Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

32 hasil
Subjek: Evaluasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Konstruk Instrumen Sumatif Akhir Semester Mata Pelajaran Matematika Menggunakan Exploratory Factor Analysis dan Confirmatory Factor Analysis

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Instrumen asesmen yang berkualitas berperan penting dalam menghasilkan informasi hasil belajar yang akurat dan objektif. Namun, instrumen Sumatif Akhir Semester (SAS) yang digunakan di sekolah belum melalui evaluasi empiris sehingga struktur faktor dan validitas konstruknya belum dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur faktor dan membuktikan validitas konstruk instrumen SAS Ganjil mata pelajaran Matematika kelas VIII SMP Tahun Pelajaran 2025/2026 menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Penelitian ini merupakan penelitian analisis data sekunder berupa respons 247 peserta didik kelas VIII terhadap 30 butir soal SAS Matematika. Data dianalisis melalui EFA menggunakan perangkat lunak Jamovi dan dilanjutkan dengan CFA menggunakan perangkat lunak JASP. Hasil EFA menunjukkan bahwa dari 30 butir soal, 8 butir dieliminasi karena tidak memenuhi kriteria empiris, sehingga diperoleh 22 butir yang membentuk tiga faktor, yaitu Penguasaan Konsep Dasar Matematika, Kemampuan Manipulasi Aljabar, dan Pemahaman Konseptual Aljabar, dengan total keragaman sebesar 34,4%. Hasil CFA menunjukkan bahwa model memiliki kesesuaian yang baik dengan data empiris (CFI = 0,915; TLI = 0,905; RMSEA = 0,0479; SRMR = 0,0540), seluruh indikator memenuhi kriteria factor loading, dan reliabilitas McDonald's Omega sebesar 0,905. Dengan demikian, instrumen SAS Matematika kelas VIII SMP yang layak digunakan adalah 22 butir yang telah lolos tahap EFA dan CFA dengan struktur tiga faktor yang valid secara konstruk dan reliabel sebagai instrumen penilaian hasil belajar. Adapun 8 butir yang tereliminasi tidak direkomendasikan untuk digunakan sehingga perlu direvisi atau diganti agar instrumen SAS secara keseluruhan memiliki validitas konstruk yang memadai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Kota Tarakan Berdasarkan Standar PUIL 2011

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gedung SMP dan SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang berlokasi di Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, mulai beroperasi sejak Juli 2019. Ditemukan permasalahan berupa intensitas pencahayaan yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi instalasi listrik gedung tersebut berdasarkan standar PUIL 2011 menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan pengukuran langsung pada 42 ruangan di tiga lantai. Parameter yang dievaluasi meliputi indeks ruang (k), jumlah titik beban, intensitas penerangan, kapasitas MCB, dan kemampuan hantar arus (KHA) kabel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan belum memenuhi standar intensitas penerangan PUIL 2011 sehingga memerlukan penambahan atau penggantian titik lampu. Luas penampang kabel 2,5 mm² yang terpasang telah memenuhi standar minimum. Namun, MCB utama 50 A tidak memadai untuk total beban 46.944 W dan perlu ditingkatkan menjadi minimal 100 A. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik cahaya, peningkatan kapasitas MCB utama, penyeimbangan beban antar fasa, serta inspeksi instalasi listrik secara berkala.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MANTAP) dan Strategi Pengembangannya pada Kelompok Produsen Benih di Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanaman Pangan (MANTAP) tahun 2024 pada kelompok produsen benih di Kabupaten Bulungan serta Merumuskan strategi pelaksanaannya. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan MANTAP telah berjalan sesuai dengan petunjuk operasional, khususnya pada komponen input dan produk. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian pada komponen konteks dan proses, terutama terkait mekanisme pengusulan calon penerima bantuan melalui aplikasi elektronik serta belum optimalnya sosialisasi program dari tingkat pusat kepada calon penerima manfaat. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kondisi internal kelompok produsen benih berada pada kategori cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,75, sementara lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar dengan skor EFE sebesar 3,35. Posisi strategis berada pada kuadran “Grow and Build”, yang mengindikasikan perlunya strategi agresif melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan pasar, serta optimalisasi dukungan pemerintah guna meningkatkan keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kabupaten Bulungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI IMPLEMENTASI MANAJEMEN PUSKESMAS DI UPTD PUSKESMAS TANJUNG SELOR MELALUI ANALISIS SENTIMEN KABUPATEN BULUNGAN TAHUN 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi manajemen Puskesmas di UPTD Puskesmas Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2024. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Namun, berbagai temuan awal menunjukkan bahwa implementasi fungsi manajemen Puskesmas masih menghadapi sejumlah kendala, seperti perencanaan program yang belum sepenuhnya berbasis data, koordinasi lintas program yang belum optimal, pembagian tugas yang tidak merata, serta kegiatan pengawasan dan evaluasi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai instrumen perbaikan kinerja. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara standar manajemen Puskesmas sebagaimana diatur dalam kebijakan kesehatan dengan praktik implementasi di lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif evaluatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pimpinan puskesmas, tenaga kesehatan, penanggung jawab program, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, serta masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengacu pada fungsi manajemen klasik yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), serta pengawasan dan evaluasi (controlling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen di UPTD Puskesmas Tanjung Selor secara umum telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Beberapa kendala utama meliputi perencanaan yang belum sepenuhnya berbasis data, distribusi beban kerja yang tidak merata, keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan data dan sistem informasi, serta mekanisme pengawasan yang masih bersifat administratif. Faktor pendukung implementasi manajemen meliputi ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan, adanya pembinaan dari Dinas Kesehatan, serta komitmen sebagian tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas manajemen Puskesmas memerlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem perencanaan berbasis data, peningkatan koordinasi lintas program, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta kimia tanah. Parameter pengamatan meliputi temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya banjir (fh) dan penyiapan lahan (lp). Evaluasi dilakukan dengan metode pencocokan (matching) antara persyaratan tumbuh tanaman padi sawah berdasarkan kriteria BBPPSLP (2011) dengan kualitas lahan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual di lokasi tersebut tergolong dalam kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai). Faktor pembatas utama yang ditemukan meliputi retensi hara akibat pH tanah yang masam dan rendahnya kandungan bahan organik, serta faktor fisik berupa permeabilitas tanah yang tergolong agak cepat sehingga profil tanah sulit mempertahankan lengas, terutama saat suhu udara ekstrem mencapai 35,48°C. Meskipun demikian, seluruh lahan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian potensial S1 (Sangat Sesuai) melalui upaya perbaikan seperti pengapuran untuk menetralkan pH, pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan hara, serta penerapan teknik pelumpuran (puddling) untuk membentuk lapisan kedap air agar pengelolaan air lebih efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Gedung Gereja GPDI "ELIM" Sanur Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perancangan instalasi listrik pada gedung Gereja GPdI “Elim” dengan tujuan memastikan aspek keamanan dan kesesuaian teknis. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan bahwa distribusi beban pencahayaan terdiri dari 4 titik di area altar, 20 lampu di area jemaat, dan 1 lampu di area teras, di mana jumlah titik lampu di lapangan tersebut telah sesuai dengan data aktual hasil perhitungan. Dalam aspek proteksi kelistrikan, hasil perhitungan evaluasi kapasitas MCB untuk gedung gereja adalah sebesar 25 Ampere dengan penggunaan luas penampang penghantar yang disarankan sebesar 2,5 mm². Sementara itu, pada sistem pembumian, pengukuran awal menunjukkan nilai resistansi tanah sebesar 74,8 Ohm, sehingga untuk meningkatkan standar keamanan, sistem grounding harus dikonfigurasi secara paralel guna mereduksi nilai resistansi hingga mencapai 0,38 Ohm

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Penangkal Petir Eksternal Pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Dengan Metode Sudut Proteksi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Petir dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, sehingga diperlukan sistem penangkal petir sebagai upaya perlindungan. Sistem penangkal petir terdiri atas dua jenis, yaitu sistem eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penangkal petir eksternal pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dengan menggunakan metode sudut proteksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan teknis serta ilustrasi hasil menggunakan perangkat lunak AutoCAD menunjukkan bahwa metode sudut proteksi mampu melindungi seluruh bangunan. Hasil pengukuran nilai tahanan tanah setelah paralel elektroda diperole h sebesar 2,47 Ω, yang telah memenuhi standar ketentuan. Berdasarkan metode sudut proteksi, tingkat proteksi bangunan berada pada kategori IV dengan sudut proteksi 55°, menghasilkan radius perlindungan sebesar 32,77 m dengan cakupan area keseluruhan 65,54 m. Hasil evaluasi membuktikan sistem penangkal petir eksternal pada gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan telah sesuai standar dan efektif dalam melindungi bangunan dari sambaran petir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Pada Kelurahan Selumit Kota Tarakan

2025•

Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang harus selalu terpenuhi, termasuk di Kelurahan Selumit Kota Tarakan yang dilayani PDAM Tirta Alam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jaringan distribusi air bersih dengan menganalisis proyeksi jumlah penduduk, kebutuhan air bersih, serta kinerja hidrolis menggunakan EPANET 2.2 dan kondisi eksisting jaringan pipa, termasuk parameter tekanan, kecepatan aliran, dan kehilangan energi (headloos). Hasil menunjukkan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,31% per tahun dengan proyeksi jumlah penduduk tahun 2033 sebesar 6.821 jiwa sedangkan untuk tahun 2024 sebesar 6.797 jiwa, serta kebutuhan air total meningkat dari 10,242 liter/detik untuk tahun 2024 menjadi 10,424 liter/detik untuk tahun 2033. Simulasi EPANET 2.2 memperlihatkan sebagian besar node memiliki tekanan sesuai standar 5-80 m (0,5-8 atm), kehilangan energi memenuhi standar 0-15 m/km, dan kecepatan aliran masih di bawah kriteria standar 0,3-0,6 m/s. Meskipun beberapa titik mengalami tekanan rendah akibat topografi dan keterbatasan kapasitas pipa. Secara umum, sistem distribusi eksisting masih dapat memenuhi kebutuhan hingga tahun proyeksi, namun diperlukan optimalisasi kapasitas pipa, desain pipa dan penyediaan infrastruktur pendukung agar distribusi air lebih merata dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PERAN GURU TENTANG MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II-A SDN 017 TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas II-A SDN 017 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh temuan bahwa sebagian siswa mash mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti membaca dengan mengeja, kesulitan membedakan huruf, hingga pelafalan yang tidak tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama yakni guru kelas dan tiga siswa kelas II-A. Fokus penelitian diarahkan pada empat peran utama guru, yaitu sebagai motivator, mediator, supervisor, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan keempat peran tersebut dengan efektif. Sebagai motivator, guru mendorong siswa dengan strategi dan media yang menarik. Sebagai mediator, guru menghubungkan siswa dengan materi pembelajaran melalui pendekatan visual dan kontekstual. Sebagai supervisor, guru memantau secara individual perkembangan membaca siswa dan memberikan umpan balik. Sedangkan sebagai evaluator, guru melakukan penilaian secara berkelanjutan guna mengetahui kemajuan dan hambatan yang dialami siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, serta dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa. This study aims to describe the role of teachers in teaching early reading to second-grade students at SDN 017 Tarakan. The background of this study is based on findings that some students still face difficulties in early reading, such as reading by sounding out words, difficulty distinguishing letters, and improper pronunciation. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation, with the primary informants being the class teacher and three second-grade students. The research focused on four leading roles of teachers: motivators, mediators, supervisors, and evaluators in learning to read. The study's results showed that teachers had carried out these four roles effectively. As motivators, teachers encouraged students with interesting strategies and media. As mediators, teachers connected students with learning materials through visual and contextual approaches. As supervisors, teachers monitored students' reading progress individually and provided feedback. Teachers conduct ongoing assessments as evaluators to identify students' progress and obstacles. This study's conclusion indicates that teachers' role is crucial in improving students' early reading skills and can serve as a foundation for designing more effective and responsive learning strategies tailored to students' needs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DALAM SISTEM TUMPANGSARI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DAN JAGUNG (Zea mays L.)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Kacang hijau (Vigna radiata L.) dan jagung (Zea mays L.) merupakan jenis tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan pakan. Oleh karena itu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat, beberapa dari sebagian petani menerapkan sistem budidaya tumpangsari. Salah satu pemicu keberhasilan tumpangsari adalah pengaturan terhadap waktu tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan waktu tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau dan jagung dalam sistem tumpangsari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor dengan 5 perlakuan yaitu; P1: Monokultur tanaman kacang hijau, P2: Monokultur tanaman jagung, P3: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung ditanam pada waktu bersamaan, P4: Tumpangsari dengan penanaman kacang hijau 2 MST jagung, P5: Tumpangsari kacang hijau dengan jagung pada penanaman jagung 2 MST kacang hijau, Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan 3 tanaman per unit percobaan. Data pertumbuhan dan produksi dianalisis dengan Sidik Ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT. Evaluasi hasil tumpangsari dilakukan dengan menghitung nilai LER (Land Equivalent Ratio), RYT (Relative Yield Total), CR (Competitive Ratio) dan AI (Agresivity Index). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman dan produksi jumlah cabang, jumlah polong dan berat brangkasan kering kacang hijau. Perbedaan waktu tanam dalam tumpangsari juga berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tinggi tanaman 2 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun 2 MST dan produksi diameter tongkol dan berat 1000 biji jagung. Berdasarkan nilai evaluasi tumpangsari maka P3 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai LER >1 yaitu 1,45 artinya sistem tumpangsari layak diterapkan, nilai RYT >1 yaitu 1,27 yang mengindikasikan adanya keuntungan, ESP sebesar 0,18, artinya tumpangsari kacang hijau dan jagung ditanam pada waktu bersamaan lebih efektif dari segi waktu dan pemanfaatan sumberdaya lahan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik Pada Gedung Sekolah Dasar 030 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTARK - Instalasi listrik merupakan suatu bagian penting yang terdapat dalam sebuah bagunan atau gedung yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari Kilo Watt Per Hour Meter (KWH) ke titik-titik beban. Dalam melakukan instalasi listrik baik rumah maupun gedung diharuskan untuk mengikuti aturan dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik Tahun 2011 (PUIL 2011). Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt, untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada evaluasi menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 1 fasa (R) sebesar 2599 watt Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada evaluasi menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 2 fasa (S) sebesar 2968 watt Dari hasil perhitungan evaluasi instalasi listrik pada setiap ruangan itu menggunakan jenis lampu TL = 36 watt untuk ruangan koridor menggunakan jenis lampu SL = 20 watt. Pada perancangan menggunakan 3 fasa yaitu R, S, T dimana lantai 3 fasa (T) sebesar 3718 watt Total dari keseluruhan fasa R,S,T adalah 9285 Watt Untuk luas penampang kabel yang digunakan pada setiap beban dari hasil perhitungan yaitu 2,5 mm2, kapasitas MCB fasa R 20 A, fasa S 20 A dan fasa T 20 A. Dari ovservasi pemasangan pentanahan tidak sesui dengan hasil perhitungan. Untuk pentanahan (grounding) pada lokasi penelitian jenis tanah adalah tanah liat dengan nilai pentanahan didapatkan yaitu sebesar 5 ῼ.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Instalasi Listrik pada Gedung Sekolah Dasar Negeri 001 Sebatik Tengah

2025•

Listrik merupakan suatu energi yang berperan sangat penting bagi kehidupan manusia, di zaman ini hampir semua alat pendukung kehidupan manusia membutuhkan energi listrik, seperti lampu penerangan, bahkan dapat dikatakan listrik sudah menjadi kebutuhan mendasar, baik dalam kebutuhan hidup rumah tangga, industri, dan pendidikan. Contohnya seperti sekolah yang merupakan tempat pembelajaran bagi siswa-siswa dan tempat pengawasan bagi para guru, yang dimana sekolah digunakan dalam seminggu sebanyak 5-6 kali, jadi perlu diketahui bahwa fasilitas-fasilitas umum seperti lampu, kipas, speaker, dan lain-lain sangat bergantung pada energi listrik. Namun beberapa sekolah perlu evaluasi yang baik dan matang. Misalnya saja pada Sekolah Dasar Negeri 001, yang berada di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Dari hasil survei yang dilakukan ada beberapa yang tidak sesuai dengan standar PUIL 2011. Dari perhitungan evaluasi pada setiap ruangan menggunakan jenis lampu TL = 36 Watt dan rata-rata ruangan memiliki 12 lampu atau 6 armatur. Untuk luas penampang kabel yang telah dievaluasi sebagian besar menggunakan 2,5 mm2 dan 4 mm2. Namun pada evaluasi ini tidak menggunakan 3 fasa dikarena beban yang tidak melebihi 11,120 Watt dari standar PLN yang digunakan. Jenis tanah adalah tanah liat dengan nilai pentahanan 0,42 ῼ dan telah memenuhi syarat standar PUIL 2011 yaitu 0,5 ῼ

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kemampuan Lahan Pasca Tambang Batu Bara Untuk Pengembangan Tanaman Industri di Desa Bebatu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan lahan akan menjelaskan bahwa lahan yang mempunyai kemampuan tinggi akan mempunyai pilihan penggunaan yang lebih banyak, baik untuk pertanian, kehutanan ataupun tujuan lain. Umumnya lahan yang kemampuannya tinggi juga baik untuk keperluan nonpertanian seperti pemukiman, industri, sarana infra-struktur, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelas kemampuan lahan pada PT. Pipit Mutiara Jaya dI Desa Bebatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengamati morfologi tanah dan karakteristik lahan pada site pengambilan sampel. Penentuan kelas kemampuan lahan digunakan dengan metode pencocokan (matching) berdasarkan klasifikasi kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat enam kelas kemampuan lahan yaitu kelas II di lokasi T5 dan T6, kelas III di lokasi T12, T13, dan T14, kelas IV di lokasi T1, T2, T3, T4, kelas VI di lokasi T9 dan T11, kelas VII di lokasi T10, kelas VIII di lokasi T7 dan T8. Dengan faktor pembatas yang paling dominan yaitu kelerengan, tingkat erosi dan kepekaan erosi. Lahan dengan kelas kemampuan yang memiliki faktor pembatas kelerengan, erosi dan drainase masih memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk diusahakan sebagai tanaman industri. Tanaman yang dipilih berupa spesies yang cepat tumbuh, resisten terhadap kekeringan, dan mampu tumbuh pada tanah yang miskin unsur hara. Penanaman tanaman karet (Hevea brasil-iensis Muell Arg) di lahan bekas tambang dinilai merupakan salah satu alternatif utama untuk mengatasi tidak produktifnya lahan tandus bekas tambang batu bara, dan masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sisa penambangan dan sekaligus memecahkan masalah perekonomian Masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Pelaksanaan Program "Kampus Mengajar" Pada Satuan Pendidikan di Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kampus Mengajar (KM) merupakan bagian dari program MBKM yang didukung langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini dilakukan di SDN 034 dan SDN 012 Tarakan, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan bahwa pelaksanaan KM di sekolah tersebut tidak hanya menimbulkan dampak positif tapi ada juga perspektif negative dari pihak sekolah. Mengingat pelaksanaan KM di sekolah masih banyak kendala, oleh karena itu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui apa saja dampak dari pelaksanaan program tersebut terhadap peningkkatan kualitas Pendidikan di sekolah penugasan; dan 2) Untuk mengetahui apa saja solusi dan rekomendasi yang dapat diberikan untuk meningkatkan efektivitas program KM di sekolah penugasan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif studi kasus dengan menggunakan metode evaluasi proses dan hasil. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dengan instrumen pengumpulan data yaitu lembar wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data reducation, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan tujuan dari KM. membantu dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di sekolah, mengasah jiwa kepemimpinan, soft skill, karakter dalam berinovasi dan berkolaborasi bersama guru serta memberikan inspirasi dan motivasi belajar bagi peserta didik. Solusi dalam penelitian adalah mahasiswa harus memiliki inisiatif dan keuletan selama penugasan di sekolah. Rekomendasi dalam penelitian adalah persiapkan kompetensi yaitu mampu menulis menggunakan EYD, kemampuan literasi dan numerasi harus dipersiapkan, disiplin, bersosialisasi dan kreatif dalam mengembangkan program.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TEXTBOOK EVALUATION CHECKLIST ON ENGLISH TEXTBOOKFOR NINTH GRADE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENT

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kriteria yang diterapkan pada buku bahasa inggris yang berjudul “Think Globally Act Locally” yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan, serta untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pada buku. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter dari Mickley (2005) dan kuesioner yang dibagikan kepada 6 guru penilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki 5 kriteria yaitu isi, kosa kata dan tata bahasa, latihan dan aktivitas, serta daya tarik teks dan riasan fisik. Pada hasil ini menunjukan bahwa isi pada buku ini memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, adapun nilai pada kosa kata dan tata bahsa memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, latihan dan aktifitas memiliki nilai rata-rata 3 yaitu baik, dan yang terakhir daya tarik teks dan riasan fisik mendapatkan nilai rata-rata 3 yaitu baik. Adapun hasil dari kekuatan buku yaitu kosakata buku ini disorot dalam huruf-huruf yang kuat untuk membantu anak-anak mengingat kata-kata yang baru saja mereka dengarkan, sedangkan buku ini memiliki kelemahan yaitu siswa yang terlalu banyak membaca berisiko menjadi bosan. Kesimpulannya, buku ini termasuk buku yang layak digunakan untuk proses mengajar pada siswa kelas sembilan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS REMEDIAL TEACHING MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SEBATIK TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Pembelajaran remedial adalah sebuah kegiatan yang sangat penting dalam keseluruhan proses belajar mengajar. Melalui program remedial, guru berusaha membantu siswa untuk mencapai kesuksesan belajar secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Remedial Teaching pada mata pelajaran biologi kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Subjek penelitiannya yaitu 1 orang guru yang mengajar mata pelajaran Biologi di kelas XI SMA dengan penentuan sampel menggunakan Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yang dilakukan oleh Guru biologi pada perencanaan pengajaran remedial: Guru biologi Meneliti kembali kasus (melakukan diagnosis), dan Pemilihan alternatif tindakan, dan kegiatan yang tidak dilaksanakan yaitu Pemberian layanan Bimbingan dan Konseling. Pada pelaksanaan pengajaran remedial: Remedial dilaksanakan di kelas. Waktu dilaksanakan remedial remedial Setelah Ulangan Akhir Semester (UAS). Metode yang digunakan adalah metode kerja kelompok. Strategi pendekatan remedial yaitu kuratif. Pada evaluasi pengajaran remedial: Guru melakukan pengukuran kembali terhadap prestasi belajar dalam bentuk merangkum materi, guru memberikan Re-evaluasi kepada siswa yang sudah remedial tapi masih belum tuntas dalam bentuk rangkuman. Guru Biologi hanya melakukan re-diagnosis melalui pengamatan pengalaman mengajar setiap proses pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN PENYULUHAN PERTANIAN (MATERI, METODE, MEDIA DAN EVALUASI) DI DESA TIDENG PALE KECAMATAN SESAYAP KABUPATEN TANA TIDUNG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keberhasilan penyuluhan dapat ditunjang oleh penggunaan materi, metode, media dan evaluasi yang sesuai agar tujuan dari kegiatan penyuluhan dapat tercapai. Hasil observasi awal di Desa Tideng Pale petani belum memahami dan menerima tentang informasi pertanian secara menyeluruh. Dengan demikian penyebaran informasi yang dilakukan oleh penyuluh belum cukup memadai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) yang dilakukan oleh penyuluh di Desa Tideng Pale dan mengetahui persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dan Analisis Skala Likert dengan 25 responden dengan penentuan sampel Qouta Sampling dan key informan sebanyak 7 key informan dengan teknik Snowball Sampling. Hasil penelitian penyuluh di Desa Tideng Pale menggunakan Materi yang di dasarkan oleh keadaan, kebutuhan dan kondisi petani. Metode yang digunakan oleh penyuluh yaitu teknik komunikasi secara langsung dan tidak langsung dengan jenis metode anjangsana, sekolah lapang, demonstrasi dan diskusi. Media yang di gunakan yaitu brosur dan leaflet dan alat bantu. Evaluasi yang dilakukan oleh penyuluh dengan 4 kondisi yaitu sebelum kegiatan/program, pada saat kegiatan/program, setelah kegiatan/program penyuluhan, dan pada saat di perbaiki dan di terapkan dengan alat instrumen kusioner dan wawancara. Hasil penelitian tentang persepsi petani terhadap penyuluhan pertanian (materi, metode, media dan evaluasi) di Desa Tideng Pale diperoleh hasil skor sebesar 37,44 yang termasuk kategori tinggi. Indikator materi termasuk kategori tinggi dengan skor 14,88. Indikator metode termasuk kategori tinggi dengan skor 8,48. Indikator media termasuk kategori sedang dengan skor 5,68. Indikator evaluasi termasuk kategori tinggi dengan skor 5,40.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA TABUR LESTARI KECAMATAN SEIMENGGARIS KABUPATEN NUNUKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk pengembangan dan peningkatan produktivitas komoditas tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tabur Lestari Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan pada bulan Mei hingga Oktober 2022. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya erosi (eh), bahaya banjir (fh), dan penyiapan lahan (lp). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis data yang dihimpun adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian lahan untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Tabur Lestari cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas retensi hara (nr) dan bahaya erosi (eh). Tingkat faktor pembatas retensi hara termasuk kategori rendah hingga sedang. Sedangkan bahaya erosi masuk kategori se-dang hinga berat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI PENYELESAIAN SOAL HOTS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA NEGERI 3 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis High Order Thinking Skills siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan pada materi biologi khususnya pada materi sistem pencernaan dan sistem ekskresi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan yaitu 145 siswa, sedangkan sampel penelitian yaitu siswa kelas XI MIPA yang berjumlah 107 siswa dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Data diperoleh berdasarkan skor yang dihasilkan dari soal HOTS berbentuk pilihan ganda yang diberikan pada siswa berjumlah 50 soal. Dengan cara perhitungan yaitu skor yang diperoleh siswa dibagi skor maksimum dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan persentase High Order Thinking Skills siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai persentase 54%.Selanjutnya persentase pada indikator menganalisis termasuk dalam kategori cukup dengan nilai persentase 61%, indikator mengevaluasi termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai persentase 50% dan indikator mencipta termasuk dalam kategori sangat kurang dengan nilai persentase 44%. Dengan demikian diperlukan peningkatan High Order Thinking Skills siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail