ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Buah nipah (Nypa fruticans) merupakan sumber daya lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung karbohidrat dan serat pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, pemanfaatan buah nipah dalam bentuk tepung masih terbatas, serta belum adanya standar proses pengolahan, khususnya pada tahap pengeringan. Lama dan suhu pengeringan diduga memengaruhi kualitas tepung yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama pengeringan, suhu pengeringan, serta interaksi keduanya terhadap kualitas tepung buah nipah sebagai bahan pangan fungsional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2025 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah lama pengeringan yang terdiri atas 300 menit, 360 menit, dan 420 menit, sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan yang terdiri atas 70°C, 80°C, dan 90°C, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, serta uji organoleptik (warna, aroma, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama dan suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar serat kasar tepung buah nipah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein. Semakin lama waktu dan semakin tinggi suhu pengeringan, kadar air dan serat kasar cenderung menurun. Perlakuan lama pengeringan 420 menit dan suhu 90°C menghasilkan kadar air terendah, sedangkan kadar serat kasar tertinggi diperoleh pada lama pengeringan 300 menit dan suhu 70°C. Uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama dan suhu pengeringan yang lebih rendah menghasilkan warna tepung yang lebih cerah, aroma khas tepung, dan tekstur yang lebih halus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Tanaman bayam merupakan salah satu komoditas sayuran dengan tingkat permintaan yang tinggi sehingga memerlukan pengelolaan nutrisi yang optimal, khususnya pada sensor pH, (TDS), dan suhu air. Pada budidaya hidroponik, permasalahan yang sering terjadi adalah ketidak seimbangan nutrisi akibat proses pemantauan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman layu, daun menguning, serta pertumbuhan yang terhambat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem pemantauan kualitas nutrisi air yang mampu bekerja secara otomatis dan real-time untuk menjaga kestabilan kondisi nutrisi tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem monitoring kualitas nutrisi air pada tanaman bayam hidroponik berbasis IoT. Sistem ini menggunakan Mikrokontroler ESP32 sebagai pengendali utama yang terhubung dengan sensor pH, sensor TDS, dan sensor suhu air. Data hasil pembacaan sensor dikirim secara real-time ke platform Blynk sehingga dapat dipantau melalui perangkat smartphone maupun website. Nilai acuan kualitas nutrisi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pH ideal 5,5–6,5, TDS 700–1600 ppm, dan suhu optimal 18–25°C. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dan stabil dalam memantau kualitas nutrisi air. Tingkat Akurasi sensor berdasarkan perhitungan error rate diperoleh sebesar 96,76% untuk sensor pH, 98,50% untuk sensor TDS, dan 98,12% untuk sensor suhu.Pengujian keseluruhan sistem dilakukan selama dua hari. Pada hari pertama, sistem mencapai tingkat Akurasi sebesar 86,6%, dengan pH berada pada kisaran 6,36–6,60 dan nilai TDS menurun dari 1127 ppm menjadi 543 ppm, sehingga kualitas air meningkat dari kategori “buruk” menjadi “sedang” hingga “baik”. Pada hari kedua, tingkat kesesuaian sistem sebesar 73,3%, dengan pH 6,29–6,64 dan TDS menurun hingga 547 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data secara real-time melalui aplikasi Blynk serta memberikan informasi kondisi nutrisi air secara akurat sesuai kategori ambang batas yang ditentukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pencemaran lingkungan akibat limbah industri tekstil, khususnya zat warna azo seperti Congo Red (CR), menjadi permasalahan serius karena bersifat toksik, karsinogenik dan sulit terurai. Biodegradasi mikroorganisme menawarkan solusi ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bakteri simbion spons laut Stylissa sp. dalam mendengradasi CR. Dari 20 isolat awal, diperoleh empat isolat unggul (SS05, SS08, SS09 dan SS18) yang mampu mendegradasi CR. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dekolorisasi CR, pengaruh suhu (30℃,35℃ dan 40℃), pengaruh pH 5 sampai 10, pengaruh konsentrasi inokulum (106, 107, dan 108 CFU/mL) dan pengaruh konsentrasi zat warna CR (100,150, dan 200 mg/L). Hasil skrining menunjukan bahwa empat isolat (SS05, SS08, SS09 dan SS18) mampu mendengradasi CR dengan perubahan warna setelah 7 hari inkubasi dari warna merah terang menjadi warna tidak bewarna. Isolat SS18 menunjukan efisiensi yang baik dalam mendengradasi mencapai ±70% pada suhu 35℃ dan pH 6. Konsentrasi inokulum optimum Adalah 1x108 CFU/mL dengan waktu degradasi tercepat 72 jam. Namun, efsiensi degradasi menurun seiring dengan peningkatan konsentrasi CR, dengan hasil tertinggi ±70% pada konsentrasi 100 mg/L oleh isolat SS18 hasil ini menunjukkan bahwa bakteri simbion Stylissa sp., khususnya SS18, berpotensi sebagai agen bioremediasi efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair tekstil yang mengandung pewarna azo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Korosi atau perkaratan merupakan suatu keadaan material yang mengalami kerusakan suatu bahan logam. Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihentikan hanya dapat diperlambat lajunya dengan bahan alam yang ramah lingkungan seperti bio inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi pada berbagai kondisi pH, konsentrasi, dan temperatur bio inhibitor. Penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama preparasi sampel daun Rhizopora mucronata, tahap kedua ekstraksi daun Rhizopora mucronata, tahap ketiga pengujian ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi, tahap keempat pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap kelima pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Hasil yang didapat dari ekstrak Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi lebih besar pada larutan NaOH 3%, yang ditunjukkan dengan nilai efisiensi bio inhibitor 99,39%. Pada pengujian konsentrasi yang efektif di hasilkan pada konsentrasi 0,1 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 97,50%. Pada pengujian suhu mendapatkan hasil nilai yang tertinggi yaitu dengan suhu dingin (9°C) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 93,73%. Ekstrak daun Rhizopora mucronata menunjukkan hasil nilai efisiensi bio inhibitor yang terbaik sehingga dapat digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bioinhibitor adalah suatu zat senyawa kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dapat berfungsi untuk menghambat atau menurunkan pertumbuhan laju korosi pada logam, pada prakteknya jumlah yang di tambahkan secara kontinu maupun periodik. Pemanfaatan ekstrak daun nipah (Nypa fruitcans) sebagai bio inhibitor korosi logam besi penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bioinhibitor logam besi dengan kondisi pH, konsentrasi, temperatur bio inhibitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif Hasil yang didapatkan pada uji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bio inhibitor logam besi larutan HCl 3%, yang ditunjukkan memiliki nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 68,52%. Pengujian konsentrasi yang efektif menghasilkan konsentrasi 0,4 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 85,67%. Pengujian suhu dengan nilai efisiensi tertinggi dihasilkan pada suhu (9ºC) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 94,81 %. Ekstrak (Nypa fruitcans) menunjukkan hasil efisiensi bio inhibitor yang tinggi sehingga memiliki potensi digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi merupakan proses kimia yang menyebabkan logam mengalami perubahan fisik sehingga terjadi kerusakan. Sebagai upaya menghambat laju korosi digunakan senyawa bio inhibitor yang berasal dari bahan alam yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol dan tanin yang terdapat pada ekstrak daun Api–api (Avicennia marina). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada berbagai kondisi larutan HCl 3%, NaOH 3%, dan NaCl 3%. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada larutan efektif dengan berbagai konsentrasi. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi dengan larutan dan konsentrasi efektif pada suhu yang berbeda. Penelitian ini terdiri dari enam tahapan. Tahap pertama preparasi sampel daun Avicennia marina, tahap kedua ekstraksi daun Avicennia marina, tahap ketiga uji fitokimia pada ekstrak daun Avicennia marina, tahap keempat pengujian ekstrak daun Avicennia marina sebagai bio inhibitor logam besi, tahap kelima pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap keenam pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun Avicennia marina menghasilkan larutan efektif HCl 3% dengan nilai efektivitas 82%, pengujian konsentrasi menghasilkan 0,3 gram adalah konsentrasi yang efektif dengan nilai efektivitas 93,39%, pengujian suhu (9˚C, 29˚C, 50˚C) mendapatkan efektivitas rata-rata yang stabil di atas 90%. Ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pengujian bio inhibitor korosi logam besi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V-A SDN Utama 1 Tarakan dalam mata pelajaran IPA materi suhu dan kalor menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian merupakan Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada kelas V-A di SDN Utama 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah Tes, Observasi dan Dokumentasi. Teknik analisa data pada penelitian ini yaitu hasil penilaian afektif, psikomotorik, dan kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas V-A SDN Utama 1 Tarakan telah meningkat disetiap siklus dari segala jenis aspek. Penggunaan model pembelajaran dalam pelajaran IPA materi suhu dan kalor dapat meningktakan hasil belajar peserta didik aspek kognitif dari rata-rata nilai 70,89 menjadi 88,9. Rata-rata tersebut jika dipresentasekan menjadi 86% dan telah mencapai target dimana lebih dari 75% peserta didik yang memperoleh nilai lebih dari 70. Pada hasil belajar peserta didik aspek afektif dari rata-rata nilai 28% meningkat menjadi 79%. Pada hasil belajar peserta didik aspek psikomotorik juga meningkat, pada siklus I sebesar 46% dan meningkat disiklus II menjadi 79%. Hasil pengamatan sikap peserta didik, dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Contextual Teaching and Learning mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketersediaan bahan bakar minyak semakin hari semakin terbatas. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak terus meningkat sehingga cadangan minyak bumi semakin berkurang. Permasalahan lain yang saat ini dihadapi dunia adalah masalah pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak dan krisis bahan bakar mineral (minyak bumi). Seperti diketahui, kemampuan negara-negara di dunia dalam menyediakan bahan bakar semakin lama semakin menurun karena hampir seluruh wilayahnya mengandung minyak. Salah satu bahan bakar alternatif yang berpotensi mengatasi permasalahan bahan bakar di Indonesia adalah biodiesel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi preparasi katalis, sintessis biodiesel dan karakterisasi biodiesel. Hasil biodiesel yang diperoleh dianalisis menggunakan parameter rendemen, uji densitas, bilangan asam dan bilangan penyabunan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas biodiesel yang diperoleh memiliki nilai rendemen 48,75-70,29%, nilai densitas 872-882 kg/m 3, bilangan asam 0,37-0,43 mg KOH/g dan bilangan penyabunan 40,6-68,6 mg KOH/g. Hasil yang diperoleh pada masing-masing parameter memenuhi syarat mutu dan SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minuman serbuk buah karamunting merupakan salah satu keragaman produk buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa). Pengolahan ini menggunakan metode foam mat drying dengan pengeringan suhu rendah pada suhu 60-80 derajat celsius. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui suhu, waktu, kombinasi suhu dan waktu pada pengeringan buah karamunting yang dapat mempertahankan senyawa bioaktif di dalamnya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu suhu pengeringan (60, 70, 80 derajat celsius) dan waktu pengeringan (60, 90, 120 menit) yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar vitamin C, Fenol, dan Antioksidan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah T1W1 sebesar 9,24 %,parameter kadar vitamin C memiliki nilai paling tinggi adalah T2W1 sebesar 42,99 mg, parameter Fenol memiliki nilai paling tinggi adalah T2W2 sebesar 238, 90 mg/g, dan parameter Antioksidan memiliki nilai paling tinggi adalah T2W2 sebesar 43,10 mg/ml.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minuman serbuk buah kundur merupakan salah satu upaya pemanfaatan buah kundur (Benincasa hispida). Pengolahan ini menggunakan metode foam mat drying dengan pengeringan konsentrat bahan cair menggunakan pengeringan pada suhu 50-80˚C.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan yang sesuai pada proses foam mat drying pada minuman serbuk buah kundur serta kandungan vitamin C dan kadar antioksidan pada minuman serbuk buah kundur yang dihasilkan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu suhu pengeringan (50ºC, 60ºC dan 70ºC) dan waktu pengeringan (6 jam, 12 jam dan 18 jam) yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Vitamin C dan Kadar Antioksidan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah T1W1 (suhu 50ºC dengan waktu 6 jam) sebesar 5,85%, parameter kadar vitamin C memiliki nilai paling tinggi T2W2 (suhu 60ºC dengan waktu 12 jam) sebesar 2 mg dan pada parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi T3W3 (suhu 70ºC dengan waktu 18 jam).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan patin (P. hypophthalmus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon ikan patin siam (P. hypophthalmus) dari indukan yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan konsep epigenetik melalui uji tantang cekaman suhu. Metode penelitian dengan cara pengamatan tingkah laku, menghitung gerakan operculum, mortalitas, penurunan bobot tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan gerakan rata-rata operculum pada suhu 18 oC pada perlakuan kontrol sebanyak (115,25 ± 4,21 kali), vitamin C (140,5 ± 3,20 kali), katuk (118,0 ± 4,81 kali), katuk-vitamin C (128,0 ± 1,08 kali). Kemudian suhu 38 oC pada perlakuan kontrol sebanyak (158,75 ± 4,32 kali), benih ikan patin siam dengan perlakuan vitamin C sebanyak (137,75 ± 1,54 kali), katuk sebanyak (129,25 ± 1,97 kali), katuk dan vitamin C sebanyak (181,5 ± 9,85 kali). Penurunan bobot rata-rata suhu 18 oC pada katuk-vitamin C (1,05 ± 0,2 gram), katuk (0,825 ± 0,2 gram), vitamin C (0,83 ± 0,2 gram), kontrol (0,475 ± 0,1 gram). Selanjutnya suhu 38 oC katuk sebanyak (1.73 ± 0.28 gram), katuk-vitamin C (1.05 ± 0.33 gram), kontrol (0.78 ± 0.10 gram), vitamin C sebesar (0.25 ± 0.06 gram). Mortalitas pada suhu 18 oC katuk sebesar (6% ± 1,15), vitamin C (7% ± 4,12), katuk-vitamin C (12% ± 2,82) dan kontrol (26% ± 5,77). Selanjutnya suhu 38 oC mortalitas benih ikan patin kontrol (27% ± 4.43), vitamin C (4% ± 2.82), katuk (12% ± 2.82), katuk-vitamin C (0% ± 0.0).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam proses pembentukan produk plastik membutuhkan parameter dari mesin injeksi antara lain suhu pemanas, suhu leleh, pendinginan, waktu tahan, kecepatan injeksi. Parameter tersebut dapat mempengaruhi hasil produk, sehingga harus menemukan variasi yang cocok sesuai dengan produknya. Penelitian ini akan melakukan eksperimen untuk menganalisis pengaruh variasi suhu mesin injection molding pada limbah plastik jenis polypropylene. Uji coba yang dilakukan mesin injetion molding dengan suhu yang berbeda-beda yaitu 160°, 180°, dan 200°. Dari sisi kekerasan memiliki cacat yang berbeda beda 160° memiliki kekerasan 55 HD, 180° memiliki kekerasan 57,6 HD dan 200° memiliki kekeraasan 44 HD. Pada proses injection molding dengan suhu 200° sampel yang dihasilkan kualitas yang baik dibandingkan suhu 160° dan 180° yang mengalami sedikit penyusutan dan terlihat cacat short shot, sink mark dan weld mark.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia mempunyai kawasan perairan yang amat luas yang mempunyai kesempatan besar dalam mengembangkan industri di bidang perikanan yaitu rumput laut. Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang diusahakan masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah budidaya rumput laut. Produksi rumput laut kering Kota Tarakan pada tahun 2018 mencapai 10,035,914 kg (Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan, 2019). Proses pengeringan rumput laut dilakukan dengan 2 cara, yakni konvensional dengan memanfaatkan panas sinar matahari dan menggunakan mesin pengering. Mesin pengering rumput laut membutuhkan sistem pemanas yang bersumber dari finned heater untuk mengoptimalkan proses pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efinsiensi termal. Metode yang digunakan adalah menganalisis efisiensi termal terhadap variasi suhu dan waktu. Hasil penelitian menunjukan nilai kalor tertinggi pada suhu 65°C sebesar 2.890 Joule dengan waktu 150 menit dan nilai kalor terendah didapatkan pada suhu 45°C sebesar 1.370 Joule dengan kedua waktu pengeringan yaitu 150 menit dan 180 menit, hal tersebut disebabkan karena nilai selisih suhu (∆T) memiliki nilai yang sama yaitu 18 °C dan nilai efesiensi tertinggi pada suhu 65°C dengan lama pengeringan 150 menit sebesar 1,9% dan untuk efisiensi terendah didapatkan pada suhu 45°C dengan lama pengeringan 180 menit sebesar 0,7%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selai terap merupakan salah satu upaya pemanfaatan buah terap (Artocarpus odoratissimus). Pengolahan ini menggunakan proses termal dengan metode pasteurisasi bahan pangan untuk pengawetan dan memperpanjang umur simpan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses termal suhu pasteurisasi dan kondisi penyimpanan terhadap masa simpan selai terap. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu suhu pasteurisasi (70ºC dan 80ºC dalam waktu 1 menit) dan kondisi penyimpanan (suhu ruang dan lemari pendingin) yang diulangi sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Total Padatan Terlarut, dan Kadar Serat Pangan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah P0W1 (tanpa pasteurisasi dalam suhu ruang) sebesar 49,39%, parameter total padatan terlarut memiliki nilai paling tinggi P2W2 (suhu pasteurisasi 80ºC waktu 1 menit dalam lemari pendingin) sebesar 76,18%brix, parameter kadar serat pangan selai terap memiliki nilai sebesar 13,2%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Pada penelitian ini dirancang sebuah perangkat sistem monitoring kualitas air pada budidaya tambak berbasis internet of things (IoT) yang mampu mengukur dan memonitoring suhu, pH, konduktifitas, salinitas ,TDS (Total Dissolve solid), dan kekeruhan secara realtime. Pada Perangkat monitoring kualitas air menggunakan enam buah sensor analog. Nilai keluaran perangkat ini berupa nilai ADC yang dikonversikan, dan data parameter kualitas air tersebut akan dikirim ke gateway, dengan internet of things (IoT). Perangkat lunak dalam perangkat monitoring kualitas air tersebut mengunakan aplikasi blynk untuk mengakses data yang berfungsi sebagai interface antara modem (internet) dan PC atau Handphone. ESP8266 yang sudah terangkai dengan modul internet of things berguna sebagai pengirim data dari node sensor ke Data center (blynk) dengan mengunakan modem untuk mengakses internet, alat perbandingan untuk kalibrasi sensor menggunakan alat ukur yang standar yang telah dihitung menggunakan perhitungan microsoft exel Pada perhitungan tingkat akurasi yang di lakukan menggunakan sampel uji pada tiap-tiap sensor didapat akurasi 99,998% dengan menggunakan persamaan rumus regresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai dari pengujian sensor yang diperoleh pada hasil monitoring kualitas air tambak dan diambil nilai rata-rata yang terbaca pada pH 5,09-5,26pH, TDS 391,03-516,00mg/L, salinitas 25,89-33,19ppt, konduktifitas 25,37-26,53S/m, kekeruhan 15,35-25,65ntu, dan suhu 27-33℃ disimpulkan perubahan pada kualitas air tambak yang diamati 30 menit sekali selama 24 jam kualitas air tambak terlihat mengalami perbedaan nilai kualiats air tetapi tidak terlalu jauh secara realtime dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things berdasarkan hasil peneletian didapatkan nilai dari pengujian keseluruhan bahwa sistem bekerja dengan baik dalam pemantauan kualitas air berbasis internet of things (IoT).