Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pulau Bunyu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Perubahan Garis Pantai di Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Pulau Bunyu Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, yang mengalami perubahan garis pantai akibat interaksi antara energi gelombang Laut Sulawesi, suplai sedimen daratan, dinamika muara, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan garis pantai secara multitemporal serta faktor pengendali dinamika pesisir berupa abrasi dan akresi di Pulau Bunyu, khususnya pada kawasan Pantai TPI. Data utama berupa citra satelit multitemporal tahun 2016, 2022, 2024, dan 2026 yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Parameter perubahan dihitung menggunakan End Point Rate (EPR) dan Linear Regression Rate (LRR), serta interpretasi spasial terhadap sebaran abrasi dan akresi. Analisis didukung oleh data gelombang, angin, fetch, pasang surut, dan arus perairan. Hasil menunjukkan bahwa 66 transek (68,04%) mengalami abrasi yang terkonsentrasi pada segmen timur–tenggara yang terpapar langsung gelombang Laut Sulawesi, sedangkan 31 transek (31,96%) mengalami akresi yang terkonsentrasi di wilayah muara akibat suplai sedimen fluvial. Nilai EPR berkisar antara −2,99 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,59 m/tahun, sedangkan LRR berkisar antara −2,54 hingga 14,00 m/tahun dengan rata-rata +0,80 m/tahun. Gelombang swell dari arah utara menjadi pengendali utama dinamika sedimen, didukung oleh fetch panjang ke arah timur–tenggara. Studi ini menegaskan pentingnya pemantauan garis pantai berbasis citra satelit dan DSAS untuk mendukung pengelolaan pesisir Pulau Bunyu secara adaptif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Kondisi Ikan Yang Tertangkap di Perairan Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Bunyu terletak di Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan utara. Keberadaan tambang batu bara di Perairan Pulau Bunyu diduga mencemari perairan yang mengakibatkan menurunnya kondisi air laut. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan menurunnya kondisi ikan yang baik. Hubungan panjang berat ikan adalah salah satu informasi yang perlu diketahui dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, seperti penentuan selektifitas alat tangkap ikan agar ikan yang tertangkap hanya ikan yang memiliki ukuran layak tangkap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesehatan fisik ikan yang tertangkap, termasuk ukuran, berat, dan kondisi lingkungan hidup ikan, guna mengetahui dampak dari penangkapan dan habitat ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan analisis data penelitian meliputi analisis hubungan panjang berat ikan dengan rumus W=〖aL〗^b (King,2007). Faktor kondisi adalah keadaan atau kondisi ikan yang menyatakan kegemukan ikan berdasarkan data panjang dan berat yang dinyatakan dengan angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 sampel dengan 10 jenis ikan diperoleh nilai koefisien korelasi (b) berkisar 2,5408-3,3398. Hubungan panjang-berat ikan ini menunjukkan bahwa ikan dalam sampel tersebut memiliki pertumbuhan yang sehat, dengan berat yang sebanding dengan panjangnya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI TPI PULAU BUNYU, KABUPATEN BULUNGAN

2022•

Pulau Bunyu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) salah satu pantai yang ada di Pulau Bunyu yang terletak di Desa Bunyu Selatan. Pantai TPI merupakan kawasan yang sering di datangi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Menurut warga banyak pasir-pasir yang tergerus air laut. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan kajian karakteristik gelombang pecah. Peramalan gelombang di lakukan dengan perhitungan menggunakan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin kurun waktu 10 tahun dari stasiun BMKG Tarakan untuk mendapatkan periode dan tinggi gelombang. Dari hasil perhitungan gelombang di Pantai TPI Pulau Bunyu di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan Maret 2020 dengan H = 2,765 m dan T= 6,880 det, Kr = 0,9404 – 1,0023 dan Ks = 0,913 – 1,244, Hb = 2,2 m, db = 0,4 dan Sudut = 17,2°. Pada gelombang angin dominan dengan H = 0,700 m dan T = 4,197 det, Kr = 0,8244-1,0545 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,7 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 28°. Pada Gelombang Rata-Rata dengan H = 0,720 m dan T = 4,391 det, Kr = 0,9190-0,9998 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,74 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 19°. Gelombang ini adalah gelombang yang merusak pantai karena tinggi gelombang lebih dari 1.00 meter. Kejadian ini hanya terjadi pada kondisi angin maksimum. Sedangkan pada kondisi besaran angin yang sering terjadi dan rata-rata, gelombang bersifat konstruktif atau tidak merusak pantai karena tinggi gelombang kurang dari 1.00 meter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail