran persegi panjang dengan lebar dasar 1,1 meter dan tinggi 1,2 meter, serta saluran trapesium dengan tinggi 1,2 meter, lebar dasar 0,9 meter, dan lebar atas 1,1 meter. Keduanya mampu mengalirkan air tanpa luapan. Penelitian ini juga merekomendasikan upaya tambahan seperti pembersihan rutin saluran, penambahan jumlah inlet, dan keterlibatan masyarakat agar kinerja drainase tetap optimal. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas kajian pada wilayah lain di Kota Tarakan dan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti sedimentasi maupun pasang surut air laut, sehingga hasil analisis hasil analisis menjadi lebih menyeluruh dan representatif.