ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang hidup pada sistem sungai dan estuari. Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, merupakan salah satu habitat alami udang galah yang belum banyak dikaji secara komprehensif dari aspek bioekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek reproduksi (nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad/TKG, indeks kematangan gonad/IKG), aspek pertumbuhan (hubungan panjang–berat dan faktor kondisi), parameter lingkungan (DO, salinitas, pH, suhu), serta pola distribusi spasial dan temporal udang galah. Penelitian dilakukan pada tiga stasiun (hulu, tengah, hilir) dengan total sampel 300 ekor. Analisis reproduksi dilakukan melalui identifikasi TKG dan perhitungan IKG, sedangkan pertumbuhan dianalisis menggunakan persamaan hubungan panjang–berat (W = aLᵇ) dan faktor kondisi. Parameter kualitas air diukur secara langsung di lapangan. Distribusi spasial dianalisis berdasarkan kelas ukuran antar stasiun, sedangkan distribusi temporal dibandingkan antara fase spring tide dan neap tide. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin relatif seimbang (1:1,02). TKG betina didominasi tahap IV, menunjukkan aktivitas reproduksi aktif. Nilai IKG betina lebih tinggi dibanding jantan pada seluruh stasiun. Hubungan panjang–berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik positif pada jantan (b = 3,1342; R² = 0,896) dan allometrik negatif pada betina (b = 2,9366; R² = 0,9127). Parameter kualitas air masih berada pada kisaran optimal (DO 6,7–7,2 mg/L; pH 6,6–7,2; suhu 26,9–32,4°C; salinitas 0‰). Distribusi spasial didominasi kelas ukuran menengah (13–18 cm), dengan kecenderungan individu lebih besar ditemukan di hilir. Distribusi temporal menunjukkan dominasi ukuran menengah pada fase spring tide maupun neap tide. Disimpulkan bahwa populasi udang galah di Sungai Sesayap berada dalam kondisi pertumbuhan aktif dan reproduktif, dengan struktur ukuran yang relatif stabil serta kualitas lingkungan yang mendukung keberlanjutan populasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan udang air tawar pada ekosistem sungai tropis memiliki peran penting dalam menjaga kesimbangan ekologis serta berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik morfologi serta habitat udang (Crustacea) yang ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan, sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan teknik purposive sampling pada empat stasiun pengamatan. Sebanyak 12 individu berhasil dikoleksi, masing-masing 1 individu (Stasiun I), 2 individu (Stasiun II), 4 individu (Stasiun III), dan 5 individu (Stasiun IV). Seluruh sampel teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Macrobrachium rosenbergii (udang galah). Spesies ini ditemukan pada habitat beraliran lambat dengan substrat berpasir hingga sedikit berlumpur, disertai batuan berlumut dan vegetasi riparian yang rapat. Karakteristik habitat tersebut mendukung ketersediaan ruang berlindung dan sumber pakan bagi M. rosenbergii. Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang signifikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan pada materi Keanekaragaman Hayati di SMA serta pengayaan materi pada mata kuliah Invertebrata dan Ekologi Hewan di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada dokumentasi keanekaragaman fauna perairan di Kota Tarakan, tetapi juga memperkuat integrasi potensi lokal dalam pembelajaran biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada perlakuan umpan alat tangkap Bubu (Bottom fish pots) terhadap Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di perairan Sungai Kayan Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas hasil tangkap dalam memodifikasi perlakuan umpan dari alat tangkap Bubu Dasar Udang Galah serta mengetahui pengaruh modifikasi perlakuan Umpan pada alat Tangkap Bubu Dasar udang galah. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 bulan, mulai dari bulan Februari sampai dengan Maret 2023 dengan jumlah hasil tangkapan 134 ekor. Hasil Analisis One Way Analysis of Variance (ANOVA) yang berarti adanya perbedaan hasil tangkapan. Perlakuan umpan pada bubu udang galah lebih tinggi terjadi pada umpan kelapa dengan total hasil tangkapan selama sampling 4 kali dengan pengulangan persekali sampling 3 kali memiliki jumlah 90 ekor atau rata-rata 25.5 ekor udang galah dibandingkan dengan umpan ubi memiliki rata-rata 7.5 ekor, udang memilki rata-rata 2 ekor dan ikan memiliki rata-rata 1.5 ekor. Berdasarkan hasil uji Normality umpan pada perlakuan Kepala berpengaruh nyata terhadap hasil Tangkap udang galah menggunakan alat tangkap bubu udang galah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang galah merupakan mata pencaharian dan hasil tangkapan utama oleh nelayan bubu kerana memiliki harga jual yang tinggi, dan disenangi oleh semua kalangan di Desa Salimbatu. Perairan Sungai Mengkedumun Salimbatu merupakan habitat alami dari udang galah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sifat pertumbuhan hubungan panjang berat dan faktor kondisi udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode survei, dilakukan dengan cara observasi secara langsung di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober dan November 2020. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sempling mengikuti nelayan yang menangkap menggunakan alat tangkap bubu di Perairan Mengkedumun Desa Salimbatu. Hasil total keseluruhan udang galah sebanyak 302 ekor, udang jantan sebanyak 130 ekor, dan udang betina sebanyak 172 ekor. Pengambilan sampel sebanyak 4 kali trip. Berdasarkan sifat pertumbuhan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertambahan panjang lebih cepat dari pada pertambahan beratnya, dengan hasil kolerasi yang beragam, kolerasi sangat rendah hingga sangat kuat. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina diperoleh hasil yang didominasi bentuk tubuh gemuk dan kurus. Serta lingkungan perairan dalam kondisi yang cukup baik dalam keberlansungan hidup udang galah diperairan sungai Mengkedumun Desa Salimbatu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udang galah adalah salah satu spesies air tawar toleran terhadap kadar salinitas tingi dan memiliki cita rasa serta kandungan gizi yang tinggi menjadikan udang galah banyak diminati sehingga nilai jual lebih tinggi dari udang air payau lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan panjang dan berat udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian dan teknik pengumpulan data adalah dengan purposive sampling bersama nelayan yang dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2020 di Perairan Desa Tepian Nunukan. Hasil penelitian didapatkan total udang galah sebanyak 621 ekor dengan total udang galah betina sebanyak 507 ekor dan udang galah jantan 114 ekor. Rasio antara udang galah jantan dan betina pada pengambilan sampel pertama adalah 1:3,90 pengambilan sampel kedua rasio udang galah jantan dan betina adalah 1:3,78 pada pengambilan sampel ketiga rasio antara udang galah jantan dan betina adalah 1:5,08, serta pada pengambilan sampel keempat didapatkan rasio udang galah jantan dan betina sebanyak 1:5,36. Berdasarkan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat, sedangkan untuk sifat alometrik positif terdapat pada sampling pertama dan kedua yang dimiliki oleh udang galah jenis kelamin jantan. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina. Giant prawns are one of the freshwater species that are tolerant of high salinity levels and have a high taste and nutritionl content, making them in great demand so that their selling value is higher than other brackish water shrimp. The aim of the study was to analyze the relationship between growth in length and weight of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii). This study use a survey method by conducting direct observation at the research site. The data were collected from August to November 2020 in the waters of Desa Tepian, from the fisherman chosen through purposive sampling. The results of the study showed a total of 621 giant prawns with 507 female giant prawns and 114 male giant prawns. The ratio between male and female giant prawns in the first sampling was 1:3,90, in the second sampling was 1:3,78, in the third sampling was 1:5,08, and in fourth sampling was 1:5.36. Based on the relationship between length and weight, male and female giant prawns were dominated by negative allometric growth traits where length growth was faster than weight growth, while positive allometric traits were found in the first and second samplings of male giant prawns. The results of the measurement of condition factors contained several variations in each sampling of male and female giant prawns.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Macrobrachium rosenbergii merupakan komoditas hasil perikanan air tawar yang sangat potensial untuk dikembangkan dan memiliki kualitas tinggi. Informasi karakteristik morfometrik dan meristik udang galah ini masih minim. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang morfometrik dan meristik udang galah pada bulan Desember hingga Januari 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Morfometrik-Meristik udang galah hasil tangkapan bubu dasar di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung, menggunakan metode purposive random sampling. Sampel udang yang diambil dari hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap bubu dasar ( berukuran 83 cm x 24 cm ). Sebanyak 150 sampel yang digunakan, terdiri dari 53 jantan (21,1-8 cm, 107,52-6,26 gram), 97 betina (57-7,8 cm, 57,29-6,57 gram). Secara umum terdapat perbedaan karakteristik pada udang jantan dan betina. Hubungan antara PT-PAb pada udang jantan sekitar 76,67%, PT-PK sekitar 99,83%, udang betina PT-PAb sekitar 66,48% dan PT-PK sekitar 99,88%. Karakter meristik udang galah sebagai berikut: jumlah duri rostum atas (5-15) dan jumlah duri rostum bawah (4-17). Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan bahwa pertumbuhan semua karakter yang diukur hampir bersifat allometrik.