ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami sejauh mana kewenangan kepala unit administrasi lokal dalam mengawasi administrasi desa dan status hukumnya dalam sistem pemerintahan daerah. Permasalahan penelitian dirumuskan sebagai berikut: (1) bagaimana struktur kewenangan kepala unit administrasi lokal dalam mengawasi administrasi desa, dan (2) bagaimana status hukum kepala unit administrasi lokal sehubungan dengan tugas dan fungsinya dalam mengawasi administrasi desa? Penelitian ini menggunakan Pendekatan hukum normatif , dengan pendekatan legislatif dan pendekatan konseptual . Data yang digunakan adalah materi hukum primer, sekunder, dan tersier yang telah dianalisis secara kualitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan kepala sub-unit administrasi untuk mengawasi pelaksanaan administrasi desa diatur oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kabupaten . Kepala sub-unit administrasi memainkan peran strategis sebagai badan daerah yang menjalankan sebagian kewenangan gubernur/walikota dalam memberikan arahan dan pengawasan kepada desa. Namun, pelaksanaan kewenangan ini seringkali menghadapi hambatan, baik dari segi koordinasi, sumber daya badan tersebut, maupun peraturan yang tumpang tindih. Jabatan Kepala Sub-Unit Administrasi merupakan perpanjangan dari jabatan Kepala Kecamatan , dan oleh karena itu fungsi pengawasannya bersifat delegasi dan administratif . Akibatnya, efektivitas pengawasan Kepala Sub-Unit Administrasi sangat bergantung pada peraturan yang jelas, dukungan kelembagaan, dan pemahaman staf tentang prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik . Oleh karena itu, sangat penting untuk memperkuat peraturan dan kapasitas kelembagaan Kepala Sub-Unit Administrasi untuk memastikan pelaksanaan fungsi pengawasan manajemen pemerintahan desa yang efektif dan akuntabel, sesuai dengan prinsip-prinsip umum tata kelola pemerintahan yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL ABSTRAK Isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini ditandai dengan perilaku menarik diri, menghindari interaksi sosial, kurangnya komunikasi, dan ketidakmampuan menjalin hubungan yang bermakna dengan orang lain. Studi kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Studi kasus menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua klien yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Diagnosis utama yang ditemukan pada kedua klien adalah isolasi sosial, disertai diagnosis pendukung berupa halusinasi dan harga diri rendah. Intervensi keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1 sampai SP 4 yang berfokus pada identifikasi penyebab isolasi sosial, latihan berkenalan, bercakap-cakap dengan orang lain, serta latihan komunikasi sosial. Hasil evaluasi menunjukkan kedua klien mengalami kemajuan secara bertahap dalam kemampuan berinteraksi sosial, ditandai dengan meningkatnya kemauan berkenalan, bercakap-cakap, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial meskipun belum optimal. Keberhasilan asuhan keperawatan didukung oleh hubungan terapeutik yang baik antara perawat dan klien. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis melalui Strategi Pelaksanaan (SP) mampu membantu meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Malinau dan Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu di Kabupaten Malinau. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu penelitian yang mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat berdasarkan data primer. Metode ini menggunakan fakta empiris dari perilaku manusia, baik melalui wawancara, observasi langsung, maupun peninggalan fisik dan arsip. Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 di Kabupaten Malinau diwujudkan melalui pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang melibatkan Bupati, Forkopimda, OPD, dan Kesbangpol sebagai sekretariat. Bukti nyata dari dibentuknya Tim dalam Penanganan Konflik adalah: 1) Respons cepat terhadap kasus pencemaran Sungai Malinau dan Sesayap; 2) Rekomendasi sanksi administrasi terhadap perusahaan PT. KPUC; 3) Monitoring pemulihan lingkungan secara berkala; 4) Menurunnya jumlah konflik; 5) Terjaganya stabilitas keamanan daerah; 6) Tidak terjadi konflik besar dalam 3 tahun terakhir. Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu Kabupaten Malinau dilakukan melalui pendekatan kolaborasi, kompromi, dan mengakomodasi. Kolaborasi diterapkan pada konflik kompleks, seperti sengketa lahan, dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai solusi menang-menang dan berkelanjutan. Kompromi digunakan ketika solusi cepat diperlukan, misalnya pembagian wilayah sementara, dengan masing-masing pihak mengalah sebagian tuntutan. Mengakomodasi difokuskan pada pihak lemah atau rentan, seperti memberi izin sementara penggunaan lahan, untuk meredam konflik segera dan membangun kepercayaan masyarakat. Kombinasi ketiga strategi ini memungkinkan Tim Terpadu menyesuaikan pendekatan sesuai kompleksitas dan urgensi konflik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan layanan informasi bimbingan dan konseling di SMP Negeri 7. Layanan informasi adalah suatu kegiatan atau usaha untuk membekali para siswa tentang berbagai macam pengetahuan supaya mereka mampu mengambil keputusan secara tepat dalam kehidupannya, terdapat enam indikator, dimulai dari Perencanaan, identifikasi kebutuhan peserta didik. Pelaksanaan, kegiatan pembelajaran serta Presentasi materi tentang layanan informasi, Evaluasi, menggunakan observasi dan mewawancarai serta merencanakan dan merancang dengan menggunakan aplikasi google form, excel. Analisis hasil evaluasi, Tindak lanjut, dengan menggunakan Standart evaluasi, prosedur layanan informasi dengan penilaian segera (Laiseg) serta LKPD. Laporan, dokumentasi terlaksananya pemberian layanan informasi. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus dalam penelitian ini yaitu Studi tentang pelaksanaan layanan informasi bimbingan konseling di kelas VII Di SMP Negeri 7 Tarakan, subjek penelitian yaitu informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan satu orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara mendalam dan dokumentasi teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian studi tentang pelaksanaan layanan informasi bimbingan konseling Di kelas VII Di SMP Negeri 7 Tarakan sudah terlaksanakan dengan cukup baik. Hal tersebut dalam pelaksanaan pemberian layanan inofrmasi kepada siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari program MBKM yang didukung langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini dilakukan di SDN 034 dan SDN 012 Tarakan, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa pelaksanaan KM di sekolah tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif tapi ada juga perspektif negative dari pihak sekolah. Mengingat pelaksanaan KM di sekolah masih banyak kendala, oleh karena itu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui apa saja dampak dari pelaksanaan program tersebut terhadap peningkkatan kualitas Pendidikan di sekolah penugasan; dan 2) Untuk mengetahui apa saja solusi dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas program KM di sekolah penugasan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode evaluasi proses dan hasil. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan instrumen pengumpulan data yaitu lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reducation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan tujuan dari KM. membantu dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di sekolah, mengasah jiwa kepemimpinan, soft skill, karakter dalam berinovasi dan berkolaborasi bersama guru serta memberikan inspirasi dan motivasi belajar bagi peserta didik. Solusi dalam penelitian adalah mahasiswa harus memiliki inisiatif dan keuletan selama penugasan di sekolah. Rekomendasi dalam penelitian adalah persiapkan kompetensi yaitu mampu menulis menggunakan EYD, kemampuan literasi dan numerasi harus dipersiapkan, disiplin, bersosialisasi dan kreatif dalam mengembangkan program.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pemilu merupakan bagian dari penerapan sistem politik yang demokrasi disuatu negara. Dengan adanya pemilu memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat dalam menentukan pilihan siapa yang pantas dan layak mempimpin suatu pemerintahan. Keberhasilan pemilu ditentukan oleh besarnya partisipasi politik masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Komisi Pemilihan Umum Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat di Kota Tarakan dan Apa Upaya Yang Dilakukan Oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tarakan Dalam Mengatasi Hambatan Untuk Meningkatkan Partisipasi Politik Dimasyarakat. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian empiris dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Komisi Pemilihan Umum serta upaya untuk Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat di kota tarakan sudah baik walaupun masih banyak hambatan yaitu rendahnya kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik dan kandidat, Budaya politik yang kurang kondusif, sikap apatis, banyak masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih berada diluar daerah serta persoalan yang timbul dimasyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di kota tarakan pada tanggal 14 februari 2024 sangat meningkat. Hal ini didukung oleh jumlah pengguna hak pilih mencapai 82% pemilih yang berpartisipasi dalam pemilu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Efektivitas Perlindungan Hukum Oleh Polres Tarakan Terhadap Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Pencabulan. Pertama, Bagaimana penerapan pelindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan oleh Polres Tarakan ? Kedua, Apa saja hambatan yang dihadapi oleh polres tarakan dalam memberikan pelindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan ? Skripsi ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan. Skripsi ini berfokus untuk meneliti fenomena atau keadaan obejek yang diteliti terkait dengan pelindungan hukum terhadap anak sebagai korban pencabulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil wawancara dan observasi dilapangan. Data sekunder diperoleh dari perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, artikel, dan data-data internet, ensiklopedia, dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Unit PPA Polres Tarakan memberikan pendampingan terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual dan keluarga korban mulai dari tingkat penyidikan sampai sidang pemeriksaan di Pengadilan, namun adapun kendala yang dihadapi yaitu tidak terpenuhinya hak anak untuk mendapatkan pemulihan psikososial. Kedua, hambatan yang dihadapi oleh Polres Tarakan yaitu kurangnya motivasi dan edukasi keluarga korban tentang pemulihan psikososial dan rehabilitasi sosial sehingga anak sebagai korban masih memiliki rasa trauma yang mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Maria Yasinta Fina, 2024, “Pelaksanaan Etika Konseling Professional Responsibility Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan”. Dibimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd. Etika konseling mengacu pada aturan-aturan yang harus dimiliki seorang konselor dan hak-hak klien yang harus dilindungi oleh seorang konselor. Professional Responsibility adalah suatu konsep yang berkaitan dengan standar profesional dan kompetensi teknis yang dimiliki seorang pemberi layanan dalam menjalankan tugasnya dan selama proses konseling berlangsung konselor bertanggung jawab terhadap klien dan dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan etika konseling professional responsibility guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tarakan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan pembahasan pelaksanaan etika konseling professional responsibility berjalan dengan baik dan berfungsi secara efektif dimana guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru bimbingan dan konseling yang profesional dan berkompeten sesuai pelaksanaan etika profesi bimbingan dan konseling dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar etika dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan Etika Konseling, Professional Responsibility.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus tentang bagaimana Pelaksanaan dan Pengelolaan Ekstrakurikuler Olahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di SDN 013 Tarakan. Sumber data utama kepala sekolah dan pembina ekstrakurikuler. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SDN 013 Tarakan terdapat ada 4 (empat) jenis kegiatan ekstrakurikuker olahraga yaitu : sepak bola, futsal, voli dan karate. Pembina yang ditetapkan sebagai penanggung jawab ekstrakurikuler hanya satu pembina. Jumlah keseluruhan siswa-siswi yang ikut dalam kegiatan olahraga adalah 25 peserta, yaitu dari kelas 4 sampai dengan kelas 5. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada hari selasa dan kamis pada jam 14.00-16.00. Jika pembina berhalangan hadir atau cuaca pada hari tersebut tidak baik, maka pelaksanaan ekstrakurikuler akan diganti ke hari yang lain sesuai arahan dari pembina. Berdasarkan hasil pengelolaan tentang sarana dan prasarana olahraga di SDN 013 Tarakan bahwa hasil menunjukan terdapat sarana yang kurang memadai yaitu peralatan bola voli dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67% dan peralatan sepak bola dalam kategori kurang sekali dengan persentase 16,67%, kemudian peralatan atletik dalam kategori kurang dengan persentase 40% sedangkan untuk sarana yang memadai yaitu peralatan bola basket dengan kategori sedang dengan persentase 50%, dan peralatan senam dalam kategori baik dengan persentase 62,5%. Untuk prasarana atau lapangan yang ada di SDN 013 Tarakan hanya mengunakan halaman depan sekolah dalam melaksanakan olahraga dan bermian. Ekstrakurikuler olahraga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih dan menggembangkan bakat yang dimilikinya, diharapkan bagi pihak sekolah untuk memperhatikan pelaksanaan kegiatan, sarana dan prasarana yang mendukung proses ekstrakurikuler disekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rehabilitasi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan pemulihan kepada korban penyalahgunaan narkotika. Sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait dengan pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Pertama, bagaimana pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan. Kedua, apa hambatan yang dihadapi Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang berfokus pada pengumpulan data melalui pengamatan atau pengalaman langsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner. Data sekunder merupakan dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan internet. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di BNNK Tarakan dengan melihat UU Narkotika dalam mekanismenya dilakukan berdasarkan putusan pengadilan dalam artian penanganan penyalahguna narkotika dilakukan secara pemidanaan hanya saja dalam pelaksanaannya pemerintah membuat kebijakan melalui SEMA No. 4 Tahun 2010 dan Peraturan Bersama yang mengatur terkait asesmen untuk merekomendasikan korban menjalani rehabilitasi medis dan sosial. Melihat prinsip asas lex superiori derogate legi inferiori tentunya hal ini menjadi cacat prosedur atau tidak sesuai dikarenakan dalam UU Narkotika tidak ada aturan yang mengatur terkait asesmen. Sedangkan dalam pelaksanaannya asesmen merupakan tahapan penentuan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Kedua, Hambatan dalam pelaksanaan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional Kota Tarakan terdiri dari faktor internal yaitu sarana dan prasarana yang tidak memadai, sumber daya manusia yang masih kurang dan faktor eksternal yaitu kekhawatiran berhadapan dengan hukum, tidak koorporatif, kurangnya kesadaran korban, adanya stigma masyarakat yang negatif tentang BNN atau rehabilitasi, kurangnya dukungan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penilaian ranah kognitif yang digunakan oleh guru di SMA Kota Tarakan dan penggunaan dalam pelaksanaan penilaian ranah kognitif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru biologi SMA Kota Tarakan. Lokasi penelitian di 9 sekolah SMA Kota Tarakan, yang dilaksanakan pada tanggal 08 Mei sampai 31 mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara guru mata pelajaran biologi, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian jenis peniliaian yang digunakan oleh yaitu, Guru menggunakan tes objektif pada pilihan ganda dengan bentuk pilihan ganda bebas, pilihan ganda hubungan antarhal, pilihan ganda analisis kasus dan ada juga pilihan ganda bergambar yang digunakan oleh sekolah di SMA Kota Tarakan ketika PTS dan PAS. Bentuk tes objektif isian singkat yang digunakan oleh guru pada saat mengerjakan tugas dan ulangan harian. Bentuk tes objektif benar-salah tidak digunakan oleh guru SMA Kota Tarakan. Sedangkan tes subjektif guru menggunakan tes uraian terbatas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bimbingan klasikal merupakan kegiatan layanan yang diberikan kepada sejumlah peserta didik/konseli dalam satu rombongan belajar dan dilaksanakan di kelas dalam bentuk tatap muka antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan peserta didik/konseli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan klasikal di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Sumber data primer dari penelitian ini yaitu hasil wawancara dengan guru bimbingan dan konseling. Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan layanan klasikal di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung dilaksanakan dengan baik dan pelaksanaan layanan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: tahap perencanaan yaitu melakukan assesment, mempersiapkan perlengkapan yang akan digunakan seperti RPL, media dan alat mengajar, tahap pelaksanaan/tahap inti yaitu menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, menjelaskan materi dan menyimpulkan hasil materi, tahap penutup yaitu memberikan motivasi dan refleksi, dan evaluasi yaitu mengevaluasi sikap, keaktifan dan mengevaluasi hasil pemberian layanan. Kata Kunci : Layanan Bimbingan Klasikal, Pelaksanaan Layanan Klasikal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan karir di SMK Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi partisipan dan wawancara semistruktur. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan penelitian di lapangan peneliti mendapatkan temuan bahwa pelaksanaan bimbingan karir di SMK Negeri 2 Tarakan dilaksanakan melalui tahapan : 1. Perencanaan program bimbingan karir melalui need asesment, melakukan rapat koordinasi dengan seluruh guru BK, mengklasifikasikan layanan bimbingan karir dan membuat instrumen aitk non test, 2. Penyusunan program bimbingan karir guru BK menggunakan kurikulum merdeka belajar, menyusun materi menggunakan RPL dan sasaran pelaksanaan bimbingan karir yaitu siswa kelas 12, 3. Pelaksanaan bimbingan karir dengan menggunakan layanan klasikal, bekerja sama dengan pihak luar seperti industri dan universitas untuk melakukan sosialisasi, 4. Evaluasi pelaksanaan bimbingan karir yang dilakukan satu kali dalam satu semester, instrumen atau alat yang dievaluasi adalah materi bimbingan karir dan komponen yang dinilai yaitu keberhasilan dan kekurangan pelaksanaan bimbingan karir dan melaporkan hasil evaluasi kepada koordinator BK dan kepala sekolah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan klasikal yang di berikan oleh guru bimbingan dan konseling SMPN 1 Lumbis. Layanan klasikal merupakan layanan yang berfungsi pencegahan, pemahaman, pemeliharaan, dan pengembangan sebagai upaya yang secara spesifik diarahkan pada proses yang proaktif tanpa mengenal perbedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan klasikal di SMP Negeri 1 Lumbis. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling dan dua orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah terdapat beberapa tahapan di dalam pelaksanaan layanan klasikal di SMP Negeri 1 Lumbis yaitu tahap persiapan adalah mengajukan jadwal masuk kelas 2 jam setiap kelas atau minggu untuk di tetapkan pimpinan sekolah sesuai klender akademik dan mempersiapkan topik materi bimbingan klasikal,yang dirumuskan berdasarkan standar kompentensi kemandirian peserta didik, serta menyusun RPl bimbingan klasikal. Tahap pelaksanaan adalah melaksanakan layanan bimbingan klasikal sesuai jadwal dan materi yang telah di rancang. Tahap evaluasi tidak lanjut adalah melakukan proses layanan bimbingan klasikal dan melakukan evaluasi hasil layanan bimbingan klasikal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Zaqi Hardian, 2022. “Pelaksanaan Layanan Bimbingan Kelompok Secara Daring Pada Masa Pandemi Di SMA Negeri 1 Bunyu”. Tahap pelaksanaan bimbingan kelompok terdapat beberapa tahapan, dimulai dari tahap pembukaan yang meliputi pengenalan, tujuan dan manfaat, peran, aturan, dan pemberian motivisi. Tahap transisi meliputi kegiatan selingan seperti permainan (ice breaking), mereview tujuan dan kesepakatan bersama, dan peralihan ke tahap inti. Selanjutnya, pada tahap inti meliputi pembahasan topik. Serta tahap penutupan meliputi penyampaian pesan dan kesan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok secara daring pada masa pandemi di SMA Negeri 1 Bunyu. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan penentuan informan penelitian terdiri dari 1 orang guru bimbingan dan konseling dan 2 siswa dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi. Adapun teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok yang di lakukan oleh guru bimbingan dan konseling sudah sesuai dengan tahapan yang telah di lakukan dimana sebelum melaksanakan kegiatan guru bimbingan dan konseling menyiapkan RPL terlebih dahulu kemudian melakukan observasi hasil dari kegiatan dan melakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan dari tiap perlaksanaan bimbingan kelompok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran mata pelajaran biologi dengan ketetapan pembelajaran kurikulum 2013. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari dua guru mata pelajaran biologi kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data angket yang diberikan kepada guru pada aspek permasalahan perencanaan pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 86%, aspek permasalahan pelaksanaan pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 89%, dan aspek permasalahan penilaian pembelajaran termasuk kategori permasalahan rendah sekali dengan nilai 84%. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran K13 masih terdapat permasalahan pada perencanaan pembelajaran sulit dalam pengelolaan waktu dalam membuat RPP dan sulit menentukan metode dan media pembelajaran, pada pelaksanaan pembelajaran peserta didik kurang aktif, guru jarang melakukan tanya jawab sebelum melakukan pembelajaran, dan guru jarang melakukan evaluasi diakhir pembelajaran, dan pada aspek penilaian pembelajaran guru tidak melakukan penilaian pada penilaian sikap. Secara keseluruhan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 belum terlaksana sesuai dengan ketetapan pembelajaran kurikulum 2013.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nur Halima 2022. “Pelaksanaan Layanan Informasi Di SMP Negeri 4 Malinau Utara Tahun Ajaran 2021/2022” Skripsi, Program studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama : Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd dan Dosen Pembimbing Kedua : Suprianto, S,Sos.,M.Pd. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pelaksanaan Layanan Informasi Di SMP Negeri 4 Malinau Utara. Layanan informasi sangat penting bagi peserta didik mengingat informasi sebagai acuan dalam pengambilan keputusan, pengembangan diri dan sebagai dasar dalam memberikan bimbingan karir. Layanan informasi yang diberikan Guru BK merupakan sebagai bentuk bantuan dalam menyelesaikan masalah peserta didik salah satunya yaitu dalam hal karir. Layanan informasi bertujuan memberikan informasi secara lengkap tentang karir dengan harapan siswa dapat memilih karir sesuai dengan potensi yang dimiliki. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian yaitu informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling dan 2 Siswa SMP Negeri 4 Malinau Utara Tahun Ajaran 2021/2022, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semiterstruktur dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan layanan informasi di SMP Negeri 4 Malinau Utara sudah terlaksana dengan cukup baik hanya saja metode yang digunakan pada saat pelaksanaan layanan kurang maksimal dan monoton.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Pelaksanaan Tera dan Tera Ulang khususnya di wilayah Kota Tarakan menjadi hal yang sangat penting untuk para pedagang guna ketertiban pelayanan perbaikan peralatan Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP). Hal ini juga yang membuat para konsumen untuk lebih berhati-hati dalam membeli kebutuhan sehari-hari maka itu diperlukan adanya suatu perlindungan konsumen melalui Tera dan Tera Ulang tersebut khususnya timbangan. Namun, di Kota Tarakan seringkali ditemukan suatu perbuatan curang dari para pedagang dalam hal menjual barang dagangannya. Ini menjadi suatu hal yang menarik. Penelitian dengan judul “Pelaksanaan Tera dan Tera Ulang Oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Dalam Rangka Perlindungan Terhadap Konsumen Di Wilayah Kota Tarakan”. Penelitian ini bermaksud menjawab rumusan masalah pertama, pengawasan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan terhadap pedagang curang melalui Tera dan Tera ulang. Kedua, Pengaturan Perlindungan hukum terhadap konsumen dari perdagangan curang. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empiris yang mencari kebenaran sesungguhnya, bukan hanya kebenaran yang formal procedural semata. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Tarakan yaitu pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dari lapangan dengan cara wawancara kepada narasumber. Data sekunder diperoleh dari buku, skripsi, dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi lapangan dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, dalam pelaksanaannya Unit Metrologi Legal Kota Tarakan sejauh ini hanya dapat melaksanakan fungsi Pelaksanaan dan Penyuluhan Tera dan Tera Ulang saja. karena UML Kota Tarakan masih memiliki kendala data UTTP yang belum valid, sarana prasarana yang kurang memadai, SDM hanya 1 orang penera serta adanya retribusi Tera dan Tera ulang. Kedua, pengaturan perlindungan hukum terhadap konsumen dari perdagangan curang ini diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.