Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: PSBB
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DISTRIBUSI IKAN YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN SENTRA KELAUTAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA MASA PSBB COVID-19

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DISTRIBUSI IKAN YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN SENTRA KELAUTAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK PADA PERIODE SEBELUM DAN SELAMA MASA SPBB COVID-19 ABSTRAK Pandemi Covid-19 telah berdampak pada setiap aspek kehidupan manusia, termasuk pada kegiatan perikanan tangkap. Kegiatan perikanan tangkap pada aspek distribusi jenis ikan di Sebatik berpusat di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT). Berbagai jenis ikan menjadi komoditas yang keluar dan masuk melalui SKPT. Dampak adanya pandemi Covid-19 dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sebatik terindikasi mempengaruhi distribusi berbagai jenis ikan dalam aspek pemasarannya secara kuantitatif. Tujuan penelitian ini tentang distribusi ikan di SKPT Sebatik saat sebelum dan selama masa PSBB Covid-19 sebelum pandemi pada bulan Januari- Maret dan selama masa PSBB Covid-19 pada bulan April- Juni. Distribusi ikan menurun drastis, kecuali ikan Bandeng. Ikan Bandeng meningkat selama adanya PSBB. Rata-rata distribusi ikan Bandeng sebelum adanya PSBB 84.467 kg meningkat menjadi 243,067. Total rata- jenis ikan sebelum adanya PSBB 135.100 kg. Tetapi selama masa PSBB Covid 19 menurun menjadi 243,941 Kg. Kecuali ikan Bandeng meningkat. Hal ini di sebabkan karena adanya peningkatan pada ikan Bandeng karena ikan Bandeng merupakan hasil budidaya dan jenis ikan laut selama adanya PSBB Covid-19 menurun karena nelayan banyak yang tidak pergi melaut. Kata kunci: distribusi, ikan, PSBB, Covid-19.   DISTRIBUTION OF FISH LANDED IN THE INTEGRATE MARINE FISHERIES CENTER PORT (SKPT) SEBATIK IN THE PERIOD BEFORE AND DURING THE COVID-19 PANDEMIC Abstract The 2019 Corona Virus Disease (COVID-19) pandemic hit Wuhan, China at the end of December 2019. There are 65 countries that have been exposed to this virus (WHO, 2020). The research objective is to find out whether during the corona virus pandemic there was a change in fish distribution or no changes at all and to determine the type of fish distribution is Cental of Integrated Marine and Fisheries (CIMF) / Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Sebatik. When this research wash conducted from March to June 2020. The method in this study used a descriptive method. The distribution results of fish entering from the city of Tarakan to Sebatik have decreased, except for milkfish. Milkfish of before and after the covid 19 pandemic was not significant different with at becausenit is a result of endurance while different sea fish are real, because it is the result of a fisherman in exports from Tarakan to Sebatik later in exports to Malaysia. Keywords: Distribution, fish, pandemic covid-19, Sebatik island

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KINERJA SIMPANG 4 GTM DI KOTA TARAKAN AKIBAT PENGARUH PSBB (PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal yang tidak bisa dihindari yaitu adanya bencana alam yang di mana saat ini tengah merebak di kehidupan masyarakat yang disebut covid-19, diketahui wabah virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia sehingga dengan itu pemerintah mengeluarkan surat edaran dimana berisikan tentang system work from home dan juga melakukan pembatasan yang di sebut PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Salah satu yang berdampak pada sistem PSBB tersebut adalah pengguna kendaraan yang dimana penumpang kendaraan dibatasi, sehingga dengan adanya sistem PSBB tersebut dapat mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah terutama di jalan raya yang merupakan pusat pergerakan transportasi yaitu di simpang 4 GTM (Grand Tarakan Mall), dengan adanya sistem tersebut maka berpengaruh pada kinerja simpang 4 GTM di Kota Tarakan. Penelitian pada simpang tersebut di lakukan secara langsung, adapun data yang diambil adalah volume kendaraan yang melalui tiap simpang, waktu sinyal, geometrik simpang, jarak antar simpang, dan kondisi lingkungan dimana survey di lapangan dilakukan pada jam puncak yaitu pagi, siang dan sore. Untuk data perbandingan di ambil dari data survey tahun 2018 dan 2019. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa kinerja simpang tersebut mengalami penurunan selama pemberlakuan PSBB di bandingan pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dan 2019. Pada tahun 2018 arus lalu lintas sebesar 2646.7 skr/jam dan pada tahun 2019 sebesar 2104.2 skr/jamsedangkan pada tahun 2020 sebesar 1763.35 skr/jam, Dikarenakan parameter hasil arus lalu lintas mengalami penurunan pada saat pemberlakuan PSBB maka kapasitas pada simpang jalan akan mengalami kenaikan yang artinya akan terdapat lebih banyak ruang kosong pada jalan persimpangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail