Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SURIANTI

6 karya publik ditemukan.

2023: 22022: 4

Pelaksanaan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkotika Di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rehabilitasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pemulihan kepada korban penyalahgunaan narkotika. Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait dengan pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Pertama, bagaimana pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Kedua, apa hambatan yang dihadapi Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang berfokus pada pengumpulan data melalui pengamatan atau pengalaman langsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Data sekunder merupakan dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di BNNK Tarakan dengan melihat UU Narkotika dalam mekanismenya dilakukan berdasarkan putusan pengadilan dalam artian penanganan penyalahguna narkotika dilakukan secara pemidanaan hanya saja dalam pelaksanaannya pemerintah membuat kebijakan melalui SEMA No. 4 Tahun 2010 dan Peraturan Bersama yang mengatur terkait asesmen untuk merekomendasikan korban menjalani rehabilitasi medis dan sosial. Melihat prinsip asas lex superiori derogate legi inferiori tentunya hal ini menjadi cacat prosedur atau tidak sesuai dikarenakan dalam UU Narkotika tidak ada aturan yang mengatur terkait asesmen. Sedangkan dalam pelaksanaannya asesmen merupakan tahapan penentuan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Kedua, Hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan terdiri dari faktor internal yaitu sarana dan prasarana yang tidak memadai, sumber daya manusia yang masih kurang dan faktor eksternal yaitu kekhawatiran berhadapan dengan hukum, tidak koorporatif, kurangnya kesadaran korban, adanya stigma masyarakat yang negatif tentang BNN atau rehabilitasi, kurangnya dukungan keluarga.

Pelaksanaan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkotika Di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rehabilitasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pemulihan kepada korban penyalahgunaan narkotika. Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait dengan pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Pertama, bagaimana pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Kedua, apa hambatan yang dihadapi Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang berfokus pada pengumpulan data melalui pengamatan atau pengalaman langsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Data sekunder merupakan dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di BNNK Tarakan dengan melihat UU Narkotika dalam mekanismenya dilakukan berdasarkan putusan pengadilan dalam artian penanganan penyalahguna narkotika dilakukan secara pemidanaan hanya saja dalam pelaksanaannya pemerintah membuat kebijakan melalui SEMA No. 4 Tahun 2010 dan Peraturan Bersama yang mengatur terkait asesmen untuk merekomendasikan korban menjalani rehabilitasi medis dan sosial. Melihat prinsip asas lex superiori derogate legi inferiori tentunya hal ini menjadi cacat prosedur atau tidak sesuai dikarenakan dalam UU Narkotika tidak ada aturan yang mengatur terkait asesmen. Sedangkan dalam pelaksanaannya asesmen merupakan tahapan penentuan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Kedua, Hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan terdiri dari faktor internal yaitu sarana dan prasarana yang tidak memadai, sumber daya manusia yang masih kurang dan faktor eksternal yaitu kekhawatiran berhadapan dengan hukum, tidak koorporatif, kurangnya kesadaran korban, adanya stigma masyarakat yang negatif tentang BNN atau rehabilitasi, kurangnya dukungan keluarga.

Uji efektivitas perangkap botol plastik berwarna terhadap hama lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) pada areal budidaya tanaman cabai

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

UJI EFEKTIVITAS PERANGKAP BOTOL PLASTIK BERWARNA TERHADAP HAMA LALAT BUAH Bactrocera spp. (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA AREAL BUDIDAYA TANAMAN CABAI Abstrak Faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman cabai yakni adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hama Bactrocera spp merupakan hama yang menyerang buah-buahan musiman, dan memiliki dinamika populasi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas perangkap berwarna terhadap hama lalat buah, dan membandingkan perangkap berwarna yang efektif untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanama cabai, serta menguraikan peran zat pemikat yang ditambahkan kertas berwarna dalam memikat lalat buah jika ditambahkan. Penelitian ini menggunakan metode uji perbandingan perangkap berwarna, serta pengujian perangkap berwarna yang ditambahkan senyawa pemikat dengan masing-masing ulangan sebanyak 15 kali pada tiga lokasi tanaman cabai yang berbeda. Perbandingan jumlah individu lalat per perangkap dianalisis menggunakan Uji-F dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua) spesies lalat buah yakni Bractocera dorsalis dan Bractocera umbrosa pada pengujian perangkap berwarna. Perangkap warna kuning lebih memerangkap lalat buah lebih tinggi dibandingkan dengan warna hijau dan putih, dengan rata-rata 0.24 individu/perangkap/hari. Penambahan senyawa pemikat lalat buah (methyl eugenol) pada perangkap berwarna mampu meningkatkan jumlah lalat buah yang terperangkap, dengan rata-rata 2.84 individu/perangkap/hari. Sedangkan, perangkap kuning yang ditambahkan senyawa pemikat memerangkap lalat buah lebih tinggi dari perangkap lainnya. Hasil ini menunjukkan faktor yang mempengaruhi kehadiran lalat buah lebih utama disebabkan faktor kimia (adanya senyawa pemikat) dibandinhgkan faktor fisik berupa cahaya yang ditimbulkan dari warna. Kata Kunci: Lalat Buah, Perangkap Warna. Tanaman Cabai

Uji efektivitas perangkap botol plastik berwarna terhadap hama lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) pada areal budidaya tanaman cabai

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UJI EFEKTIVITAS PERANGKAP BOTOL PLASTIK BERWARNA TERHADAP HAMA LALAT BUAH Bactrocera spp. (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA AREAL BUDIDAYA TANAMAN CABAI Abstrak Faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman cabai yakni adanya gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Hama Bactrocera spp merupakan hama yang menyerang buah-buahan musiman, dan memiliki dinamika populasi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas perangkap berwarna terhadap hama lalat buah, dan membandingkan perangkap berwarna yang efektif untuk mengendalikan hama lalat buah pada tanama cabai, serta menguraikan peran zat pemikat yang ditambahkan kertas berwarna dalam memikat lalat buah jika ditambahkan. Penelitian ini menggunakan metode uji perbandingan perangkap berwarna, serta pengujian perangkap berwarna yang ditambahkan senyawa pemikat dengan masing-masing ulangan sebanyak 15 kali pada tiga lokasi tanaman cabai yang berbeda. Perbandingan jumlah individu lalat per perangkap dianalisis menggunakan Uji-F dan Uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua) spesies lalat buah yakni Bractocera dorsalis dan Bractocera umbrosa pada pengujian perangkap berwarna. Perangkap warna kuning lebih memerangkap lalat buah lebih tinggi dibandingkan dengan warna hijau dan putih, dengan rata-rata 0.24 individu/perangkap/hari. Penambahan senyawa pemikat lalat buah (methyl eugenol) pada perangkap berwarna mampu meningkatkan jumlah lalat buah yang terperangkap, dengan rata-rata 2.84 individu/perangkap/hari. Sedangkan, perangkap kuning yang ditambahkan senyawa pemikat memerangkap lalat buah lebih tinggi dari perangkap lainnya. Hasil ini menunjukkan faktor yang mempengaruhi kehadiran lalat buah lebih utama disebabkan faktor kimia (adanya senyawa pemikat) dibandinhgkan faktor fisik berupa cahaya yang ditimbulkan dari warna. Kata Kunci: Lalat Buah, Perangkap Warna. Tanaman Cabai

Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Famili Rubiaceae dan Amarylidaceae serta Potensi Penerapan pada Pembelajaran Biologi

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Senyawa yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan dapat diketahui dengan melakukan beberapa uji kualitatif salah satunya berupa uji histokimia dan uji ekstrak etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Data yang diperoleh berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji histokimia, hasil positif mengandung terpenoid ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Kemudian berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji ekstrak etanol, hasil positif mengandung terpenoid ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditandai dengan perubahan warna menjadi biru kehitaman atau hijau kecoklatan ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar pada tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa famili Rubiaceae dan Amarylidaceae melalui uji histokimia dan ekstrak etanol positif mengandung terpenoid dan tanin pada organ daun, batang dan akar. Informasi atau data hasil penelitian tersebut berpotensi dalam penerapan pembelajaran biologi seperti RPP, panduan praktikum dan bahan ajar.

Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Famili Rubiaceae dan Amarylidaceae serta Potensi Penerapan pada Pembelajaran Biologi

2022 · Thesis ·

Senyawa yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan dapat diketahui dengan melakukan beberapa uji kualitatif salah satunya berupa uji histokimia dan uji ekstrak etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu famili Rubiaceae dan Amarylidaceae. Data yang diperoleh berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji histokimia, hasil positif mengandung terpenoid ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Kemudian berdasarkan uji kualitatif menggunakan uji ekstrak etanol, hasil positif mengandung terpenoid ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Sedangkan hasil positif mengandung tanin ditandai dengan perubahan warna menjadi biru kehitaman atau hijau kecoklatan ditemukan pada daun tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa, Paedaria foetida dan Curculigo latifolia, pada batang tumbuhan Ixora coccinea dan Mitragyna speciosa, serta pada akar pada tumbuhan Ixora coccinea, Mitragyna speciosa dan Curculigo latifolia. Hasil penelitian tersebut diketahui bahwa famili Rubiaceae dan Amarylidaceae melalui uji histokimia dan ekstrak etanol positif mengandung terpenoid dan tanin pada organ daun, batang dan akar. Informasi atau data hasil penelitian tersebut berpotensi dalam penerapan pembelajaran biologi seperti RPP, panduan praktikum dan bahan ajar.