Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Korosi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah dalam Lingkungan Asam sulfat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi pada baja karbon rendah menjadi permasalahan penting karena dapat menurunkan kualitas dan umur pakai material, terutama pada lingkungan yang bersifat asam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan perubahan kondisi permukaan baja karbon rendah pada media air aki murni konsentrasi H_2{SO}_4 30% dan air aki yang diencerkan dengan aquades hingga konsentrasi 0,5 M. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu perendaman 144, 288, 432, dan 576 jam menggunakan metode kehilangan berat (weight loss). Analisis permukaan dilakukan melalui pengamatan visual, foto makro, dan pengolahan citra untuk mengetahui perkembangan porositas pada spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada kedua media mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu perendaman. Pada media air aki murni, laju korosi menurun dari 1,389 mpy menjadi 0,298 mpy, sedangkan pada media air aki + aquades 0,5 M menurun dari 0,578 mpy menjadi 0,147 mpy. Sebaliknya, persentase porositas permukaan mengalami peningkatan dengan dominasi ukuran pori 0–10 µm dan 10–50 µm. Berdasarkan hasil pengamatan permukaan, terjadi perubahan berupa peningkatan kekasaran, pengikisan, serta terbentuknya cekungan dan lubang kecil yang menunjukkan kecenderungan korosi merata dengan serangan lokal berupa korosi sumuran. Media air aki murni menghasilkan tingkat serangan korosi lebih tinggi dibandingkan media air aki + aquades 0,5 M.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS LAJU KOROSI PADA DAERAH SAMBUNGAN PEGELASAN SMAW BAJA KARBON RENDAH DENGAN METODE WEIGHT LOSS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi merupakan masalah degradasi material yang kritis, terutama pada baja karbon rendah yang digunakan secara luas dalam konstruksi dan industri perkapalan. Daerah sambungan pengelasan seringkali menjadi titik rentan akibat perubahan mikrostruktur dan sifat mekanik yang disebabkan oleh siklus termal pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan struktur mikro pada daerah sambungan pengelasan baja karbon rendah yang dihasilkan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 90 A. Pengujian korosi dilakukan menggunakan Metode Kehilangan Berat (Weight Loss Method) selama periode empat minggu dengan air hujan sebagai media korosi. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa spesimen yang dilas mengalami kehilangan massa yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Laju korosi tertinggi tercatat pada Minggu ke-2 (0,222 mm/y), hal ini membuktikan bahwa pengaruh panas pada saat proses pengelasan terjadi dapat mempengaruhi laju korosi, selain pengaruh pengaruh panas proses pengelasan laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tingkat keasamaan media korosi itu sendiri. Selain itu sambungan las SMAW pada baja karbon rendah juga menunjukkan ketahanan korosi yang amat sangat baik terhadap paparan air hujan, meskipun kerentanan korosi perlu dipertimbangkan pada periode awal paparan. Kata Kunci: Baja Karbon Rendah, Las SMAW, Laju Korosi, Weight Loss, Struktur Mikro.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) SEBAGAI BIO INHIBITOR LOGAM BESI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Korosi atau perkaratan merupakan suatu keadaan material yang mengalami kerusakan suatu bahan logam. Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihentikan hanya dapat diperlambat lajunya dengan bahan alam yang ramah lingkungan seperti bio inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi pada berbagai kondisi pH, konsentrasi, dan temperatur bio inhibitor. Penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama preparasi sampel daun Rhizopora mucronata, tahap kedua ekstraksi daun Rhizopora mucronata, tahap ketiga pengujian ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi, tahap keempat pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap kelima pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Hasil yang didapat dari ekstrak Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi lebih besar pada larutan NaOH 3%, yang ditunjukkan dengan nilai efisiensi bio inhibitor 99,39%. Pada pengujian konsentrasi yang efektif di hasilkan pada konsentrasi 0,1 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 97,50%. Pada pengujian suhu mendapatkan hasil nilai yang tertinggi yaitu dengan suhu dingin (9°C) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 93,73%. Ekstrak daun Rhizopora mucronata menunjukkan hasil nilai efisiensi bio inhibitor yang terbaik sehingga dapat digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN API-API (Avicennia marina) SEBAGAI BIO INHIBITOR LOGAM BESI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Korosi merupakan proses kimia yang menyebabkan logam mengalami perubahan fisik sehingga terjadi kerusakan. Sebagai upaya menghambat laju korosi digunakan senyawa bio inhibitor yang berasal dari bahan alam yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol dan tanin yang terdapat pada ekstrak daun Api–api (Avicennia marina). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada berbagai kondisi larutan HCl 3%, NaOH 3%, dan NaCl 3%. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi pada larutan efektif dengan berbagai konsentrasi. Mengukur efektivitas ekstrak daun Api-api (Avicennia marina) sebagai bio inhibitor logam besi dengan larutan dan konsentrasi efektif pada suhu yang berbeda. Penelitian ini terdiri dari enam tahapan. Tahap pertama preparasi sampel daun Avicennia marina, tahap kedua ekstraksi daun Avicennia marina, tahap ketiga uji fitokimia pada ekstrak daun Avicennia marina, tahap keempat pengujian ekstrak daun Avicennia marina sebagai bio inhibitor logam besi, tahap kelima pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap keenam pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun Avicennia marina menghasilkan larutan efektif HCl 3% dengan nilai efektivitas 82%, pengujian konsentrasi menghasilkan 0,3 gram adalah konsentrasi yang efektif dengan nilai efektivitas 93,39%, pengujian suhu (9˚C, 29˚C, 50˚C) mendapatkan efektivitas rata-rata yang stabil di atas 90%. Ekstrak daun Api- api (Avicennia marina) berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pengujian bio inhibitor korosi logam besi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMANFAATAN ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) SEBAGAI BIOINHIBITOR LOGAM BESI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan albumin ikan gabus (Channa striata) sebagai bioinhibitor korosi logam besi untuk pertama kalinya telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas albumin ikan gabus sebagai bioinhibitor korosi logam besi pada larutan dengan kondisi asam, netral dan basa, serta mengetahui konsentrasi albumin yang paling efektif sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi albumin dari ikan gabus dan tahap kedua adalah pengujian albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Hasilnya adalah albumin berhasil diekstraksi dari ikan gabus dengan penampakan secara fisik berwarna oren. Uji efektifitas sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil hingga 87% pada larutan asam. Efektifitas albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil yang tidak ada berbeda secara signifikan dengan penambahan albumin sebesar 0,01 gr dan 0,025 gr. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa albumin ikan gabus secara efektif dapat dimanfaatkan sebagai bioinhibitor korosi logam besi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Korosi Pada Material Stainless - 304 Di Lingkungan Asam Klorida Dengan Penambahan Inhibitor Estrak Kulit Buah Manggis

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit buah manggis mengandung senyawa tanin yang cukup besar sehingga berpotensi sebagai inhibitor organik yang dapat mengahambat laju korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan inhibitor ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi, dan untuk mengetahui efisiensi inhibitor ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada material baja stainless steel - 304. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laju korosi dan pengujian FTIR untuk mengetahui jenis senyawa yang terdapat pada inhibitor estrak kulit buah manggis dan spesimen stainless steel – 304. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi pada perendaman selama 30 hari yaitu 130,256 mpy tanpa inhibitor, 121,690 mpy dengan penambahan inhibitor sebanyak 200 ppm dan 137,012 mpy dengan penambahan inhibitor sebanyak 400 ppm. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai efisiensi sebesar 6,576% dan (-5,187) %. Pada pengujian FTIR inhibitor estrak kulit buah manggis menghasilkan jenis senyawa utama yaitu senyawa 𝐻𝑦𝑑𝑟𝑜𝑥𝑖𝑑𝑒, senyawa 𝑀𝑒𝑡ℎ𝑦𝑙, senyawa 𝛽−𝑎𝑚𝑖𝑛𝑜 𝑘𝑒𝑡𝑜𝑛𝑒𝑠 dan senyawa yang cukup lemah yaitu 𝑆𝑎𝑡𝑢𝑟𝑒𝑑 𝑎𝑐𝑖𝑑 𝑐ℎ𝑙𝑜𝑟𝑖𝑑𝑒𝑠 sedangkan pada spesimen stainless steel – 304 menghasilkan jenis senyawa utama yaitu senyawa 𝐻𝑦𝑑𝑟𝑜𝑥𝑖𝑑𝑒, senyawa 𝐶𝑎𝑟𝑏𝑜𝑥𝑙𝑖𝑒 𝑎𝑐𝑖𝑑, dan senyawa Cyano and nitrile complexes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam dengan penambahan Inhinitor Bawang Dayak Di Lingkungan Air Laut

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan inhibitor ekstrak bawang dayak terhadap laju korosi. Bawang dayak dipilih karena mengandung antioksidan yang kuat sebesar 94% sehingga baik untuk dijadikan inhibitor yang dapat menghambat laju korosi. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah plat baja hitam yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Plat baja hitam direndam pada wadah berisi air laut dengan beberapa variasi penambahan bubuk ekstrak bawang dayak yakni 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Pengamatan dilakukan terhadap laju korosi logam dan efesiensi inhibitor dari uji weight loss selama interval 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Pengujian mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 200 ppm yaitu 0,09 mm/year, dengan efisiensi terendah 21,41%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 50 ppm yaitu 0,12 mm/year dengan efisiensi tertinggi 35,85%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LAJU KOROSI PLA T BAJA HITAM DENGAN PENAMBAHAN INHIBITOR ALLIUM SATIVUM SOLO GARLIC DI LINGKUNGAN AIR LAUT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asdar 1740303012 “Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam Dengan Penambahan Inhibitor Allium Sativum Solo Garlic Di Lingkungan Air Laut” ABSTRAK Bawang Lanang dengan nama ilmiah “Allium Sativum solo garlic” dapat di pergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi logam dan ramah lingkungan. Material yang di gunakan adalah plat baja hitam termasuk baja karbon rendah yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Laju korosi logam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama interval 5 hari, 10 hari, 15 hari, 20 hari, 25 hari dan 30 hari. Variasi inhibitor yang digunakan yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor di analisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Berdasarkan pengujian 4 konsentrasi inhibitor tersebut diperoleh hasil terbaik dan terburuk. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 200 ppm yaitu 0,12 mm/year, dengan efisiensi terendah 15,39%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 100 ppm yaitu 0,06 mm/year dengan efisiensi tertinggi 56,78%. Mekanisme kerja inhibitor agar dapat melindungi plat baja hitam dari korosi dalam lingkungan air laut. Inhibitor Allium sativum solo garlic dapat teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga dapat menurunkan laju korosi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI LAJU KOROSI PLAT BAJA HITAM DENGAN PENAMBAHAN INHIBITOR DARI ASTAXANTHIN DI LINGKUNGAN AIR LAUT

2022•

Astaxanthin dipergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi plat baja hitam dan ramah bagi lingkungan. Astaxanthin digunakan untuk memproteksi material plat baja hitam agar tidak terjadi korosi yang berlebihan. Laju korosi plat baja hitam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama 30 hari perendaman dengan variasi konsentrasi inhibitor astaxanthin dari 0–200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui foto struktur makro dan pengujian FTIR. Didapatkan nilai rata-rata laju korosi terendah yaitu 0,31 mm/year dan efesiensi rata-rata tertinggi pada plat baja hitam yakni 73,49% dengan konsentrasi inhibitor 50 ppm. Inhibitor astaxanthin mampu teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga menurunkan korosivitas air laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail