Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Inkubasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh enzim bromelin dan enzim papain terhadap sifat kimia dan sifat fisik virgin coconut oil (VCO)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

VCO merupakan modifikasi pembuatan minyak kelapa yang terbuat dari daging buah kelapa segar yang diolah dengan suhu rendah atau tanpa pemanasan sehingga kandungan didalamnya tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enzim bromelin dan enzim papain serta lama inkubasi terhadap sifat kimia dan sifat fisik VCO. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial, dengan dua faktor yaitu jenis enzim (N) sari buah nanas 30%, sari buah nanas 50%, sari buah pepaya 30%, sari buah pepaya 50% dan lama inkubasi (P) 12jam, 24jam, 36jam. Parameter penelitian yaitu parameter kimia terdiri dari nilai rendemen dan kadar air. Uji fisik yang terdiri warna aroma dan rasa. Data yang telah diperoleh dari hasil pengamatan dikelola menjadi nilai yang kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Dari hasil penelitian diketahui jenis enzim memberikan pengaruh terhadap parameter rendemen, kadar air VCO yang dihasilkan dimana parameter N2P3 (sari buah nanas 50% dan inkubasi 36 jam) memperoleh nilai tertinggi pada uji kimia rendemen dan kadar air. Lama waktu inkubasi 36 jam berpengaruh dominan trhadap karakteristik fisik VCO yang dihasilkan terutama warna VCO pada perlakuan N1 dan N2. Interaksi perlakuan jenis enzim dan lama inkubasi memberikan pengaruh terhadap parameter sifat kimia dan sifat fisik VCO.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

"PENGARUH MACAM-MACAM AMANDMENT ORGANIK TERHADAP PERBAIKAN SIFAT KIMIA TANAH MARGINAL"

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan umum pada pengelolaan tanah marginal adalah tingkat kesuburannya yang rendah, antara lain kemasaman tanah rendah (pH 4,5), dan kejenuhan Al yang tinggi, serta kandungan hara yang rendah. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah marginal adalah menaikan pH tanah, karbon organik dan menurunkan kelarutan Al-dd melalui pemberian pembenah tanah organik seperti kotoran hewan, limbah tanaman, dan biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan organik pembenah tanah dan lama inkubasi terhadap perbaikan sifat kimia tanah marginal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu : 1) Macam pembenah organik (A), terdiri dari 3 taraf: A0 = kontrol; A1 = kotoran hewan; A2 = limbah tanaman; A3 = biochar; 2) Faktor lama inkubasi (W) yang terdiri dari 3 taraf: W1 = 0 minggu; W2 = 3 minggu; W3 = 6 minggu. Parameter yang diamati yaitu pH, Karbon, Al-dd tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar mampu meningkatkan pH, karbon organik tanah, serta mampu menurunkan kandungan Al-dd tanah. Aplikasi biochar (A3) yang diinkubasi selama 6 minggu (W3) mampu meningkatkan pH, kandungan karbon organik tanah, dan mampu menurunkan kandungan Al-dd tanah di Kota Tarakan, dengan nilai berturut-turut 5,88; 0,74%; dan 0,275 Cmol(+)/kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Ketersediaan Unsur Hara N Pada Kompos dan Limbah Udang Sebagai Pupuk Sumber Unsur Hara Nitrogen

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUHU PEMBUATAN BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN LAMA INKUBASI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perbedaan Suhu Pembuatan Biochar Tempurung Kelapa dan Lama Inkubasi Terhadap Perbaikan Sifat Tanah Ultisol. Skripsi di bawah bimbingan Dr.Nur Indah Mansyur, MP.,M.Sc. penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium ilmu tanah Faklutas Pertanian Universitas Borneo Tarakan mulai bulan Desember tahun 2019 hingga bulan April tahun 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu : 1) Pengaruh Suhu pembuatan Biochar (notasi T) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yakni : T0 = kontrol (tidak menggunakan biochar); T1 = Biochar yang dibuat dengan suhu 400C; T2 = Biochar yang dibuat dengan suhu 500C; T3 = Biochar yang dibuat dengan suhu 600C, 2) Faktor lama inkubasi (notasi W) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yakni : W0 = Minggu pertama setelah perlakuan; W1 = 3 minggu setelah perlakuan; W2 = 6 minggu setelah perlakuan; masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Parameter yang diamati yaitu pH, Karbon, Al-dd tanah. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1) Pemberian biochar yang di buat pada suhu yang berbeda berpengaruh terhadap pH, C-organik dan Al-dd tanah. Dalam hal ini diperoleh bahwa pemberian biochar dari tempurung kelapa yang dibuat dengan suhu pirolisis yang berbeda dan lama inkubasi dapat memperbaiki sifat kimia tana Ultisol. Kata Kunci : Biochar Tempurung Kelapa, Suhu, Inkubasi, C-organik, pH, Al-dd

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail