ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Korosi merupakan masalah degradasi material yang kritis, terutama pada baja karbon rendah yang digunakan secara luas dalam konstruksi dan industri perkapalan. Daerah sambungan pengelasan seringkali menjadi titik rentan akibat perubahan mikrostruktur dan sifat mekanik yang disebabkan oleh siklus termal pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju korosi dan struktur mikro pada daerah sambungan pengelasan baja karbon rendah yang dihasilkan menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan arus 90 A. Pengujian korosi dilakukan menggunakan Metode Kehilangan Berat (Weight Loss Method) selama periode empat minggu dengan air hujan sebagai media korosi. Hasil pengujian laju korosi menunjukkan bahwa spesimen yang dilas mengalami kehilangan massa yang terakumulasi dari waktu ke waktu. Laju korosi tertinggi tercatat pada Minggu ke-2 (0,222 mm/y), hal ini membuktikan bahwa pengaruh panas pada saat proses pengelasan terjadi dapat mempengaruhi laju korosi, selain pengaruh pengaruh panas proses pengelasan laju korosi juga dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tingkat keasamaan media korosi itu sendiri. Selain itu sambungan las SMAW pada baja karbon rendah juga menunjukkan ketahanan korosi yang amat sangat baik terhadap paparan air hujan, meskipun kerentanan korosi perlu dipertimbangkan pada periode awal paparan. Kata Kunci: Baja Karbon Rendah, Las SMAW, Laju Korosi, Weight Loss, Struktur Mikro.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental design dengan desain nonequivalent control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif pair check dan varibel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa SMP. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-3 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan untuk analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posstest di kelas eksperimen sebesar 61,09 lebih tinggi dari rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 52,81. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,019. Dengan demikian H0 ditolak dengan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif pair check berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental design dengan desain nonequivalent control group design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif pair check dan varibel terikat pada penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa SMP. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-3 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan untuk analisis data akhir menggunakan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posstest di kelas eksperimen sebesar 61,09 lebih tinggi dari rata-rata nilai kelas kontrol sebesar 52,81. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,019. Dengan demikian H0 ditolak dengan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif pair check berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan.