BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Jaringan komunikasi adalah sistem yang terdiri dari berbagai elemen dan komponen yang bekerja bersama untuk memungkinkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengkodean pesan oleh pengirim, transmisi melalui media tertentu, hingga dekode pesan oleh penerima. Penelitian ini berjutuan 1.) Menganalisis saluran pemasaran rumput laut rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. 2.) Memetakan jaringan komunikasi pemasaran rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. Penelitian di ini dilaksanakan di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik sejak Maret - Agustus 2024. Teknik pengumpulan sampel penelitian ini adalah teknik sensus. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Metode Sensus. Dalam hal ini penulis menentukan sampel sebanyak 32 petani rumput laut di Desa Balansiku. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan Alat analisis menggunakan menggunakan Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis). Di ketahui terdapat 3 petani (node) yang menjadi sentra informasi pemasaran. Ketiga pelaku tersebut A1, A21, dan A31,. Ketiga petani tersebut merupakan aktor yg paling sering dihubungi oleh petani lain untuk mendapatkan informasi pemasaran. Hal tersebut di tujukan oleh arah link yg mengarah kedalam atau menujuu petani (node) tersebut. Terdapat pula tiga petani yang paling sering menghubungi petani lain. Ketiga petani tersebut yaitu A26, A7, dan A15.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jaringan komunikasi adalah sistem yang terdiri dari berbagai elemen dan komponen yang bekerja bersama untuk memungkinkan proses pertukaran informasi antara pengirim dan penerima. Proses ini melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengkodean pesan oleh pengirim, transmisi melalui media tertentu, hingga dekode pesan oleh penerima. Penelitian ini berjutuan 1.) Menganalisis saluran pemasaran rumput laut rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. 2.) Memetakan jaringan komunikasi pemasaran rumput laut di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik. Penelitian di ini dilaksanakan di Desa Balansiku Kecamatan Sebatik sejak Maret - Agustus 2024. Teknik pengumpulan sampel penelitian ini adalah teknik sensus. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Metode Sensus. Dalam hal ini penulis menentukan sampel sebanyak 32 petani rumput laut di Desa Balansiku. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan Alat analisis menggunakan menggunakan Analisis Jaringan Sosial (Social Network Analysis). Di ketahui terdapat 3 petani (node) yang menjadi sentra informasi pemasaran. Ketiga pelaku tersebut A1, A21, dan A31,. Ketiga petani tersebut merupakan aktor yg paling sering dihubungi oleh petani lain untuk mendapatkan informasi pemasaran. Hal tersebut di tujukan oleh arah link yg mengarah kedalam atau menujuu petani (node) tersebut. Terdapat pula tiga petani yang paling sering menghubungi petani lain. Ketiga petani tersebut yaitu A26, A7, dan A15.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia, padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Maka dari itu padi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena padi adalah sumber karbohidrat dan kalori utama pangan dengan kondisi saat ini pemerintah dituntut untuk menyediakan padi atau beras dengan harga yang terjangkau oleh semua golongan masyarakat tetapi juga dituntut untuk melindungi petani produsen padi dan menjaga ketersediaan pada atau beras yang cukup. Kalimantan Utara adalah salah satu Provinsi yang menanam padi tetapi masih terbilang sedikit. Produksi padi di pengaruh beberapa faktor yaitu luas lahan, curah hujan, harga gabah, harga pupuk urea. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Padi di Provinsi Kalimantan Utara, (2) Untuk mengetahui elastisitas produksi Padi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi Kalimantan Utara secara signifikan yaitu luas lahan dan harga gabah, karena nilai signifikan nya lebih kecil dari nilai alpha (0,05) yaitu sebesar 0,000 dan 0,018 sedangkan curah hujan, harga pupuk urea tidak berpengaruh secara signifikan karna nila signfikan lebih besar dari nila alpha (0,05) yaitu sebesar 0,479 dan 0,284. Berdasarkan hasil analisis Elastisitas diperoleh bahwa variabel luas lahan, curah hujan, dan harga pupuk urea bersifat inelastis terhadap variabel produksi, sedangkan harga gabah bersifat elastis terhadap variabel produksi. Setelah melakukan penelitian ini Para petani hendaknya mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam teknik dan prosedur penanaman padi yang dianjurkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil padi yang optimal, sehingga taraf kesejahteraan petani meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia, padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat termasuk di Provinsi Kalimantan Utara. Maka dari itu padi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena padi adalah sumber karbohidrat dan kalori utama pangan dengan kondisi saat ini pemerintah dituntut untuk menyediakan padi atau beras dengan harga yang terjangkau oleh semua golongan masyarakat tetapi juga dituntut untuk melindungi petani produsen padi dan menjaga ketersediaan pada atau beras yang cukup. Kalimantan Utara adalah salah satu Provinsi yang menanam padi tetapi masih terbilang sedikit. Produksi padi di pengaruh beberapa faktor yaitu luas lahan, curah hujan, harga gabah, harga pupuk urea. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Padi di Provinsi Kalimantan Utara, (2) Untuk mengetahui elastisitas produksi Padi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menunjukkan bahwa, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi Kalimantan Utara secara signifikan yaitu luas lahan dan harga gabah, karena nilai signifikan nya lebih kecil dari nilai alpha (0,05) yaitu sebesar 0,000 dan 0,018 sedangkan curah hujan, harga pupuk urea tidak berpengaruh secara signifikan karna nila signfikan lebih besar dari nila alpha (0,05) yaitu sebesar 0,479 dan 0,284. Berdasarkan hasil analisis Elastisitas diperoleh bahwa variabel luas lahan, curah hujan, dan harga pupuk urea bersifat inelastis terhadap variabel produksi, sedangkan harga gabah bersifat elastis terhadap variabel produksi. Setelah melakukan penelitian ini Para petani hendaknya mengoptimalkan pemanfaatan lahan dalam teknik dan prosedur penanaman padi yang dianjurkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil padi yang optimal, sehingga taraf kesejahteraan petani meningkat.