Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Batubara
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. BUKIT ASAM BERDASARKAN RASIO PROFITABILITAS (PERIODE 2020-2024)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Bukit Asam selama periode 2020-2024 menggunakan rasio profitabilitas, yang merupakan indikator utama efesiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari sumber daya yang dimiliki. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif, data laporan laba rugi dan posisi keuangan perusahaan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan enam jenis rasio profitabilitas (GPM, OPM, NPM, ROA, ROE, ROI) dengan bantuan Microsoft Excel. Temuan menunjukkan bahwa kinerja profitabilitas PT. Bukit Asam mengalami fluktuasi signifikan, mencapai puncaknya pada 2020-2022 karena tingginya harga batubara global, namun kemudian menurun drastis pada 2023-2024 akibat melemahnya harga komoditas dan peningkatan biaya operasional. menyimpilkan bahwa profitabilitas perusahaan sangat bergantung pada kondisi pasar eksernal dan efektivitas pengelolaan asset belum konsisten.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kemampuan Lahan Pasca Tambang Batu Bara Untuk Pengembangan Tanaman Industri di Desa Bebatu

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan lahan akan menjelaskan bahwa lahan yang mempunyai kemampuan tinggi akan mempunyai pilihan penggunaan yang lebih banyak, baik untuk pertanian, kehutanan ataupun tujuan lain. Umumnya lahan yang kemampuannya tinggi juga baik untuk keperluan nonpertanian seperti pemukiman, industri, sarana infra-struktur, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kelas kemampuan lahan pada PT. Pipit Mutiara Jaya dI Desa Bebatu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengamati morfologi tanah dan karakteristik lahan pada site pengambilan sampel. Penentuan kelas kemampuan lahan digunakan dengan metode pencocokan (matching) berdasarkan klasifikasi kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat enam kelas kemampuan lahan yaitu kelas II di lokasi T5 dan T6, kelas III di lokasi T12, T13, dan T14, kelas IV di lokasi T1, T2, T3, T4, kelas VI di lokasi T9 dan T11, kelas VII di lokasi T10, kelas VIII di lokasi T7 dan T8. Dengan faktor pembatas yang paling dominan yaitu kelerengan, tingkat erosi dan kepekaan erosi. Lahan dengan kelas kemampuan yang memiliki faktor pembatas kelerengan, erosi dan drainase masih memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk diusahakan sebagai tanaman industri. Tanaman yang dipilih berupa spesies yang cepat tumbuh, resisten terhadap kekeringan, dan mampu tumbuh pada tanah yang miskin unsur hara. Penanaman tanaman karet (Hevea brasil-iensis Muell Arg) di lahan bekas tambang dinilai merupakan salah satu alternatif utama untuk mengatasi tidak produktifnya lahan tandus bekas tambang batu bara, dan masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sisa penambangan dan sekaligus memecahkan masalah perekonomian Masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPOR BATUBARA INDONESIA

2024•

ABSTRAK EKSPOR BATUBARA INDONESIA Karina Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekspor batubara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Macrotrends. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2012-2022 dengan menggunakan triwulan I-IV. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Error Correction Model (ECM), dan pemetaan tipologi klassen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga batubara dunia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga minyak bumi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Rupiah terhadap Yuan berpengaruh positif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Yen terhadap ekspor batubara berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel nilai tukar Rupiah terhadap Won berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Kemudian pada uji simultan dalam jangka panjang semua variabel bebas harga batubara dunia, harga minyak bumi, nilai tukar yuan, nilai tukar yen, nilai tukar won berpengaruh signifikan terhadap ekspor batubara, sedangkan dalam jangka pendek secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan. Pada hasil analisis tipologi klassen pemetaan harga batubara dunia terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV (Tertinggal/Tertekan), dan tipologi klassen pemetaan harga minyak bumi terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV(Tertinggal/Tertekan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH HARGA EMAS DUNIA, HARGA MINYAK DUNIA, DAN HARGA BATUBARA TERHADAP INDEX SAHAM GABUNGAN SEKTOR PERTAMBANGAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh harga emas dunia, harga minyak dunia, dan harga batubara terhadap pergerakan indeks saham gabungan sector pertambangan (JKMING). Penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan model vector error correction model (VECM) dikarenakan menghasilkan output selain melihat pengaruh juga meghasilkan keseimbangan jangka pedenk dan panjang serta kecepatan variable dalam menuju keseimbangan panjangnya kembali, untuk dapat menjadi tolak ukur investor sehingga meningkatkan minat investasi masyarakat sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data harian mulai dari januari 2009 sampai oktober 2019 dengan jumlah sampel 2632. Dalam uji kointegrasi dengan pendekatan Johansen menunjukan semua variable memiliki kointegrasi jangka panjang. Dalam uji estimasi VECM menjelaskan untuk jangka pendek variable harga minyak tidak signifikan dalam mempengaruhi indeks pertambangan, sedangkan batubara dan emas secara signifikan mempengaruhi namun emas memiliki pengaruh yang negative. Untuk jangka panjang semua variable menunjukan signifikan namun hanya emas yang memiliki pengaruh positif. Hasil uji Impulse Response Function (IRF) menunjukan harga minyak and batubara memiliki kecenderungan positif terhadap pergerakan JKMING sedangkan harga emas memiliki kecenderungan nilai negative. Hasil uji Forecast Errir Variance Decomposition (FEVD) meghasilkan variable yang memiliki proporsi terbesar mempengaruhi JKMING adalah pertama batubara, kedua emas, dan ketiga minyak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail