Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Penulis: HARDINA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 6 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan motivasi belajar di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu satu orang guru bk sebaagi subjek utama dan satu orang siswa sebagai subjek sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada layanan konseling individual, guru bimbingan dan konseling menggunakan teknik self-talk serta memberi materi tentang mengatasi motivasi belajar rendah. Dalam layanan konseling ini terdapat fungsi dari motivasi belajar diantaranya keinginan untuk giat belajar, berpikir positif dan selalu optimis, tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa) di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•

Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa) di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman padi merupakan tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia pada umumnya dan kabupaten Malinau pada khususnya. Secara umum pemanfaatan barang dan jasa lingkungan secara keberlanjutan tidak terlepas dari aspek ekologi, ekonomi, sedangkan untuk keberlanjutan usahatani padi sawah dikembangkan menjadi aspek ekologi, ekonomi, sosial dan budaya, teknologi dan kelembagaan. Tingkat pendidikan, motivasi petani untuk bertani, keikutsertaan petani dalam pelatihan pertanian, status kepemilikan lahan, umur, pengalaman dalam bertani, dan frekuensi konflik, semuanya berdampak pada keberlanjutan usahatani padi. Tujuan pertanian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat petani sambil melestarikan ekosistem yang mendukung kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta mengetahui keberlanjutan usahatani padi dari segi dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial dan budaya, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan dan apa saja atribut yang sensitif yang bisa mempengaruhi keberlanjutan usahatani padi sawah di Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Rapfish melalui pendekatan Multidimensional Scalling (MDS), Leverage Analysis, dan Monte Carlo. Penelitian ini dilakukan di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau menggunakan teknik purposive sampling yang memiliki kriteria tertentu dan untuk jumlah respondenya mengambil 15% dari seluruh jumlah petani yang tercatat dan dibulatkan menjadi 100 responden. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Adapun hasil penelitian ini yaitu berdasarkan indeks keberlanjutan usahatani padi sawah di desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau memperoleh indeks sebesar 46,27 dengan kategori kurang berkelanjutan. Adapun hasil dari masing-masing dimensinya yaitu ekologi sebesar 50,9 berstatus cukup keberlanjutan, ekonomi sebesar 37,2 berstatus kurang berkelanjutan, sosial dan budaya sebesar 53,1 berstatus cukup berkelanjutan, teknologi sebesar 52,7 berstatus cukup berkelanjutan, kelembagaan sebesar 37,3 berstatus kurang berkelanjutan. Atribut dalam penelitian ini sebanyak 37 atribut sedangkan yang digunakan dari lima dimensi keberlanjutan hanya terdapat 26 atribut yang sensitif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

LAYANAN KONSELING INDIVIDU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 6 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan motivasi belajar di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua orang yaitu satu orang guru bk sebaagi subjek utama dan satu orang siswa sebagai subjek sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan uji kredibilitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan konseling individual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada layanan konseling individual, guru bimbingan dan konseling menggunakan teknik self-talk serta memberi materi tentang mengatasi motivasi belajar rendah. Dalam layanan konseling ini terdapat fungsi dari motivasi belajar diantaranya keinginan untuk giat belajar, berpikir positif dan selalu optimis, tidak melakukan hal yang merugikan diri sendiri

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KINERJA SIMPANG 4 GTM DI KOTA TARAKAN AKIBAT PENGARUH PSBB (PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu hal yang tidak bisa dihindari yaitu adanya bencana alam yang di mana saat ini tengah merebak di kehidupan masyarakat yang disebut covid-19, diketahui wabah virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia sehingga dengan itu pemerintah mengeluarkan surat edaran dimana berisikan tentang system work from home dan juga melakukan pembatasan yang di sebut PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Salah satu yang berdampak pada sistem PSBB tersebut adalah pengguna kendaraan yang dimana penumpang kendaraan dibatasi, sehingga dengan adanya sistem PSBB tersebut dapat mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah terutama di jalan raya yang merupakan pusat pergerakan transportasi yaitu di simpang 4 GTM (Grand Tarakan Mall), dengan adanya sistem tersebut maka berpengaruh pada kinerja simpang 4 GTM di Kota Tarakan. Penelitian pada simpang tersebut di lakukan secara langsung, adapun data yang diambil adalah volume kendaraan yang melalui tiap simpang, waktu sinyal, geometrik simpang, jarak antar simpang, dan kondisi lingkungan dimana survey di lapangan dilakukan pada jam puncak yaitu pagi, siang dan sore. Untuk data perbandingan di ambil dari data survey tahun 2018 dan 2019. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa kinerja simpang tersebut mengalami penurunan selama pemberlakuan PSBB di bandingan pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 dan 2019. Pada tahun 2018 arus lalu lintas sebesar 2646.7 skr/jam dan pada tahun 2019 sebesar 2104.2 skr/jamsedangkan pada tahun 2020 sebesar 1763.35 skr/jam, Dikarenakan parameter hasil arus lalu lintas mengalami penurunan pada saat pemberlakuan PSBB maka kapasitas pada simpang jalan akan mengalami kenaikan yang artinya akan terdapat lebih banyak ruang kosong pada jalan persimpangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail