kinerja pembiayaan perbankan terhadap sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi relatif produksi, tingkat penyerapan pembiayaan perbankan, produktivitas kapital, dan pola pemetaan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Indonesia selama periode 2019– 2024. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan alat analisis yaitu, Location Quotient, Marginal Product of Capital, dan pola pemetaan. Deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Bank Indonesia. Hasil penelitian tingkat efisiensi relatif produksi menunjukkan bahwa kawasan Bali dan Nusa Tenggara memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 2,09. Sedangkan, kawasan Maluku dan Papua nilainya terendah sebesar 0,28. Kemudian dari sisi pembiayaan perbankan, tingkat penyerapan tertinggi terdapat di kawasan Maluku dan Papua dengan rata-rata 5,06. Sementara, Kalimantan memiliki tingkat penyerapan terendah sebesar 0,59. Berdasarkan analisis produktivitas kapital, Kalimantan memperoleh nilai MPK tertinggi sebesar 1,88. Sedangkan, kawasan Jawa memiliki nilai MPK terendah sebesar -8,44. Secara nasional, rata-rata MPK tercatat sebesar -1,60 yang mengindikasikan bahwa pembiayaan perbankan yang disalurkan belum mampu meningkatkan output sektor PAMM. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali berada pada kategori unggul dan efektif. Sedangkan, sebagian besar provinsi di luar Jawa masih berada pada kategori potensial dan gagal. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan sektor PAMM tidak hanya ditentukan oleh besarnya pembiayaan yang diberikan, tetapi juga oleh efektivitas pemanfaatannya dalam mendorong peningkatan produksi.