Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

22 hasil
Subjek: Faktor Kondisi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Barbonymus gonionotus telah dilakukan pada bulan Agustus 2020 di Sungai Kayan Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan hubungan panjang berat dengan persamaan W= 0,0046.L3,36 dan R2= 0,97. Hasil uji-t terhadap nilai b menunjukan bahwa nilai b ≠ 3. Pola pertumbuhan ikan adalah allometrik positif. Hasil analisis faktor kondisi berkisar antara 0,7 - 1,3 dengan rata-rata 0,9 nilai ini mengindikasikan bahwa kondisi ikan memiliki bobot tubuh yang ramping hingga agak gemuk.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Pada Ikan Ose (Congresox talabonoides) di Wilayah Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan ose (Congresox talabonoides) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang memiliki nilai ekonomi penting di perairan Kalimantan Utara. Peningkatan aktivitas penangkapan berpotensi memengaruhi kelestarian populasinya sehingga diperlukan informasi biologis sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi ikan ose di perairan Kalimantan Utara. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas 30 ekor ikan ose yang diperoleh dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pancing rawai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Analisis Hubungan Panjang-Berat menggunakan persamaan W = aL^b , sedangkan Faktor Kondisi dihitung berdasarkan perbandingan berat aktual dan berat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan ikan ose memiliki kisaran panjang 18,0 – 115,8 cm dan berat140 – 1.270gr, dengan rata – rata panjang 72,6 cm dan berat 72,5 gr. Persamaan Hubungan Panjang–Berat yang diperoleh adalah W = 6,650110922 dengan nilai koefisien determinasi R2 = 0,9351. Nilai b = 1,0922 3 menunjukkan pola pertumbuhan alometrik negatif, yaitu dimana pertambahan panjang tubuh lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat . Nilai faktor kondisi berkisar antara 0,820 – 1,265 dengan rata – rata 1,005 yang mengindikasikan sebagian besar ikan berada dalam kondisi tubuh normal dan Perairan Kalimantan Utara masih mendukung pertumbuhan ikan ose. Hasil penelitian ini dapat menjdi informasi untuk pengelolaan sumberdaya ikan ose secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji komposisi ukuran, sebaran panjang, hubungan panjang–berat, dan faktor kondisi ikan demersal hasil tangkapan rawai dasar di perairan Pulau Sebatik, Indonesia. Pengukuran panjang total dan bobot tubuh dilakukan pada ikan yang ditangkap oleh nelayan skala kecil, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi ukuran, model panjang–berat W = aLᵇ, serta faktor kondisi Fulton (K). Hasil tangkapan didominasi oleh spesies dari famili Lutjanidae, Haemulidae, Serranidae, Polynemidae, dan Carangidae, yang umum ditemukan pada komunitas ikan demersal perairan tropis. Sebaran ukuran bervariasi antarspesies, dengan dominasi individu berukuran sedang, menunjukkan struktur populasi yang relatif stabil. Nilai eksponen b pada sebagian besar spesies mendekati 3, menandakan pola pertumbuhan isometrik, sementara beberapa spesies menunjukkan kecenderungan alometrik positif. Nilai faktor kondisi umumnya berada pada kategori baik, mencerminkan kondisi fisiologis ikan yang sehat serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting mengenai karakteristik populasi ikan demersal di perairan Sebatik dan berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia timur

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sifat Pertumbuhan Ikan Hiu Martil (Sphyrna Lewini) yang Didaratkan di Lingkas Ujung, Kota Tarakan Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SIFAT PERTUMBUHAN IKAN HIU MARTIL (Sphyrna lewini) YANG DIDARATKAN DI LINGKAS UJUNG, KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Abstrak Ikan hiu bagian dari kelompok Elasmobranchii, memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat pertumbuhan ikan hiu martil (Sphyrna lewini) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lingkas Ujung, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian yaitu ikan hiu martil (Sphyrna lewini). Hasil penilitian karakter morfologi memiliki bentuk kepala yang khas yaitu pipih dan berbentuk martil, bentuk ujung kepala yang sedikit melengkung kebelakang, insang di setiap sisi kepala berbentuk cerutu dan memiliki 5-7 celah dengan berjarak sekitar 1 cm, memiliki sirip anus yang lebih pendek dari sirip pangkal ekor. Untuk hubungan PT-BT, nilai a eksponensial adalah 0.014 dan a logaritmik linier adalah 1,837. Hubungan PC-BT, nilai a eksponensial adalah 0,109 dan a logaritmik linier adalah 0,961. Sedangkan hubungan PS-BT, nilai a eksponensial adalah 3,94 dan a logaritmik linier adalah 0,595. Hasil uji t pada PT-B, PC-B, dan PS-B menunjukkan bahwa nilai t hitung secara konsisten lebih kecil dari t. Masing-masing nilai t hitung adlah -25,2169 (PT-B), -25,4270 (PC-B), dan -25,5786 (PC-B) sementara nilai t tabel adalah 1,666914. Nilai K yang tinggi mencerminkan ikan memiliki tubuh yang relatif gemuk dan sehat, sedangkan nilai K yang rendah menunjukkan tubuh yang lebih kurus dan mungkin mengalami stres lingkungan atau kekurangan pakan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Uji t mengindikasikan bahwa secara statistik pertumbuhan mendekati isometrik, meskipun secara biologis cenderung allometrik negatif. Faktor kondisi juga memperlihatkan perbedaan antar jantan dan betina, dengan mayoritas jantan berbeda yang di kategorikan kurus, sedangkan betina memiliki kondisi fisiologis lebih baik dan proporsi tubuh yang lebih seimbang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Distribusi dan Kepadatan Populasi Gastropoda Terebralia sp di Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove berperan penting secara ekologis, salah satunya sebagai habitat dan sumber makanan bagi gastropoda yang berfungsi sebagai pengurai serasah. Hutan mangrove di Kota Tarakan memiliki luas sekitar 1.587 hektar dan tersebar di sepanjang pesisir serta pulau-pulau kecil di wilayah kota tersebut. Gastropoda merupakan salah satu spesies terbanyak yang menempati daerah ekosistem mangrove. Gastropoda dapat ditemukan pada berbagai substrat, hal ini dikarenakan gastropoda memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi dibandingkan kelas lainnya. Salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat di daerah pesisir maupun pantai adalah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi dan kepadatan gastropoda Terebralia sp. Di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada Februari – Maret 2025 menggunakan metode purposive sampling. Analisis mencakup pola distribusi menggunakan Indeks Morisita, hubungan panjang–berat, faktor kondisi, serta kepadatan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola distribusi Terebralia sp. bersifat acak, dengan nilai X² hitung (1,2809) lebih kecil pada selang kepercayaan 95%. Hal ini menandakan populasi mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan tanpa kecenderungan hidup berkoloni. Hubungan panjang–berat menghasilkan persamaan W = 0,0025L²·¹⁰⁹⁴, yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif. Nilai faktor kondisi rata-rata 1,31, menandakan kondisi tubuh Terebralia sp. tergolong baik. Sementara itu, kepadatan populasi mencapai 12,2 ind/m², tergolong tinggi jika dibandingkan dengan hasil penelitian Astuti menunjukkan kepadatan Terebralia palustris berkisar antara 3 – 6 ind/m², sehingga kepadatan yang tinggi pada umumnya mencerminkan bahwa habitat tersebut memiliki daya dukung yang tinggi, baik dari segi ketersediaan pakan, kualitas substrat, maupun perlindungan terhadap predator.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SIFAT PERTUMBUHAN IKAN MARGA Lutjanus HASIL TANGKAPAN RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola pertumbuhan ikan marga Lutjanus khususnya kakap jenaha (Lutjanus johnii) dan kakap merah (Lutjanus argntimaculatus), yang tertangkap menggunakan alat tangkap rawai (longline) dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling selama tiga bulan (12 kali pengambilan sampel) . Parameter yang diamati meliputi panjang total, panjang standar, panjang cagak, berat tubuh ikan, serta kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kecerahan). Hasil analisis hubungan panjang-berat menunjukkan bahwa kedua spesies memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif (b 3), yang berarti pertmbuhan panjang lebih dominan dibanding peningkatan berat tubuh. Nilai faktor kondisi (Kn) berkisar 0,83 – 1,29 pada kakap jenaha dan 0,70 – 1,39 pada kakap merah; nilai Kn diatas 1 menandakan kondisi tubuh baik. Seluruh parameter kalitas air berada dalam kisaran yang sesuai bagi kehidupan ikan, namun variasi pertumbuhan diduga dipengaruhi faktor lain seperti ketersediaan pakan dan kepadatan populasi. Temuan ini menjadi sumber informasi awal untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan kakap secara berkelanjutan di wilayah pesisir Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Kondisi Ikan Yang Tertangkap di Perairan Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan utara. Keberadaan tambang batu bara di Perairan Pulau Bunyu diduga mencemari perairan yang mengakibatkan menurunnya kondisi air laut. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan menurunnya kondisi ikan yang baik. Hubungan panjang berat ikan adalah salah satu informasi yang perlu diketahui dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, seperti penentuan selektifitas alat tangkap ikan agar ikan yang tertangkap hanya ikan yang memiliki ukuran layak tangkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesehatan fisik ikan yang tertangkap, termasuk ukuran, berat, dan kondisi lingkungan hidup ikan, guna mengetahui dampak dari penangkapan dan habitat ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan analisis data penelitian meliputi analisis hubungan panjang berat ikan dengan rumus W=〖aL〗^b (King,2007). Faktor kondisi adalah keadaan atau kondisi ikan yang menyatakan kegemukan ikan berdasarkan data panjang dan berat yang dinyatakan dengan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 sampel dengan 10 jenis ikan diperoleh nilai koefisien korelasi (b) berkisar 2,5408-3,3398. Hubungan panjang-berat ikan ini menunjukkan bahwa ikan dalam sampel tersebut memiliki pertumbuhan yang sehat, dengan berat yang sebanding dengan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR KONDISI IKAN KURAU (Polynemus Plebeius) DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hubungan panjang berat ikan merupakan salah satu parameter biologi perikanan yang perlu diketahui. Pengukuran panjang dan berat ikan berguna sebagai petunjuk tentang kegemukan, kesehatan, produktivitas dan kondisi fisiologis ikan. Pulau Tibi menjadi lokasi penelitian dan Ikan Kurau (Polynemus plebeius) menjadi target tangkapan nelayan sekaligus menjadi sampel penelitian. Pada penelitian ini, sampel ikan diambil dari hasil tangkapan Jaring Insang (Gill net). Masyarakat lokal mengenalnya dengan sebutan Pukat Kurau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dan factor kondisi ikan Kurau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember – Februari 2024. Sampel ikan sebanyak 30 ekor. Persamaan hubungan Panjang berat ikan Kurau menunjukkan persamaan W = 0,059x2.595 dengan nilai R2 = 0,971. Hasil uji -t terhadap nilai b menunjukkan bahwa b ≠ 3, thitung (5,3) > ttabel (1,2) dengan selang kepercayaan 95%. Hal ini menunjukan bahwa pola pertumbuhan ikan Kurau bersifat alometrik negatif. Nilai faktor kondisi menunjukkan 90% ikan dalam kondisi normal dan persentase ikan dengan kondisi gemuk lebih besar daripada ikan dengan kondisi kurus. Hal ini mengindikasikan kesesuaian antara ikan dengan lingkungannya. Lingkungan daerah penangkapan ikan Kurau menyediakan makanan yang cukup bagi populasi ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Mujair (Oreochromis sp) dan Ikan Beloso (Saurida sp) Dalam Tambak Tradisional Di Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem pertambakan khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara memiliki bentuk yang tidak beraturan dengan lahan yang cukup luas yang di kelola secara tradisional untuk setiap tambaknya. Bentuk dan ukuran yang tidak ideal tersebut memanfaatkan proses pasang surut sehingga ikan-ikan yang termasuk non budidaya akan ikut masuk ke dalam tambak saat proses pasang surut terjadi. Ikan mujair dan ikan beloso menjadi salah satu ikan non budidaya. Keberadaan ikan tersebut menjadi salah satu ikan yang cukup mengganggu dalam proses budidaya dalam tambak. Proses pertumbuhan atau perkembangbiakan ikan mujair yang sangat cepat dengan ukuran yang beragam mulai dari yang terkecil sampai terbesar pada saat panen menyebabkan ikan ini menjadi ikan kompetitor sedangkan ikan beloso menjadi ikan predator utama bagi udang yang dibudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan mujair (Oreochromis sp) dan ikan beloso (Saurida sp) di Tambak Tradisional Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada saat panen dan dengan menggunakan alat tangkap bubu, pancing dan jala. Proses pengambilan sampel dilakukan pada bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Tambak Tradisional Kalimantan Utara. Pengukuran panjang total dan berat total sebanyak 88 ekor untuk ikan mujair dan 30 ekor untuk ikan beloso dari hasil panen dari Tambak. Analisis pola pertumbuhan panjang berat ikan mujair adalah W = 0,0187.L 2,9503 dan menunjukkan korelasi yang sangat tinggi (R2 = 0,98) sedangkan pola pertumbuhan ikan beloso adalah W = 0,0049.L 3,1388 dan menunjukkan korelasi yang sangat tinggi (R2 = 0,97). Pola pertumbuhan ikan mujair bersifat alometrik negatif sedangkan pola pertumbuhan ikan beloso bersifat alometrik positif. Hasil faktor kondisi ikan mujair berkisar 0,80 – 1,24 dan ikan beloso berkisar 0,84 – 1,21. Hal ini menunjukkan ikan mujair memiliki tubuh yang kurus, artinya lingkungan di tambak kurang mendukung kehidupan ikan mujair tersebut. Ikan beloso memiliki bentuk tubuh yang gemuk yang artinya lingkungan tambak mendukung kehidupan ikan beloso.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI PADA IKAN KUWE (Caranx ignobilis) DI PERAIRAN TANJUNG BUKA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hubungan panjang-berat dan faktor kondisi sangat penting dalam studi penilaian perikanan, karena memberikan informasi tentang pertumbuhan ikan, kesejahteraan secara umum, dan kesehatannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis di perairan Tanjung Buka, Bulungan. Sampel ikan diambil dari hasil tangkapan nelayan yang menggunakan kelong (guiding barrier). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei – Juli 2023. Spesimen yang diperiksa sebanyak 130 ekor, 102 ekor jantan dan 28 ekor betina. Hubungan panjang-berat dianalisis menggunakan persamaan W = a.Lb . Faktor kondisi jenis ikan ditentukan dengan menggunakan persamaan FK = W/aLb. Hubungan panjang-berat menunjukkan pertumbuhan alometrik negatif, baik ikan jantan (b = 2,78) maupun ikan betina (b = 2,85). Faktor kondisi berfluktuasi antara 0,72 dan 1,27 dengan rata-rata 1,003 yang menunjukkan bahwa ikan ini dalam keadaan sejahtera di lingkungannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASPEK PERTUMBUHAN HUBUNGAN PANJANG BERAT, FAKTOR KONDISI DAN PERBANDINGAN JANTAN BETINA IKAN NOMEI (Harpadon nehereus) DI PERAIRAN JUATA KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nomei (Harpadon nehereus) atau yang lebih banyak dikenal dengan nama ikan lembek atau ikan tipis ini adalah salah satu ikan yang menjadi hasil tangakapan utama masyarakat di daerah Juata kota Tarakan. Memiliki nilai ekonomis yang tinggi menjadi salah satu alasan ikan ini menjadi hasil tangkapan utamanya, yaitu berkisar IDR 150.00 tiap kilogram (dalam bentuk ikan kering atau asin) dan tidak dijual dalam bentuk basah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana aspek hubungan Panjang berat, faktor kondisi, dan rasio kelamin pada ikan nomei (H.nehereus) yang menjadi tangkapan utama alat tangkap pukat hela atau trawl di perairan Juata Laut kota Tarakan. Metode penelitian yang digunkan yaitu deskripstif kuantitatif dan dilakukan selama dua bulan yaitu pada bulan Desember – Januari 2023. Pada pengambilan sampel menggunakan metode Random Sampling yang dilakukan sebanyak 12 kali selama periode neap tide. Hasil dari penelitian ini didapatkan sifat pertumbuhan pada ikan nomei yaitu allometrik negatif pada ikan jantan dan betina (nilai b pada ikan jantan 1.9289 dan pada betina 2.0744) dengan total ikan jantan sebanyak 910 dan ikan betina 890. Faktor kondisi ikan nomei jantan paling banyak ditemukan yang bertubuh gemuk sebanyak 454 ekor (50.22%) dan betina yang bertubuh kurus sebanyak 452 (50.96%). Rasio kelamin pada jantan dan betina yaitu 1:0.98 (jantan 910 dan betina 890). Dari hasil penenlitian ini dapat diketahui bahwa kondisi ikan nomei di perariran Juata kota Tarakan ini memiliki kondisi yang tidak baik dan perlu adanya upaya lebih lanjut dan pengendalian pada populasi ikan nomei ini agar keberadaannya tetap terjaga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN NOMEI (Harpadon nehereus) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan Nomei (Harpadon nehereus) merupakan salah satu ikan yang dijadikan ikon kota Tarakan, dimana dikenal dengan nama ikan lembek yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual sekitar IDR. 150.000 tiap kilogram (harga jual kering/ ikan asin), namun tidak di jual dalam bentuk basah. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan dan menguraikan pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan Nomei (H.nehereus) dari hasil tangkapan utama alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata laut kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai dari bulan Januari – Februari 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide. Hasil penelitian diperoleh pola pertumbuhan ikan Nomei jantan dan betina bersifat allometrik negatif (nilai b jantan dan betina yaitu 2.9769 dan 2.9693). Rasio kelamin jantan dan betina yaitu 1:3.23 (142 ekor : 458 ekor). Berdasarkan faktor kondisi ikan nomei jantan yang paling banyak di temukan pada bentuk tubuh gemuk sebanyak 74 ekor (52%) dan pada faktor kondisi ikan nomei betina didapatkan bentuk tubuh kurus sebanyak 240 ekor (52%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi ikan Nomei di Perairan Juata dalam kondisi tidak baik dan perlu upaya pengelolaan dan pengendalian populasi ikan Nomei agar keberadaanya tetap lestari dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN GULAMAH (Johnius belangerii) DARI HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan gulamah merupakan hasil tangkapan sampingan yang memiliki nilai ekonomis dari segi jual kering (ikan asin) dan mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan gulamah (Johnius belangerii) dari hasil tangkapan di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel 12 kali selama 2 bulan (Januari-Februari 2022) dengan total sampel 360 ekor dengan jantan sebanyak 158 ekor dan betina sebanyak 202 ekor. Hasil pengolahan data penelitian ikan gulamah jantan dan betina didapatkan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (2.1386 dan 2.4698) dengan nilai koefisien determinasi 0.8536. Nilai faktor kondisi jantan didapatkan kisaran 0.17-1.69 dengan bentuk tubuh gemuk (51%) dan nilai faktor kondisi ikan gulamah betina didapatkan kisaran 0.23-0.71 dengan bentuk tubuh kurus (84%). Rasio kelamin ikan gulamah jantan lebih sedikit dibandingkan dengan ikan betina (1:1.28).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN SENANGIN ( Eleutheronema tetradactylum) DI PERAIRAN BANGKUDULIS

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penangkapan nelayan Juata Laut berada di Perairan Pulau Bangkudulis yang berhadapan dengan Pulau Tarakan dan Pulau Tibi, sehingga Pulau Bangkudulis ini diketahui memiliki potensi keanekaragaman jenis spesies ikan salah satunya yaitu ikan Senangin. Ikan Senangin memiliki harga ekonomis yang tinggi sehingga berpotensi secara berlebihan yang pada akhirnya mengarah kepada kepunahan. Salah satu upaya dalam rangka mengatasi kepunahan, perlu dilakukan penelitian tentang aspek biologi perikanan hubungan panjang berat da faktor kondisi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Senangin di Perairan Bangkudulis. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Februari 2022. Ikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 592 ekor yang terdiri atas jantan 525 ekor dan betina 63 ekor. Persamaan hubungan panjang berat ikan Senangin memenuhi persamaan jantan W= 0,069Lx3,49 dan betina W= 0,004Lx3,24 pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik positif. Nilai faktor kondisi ikan jantan >1 51,61 48,38 dan betina >1 44,78 1 55,22 Hasil nilai faktor kondisi menunjukan bahwa kondisi di perairan pulau Bangkudulis ikan Senangin jantan lebih besar kegemukan dibandingkan ikan betina

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR UKURAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DARI PERAIRAN ESTUARIA BULUNGAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu biota di estuaria yang sering tertangkap pada kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan adalah ikan kakap putih (Lates calcarifer). Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan struktur ukuran dan pertumbuhan ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan dan menjelaskan struktur ukuran panjang dan berat, menerangkan model pertumbuhan dengan pendekatan von Bertalanffy, menerangkan pola/sifat pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2021-Maret 2022 di perairan estuaria sungai Kayan (perairan muara Ancam, perairan muara Bulungan dan perairan muara Mapat) menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan metode pengumpulan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran pada ikan kakap putih (Lates calcarifer) memiliki panjang dominan pada kisaran 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2 – 728,4 gram (total), 32,9-37,2 cm dengan berat 496,2-728,4 gram (jantan), dan 37,4-39,8 cm dengan berat 701,8-804,6 gram (betina). Model pertumbuhan Von Bertalanffy pada sampel ikan kakap putih (Lates calcarifer) menghasilkan persamaan Lt = 91.208 {1 - 2.71828 -0.016 ( t - 0.935 )}. Hubungan panjang berat ikan kakap putih (Lates calcarifer) secara keseluruhan, jantan dan betina bersifat allometrik negative dan memiliki nilai faktor kondisi nilai 1 atau mendekati 1 yang menunjukkan bahwa kondisi ikan kakap putih jantan dan betina dalam kondisi atau bentuk tubuh yang cukup baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) YANGTERTANGKAP JARING INSANG (Gill net) DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Panulirus ornatus atau biasa disebut lobster mutiara memiliki nilai ekonomis tinggi bahkan diperdagangkan hingga pasar internasional jika dibandingkan dengan lobster tropis lainnya seperti (P. versicolor, P. Homarus) dan (P. polyphagus). Keberadaan spesies ini menjadi sesuatu yang harus dipertahankan sehingga upaya konservasi terhadap lingkungan biologi menjadi faktor penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi lobster mutiara (P. ornatus) yang tertangkap jaring insang (Gill net) di Perairan Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan analisis hubungan panjang berat, rasio kelamin dan faktor kondisi. Metode pengambilan sampel menggunakan observasi berdasarakan purposive sampling dengan mengikuti nelayan Gill net. Pengambilan sampel dilakukan di perairan bagian Barat Kota Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan selama 5 bulan dengan total tangkapan sebanyak 15 ekor. Pengambilan data berupa Panjang total (PT), berat total (BT). Analisa data menguji pertumbuhan dan faktor kondisi lobster mutiara dengan data pendukung seperti kedalaman, kecerahan dan salinitas. Hasil penelitian didapatkan rasio kelamin jantan dan betina yaitu 1 : 1,14. Pertumbuhan Lobster mutiara jantan dan betina bersifat allometrik negatif. Bentuk tubuh paling banyak di temukan pada lobster mutiara jantan memiliki bentuk tubuh gemuk sedangkan betina memiliki bentuk tubuh gemuk dan kurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI PERTUMBUHAN HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) YANG BERASAL DARI PERAIRAN DESA SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Udang galah merupakan mata pencaharian dan hasil tangkapan utama oleh nelayan bubu kerana memiliki harga jual yang tinggi, dan disenangi oleh semua kalangan di Desa Salimbatu. Perairan Sungai Mengkedumun Salimbatu merupakan habitat alami dari udang galah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sifat pertumbuhan hubungan panjang berat dan faktor kondisi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode survei, dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2020. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sempling mengikuti nelayan yang menangkap menggunakan alat tangkap bubu di Perairan Mengkedumun Desa Salimbatu. Hasil total keseluruhan udang galah sebanyak 302 ekor, udang jantan sebanyak 130 ekor, dan udang betina sebanyak 172 ekor. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali trip. Berdasarkan sifat pertumbuhan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya, dengan hasil kolerasi yang beragam, kolerasi sangat rendah hingga sangat kuat. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina diperoleh hasil yang didominasi bentuk tubuh gemuk dan kurus. Serta lingkungan perairan dalam kondisi yang cukup baik dalam keberlansungan hidup udang galah diperairan sungai Mengkedumun Desa Salimbatu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Gulamah (Johnius belangerii) di Perairan Tarakan Kalimantan Utara

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Johnius belangerii merupakan potensi sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi segar dan sebagai olahan tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan Gulamah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2021 di Perairan Tarakan Kalimantan Utara. Ikan yang digunakan dalam penelitian didapatkan dari hasil tangkapan nelayan dan sampel yang diukur sebanyak 320 ekor. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W=aLb, sedangkan Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF=Wm/Wp. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat J. belangerii dengan persamaan W = 0,016.L2,896 dan R2 = 0,91. Hasil uji t menunjukkan nilai thitung > ttabel, dimana nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif. Hasil Analisa faktor kondisi didapatkan kisaran nilai 0,79-1,34. Rata-rata nilai faktor kondisi 1,01 Hal ini menunjukkan bahwa J. belangerii memiliki kondisi tubuh yang ideal/proposional dengan kondisi perairan yang baik untuk mendukung pertumbuhan J. belangerii.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI Lutjanus sp. Dan Pomadasys sp. HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nelayan perikanan tangkap di perairan Kota Tarakan, salah satu nya menggunakan alat tangkap rawai dasar (bottom longline). Rawai adalah alat tangkap yang memiliki banyak variasi dalam hal tujuan, ukuran, struktur dan jenis ikan. Penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar dinilai masih kurang, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar yang berhubungan dengan hubungan panjang berat dan faktor kondisi hasil tangkapan rawai dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data panjang - berat dan menjelaskan hubungan panjang berat serta faktor kondisi ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dan ikan arut (Pomadasys sp.) hasil tangkapan rawai dasar di Perairan Tarakan. Penelitian ini di laksanakan ± 3 bulan dari bulan Januari – Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan kakap merah jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu b 3 yang dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Pola pertumbuhan ikan arut jantan memiliki pola pertumbuhan allomerik positif yaitu b > 3 yang dimana pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Ikan kakap merah jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.02 dan untuk ikan kakap merah betina memilki nilai faktor kondisi 1.03, sedangkan untuk ikan arut jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.04 dan untuk ikan arut betina memiliki nilai faktor kondisi 1.39.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAIS (Kryptopterus limpok) DI SUNGAI KAYAN KECAMATAN PESO, KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Aliran sungai Kayan di Provinsi Kalimantan Utara memiliki panjang sekitar 23.000 km. Kecamatan Long Peso, Kabupaten Bulungan merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh sungai Kayan. Penelitian ini mengenai hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Lais yang merupakan salah satu sumberdaya ikan yang hidup di sungai ini. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari pada bulan Agustus 2020. Jumlah sampel ikan 55 ekor. Hubungan panjang-berat ikan memenuhi persamaan W=0,0102.L2,69 yang menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat allometrik negatif. Koefisien determinasi dari persamaaan ini adalah R²=0,98 yang berarti bahwa 56% berat ikan dapat diprediksi berdasarkan panjangnya dan sebaliknya. Faktor kondisi ikan berkisar antara 0,936 dengan nilai rata-rata 1,002 yang menunjukkan bahwa kondisi lingkungan masih baik dan memberi makanan yang cukup bagi ikan Lais.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail