2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.
2026 · Book ·
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
2025 · Book ·
A
2025 · Book ·
Penelitian ini mengangkat permasalahan bangunan permukiman yang tidak memiliki persetujuan kegiatan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Tarakan, sebuah isu kompleks yang melibatkan aspek hukum, sosial, ekonomi, dan lingkungan, di mana pertumbuhan kawasan yang tidak terkendali mengancam tata ruang, ekosistem pesisir, serta kepastian hukum masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, wawancara dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, serta observasi lapangan untuk memperoleh data faktual terkait jumlah, karakteristik, dan distribusi bangunan ilegal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan data signifikan antara instansi terkait dengan DLH mencatat 450–500 unit bangunan tanpa izin, sementara PUPR menemukan lebih dari 2.800 unit yang memperlihatkan perbedaan metodologi pendataan serta lemahnya koordinasi. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa upaya pemerintah berupa pemetaan, sosialisasi, relokasi bertahap, legalisasi aset, dan program restorasi lingkungan telah membawa dampak positif berupa peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta perbaikan penataan kawasan, meskipun masih terkendala resistensi warga, keterbatasan anggaran, dan kompleksitas status tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan permasalahan membutuhkan sinergi antarinstansi, penguatan regulasi, serta integrasi sistem perizinan digital yang transparan. Saran yang diajukan adalah perlunya reformasi tata kelola perizinan pesisir yang partisipatif, peningkatan kapasitas aparatur, serta pendekatan inklusif berbasis pemberdayaan masyarakat agar penataan kawasan pesisir Kota Tarakan dapat berkelanjutan, berkeadilan, dan mendukung visi menuju “Green Coastal City.”
2025 · Thesis ·
A
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengangkat permasalahan bangunan permukiman yang tidak memiliki persetujuan kegiatan pemanfaatan ruang di kawasan pesisir Kota Tarakan, sebuah isu kompleks yang melibatkan aspek hukum, sosial, ekonomi, dan lingkungan, di mana pertumbuhan kawasan yang tidak terkendali mengancam tata ruang, ekosistem pesisir, serta kepastian hukum masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, wawancara dengan pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, serta observasi lapangan untuk memperoleh data faktual terkait jumlah, karakteristik, dan distribusi bangunan ilegal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan data signifikan antara instansi terkait dengan DLH mencatat 450–500 unit bangunan tanpa izin, sementara PUPR menemukan lebih dari 2.800 unit yang memperlihatkan perbedaan metodologi pendataan serta lemahnya koordinasi. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa upaya pemerintah berupa pemetaan, sosialisasi, relokasi bertahap, legalisasi aset, dan program restorasi lingkungan telah membawa dampak positif berupa peningkatan kesadaran hukum masyarakat serta perbaikan penataan kawasan, meskipun masih terkendala resistensi warga, keterbatasan anggaran, dan kompleksitas status tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan permasalahan membutuhkan sinergi antarinstansi, penguatan regulasi, serta integrasi sistem perizinan digital yang transparan. Saran yang diajukan adalah perlunya reformasi tata kelola perizinan pesisir yang partisipatif, peningkatan kapasitas aparatur, serta pendekatan inklusif berbasis pemberdayaan masyarakat agar penataan kawasan pesisir Kota Tarakan dapat berkelanjutan, berkeadilan, dan mendukung visi menuju “Green Coastal City.”
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Otonomi berasal dari bahasa yunani, auto yang berarti sendiri dan nomous yang berarti hukum atau peraturan. Namun demikian, pelaksanaan otonomi tetap dalam batas koridor yang tidak melampaui wewenang Pemerintah pusat yang menyerakan urusan kepada daerah. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan. Setiap tindakan pemerintahan disyaratkan harus bertumpu atas kewenangan yang sah. Kewenangan itu diperoleh melalui tiga sumber, yaitu atribusi, delegasi, dan mandat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Pengaturan Kewenangan Lurah dalam Memberhentikan Ketua RT Berdasarkan peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 tahun 2013 tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. (2) Mekanisme Pemberhentian ketua RT oleh Lurah berdasarkan Peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberhentian Ketua RT dan Mekanismenya telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Otonomi berasal dari bahasa yunani, auto yang berarti sendiri dan nomous yang berarti hukum atau peraturan. Namun demikian, pelaksanaan otonomi tetap dalam batas koridor yang tidak melampaui wewenang Pemerintah pusat yang menyerakan urusan kepada daerah. Penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional yang berkeadilan. Setiap tindakan pemerintahan disyaratkan harus bertumpu atas kewenangan yang sah. Kewenangan itu diperoleh melalui tiga sumber, yaitu atribusi, delegasi, dan mandat. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Pengaturan Kewenangan Lurah dalam Memberhentikan Ketua RT Berdasarkan peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 tahun 2013 tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. (2) Mekanisme Pemberhentian ketua RT oleh Lurah berdasarkan Peraturan daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan. Penelitian hukum ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) menggunakan bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberhentian Ketua RT dan Mekanismenya telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
skripsi ini bertujuan untuk menganalisis sebuah generator dinama Daya mekanis yang di transfer oleh motor induksi dimana awal mula daya yang tercipta atau arus yang masuk untuk menggerakkan generator dc axial portable tersebut Generator arus searah mempunyai komponen dasar yang umumnya hampir sama dengan komponen mesin–mesin listrik lainnya. Secara garis besar generator arus searah adalah alat konversi energi mekanis berupa putaran menjadi energi listrik arus searah. Energi mekanik digunakan untuk memutar kumparan kawat penghantar di dalam medan magnet. Berdasarkan hukum Faraday, pada kawat penghantar akan timbul satu induksi yang besarnya sebanding dengan laju perubahan fluks yang dilengkapi oleh kawat penghantar.Motor induksi adalah penggerak utama pada generator untuk memutar has sehingga dapat mengubah energi listrik menjadi energi mekanik namun sebelum menggunakan motor induksi ini kami menggunakan turbin sebagai penggerak awal namun tenaga yang dihasilkan oleh turbin sangatlah kecil tidak memungkinkan untuk memutar has dikarenakan has yang digunakan juga terlalu besar dan berat maka aliran listrik yang dihasilkan sangatlah kecil maka dari itu kami menggantikan turbin dengan motor induksi agar bisa mendapatkan aliran listrik walaupun tidak begitu besar yang di hasilkan oleh generator dc axial portable.
2024 · Thesis ·
Generator listrik sudah umum ditemui pada kehidupan sehari-hari, mulai dari generator AC sampai generator DC. Tiap jenis generator memiliki karakter yang berbeda, hal ini mempengaruhi penggunaan generator tersebut. Salah satu jenis generator adalah Generator AC Axial Portable dengan penggerak utamanya adalah motor listrik. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui performa generator dengan menghitung dan mensimulasikan parameter berupa resistansi dan induktansi yang dihasilkan generator pada kondisi berbeban. Pada percobaan dilakukan variasi beban resistor dengan variasi 1 kΩ, 12 kΩ dan 100 kΩ. Hasil pengukuran parameter generator ac axial dengan kecepatan rpm 1371,4, untuk beban resistor 1 kΩ nilainya adalah 0,93 µA, untuk beban resistor 12 kΩ dengan nilai 0,974 µA dan beban resistor 100 kΩ di dapatkan nilai 0,95 µA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa daya input dan output tertinggi yang dicapai pada generator sekitar 240 Watt dan nilai output sekitar 0,211092 Watt. Sedangkan daya output terendah sekitar 0,03546 Watt pada tanggal 26-02-2024. Serta efisiensi tertinggi dan terendah yang dicapai generator sekitar 0,087% dan yang terendah 0,014 %. Hasil tersebut menunjukkan kondisi generator tidak efisien dikarenakan nilai daya dan arusnya yang terlalu kecil.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Andina Cantika Ansar Abdjan, 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Self-instruction Terhadap Kepercayaan Diri Siswa MTs Negeri Tarakan. Teknik Self-Instruction merupakan salah satu teknik yang terdapat di dalam pendekatan Cognitive Behavior Modification yang dikembangkan oleh Meinchenbaum. Perilaku maladaptif dipengaruhi oleh pikiran irasional yang menyebabkan verbalisasi diri yang tidak tepat. Inti dari teknik adalah membangun kembali sistem kognisi konseli, namun terpusat pada pola verbalisasi overt (disuarakan secara lantang/ keras) dan covert (disuarakan dalam hati). Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang penting pada seseorang. Tanpa adanya kepercayaan diri akan banyak menimbulkan masalah pada diri seseorang. Kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga pada diri seseorang dalam kehidupanan bermasyarakat. Dikarenakan dengan kepercayaan diri, seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya. Terdapat 3 indikator dari kepercayaan diri, yaitu: Keyakinan Kemampuan Diri, Optimis, dan Bertanggung Jawab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kepercayaan diri kepada 10 siswa kelas VIII menggunakan metode purposive sampling. Hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh Z hitung -2.809, kemudian nilai Asympotic Sig (2-tailed) untuk uji dua arah sebesar 0.005 0.05. Maka dari itu hipotesis diajukan Hα dapat diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh konseling kelompok dengan teknik self-instruction terhadap kepercayaan diri siswa. Berdasarkan keputusan uji statistik Wilcoxon dan hasil analisis pretes dan posttest dapat disimpulkan bahwa Terdapat Pengaruh Teknik Self-Instruction Terhadap Kepercayaan Diri Siswa MTs Negeri Tarakan.
2022 · Thesis ·
Andina Cantika Ansar Abdjan, 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Self-instruction Terhadap Kepercayaan Diri Siswa MTs Negeri Tarakan. Teknik Self-Instruction merupakan salah satu teknik yang terdapat di dalam pendekatan Cognitive Behavior Modification yang dikembangkan oleh Meinchenbaum. Perilaku maladaptif dipengaruhi oleh pikiran irasional yang menyebabkan verbalisasi diri yang tidak tepat. Inti dari teknik adalah membangun kembali sistem kognisi konseli, namun terpusat pada pola verbalisasi overt (disuarakan secara lantang/ keras) dan covert (disuarakan dalam hati). Kepercayaan diri adalah salah satu aspek kepribadian yang penting pada seseorang. Tanpa adanya kepercayaan diri akan banyak menimbulkan masalah pada diri seseorang. Kepercayaan diri merupakan atribut yang paling berharga pada diri seseorang dalam kehidupanan bermasyarakat. Dikarenakan dengan kepercayaan diri, seseorang mampu mengaktualisasikan segala potensi dirinya. Terdapat 3 indikator dari kepercayaan diri, yaitu: Keyakinan Kemampuan Diri, Optimis, dan Bertanggung Jawab. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaif dengan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kepercayaan diri kepada 10 siswa kelas VIII menggunakan metode purposive sampling. Hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh Z hitung -2.809, kemudian nilai Asympotic Sig (2-tailed) untuk uji dua arah sebesar 0.005 0.05. Maka dari itu hipotesis diajukan Hα dapat diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh konseling kelompok dengan teknik self-instruction terhadap kepercayaan diri siswa. Berdasarkan keputusan uji statistik Wilcoxon dan hasil analisis pretes dan posttest dapat disimpulkan bahwa Terdapat Pengaruh Teknik Self-Instruction Terhadap Kepercayaan Diri Siswa MTs Negeri Tarakan.
2022 · Thesis ·
Astaxanthin dipergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi plat baja hitam dan ramah bagi lingkungan. Astaxanthin digunakan untuk memproteksi material plat baja hitam agar tidak terjadi korosi yang berlebihan. Laju korosi plat baja hitam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama 30 hari perendaman dengan variasi konsentrasi inhibitor astaxanthin dari 0–200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui foto struktur makro dan pengujian FTIR. Didapatkan nilai rata-rata laju korosi terendah yaitu 0,31 mm/year dan efesiensi rata-rata tertinggi pada plat baja hitam yakni 73,49% dengan konsentrasi inhibitor 50 ppm. Inhibitor astaxanthin mampu teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga menurunkan korosivitas air laut.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Astaxanthin dipergunakan sebagai inhibitor organik karena dapat menurunkan laju korosi plat baja hitam dan ramah bagi lingkungan. Astaxanthin digunakan untuk memproteksi material plat baja hitam agar tidak terjadi korosi yang berlebihan. Laju korosi plat baja hitam dan efesiensi inhibitor didapatkan dari uji weight loss selama 30 hari perendaman dengan variasi konsentrasi inhibitor astaxanthin dari 0–200 ppm. Sedangkan mekanisme kerja inhibitor dianalisa melalui foto struktur makro dan pengujian FTIR. Didapatkan nilai rata-rata laju korosi terendah yaitu 0,31 mm/year dan efesiensi rata-rata tertinggi pada plat baja hitam yakni 73,49% dengan konsentrasi inhibitor 50 ppm. Inhibitor astaxanthin mampu teradsorpsi pada permukaan plat baja hitam dan juga menurunkan korosivitas air laut.
Kata Kunci: Korosi, Inhibitor, Astaxanthin, adsorpsi