ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Head and Neck Squamous Cell Carcinoma (HNSCC) merupakan jenis kanker ganas keenam tertinggi di dunia (>900.000 kasus baru/tahun 2020). Salah satu penyebab kanker mampu bermetastasis karena di sebabkan oleh peran onkogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi jenis-jenis gen yang bersifat onkogen pada HNSCC dan, menganalisis fungsi biologinya dalam sel HNSCC, serta mengkaji potensi penerapannya pada pembelajaran biologi. Ekplorasi menggunakan metodologi systematic riview melalui PRISMA-P terdapat 98 artikel dari basis data Scopus (2016–2026), yang selanjutnya menghasilkan 56 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan 55 gen onkogen yang teridentifikasi dari artikel tersebut. Analisis data menggunakan ShinyGO 0.85.1 melalui data Ensembl pada GeneCard mengungkapkan tiga aspek utama yaitu proses biologis (angiogenesis dan vasculature development), komponen seluler (serine protease inhibitor complex), dan fungsi molekuler (transcription coregulator binding). Hasil temuan ini menunjukkan bahwa gen-gen onkogenik ini berkontribusi secara signifikan pada perkembangan HNSCC dengan mendorong proliferasi sel, migrasi, penghindaran sistem imun, dan pembentukan pembuluh darah baru. Temuan penelitian diterapkan sebagai sumber belajar pada pembelajaran biologi ke dalam Modul Ajar Biologi untuk kelas XII pada sub bab materi pewarisan sifat tepatnya pada materi mutasi gen, yang berbasis Case-Based Learning yang relevan dengan tujuan pembelajaran ke-10 (menjelaskan peristiwa mutasi dan sebab-sebab terjadinya mutasi) pada Kurikulum Merdeka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberadaan udang air tawar pada ekosistem sungai tropis memiliki peran penting dalam menjaga kesimbangan ekologis serta berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan karakteristik morfologi serta habitat udang (Crustacea) yang ditemukan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hutan Gunung Selatan Kota Tarakan, sekaligus mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran biologi. Penelitian menggunakan metode deskriptif-eksploratif dengan teknik purposive sampling pada empat stasiun pengamatan. Sebanyak 12 individu berhasil dikoleksi, masing-masing 1 individu (Stasiun I), 2 individu (Stasiun II), 4 individu (Stasiun III), dan 5 individu (Stasiun IV). Seluruh sampel teridentifikasi sebagai satu spesies, yaitu Macrobrachium rosenbergii (udang galah). Spesies ini ditemukan pada habitat beraliran lambat dengan substrat berpasir hingga sedikit berlumpur, disertai batuan berlumut dan vegetasi riparian yang rapat. Karakteristik habitat tersebut mendukung ketersediaan ruang berlindung dan sumber pakan bagi M. rosenbergii. Temuan ini memiliki implikasi pedagogis yang signifikan, karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berbasis lingkungan pada materi Keanekaragaman Hayati di SMA serta pengayaan materi pada mata kuliah Invertebrata dan Ekologi Hewan di perguruan tinggi. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada dokumentasi keanekaragaman fauna perairan di Kota Tarakan, tetapi juga memperkuat integrasi potensi lokal dalam pembelajaran biologi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berupa short video pada pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Namun pada penelitian ini peneliti hanya sampai tahap Development. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu kelas VIII4 SMPN 10 Tarakan yang berjumlah 22 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket. Kelayakan media pembelajaran berupa short video pada pembelajaran biologi dinilai oleh validator ahli media, ahli materi dan ahli paraktisi dengan presentase kelayakan 92,3% dengan kategori sangat layak. Respon peserta didik pada uji coba lapangan di peroleh presentase 95% dengan kategori” Sangat Menarik”
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan ekosistem mangrove Kota Tarakan memiliki beragam flora dan fauna dimana kelompok yang dominan adalah fauna invertebrata seperti siput dan kepiting, salah satu jenis kepiting dalam ekosistem mangrove adalah Kepiting Biola (Uca sp). Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif eksplorasi dengan kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis distribusi Kepiting Biola (Uca sp) nilai persentase distribusi dikategorikan sebagai kelompok kecuali untuk vocan Uca yang dikategorikan normal. Stasiun II, daerah perumahan Lingkas Ujung, Uca demani, Uca tetragonon, Uca chlorophthalmus crassipes, persentase distribusi dikategorikan dalam kelompok. Untuk hasil kelimpahan kepiting biola (Uca sp) yang memiliki kelimpahan relatif tinggi spesies di stasiun I, Uca demani 69,41% dikategorikan sebagai yang tertinggi dan Uca vocans 0% dikategorikan sebagai yang terendah dan terendah. Stasiun II di kawasan perumahan Lingkas Ujung Uca dengan 79,58% dikategorikan sebagai yang tertinggi dan Uca chlorophthalmus crassipes 9,54% dikategorikan sebagai yang terendah. Terakhir, untuk hasil analisis hubungan antara penelitian dan pembelajaran Biologi mengenai penelitian kepiting biola terkait silabus untuk mata pelajaran biologi SMA, yaitu kompetensi dasar 3.2 Menganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia dan ancaman serta konservasinya serta 4.2 Menyajikan hasil pengamatan berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Senyawa yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan dapat diketahui dengan melakukan beberapa uji kualitatif salah satunya berupa uji histokimia dan uji ekstrak etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Data yang diperoleh berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji histokimia, hasil positif mengandung terpenoid ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Kemudian berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji ekstrak etanol, hasil positif mengandung terpenoid ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditandai dengan perubahan warna menjadi biru kehitaman atau hijau kecoklatan ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar pada tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa famili Rubiaceae dan Amarylidaceae melalui uji histokimia dan ekstrak etanol positif mengandung terpenoid dan tanin pada organ daun, batang dan akar. Informasi atau data hasil penelitian tersebut berpotensi dalam penerapan pembelajaran biologi seperti RPP, panduan praktikum dan bahan ajar.