ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga cabai rawit serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan. Faktor yang dianalisis meliputi permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah. Penelitian dilaksanakan di Pasar Gusher Kota Tarakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 50 pedagang cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa harga rata-rata cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan sebesar Rp65,09/kg, dengan harga terendah Rp36,19/kg dan harga tertinggi Rp115,79/kg. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pasokan (Sig. 0,015), cuaca (Sig. 0,001), dan kebijakan pemerintah (Sig. 0,005) berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit, sedangkan variabel permintaan (Sig. 0,179) dan biaya distribusi (Sig. 0,147) tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel cuaca merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi harga cabai rawit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,387 menunjukkan bahwa sebesar 38,7% variasi harga cabai rawit dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti, sedangkan 61,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui putusan pemidanaan terhadap tindak pidana perjudian dalam Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 371/Pid.B/2020/PN Tar dan Putusan Perkara Nomor 423/Pid.B/2018/PN Tar. Kemudian, untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pemidanaan terhadap tindak pidana perjudian Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 371/Pid.B/2020/PN Tar dan Putusan Perkara Nomor 423/Pid.B/2018/PN Tar. Skripsi ini menggunakan penelitian normatif yang akan mengkaji dan menganalisa peraturan perundangundangan dan bahan hukum lainnya. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa Pertama: putusan pemidanaan yang dijatuhkan terhadap terdakwa dalam perkara pidana Nomor 423/Pid.B/2018/PN Tar dengan pidana penjara 2(dua) tahun untuk pelaku tindak pidana melanggar pasal 303 ayat(1) ke 1 KUHP, sehingga memperlihatkan disparitas dalam putusan pemidanaan. Kedua: penerapan hukumnya yang nanti nya akan dituangkan dalam amar putusan, serta rasa keadilan yang tumbuh dalam masyarakat sehingga putusan pemidanaannya betul-betul mencerminkan rasa keadilan masayarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN HIPOGLIKEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN DR. H JUSUF SK Menurut (Rudi,2013) Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kondisi seseorang mengalami penurunan pada kadar gula dalam darah dibawah normal. Dapat dikatakan jumlah gula dalam darah mengalami penurunan saat dilakukannya cek GDS dimana didapatkan jumlah dibawah 60 mg/dl atau dibawah 80 mg/dl dengan gejala klinis. Saat tubuh mengalami penurunan gula darah, tubuh akan merespon yang dimana ditandai dengan gejala klinis diantaranya klien akan merasakan pusing, tubuh lemas dan gemetaran, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang klien bisa sampai hilang kesadaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H JUSUF SK Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Evaluasi Keperawatan. Berdasarkan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan didapatkan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan risiko jatuh. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Masalah yang belum teratasi yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANC : Merupakan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.
Fertilisasi: sebuah proses penyatuan kedua sel gamet yang terdiri dari sel telur wanita dengan sel sperma dari laki-laki. Proses fertilisasi sendiri juga sering disebut dengan proses pembuahan Hasil dari fertilisasi sel tuggal atau bernama zigot.
Skrining: Pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan. Bagi wanita, ada beberapa skrining kesehatan yang perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan risiko terhadap penyakit tertentu.
Kolostrum: Susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap ahkir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SIZE COMPOSITION OF JANKI TOMPEL FISH (Lutjanus russellii) CAUGHT IN MODIFIED POLY VINLY CHLORIDE (PVC) TRAPS IN BUNYU WATER, NORTH KALIMANTAN Abstract Bunyu Island fisherman use fishing in the form of traps for generation because they have high economic value catcher. This study aimed to determine the composition of the size Jangki Tompel fish (Lutjanus russellii) caught by modified traps and to examine the effect of the cath on the parameters of water quality, temperature, brightness, salinity, and dissolved oxygen. This research was conducted from September to October 2020 in the waters of Bunyu Island. The research results showed that the composition of the size of tompel jangki fish (Lutjanus russellii) formed 6 size classes in the size of total length (PT), standard length (PS) and total weight (BT) with one size group. The results of testing water quality parameters of the number of catches showed a significance value > 0.05 meaning that the water quality parameters that were measured did not have a positive effect on the number of catches. Keywords: Modified Bubu, Bunyu Waters, Janki Tompel Fish, Water Quality Parameters
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu kegiatan nelayan tangkap yang ada di Desa Ruhui Rahayu, Kabupaten Bulungan adalah menangkap kepiting bakau (Scylla sp.) sehingga dilakukan penelitian tentang efektivitas umpan yang berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis umpan yang lebih efektiv dalam pengoperasian bubu lipat kepiting agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan sejak tanggal 25 Februari – 25 Maret 2020 di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan dengan metode purpose sampling. Penelitian ini menggunakan 3 jenis perlakuan dimana perlakuan 1 (Ikan Gulama Basah), perlakuan 2 (Ikan Gulama Kering), perlakuan 3 (Kelapa Busuk) dan kontrol (Tanpa Umpan). Berdasarkan hasil penelitian, bahwa perlakuan 2 (Ikan Kering) memiliki nilai efektivitas paling besar dengan angka 37,5 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Barbonymus gonionotus telah dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat dengan persamaan W= 0,0046.L3,36 dan R2= 0,97. Hasil uji-t terhadap nilai b menunjukan bahwa nilai b ≠ 3. Pola pertumbuhan ikan adalah allometrik positif. Hasil analisis faktor kondisi berkisar antara 0,7 - 1,3 dengan rata-rata 0,9 nilai ini mengindikasikan bahwa kondisi ikan memiliki bobot tubuh yang ramping hingga agak gemuk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DISTRIBUSI IKAN YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN SENTRA KELAUTAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA MASA SPBB COVID-19 ABSTRAK Pandemi Covid-19 telah berdampak pada setiap aspek kehidupan manusia, termasuk pada kegiatan perikanan tangkap. Kegiatan perikanan tangkap pada aspek distribusi jenis ikan di Sebatik berpusat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Berbagai jenis ikan menjadi komoditas yang keluar dan masuk melalui SKPT. Dampak adanya pandemi Covid-19 dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sebatik terindikasi mempengaruhi distribusi berbagai jenis ikan dalam aspek pemasarannya secara kuantitatif. Tujuan penelitian ini tentang distribusi ikan di SKPT Sebatik saat sebelum dan selama masa PSBB Covid-19 sebelum pandemi pada bulan Januari- Maret dan selama masa PSBB Covid-19 pada bulan April- Juni. Distribusi ikan menurun drastis, kecuali ikan Bandeng. Ikan Bandeng meningkat selama adanya PSBB. Rata-rata distribusi ikan Bandeng sebelum adanya PSBB 84.467 kg meningkat menjadi 243,067. Total rata- jenis ikan sebelum adanya PSBB 135.100 kg. Tetapi selama masa PSBB Covid 19 menurun menjadi 243,941 Kg. Kecuali ikan Bandeng meningkat. Hal ini di sebabkan karena adanya peningkatan pada ikan Bandeng karena ikan Bandeng merupakan hasil budidaya dan jenis ikan laut selama adanya PSBB Covid-19 menurun karena nelayan banyak yang tidak pergi melaut. Kata kunci: distribusi, ikan, PSBB, Covid-19. DISTRIBUTION OF FISH LANDED IN THE INTEGRATE MARINE FISHERIES CENTER PORT (SKPT) SEBATIK IN THE PERIOD BEFORE AND DURING THE COVID-19 PANDEMIC Abstract The 2019 Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic hit Wuhan, China at the end of December 2019. There are 65 countries that have been exposed to this virus (WHO, 2020). The research objective is to find out whether during the corona virus pandemic there was a change in fish distribution or no changes at all and to determine the type of fish distribution is Cental of Integrated Marine and Fisheries (CIMF) / Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik. When this research wash conducted from March to June 2020. The method in this study used a descriptive method. The distribution results of fish entering from the city of Tarakan to Sebatik have decreased, except for milkfish. Milkfish of before and after the covid 19 pandemic was not significant different with at becausenit is a result of endurance while different sea fish are real, because it is the result of a fisherman in exports from Tarakan to Sebatik later in exports to Malaysia. Keywords: Distribution, fish, pandemic covid-19, Sebatik island
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muara Sekatak adalah salah satu daerah di Kalimantan Utara yang memiliki tambak tradisional monokultur. Pertukaran dan pemasukan air pada pengelolaan tambak menyebkan larva dan juvenil ikan ikut masuk dan berkembang di dalam tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberagaman ikan non budidaya di dalam tambak tradisional Muara Sekatak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan menguraikan masing-masing jenis ikan yang didapakan. Hasil identifikasi ikan selama penelitian sebanyak 21 yaitu udang putih (Penaeus sp), udang shima (Parapenaopsis sp), kepiting keraca (Varuna litterata), kepiting bakau (Scylla serrata), ikan bandeng laki (Elops machnata), ikan mujair (Oreochromis mossambicus), ikan bulan-bulan (Megalops cyprinoides), ikan sumpit (Toxotes jaculatrix), ikan gerot-gerot (Pomadasys maculatus), ikan sangga langit (Tripodichthys blochii), ikan julung-julung (Strongylura leiura), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerong-kerong (Terapon jarbua). ikan gulamah (Nibea soldado), ikan kiper (Scatophagus argus), ikan sembilang (Plotosus canius), ikan buntal (Tetraodon nigroviridis), ikan belanak (Mugil cephalus), ikan serinding (Ambassis nalua), teri gepeng (Stolephorus sp), dan ikan bluncat (Exyrias Puntang).
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research on the validation of the species for seluang parang fish used COI gene markers. Sampling was carried out in Sekatak Bengara village, as well as morphologigal identification at the Fisheries Biology Laboratory of FPIK-UBT and molecular identification at Aquatic Molecular Biology of FPIK-IPB. Molecular identification began with DNA isolation process using a commercial Gene Aid Kit, the result pure DNA was amplified using universal COI primers and sequenced. The results of molecular identification showed a close relationship between sample in GenBank, namely Nematabramis everetti, which was found in the waters of Sabah, Malaysia with a genetic distance of 0,024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ekosistem mangrove memiliki berbagai manfaat sehingga perlu menghitung nilai jasa ekosistem mangrove untuk meminimalisir kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung nilai jasa ekosistem mangrove yang berada di Kabupaten Tana Tidung dengan menggunakan metode Effect on Production. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret - Desember 2020. Pengambilan sampel nelayan menggunakan metode purposive sampling dan melakukan wawancara nelayan Trammel net dan Gill net senangin untuk mendapatkan data perikanan tangkap. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai manfaat langsung perikanan tangkap. Hasil penelitian didapatkan nilai ekonomi perikanan tangkap Trammel net adalah Rp208.086,92/ha/tahun dan Gill net senangin adalah Rp677.900,57/ha/tahun. Nilai total jasa ekosistem mangrove dari indikator perikanan tangkap Trammel net dan Gill net senangin sebesar Rp885.987,49/ha/tahun. Setelah dikalkulasikan oleh luas mangrove sebesar 18.875,91 ha, nilai total manfaat ekosistem mangrove adalah Rp16.723.820.126,20/tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang sangat digemari oleh masyarakat terkait dengan memiliki tubuh yang unik dan mudah untuk dipelihara. Keunikannya menjadi bagian yang harus diekplor lebih jauh, karena jenis ini memiliki keragaman yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu upaya mempertahankan keragaman dengan menelaah tingkat kekerabatan. Ikan cupang lokal Desa Sebidai secara morfologis diduga memiliki kekerabatan dengan ikan cupang Tanjung Batu Kota Tarakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis ikan cupang lokal yang di temukan di perairan rawa Sebidai Kabupaten Tana Tidung, untuk mengetahui karakter morfologis ikan cupang lokal, dan untuk mengetahui jarak genetik dan tingkat kekerabatan ikan cupang lokal berdasarkan penanda molekuler gen COI. Jenis yang akan dikaji tingkat kekerabantannya adalah ikan cupang di Desa Sebidai dan Tanjung Batu, Kota Tarakan. Metode pendekatan dilakukan berdasarkan penanda molekuler gen COI. Secara teknis hasil tersebut akan divalidasi dengan menggunakan GenBank. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2020. Sampel empat spesies diambil dari masing-masing lokasi, dan GenBank dengan menggunakan software MEGA X. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 contoh sampel ikan tidak memiliki hubungan dengan spesies yang bersal dari GenBank (Betta pi, Betta pugnax, Betta spelendens, Betta imbelis) dengan nilai homologi 86,81%. Hasil analisis jarak genetik dari 4 sampel.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
North Kalimantan province states that the average seaweed productivity from 2015-2019 reached 256,900.5 tons/hectare/year. North Kalimantan province is one of the seaweed producing locations with the characteristics of the archipelago-shaped region. The purpose of this research to know the potential processing of seaweed cultivation in the region of North Kalimantan Province, The method used for data collection in this study is the survey method, the data used in the research in the form of secondary data where the data is in the form of data obtained from literature studies, research results, institutions and related agencies that support the research, data analysis used in this study in the form of descriptive analysis.Based on the results obtained from research shows that the productivity of seaweed cultivation in North Kalimantan is still very low which is only 311,037 tons/year. The low cultivation of seaweed in North Kalimantan Province due to limited accessibility and production facilities is mentioned, causing the development of seaweed cultivation to be not optimal both in quantity and quality, this is due to non-optimal production support facilities thus reducing production capacity, as well as the marketing of products that are not wide so that the potential for sales is less optimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kepiting bakau dan kelimpahannya di tambak tradisional kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif dengan mengambarkan dan menguraikan data primer yang diperoleh di lapangan, serta didukung dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kepiting bakau yang tertangkap sebanyak 32 ekor. Berdasarkan data bobot dan panjang dari ketiga lokasi yang diperoleh dari empat kali sampling, didapatkan kisaran bobot tubuh sebesar 443,5 g dan panjang 12,3 cm. Kepiting yang tertangkap di tambak daerah Mulawarman, memiliki ukuran tubuh dan bobot yang lebih besar dibandingkan dengan kepiting dari kedua lokasi tambak tradsional lainnya. Jenis kepiting bakau yang tertangkap adalah spesies Scylla serrate. Rasio jenis kelamin kepiting bakau dari ketiga lokasi, yaitu. Pasar Tenguyun, Kampung Empat dan Mulawarman, menunjukkan rasio jenis kelamin didominasi oleh individu jantan. Untuk status reproduksi pada individu betina, ditemukan TKG yang bervariasi, yaitu; TKO I, TKO II dan TKO III. Kesimpulan dari tiga lokasi tambak tradisional jenis kepiting bakau yang teridentifikasi adalah Scylla serrate. Jumlah kepiting yang tertangkap paling banyak didapatkan pada lokasi tambak trandisional Kampung Empat sebanyak 13 ekor sedangkan untuk rasio jenis kelamin dari tiga lokasi tambak tradisional, didominasikan individu jantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakan ikan yang sesuai dengan tingkat kebutuhan nutrisi, memiliki nilai kecernaan yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan optimum ikan. Daun pepaya yang mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan terhadap pakan buatan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang di kaji meliputi Panjang mutlak, Berat mutlak, Survival rate, Spesifik Grouth Rate, Feed Convertion Rate, dan Kualitas Air. Penekitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu K 0%, P1 1%, P2 2%, P3 3%, P4 4% gr/kg daun pepaya. Hasil penelitian menunjukkan pakan buatan yang ditambahkan tepung daun pepaya pada perlakuan 3% gr/kg pakan buatan yang mampu menghasilkan 2,24 gr berat spesifik, 1,85 cm panjang mutlak, Feed Convertion Rate (FCR) berada di titik 1,63 (≥1), tingkat kelangsungan hidup ikan nila dengan nilai 93,33% tingkat kelangsungan hidup diatas dari 50% tergolong baik. Namun demikian hasil uji sidik ragam dari keempat perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dari keseluruhan yang diamati. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan peningkatan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun pepaya sebanyak 3% gr/kg pakan buatan yang mampu meningkatkan pertumbuhan panjang dan berat ikan nila. Di mana pertumbuhan terbaik dari semua perlakuan yaitu pada perlakuan P3 dengan pemberian pakan 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengaruh perbedaan kedalaman tanam terhadap pertumbuhan rumput laut (kappaphycus alvarezii) dengan menggunakan metode rawai di perairan pantai amal kota tarakan. Salah satu faktor permasalahan yang timbul dalam usaha budidaya rumput laut adalah belum adanya penerapan budidaya dengan mengunakan metode jaring kantong pada kedalaman yang berbeda..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan mengunakan katong jarring.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan kedalaman yang berbeda yakni PA: kadalaman 15 cm, PB: kedalaman 25 cm dan PC: kedalaman tanam 35 cm dengan berat awal bibit 25 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan lima kali ulangan pada metode Rawai (Longline). Data yang diperoleh, diolah menggunakan aplikasi Software SPSS 16 dan di analisa mengguakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedalaman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut , dimana hasil terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan penambahan berat mutlak sebesar 52,357 gram dan laju pertumbuhan spesifik 427,68%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Teknik introduksi merupakan pendekatan yang digunakan dalam pemanfaatan agens hayati, misalnya semut predator O. smaragdina. Pemanfaatan agens hayati tersebut dilakukan dengan cara memindahkan sarang semut dari satu pohon ke pohon lainnya. Namun, pengaruh faktor sumber atau asal koloni terhadap perilaku dan tingkat predasi merupakan informasi penting untuk diketahui. Penelitian ini bertujuan: (1) mengukur dan menilai perbedaan perilaku semut predator terhadap hama rayap, dan (2) membandingkan kemampuan predasi antar koloni semut predator berdasarkan tingkat kematian pada hama rayap. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan satu faktor perlakuan yakni asal koloni semut O. smaragdina. Perlakuan terdiri dari asal koloni tanaman akasia, mangga, ketapang dan nangka. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali ulangan atau terdapat 24 unit percobaan di laboratorium dan semi lapang. Analisis data menggunakan Anova dan DMRT untuk data yang berdistribusi normal yakni aktivitas pencarian pakan. Sedangkan, data yang tidak berdistribusi normal menggunakan analisis varians non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perilaku semut predator O. smaragdina cenderung memiliki perbedaan berdasarkan asal koloni terhadap aktivitas pencarian, kontak, dan eksplorasi hama rayap. Selain itu, faktor kondisi lingkungan dan keberadaan mangsa lainnya juga mempengaruhi perilaku tersebut; (2) Semut predator O. smaragdina memiliki kemampuan dalam memangsa hama rayap yakni sebesar 26.7% hingga 61.7% pada fase pembibitan tanaman akasia. Selain itu, asal koloni semut predator tidak berpengaruh terhadap tingkat kematian mangsa rayap atau tidak terdapat perbedaan kemampuan predasi antar koloni.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tepung testis sapi memiliki kandungan hormon testosteron alami dimana kandungan hormon ini berperan pada proses differensiasi kelamin jantan. Melastoma malabathricum L.atau tumbuhan karamunting memiliki senyawa bioaktif yang mampu meningkatkan kadar testosteron pada tikus jantan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji penggunaan tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting sebagai sumber hormon alternatif pada proses maskulinisasi pada ikan nila. Penelitian ini menggunakan ikan nila yang berumur 5-10 hari, dipelihara di aquarium berukuran 80cm x 40cm x 60cm dengan padat tebar 1 ekor/L. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (pakan komersil), P1 70% : 30% (tepung testis sapi dan pakan komersil) + 1.5% ekstrak daun karamunting, (P2) 50% : 50% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting, (P3) 30% : 70% (tepung testis sapi dan pakan komersil) 1.5% ekstrak daun karamunting. Hasil penelitian menunjukkan persentase jantan dan pertumbuhan berat mutlak menunjukkan nilai yang berbeda nyata, sedangkan Survival Rate menunjukkan nilai tidak berbeda nyata antar perlakuan. Data pengukuran kualitas air, berada pada kisaran yang optimal bagi pemeliharaan benih ikan nila yaitu suhu 27- 28oC, nilai pH 7,0, kadar amoniak (NH3) 0.25 mg/L, dengan nilai DO 8.0 mg/L. Pemberian tepung testis sapi dan ekstrak daun karamunting terhadap proses maskulinisasi ikan nila dapat dijadikan sebagai sumber hormon alternatif selain hormon testosteron sintetik dalam kegiatan produksi benih ikan nila tunggal kelamin menjadi jantan.