ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi dosen terhadap kompetensi akademik mahasiswa Program Kampus Mengajar dalam menghadapi tantangan akademis di Pendidikan Biologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas sembilan dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar memberikan dampak yang bersifat trade-off terhadap kompetensi akademik mahasiswa. Program ini memperkuat keterampilan pedagogik, kemampuan komunikasi, adaptasi, serta sikap profesional mahasiswa dalam konteks pembelajaran di sekolah. Namun, sistem konversi mata kuliah berpotensi mengurangi pendalaman konten biologi murni dan keterampilan laboratorium yang bersifat teknis. Selain itu, ditemukan adanya sikap ambivalen dosen terhadap kebijakan MBKM, yaitu menerima program sebagai kebijakan institusional, tetapi tetap menyampaikan kekhawatiran terhadap kesesuaian capaian pembelajaran program studi. Temuan ini menunjukkan perlunya integrasi yang lebih seimbang antara pengalaman praktik lapangan dan penguatan kompetensi akademik berbasis disiplin ilmu dalam pelaksanaan Program Kampus Mengajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari program MBKM yang didukung langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini dilakukan di SDN 034 dan SDN 012 Tarakan, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa pelaksanaan KM di sekolah tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif tapi ada juga perspektif negative dari pihak sekolah. Mengingat pelaksanaan KM di sekolah masih banyak kendala, oleh karena itu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui apa saja dampak dari pelaksanaan program tersebut terhadap peningkkatan kualitas Pendidikan di sekolah penugasan; dan 2) Untuk mengetahui apa saja solusi dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas program KM di sekolah penugasan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode evaluasi proses dan hasil. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan instrumen pengumpulan data yaitu lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reducation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan tujuan dari KM. membantu dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di sekolah, mengasah jiwa kepemimpinan, soft skill, karakter dalam berinovasi dan berkolaborasi bersama guru serta memberikan inspirasi dan motivasi belajar bagi peserta didik. Solusi dalam penelitian adalah mahasiswa harus memiliki inisiatif dan keuletan selama penugasan di sekolah. Rekomendasi dalam penelitian adalah persiapkan kompetensi yaitu mampu menulis menggunakan EYD, kemampuan literasi dan numerasi harus dipersiapkan, disiplin, bersosialisasi dan kreatif dalam mengembangkan program.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari kebijakan Kampus Merdeka telah resmi dikeluarkan untuk Angkatan I pada tanggal 9 Februari 2021. Program Kampus Mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Mahasiswa mempertajam kompetensi abad 21 (berpikir analitis, penyelesaian masalah, kepemimpinan, manajemen tim, kreativitas dan inovasi, serta komunikasi interpersonal) melalui aktivitas pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan dasar dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Borneo Tarakan selama mengikuti Program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang terdiri dari 5 peserta mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris yang tergabung dalam Program Kampus Mengajar Gelombang VI. Sumber data utama adalah wawancara mendalam dan dokumentasi yang memberikan informasi atau bukti-bukti yang berkaitan dengan penelitian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis tematik yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke (2006). Penelitian ini juga menggunakan dua teori yaitu The Adult Learning Theory oleh Malcolm Knowles dan The Experiential Learning Theory oleh David A. Kolb. Temuannya menunjukkan beberapa tema dari wawancara. Diantaranya adalah motivasi mengikuti Program Kampus Mengajar, proses awal mengikuti program Kampus Mengajar, pengalaman berharga selama mengikuti program Kampus Mengajar, keterampilan yang meningkat selama mengikuti program Kampus Mengajar, pengalaman saat mengajar bahasa Inggris dan yang paling utama adalah kendala yang dihadapi selama mengikuti program Kampus Mengajar dari pendaftaran hingga program Kampus Mengajar selesai dilaksanakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this rcscarch was to find out the motivation of Guidance and Counseling students of FKIP in attending the Kamptts Mcngajar. Mcrdcka Bc/ajarKampus Mcrdcka (MBKM) policy is expcctcd to bc the answer to realize autonomous, flc.xiblc and high-quality Icarning in highcr cducation institutions so as to create a learning culture that is innovative, not restrictive, and in accordance SSith the needs of students. The MBKM policy rclatcs to educational activities in universities that grant students the flexibility and right to study outside of the study program for three semesters, which can be used for learning inside or outside of the institution. The research's findings from a questionnaire with 39 statement items and two possible responses (Yes or No) rcvealcd that 30 respondents scorcd higher or categorized as the high group (75%). It meant that the students had high motivation and high enthusiasm. Motivation is needed in determining the intensity of learning efforts, because it can provide direction in an activity. So that the existence of students who participated in the Kampus Mengajar activities can be influenced by attitudes and behaviors in a positive way. It is supported by indicators with the same high category. In the first indicator, Guiding Towards Action, as many as 39 subjects scored 97.5%., and the indicator of Selecting Actions, with a total of 31 subjects, scored 77.5%. Only 10 students from the department had moderate motivation, meaning that they were still trying to do something or were moving in the direction of doing something. This indicated that the students' level of awareness in moving things in a better direction toward positive behavior was relatively high. This is supported by the indicator of Encouraging People to Act as many as 39 subjects with a percentage of 97.5%.