ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Korosi atau perkaratan merupakan suatu keadaan material yang mengalami kerusakan suatu bahan logam. Korosi yang terjadi pada logam tidak dapat dihentikan hanya dapat diperlambat lajunya dengan bahan alam yang ramah lingkungan seperti bio inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi pada berbagai kondisi pH, konsentrasi, dan temperatur bio inhibitor. Penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama preparasi sampel daun Rhizopora mucronata, tahap kedua ekstraksi daun Rhizopora mucronata, tahap ketiga pengujian ekstrak daun Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi, tahap keempat pengujian konsentrasi pada larutan yang efektif, tahap kelima pengujian suhu pada konsentrasi yang efektif. Hasil yang didapat dari ekstrak Rhizopora mucronata sebagai bio inhibitor korosi logam besi lebih besar pada larutan NaOH 3%, yang ditunjukkan dengan nilai efisiensi bio inhibitor 99,39%. Pada pengujian konsentrasi yang efektif di hasilkan pada konsentrasi 0,1 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 97,50%. Pada pengujian suhu mendapatkan hasil nilai yang tertinggi yaitu dengan suhu dingin (9°C) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 93,73%. Ekstrak daun Rhizopora mucronata menunjukkan hasil nilai efisiensi bio inhibitor yang terbaik sehingga dapat digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bioinhibitor adalah suatu zat senyawa kimia yang bila ditambahkan ke dalam suatu lingkungan dapat berfungsi untuk menghambat atau menurunkan pertumbuhan laju korosi pada logam, pada prakteknya jumlah yang di tambahkan secara kontinu maupun periodik. Pemanfaatan ekstrak daun nipah (Nypa fruitcans) sebagai bio inhibitor korosi logam besi penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bioinhibitor logam besi dengan kondisi pH, konsentrasi, temperatur bio inhibitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif Hasil yang didapatkan pada uji efektivitas ekstrak daun nipah (Nypa fruticans) sebagai bio inhibitor logam besi larutan HCl 3%, yang ditunjukkan memiliki nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 68,52%. Pengujian konsentrasi yang efektif menghasilkan konsentrasi 0,4 gram dengan nilai efisiensi bio inhibitor 85,67%. Pengujian suhu dengan nilai efisiensi tertinggi dihasilkan pada suhu (9ºC) dengan nilai efisiensi bio inhibitor sebesar 94,81 %. Ekstrak (Nypa fruitcans) menunjukkan hasil efisiensi bio inhibitor yang tinggi sehingga memiliki potensi digunakan sebagai bio inhibitor logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan albumin ikan gabus (Channa striata) sebagai bioinhibitor korosi logam besi untuk pertama kalinya telah selesai dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas albumin ikan gabus sebagai bioinhibitor korosi logam besi pada larutan dengan kondisi asam, netral dan basa, serta mengetahui konsentrasi albumin yang paling efektif sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah ekstraksi albumin dari ikan gabus dan tahap kedua adalah pengujian albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi. Hasilnya adalah albumin berhasil diekstraksi dari ikan gabus dengan penampakan secara fisik berwarna oren. Uji efektifitas sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil hingga 87% pada larutan asam. Efektifitas albumin sebagai bioinhibitor korosi logam besi menunjukkan hasil yang tidak ada berbeda secara signifikan dengan penambahan albumin sebesar 0,01 gr dan 0,025 gr. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa albumin ikan gabus secara efektif dapat dimanfaatkan sebagai bioinhibitor korosi logam besi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kulit buah manggis mengandung senyawa tanin yang cukup besar sehingga berpotensi sebagai inhibitor organik yang dapat mengahambat laju korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan inhibitor ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi, dan untuk mengetahui efisiensi inhibitor ekstrak kulit buah manggis terhadap laju korosi pada material baja stainless steel - 304. Penelitian ini menggunakan metode pengujian laju korosi dan pengujian FTIR untuk mengetahui jenis senyawa yang terdapat pada inhibitor estrak kulit buah manggis dan spesimen stainless steel – 304. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi pada perendaman selama 30 hari yaitu 130,256 mpy tanpa inhibitor, 121,690 mpy dengan penambahan inhibitor sebanyak 200 ppm dan 137,012 mpy dengan penambahan inhibitor sebanyak 400 ppm. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh nilai efisiensi sebesar 6,576% dan (-5,187) %. Pada pengujian FTIR inhibitor estrak kulit buah manggis menghasilkan jenis senyawa utama yaitu senyawa 𝐻𝑦𝑑𝑟𝑜𝑥𝑖𝑑𝑒, senyawa 𝑀𝑒𝑡ℎ𝑦𝑙, senyawa 𝛽−𝑎𝑚𝑖𝑛𝑜 𝑘𝑒𝑡𝑜𝑛𝑒𝑠 dan senyawa yang cukup lemah yaitu 𝑆𝑎𝑡𝑢𝑟𝑒𝑑 𝑎𝑐𝑖𝑑 𝑐ℎ𝑙𝑜𝑟𝑖𝑑𝑒𝑠 sedangkan pada spesimen stainless steel – 304 menghasilkan jenis senyawa utama yaitu senyawa 𝐻𝑦𝑑𝑟𝑜𝑥𝑖𝑑𝑒, senyawa 𝐶𝑎𝑟𝑏𝑜𝑥𝑙𝑖𝑒 𝑎𝑐𝑖𝑑, dan senyawa Cyano and nitrile complexes.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan inhibitor ekstrak bawang dayak terhadap laju korosi. Bawang dayak dipilih karena mengandung antioksidan yang kuat sebesar 94% sehingga baik untuk dijadikan inhibitor yang dapat menghambat laju korosi. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah plat baja hitam yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Plat baja hitam direndam pada wadah berisi air laut dengan beberapa variasi penambahan bubuk ekstrak bawang dayak yakni 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Pengamatan dilakukan terhadap laju korosi logam dan efesiensi inhibitor dari uji weight loss selama interval 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 hari. Pengujian mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 200 ppm yaitu 0,09 mm/year, dengan efisiensi terendah 21,41%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor bawang dayak sebesar 50 ppm yaitu 0,12 mm/year dengan efisiensi tertinggi 35,85%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Asdar 1740303012 “Studi Laju Korosi Plat Baja Hitam Dengan Penambahan Inhibitor Allium Sativum Solo Garlic Di Lingkungan Air Laut” ABSTRAK Bawang Lanang dengan nama ilmiah “Allium Sativum solo garlic” dapat di pergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi logam dan ramah lingkungan. Material yang di gunakan adalah plat baja hitam termasuk baja karbon rendah yang rentan dan cepat terkena korosi di lingkungan air laut. Laju korosi logam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama interval 5 hari, 10 hari, 15 hari, 20 hari, 25 hari dan 30 hari. Variasi inhibitor yang digunakan yaitu 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor di analisa melalui uji foto makro dan uji FTIR. Berdasarkan pengujian 4 konsentrasi inhibitor tersebut diperoleh hasil terbaik dan terburuk. Hasil uji weight loss dan efisiensi menunjukkan nilai laju korosi tertinggi dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 200 ppm yaitu 0,12 mm/year, dengan efisiensi terendah 15,39%. Sedangkan nilai laju korosi terendah dengan penambahan inhibitor Allium sativum solo garlic sebesar 100 ppm yaitu 0,06 mm/year dengan efisiensi tertinggi 56,78%. Mekanisme kerja inhibitor agar dapat melindungi plat baja hitam dari korosi dalam lingkungan air laut. Inhibitor Allium sativum solo garlic dapat teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga dapat menurunkan laju korosi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Astaxanthin dipergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi plat baja hitam dan ramah bagi lingkungan. Astaxanthin digunakan untuk memproteksi material plat baja hitam agar tidak terjadi korosi yang berlebihan. Laju korosi plat baja hitam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama 30 hari perendaman dengan variasi konsentrasi inhibitor astaxanthin dari 0–200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui foto struktur makro dan pengujian FTIR. Didapatkan nilai rata-rata laju korosi terendah yaitu 0,31 mm/year dan efesiensi rata-rata tertinggi pada plat baja hitam yakni 73,49% dengan konsentrasi inhibitor 50 ppm. Inhibitor astaxanthin mampu teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga menurunkan korosivitas air laut.