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Telah dilakukan penelitian dengan judul Rancang bangun alat uji muai panjang material logam berbasis pemanas elektrik dan dial indikator. Tujuan dari penelitian ini adalah rancang bangun alat uji muai panjang material logam dan menganalisa kelayakan dari alat uji tersebut. Komponen utama pada alat uji muai ini mengunakan pemanas elektrik atau induksi hiter dan dial indikator, yang mana pemanas elektrik berfungsi sebagai pemanas pada spesimen uji dan dial indikator sebagai penunjuk proses pemuaian panjang yang terjadi pada spesimen. Alat ini diuji mengunakan tiga jenis materil logam yaitu Besi, Kuningan, dan Tembaga. Alat ini sudah cukup baik untuk mengamati proses terjadinya fenomena pemuaian panjang material logam. Pada refrensi menunjukan bahwa nilai koefisien muai panjang material logam berbeda beda seperti pada logam besin yang memiliki nilai koefisien muai 0,000012/℃, Kuningan 0,000019/℃, dan pada logam Tembaga 0,000017/℃. Hasil dari penelitian alat uji yang dibangun ini mendapatkan nilai koefisien pada materil logam besi 0,000045/℃, Kuningan 0,000041/℃, dan Tembaga 0,000030/℃. Meski terdapat perbedaan peda nilai koefisien muai panjang dan nilai pada refrensi, namun pada dasarnya alat ini dapat digunakan untuk mengamati fenomena pemuaian secara kualitatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Proses pengiriman kepiting bakau ke luar negeri sering mengalami kematian produk. Penyebab kematian belum diketahui secara pasti namun diduga karena kesalahan dalam teknik penanganan produk. Teknik penanganan produk yang baik sebelum di kirim ke luar negeri perlu diterapkan untuk mengurangi resiko kematian selama proses pengiriman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan suhu pembiusan optimum terhadap tingkat kelangsungan hidup kepiting bakau. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, Perlakuan A, perendaman dengan suhu 10℃, perlakuan B perendaman dengan suhu 15℃, perlakuan C perendaman dengan suhu 20℃ dan perlakuan D tanpa perendaman suhu dingin (kontrol), dengan perendaman selama 15 menit dan pengamatan setiap 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan perendaman dengan suhu rendah yaitu pada suhu 10℃-20℃, menunjukkan respon kepiting lambat. Perlakuan C menunjukkan respon positif setelah 3 jam sedangkan perlakuan A dan B menunjukkan respon positif setelah 9 jam. Berdasarkan analasis anova menunjukkan hasil perlakuan yang berbeda nyata dengan kontrol (P0,05). Perlakuan A menunjukkan hasil yang berbeda nanyata dengan seluruh perlakuan, perlakuan B dan C tidak berbeda nyata namun berbedanya dengan kontrol.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Tingkat perkembangan teknologi elektronika sudah sudah sangat cepat sampai ke bidang medis terutama dalam melakukan pengukuran. Antara lain sebagai alat kontrol kesehatan, dan pada tahapan awal pemeriksaan biasanya dilakukan medical check up. Untuk medical check up yang dilakukan pertama kali adalah pengecekan detak jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeteksi gejala awal untuk orang yang memiliki penyakit serangan jantung yang dimana biasanya jumlah detak jantung manusia berada diluar batas normal ketika terkena serangan jantung. Penelitian tugas akhir ini penulis ingin membuat sebuah alat pendeteksi detak jantung sederhana dengan pulse sensor SEN-11574 dan sensor suhu DS18B20 berbasis Arduino yang dapat menghitung detak jantung dan suhu badan secara kontinyu, pada alat ini penulis juga menambahkan sebuah buzzer yang jika alat ini mendeteksi detak jantung diluar batas normal maka buzzer secara otomatis akan aktif untuk memberitahukan kepada pasien dan keluarga pasien kondisi detak jantung pasien, selain menggunakan buzzer sebagai output dari Arduino alat ini juga menggunakan aplikasi telegram sebagai penerima notifikasi emergency pada smartphone keluarga pasien bahwa keadaan jantung pasien sedang tidak normal. Hasil Penelitian didapatkan bahwa pulse sensor dan sensor suhu DS18B20 bekerja dengan baik dengan hasil persentase nilai Error yang kecil yaitu dibawah 4%, dan ketika sensor membaca data melebihi atau kurang dari batasan normal yang ditentukan maka secara otomatis alat akan mengirimkan notifikasi kepada telegram berupa pesan teks untuk menampilkan nilai detak jantung yang tidak normal, yaitu dibawah 50 BPM dan ketika diatas normal yaitu 100 BPM. Begitupun untuk suhu tubuh yang tidak normal yaitu dibawah 34,5˚C dan diatas 37,5˚C.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perbedaan Suhu Pembuatan Biochar Tempurung Kelapa dan Lama Inkubasi Terhadap Perbaikan Sifat Tanah Ultisol. Skripsi di bawah bimbingan Dr.Nur Indah Mansyur, MP.,M.Sc. penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium ilmu tanah Faklutas Pertanian Universitas Borneo Tarakan mulai bulan Desember tahun 2019 hingga bulan April tahun 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan, yaitu : 1) Pengaruh Suhu pembuatan Biochar (notasi T) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yakni : T0 = kontrol (tidak menggunakan biochar); T1 = Biochar yang dibuat dengan suhu 400C; T2 = Biochar yang dibuat dengan suhu 500C; T3 = Biochar yang dibuat dengan suhu 600C, 2) Faktor lama inkubasi (notasi W) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yakni : W0 = Minggu pertama setelah perlakuan; W1 = 3 minggu setelah perlakuan; W2 = 6 minggu setelah perlakuan; masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Parameter yang diamati yaitu pH, Karbon, Al-dd tanah. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah : 1) Pemberian biochar yang di buat pada suhu yang berbeda berpengaruh terhadap pH, C-organik dan Al-dd tanah. Dalam hal ini diperoleh bahwa pemberian biochar dari tempurung kelapa yang dibuat dengan suhu pirolisis yang berbeda dan lama inkubasi dapat memperbaiki sifat kimia tana Ultisol. Kata Kunci : Biochar Tempurung Kelapa, Suhu, Inkubasi, C-organik, pH, Al-dd
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tambak adalah salah satu komoditas dari potensi perairan terbesar dibidang perikanan yang ada di kota tarakan. Untuk menigkatkan produksi tambak, manajemen kualitas air merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh para petani. Cara yang ditempuh dapat ditinjau dari faktor fisika, kimia dan biologi perairan, meliputi kegiatan pemantauan. Namun semua dilakukan secara manual, dan hanya mengandalkan konsep tradisional. Suhu air adalah salah satu faktor fisika air yang sangat perlu dijaga tentunya untuk kelangsungan hidup biota yang ada dikolam tambak. Suhu juga mempengaruhi kadar oksigen yang terkandung dalam air. Oleh karena itu pada penelitian ini di bangun sebuah perangkat sistem pemantauan suhu air dan di implementasikan pada kolam budidaya tambak berbasis LoRa yang mampu mengukur dan memantau suhu air serta dapat mengukur perbedaan suhu pada lapisan permukaan dan dikedalaman lebih dari 1 m secara rutin. Pada perangkat sistem pemantauan suhu air mengunakan dua buah sensor (RTD) PT100 Mekanisme kerjanya adalah node yang telah dipasangi sensor akan mendeteksi data suhu air, lalu mengirimkan data tersebut ke gateway LoRa. Gateway berperan untuk mengumpulkan data lalu mengirimkannya ke website. Dari website ini kemudian data akan ditampilkan pada dashboard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu bekerja dengan baik pada jarak 2.3 KM, yang mana data sensor pada node dapat diterima dengan baik oleh website untuk disimpan dalam database dan ditampilkan pada dashboard, diperoleh bahwa sistem dapat mengumpulkan data suhu permukaan dan kedalaman 1 m, disimpulkan bahwa sistem ini cukup efektif dan efisien karena mampu memantau suhu air pada jarak jauh yaitu 2.3 KM.