Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Vitelogenin
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Daya Tahan Ikan Patin Siam (Pangasianodon Hypophthalmus) dengan Cekaman Suhu dari Induk Unggul Hasil Epigenetik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan patin (P. hypophthalmus) merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon ikan patin siam (P. hypophthalmus) dari indukan yang telah diperbaiki sistem reproduksinya dengan konsep epigenetik melalui uji tantang cekaman suhu. Metode penelitian dengan cara pengamatan tingkah laku, menghitung gerakan operculum, mortalitas, penurunan bobot tubuh ikan. Hasil penelitian menunjukkan gerakan rata-rata operculum pada suhu 18 oC pada perlakuan kontrol sebanyak (115,25 ± 4,21 kali), vitamin C (140,5 ± 3,20 kali), katuk (118,0 ± 4,81 kali), katuk-vitamin C (128,0 ± 1,08 kali). Kemudian suhu 38 oC pada perlakuan kontrol sebanyak (158,75 ± 4,32 kali), benih ikan patin siam dengan perlakuan vitamin C sebanyak (137,75 ± 1,54 kali), katuk sebanyak (129,25 ± 1,97 kali), katuk dan vitamin C sebanyak (181,5 ± 9,85 kali). Penurunan bobot rata-rata suhu 18 oC pada katuk-vitamin C (1,05 ± 0,2 gram), katuk (0,825 ± 0,2 gram), vitamin C (0,83 ± 0,2 gram), kontrol (0,475 ± 0,1 gram). Selanjutnya suhu 38 oC katuk sebanyak (1.73 ± 0.28 gram), katuk-vitamin C (1.05 ± 0.33 gram), kontrol (0.78 ± 0.10 gram), vitamin C sebesar (0.25 ± 0.06 gram). Mortalitas pada suhu 18 oC katuk sebesar (6% ± 1,15), vitamin C (7% ± 4,12), katuk-vitamin C (12% ± 2,82) dan kontrol (26% ± 5,77). Selanjutnya suhu 38 oC mortalitas benih ikan patin kontrol (27% ± 4.43), vitamin C (4% ± 2.82), katuk (12% ± 2.82), katuk-vitamin C (0% ± 0.0).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Meningkatkan Jumlah Telur dan Larva Ikan lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma domestika) dan Hormon Tiroksin Pada Pakan Induk

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 gr/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 gr/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 gr), P2 (625 gr), P3 (631 gr) dan P4 (650 gr). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail