ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Price/Harga (X1), Product/Produk (X2), Place/Tempat (X3), dan Promotion/Promosi (X4) terhadap Keputusan Pembelian (Y) minyak kayu putih Cap Burung Kenawai di UPT. KPH Kota Tarakan, baik secara simultan maupun parsial, serta menentukan variabel dalam marketing mix 4P yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap Keputusan Pembelian. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada konsumen minyak kayu putih Cap Burung Kenawai. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Price/Harga, Product/Produk, Place/Tempat, dan Promotion/Promosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai signifikansi pada uji F sebesar 0,000 0,05. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa Product/Produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian, sedangkan Price/Harga (X1), Place/Tempat (X3), dan Promotion/Promosi (X4) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Product/Produk (X2) menjadi variabel yang paling dominan terhadap Keputusan Pembelian karena memiliki nilai Standardized Coefficients Beta paling tinggi, yaitu sebesar 0,488, dengan nilai signifikansi 0,006 0,05. Nilai koefisien yang positif menunjukkan bahwa peningkatan persepsi konsumen terhadap kualitas produk diikuti oleh kecenderungan meningkatnya keputusan pembelian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi pernapasan akibat penumpukan sekret di jalan napas. Penumpukan sekret pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas yang ditandai dengan batuk, sesak, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk membantu mobilisasi sekret, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki pola pernapasan. Penerapan fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan aromaterapi minyak kayu putih dilakukan pada dua pasien dengan diagnosis TB paru masing – masing dilakukan 1 kali sehari dengan durasi waktu 10 menit dan dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Hasil pengkajian awal pasien pertama sebelum dilakukan inttervensi frekuensi pernapasan 32 kali/menit setelah dilakukan intervensi selama 3 hari berturut – urut frekuensi napas menjadi 27 kali/menit dan pada pasien kedua dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit. Intervensi memberikan hasil yang baik dalam membantu memperbaiki bersihan jalan napas dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat TB paru
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan banyak pilihan merek di pasaran. Di Kecamatan Sebatik Utara. Sebagai wilayah perbatasan, Kecamatan Sebatik Utara memiliki karakteristik konsumsi yang unik, karena masyarakat tidak hanya mengenal produk dalam negeri, tetapi juga produk minyak goreng dari Malaysia. Kondisi ini menjadikan persaingan antar merek semakin ketat, sehingga pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan merek menjadi hal yang penting Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemasaran minyak goreng dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang berada di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Kesadaran Merek (X₁) dan Persepsi Kualitas (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pemilihan Merek (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Namun, secara parsial hanya Persepsi Kualitas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek, sedangkan Kesadaran Merek tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan kualitas produk dibandingkan tingkat popularitas atau pengenalan merek dalam menentukan pilihan minyak goreng.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Biskuit merupakan produk pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional melalui fortifikasi minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak ikan terhadap kadar protein, kadar lemak, profil asam lemak, dan tingkat penerimaan konsumen terhadap produk biskuit. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan tiga perlakuan, yaitu F0 (0%), F1 (1%), dan F2 (2%) sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein sebesar 10,76% dan kadar lemak 7,20% pada produk biskuit. Profil asam lemak yang diperoleh SFA dari 10,4089% menjadi 13,3986%, MUFA dari 6,6527% menjadi 8,5512%, dan PUFA dari 1,6954% menjadi 2,2102%. Berdasarkan uji hedonik yang telah dilakukan pada atribut rasa, tingkat penerimaan konsumen yaitu pada perlakuan F1 (1%) sebagai formulasi yang paling disukai panelis. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi minyak ikan sebesar 1% menghasilkan biskuit dengan tingkat penerimaan terbaik serta meningkatkan kandungan asam lemak produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan praproses yang berbeda terhadap karakter fisik dan kimia minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) serta menentukan perlakuan yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi batang serai utuh dan dicacah yang dikeringkan pada suhu 50°C, 60°C, dan 70°C sebelum proses distilasi uap. Parameter yang diamati meliputi kadar air bahan baku, kadar air dalam minyak, indeks bias, rendemen, kadar sitronelal, kadar sitronelol, dan warna minyak atsiri. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan praproses berpengaruh terhadap karakter fisik dan kimia minyak atsiri serai wangi. Perlakuan pengeringan dan bentuk bahan mampu memengaruhi kadar air, rendemen, indeks bias, serta kandungan sitronelal dan sitronelol sehingga berpengaruh terhadap mutu minyak yang dihasilkan. Perlakuan praproses yang tepat menghasilkan minyak dengan kualitas lebih baik dan mendekati persyaratan Standar Nasional Indonesia. Penelitian ini memberikan informasi mengenai teknik praproses yang dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu minyak atsiri serai wangi sebagai bahan baku industri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kualitas dan kuantitas minyak nilam sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi dan lama waktu ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pelarut dan lama ekstraksi serta interaksinya terhadap hasil dan kualitas minyak nilam. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2025 di Laboratorium Nutrisi Fakultas Perikanan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu jenis pelarut (aquades, etanol 96%, dan heksana) serta lama ekstraksi (30, 60, dan 90 menit), dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi volume minyak, rendemen minyak, warna, indeks bias, dan kadar patchouli alkohol. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf kepercayaan 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh nyata terhadap nilai indeks bias minyak nilam, sedangkan lama ekstraksi dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen dan volume minyak. Seluruh perlakuan menghasilkan warna minyak kuning muda dan kadar patchouli alkohol ≥30% yang telah memenuhi standar SNI minyak nilam. Dengan demikian, pemilihan jenis pelarut yang tepat berperan penting dalam menentukan kualitas minyak nilam yang dihasilkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kota Tarakan merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan kasus tinggi setiap tahunnya. Fogging konvensional menggunakan bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi kesehatan dan mahal. Limbah minyak jelantah melimpah di rumah tangga namun belum dimanfaatkan secara optimal. Mengembangkan FOLI-JET (Fogging Liquid Jelantah Technology) sebagai alat fogging portable berbasis biodiesel minyak jelantah serta menguji fungsi alat dan respons masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui survei ketersediaan jelantah (50 rumah tangga), wawancara analisis kebutuhan (10 responden), uji fungsi alat (3 kali ulangan), dan kuesioner respons masyarakat (15 responden) dengan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Survei menunjukkan 90% rumah tangga menghasilkan minyak jelantah dengan rata-rata 0,75 liter per minggu, namun 70% masih membuang ke saluran air. Uji fungsi alat menunjukkan FOLI-JET berhasil menyala, api stabil, dan menghasilkan asap kontinu pada 100% ulangan. Respons masyarakat terhadap FOLI-JET positif dengan rata-rata persentase 82,8%. Aspek tertinggi adalah manfaat (85%) dan kemudahan (85%), sedangkan aspek keamanan mencapai 78,3%. FOLI-JET layak digunakan sebagai alat fogging portable berbasis biodiesel minyak jelantah ditinjau dari aspek fungsi dan respons masyarakat. Alat ini dapat menjadi alternatif fogging yang murah, aman, dan ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Minyak ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu produk hasil perikanan perikanan yang bernilai gizi tinggi, terutama kaya akan EPA dan DHA, namun sangat rentan mengalami oksidasi selama penyimpanan. Oksidasi ini menyebabkan penurunan mutu minyak melalui peningkatan kadar asam lemak bebas dan nilai peroksida. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas minyak ikan bandeng dengan penambahan bubuk bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai antioksidan alami selama penyimpanan. Minyak diekstrak dari jeroan ikan bandeng menggunakan metode dry rendering pada suhu 60°C selama 1 jam dan dianalisis nilai rendemennya. Selanjutnya, sampel diberi beberapa perlakuan yaitu 0 gram (tanpa penambahan bubuk bawang dayak) sebagai kontrol, penambahan 1 gram bubuk bawang dayak, dan penambahan 2 gram bubuk bawang dayak per 100 gram minyak. Sampel disimpan selama 16 hari dan dianalisis nilai asam lemak bebas dan nilai peroksidanya. Hasil penelitian menunjukkan rendemen yang diperoleh dari hasil ekstraksi jeroan ikan bandeng sebesar 4,1%. Penambahan bubuk bawang dayak berpengaruh dalam menekan laju oksidasi dengan perlakuan terbaik yaitu pada penambahan bubuk bawang dayak sebanyak 2 gram dengan nilai parameter oksidasi asam lemak bebas sebesar 0,44% dan nilai peroksida 1,3 mEq/kg. Nilai ini telah memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA ≤ 1,5 % dan PV ≤ 5 mEq/kg). Dengan demikian, penggunaan bubuk bawang dayak berpotensi dalam menjaga stabilitas minyak ikan bandeng selama penyimpanan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami dalam industri pengolahan hasil perikanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas yang meliputi hidung dan faring, sebagian besar infeksi disebabkan oleh bakteri dan virus. Terapi inhalasi uap minyak kayu putih adalah terapi dengan menggunakan uap minyak kayu putih untuk mengatasi masalah pernapasan, mengurangi gangguan fungsi bersihan jalan napas dengan mengencerkan dahak, memperlancar pernapasan (memperlebar saluran udara), mengurangi peradangan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ners ini yaitu untuk menerapkan pemberian terapi inhalasi uap minyak kayu putih terhadap anak dengan infeksi saluran pernapasan akut. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 2 anak dengan pemberian terapi selama 3 hari sesuai dengan SPO. Sebelum dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih, terdengar suara napas tambahan ronkhi pada kedua pasien dan frekuensi pernapasan di atas normal. Setelah dilakukan terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari, didapatkan perubahan suara napas ronkhi menurun dan frekuensi pernapasan dalam batas normal. Asuhan keperawatan diberikan kepada pasien anak dengan ISPA dengan diagnosis keperawatan utama bersihan jalan napas tidak efektif dengan intervensi terapi inhalasi uap minyak kayu putih selama 3 hari. Setelah 3 hari dilakukan penerapan terapi inhalasi minyak kayu putih didapatkan hasil adanya peningkatan bersihan jalan napas pada pasien yang ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak dan batuk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan mengangkat pohon kapur sebagai materi pembelajaran pada BAB V “Ini Khas Daerahku” untuk siswa kelas IV SDN 003 Malinau Selatan Hilir. Modul dikembangkan sebagai solusi atas kurangnya bahan ajar kontekstual yang memuat potensi lokal di lingkungan sekolah, khususnya di Desa Setarap, Malinau Selatan Hilir. Dengan metode Research & Development (R&D) menggunakan model ADDIE, tahapan ini mencakup Analysis, Design, Development, Implementation, Dan Evaluation. Berdasarkan hasil validasi modul yang dihasilkan masuk dalam kategori sangat layak, dengan rata-rata kevalidan memperoleh presentase skor sebesar 90,96%, berdasarkan penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan praktisi. Selain itu hasil angket respon peserta didik untuk kemenarikan modul memperoleh skor 88,13% yang juga termasuk dalam kategori sangat menarik. Modul ini mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam bentuk teks, gambar, ilustrasi, serta kegiatan belajar kontekstual, dan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Dengan demikian, modul ini dinyatakan layak dan menarik untuk dimanfaatkan pada kegiatan pembelajaran IPAS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Riset di negara berkembang menunjukkan bahwa 20 – 35 % kematian bayi dan anak balita disebabkan oleh ISPA. Diperkirakan 2 – 5 juta bayi dan anak balita diberbagai negara setiap tahun mati karena infeksi saluran pernafasan akut. ISPA merupakan penyakit yang menginfeksi saluran pernapasan atas maupun bawah yang berlangsung hingga 14 hari dengan beberapa gejala yang muncul yaitu demam, batuk, pilek. Clapping atau Chest Percussion adalah fisioterapi dada yang dilakukan dengan cara menepuk dengan telapak tangan membentuk seperti cup pada bagian tulang dada anterior (depan) dan posterior (belakang) dengan tujuan mengeluarkan secret yang terperangkap di saluran pernapasan anak. Sedangkan terapi uap minyak kayu putih merupakan salah satu upaya nonfarmakologi dalam penanganan ISPA yaitu dengan memberikan beberapa tetes minyak kayu putih dalam air hangat cenderung panas sekitar 45 ° C selanjutnya akan dihirup oleh anak selama 10 menit. Terapi uap minyak kayu putih dapat melegakan pernapasan, mengurangi hidung tersumbat, secret lebih encer sehingga mudah dikeluarkan. Minyak kayu putih bersifat dekongestan sehingga meningkatkan bersihan jalan napas pada penderita ISPA. Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah ingin melihat bagaimana pengaruh pemberian clapping dada dan terapi uap minyak kayu putih terhadap frekuensi pernapasan, bunyi tambahan dan pengeluaran secret pada anak. Jenis penelitian ini adalah studi kasus berupa asuhan kebidanan pada balita dengan Infeksi Saluran pernapasan akut menggunakan Teknik clapping/perkusi dada dan terapi uap minyak kayu putih. Hasil asuhan kebidanan ini ditemukan bahwa ada perbaikan frekuensi nafas, pengurangan bunyi nafas tambahan dan pengeluaran sputum yang lebih encer pada anak setelah mendaparkan perlakuan selama tiga hari berturut-turut dan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu permasalahan calon akseptor implan yaitu mengalami kecemasan. Gangguan kecemasan yang dialami calon akseptor alat kontrasepsi implan tersebut membayangkan berlebihan dan kekhawatiran terus menerus. Sehingga dapat mempengaruhi kinerja bidan untuk pemasangan implan. Oleh karena itu penerapan penggunaan minyak essensial lavender dengan diffuser berisi 30 ml air dengan 15 tetes sejauh 20 cm dari pasien selama 5 – 10 menit dapat mengurangi kecemasan pada calon akseptor alat kontrasepsi Implan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif objektif untuk mendapatkan gambaran tentang studi kasusnya, untuk subyek dari studi kasus ini dengan Ny. T yang ingin melakukan alat kontrasepsi implan tetapi Ny. T mengalami kecemasan pada saat pemasangan implan. Hasil menunjukkan berkurang gejala cemas dengan Skala VAS dari kategori parah menjadi ringan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah penerapan aroma terapi minyak essensial lavender dalam mengurangi keluhan kecemasan pada ibu akseptor alat kontrasepsi implan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting di Indonesia. Daging ikan bandeng mengandung protein 20-24%, lemak 4-8%, dan mineral 1,2-1,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi minyak jeroan ikan bandeng (Chanos chanos) yang dimurnikan menggunakan adsorben Magnesol XL. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif, Metode ini menggunakan 4 pengujian Rendeman, Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA), Peroksida/peroxide velue (PV) dan Profil asam lemak Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 70oC selama 1 jam, hasil yang diperoleh dihitung nilai rendemennya. Nilai rendemen minyak ikan bandeng sebesar 16,90%. dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,74%, nilai peroksida sebesar 3,6 mEq/kg, Hasil uji asam lemak diperoleh SFA sebesar 4,01%, MUFA sebesar 6,65%, dan PUFA sebesar 86,13%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Karakteristik Minyak Hati Ikan Manyung (Arius Sp.) yang Telah Dimurnikan Abstrak Ikan manyung (Arius sp.) merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan banyak diolah menjadi produk-produk diversifkasi Di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, daging ikan manyung banyak dikonsumsi, namun bagian hati hanya terbuang dan menjadi limbah hasil samping olahan ikan. Salah satu upaya agar hati ikan manyung dapat dimanfaatkan, maka dibuatlah produk minyak ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis formula terbaik pada penambahan magnesol XL, serta menganalisis rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), dan nilai peroksida/ peroxide value (PV). Pemurnian minyak ikan dalam penelitian ini dilakukan melalui proses bleaching menggunakan adsorben Magnesol XL dengan varian konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL pada konsentrasi 5% merupakan formula terbaik untuk indikator peroxide value. Nilai rendemen minyak ikan manyung (Arius sp.) yang diperoleh sebesar 32,2%, nilai asam lemak bebas 1,79%, dan nilai peroksida yaitu 4,93 mEq/kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK EKSPOR BATUBARA INDONESIA Karina Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekspor batubara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Macrotrends. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2012-2022 dengan menggunakan triwulan I-IV. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Error Correction Model (ECM), dan pemetaan tipologi klassen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga batubara dunia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga minyak bumi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Rupiah terhadap Yuan berpengaruh positif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Yen terhadap ekspor batubara berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel nilai tukar Rupiah terhadap Won berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Kemudian pada uji simultan dalam jangka panjang semua variabel bebas harga batubara dunia, harga minyak bumi, nilai tukar yuan, nilai tukar yen, nilai tukar won berpengaruh signifikan terhadap ekspor batubara, sedangkan dalam jangka pendek secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan. Pada hasil analisis tipologi klassen pemetaan harga batubara dunia terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV (Tertinggal/Tertekan), dan tipologi klassen pemetaan harga minyak bumi terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV(Tertinggal/Tertekan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Ikan bulan-bulan (Megalops sp) merupakan jenis ikan hasil tangkapan sampingan (HTS). Umumnya, daging ikan ini diolah menjadi berbagai macam produk diversifikasi, tetapi limbah hasil samping olahan tidak dimanfaatkan. Padahal, limbah ikan bulan- bulan memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti minyak ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Magnesol XL terbaik pada proses bleaching minyak ikan dan menganalisis karakteristik kimia minyak ikan bulan-bulan yang dihasilkan, seperti nilai rendemen, nilai asam lemak bebas/free fatty acid (FFA), nilai peroksida/peroxide value (PV), dan profil asam lemak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 tahap, yaitu ekstraksi jeroan ikan bulan-bulan secara dry rendering pada suhu 60oC selama 1 jam dan pemurnian minyak ikan melalui proses bleaching dengan penambahan adsorben Magnesol XL 1%, 3% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan Magnesol XL terbaik pada konsentrasi 5%. Nilai rendemen minyak ikan bulan-bulan sebesar 72%. Karakteristik minyak ikan yang diperoleh, yaitu nilai asam lemak bebas 0,41%, nilai peroksida sebesar 3 mEq/kg, dan asam lemak dominan yaitu asam palmitat 32,20%. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan yang diberi adsorben Magnesol XL pada konsentrasi 5% memenuhi International Fish Oil Standard/IFOS (FFA: ≤ 1,50% dan PV: ≤ 5,00 mEq/kg).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ibu hamil sering mengalami muntah, yang dapat mengurangi asupan nutrisi mereka. Sekitar 60-80% ibu hamil primigravida dan 40-60% ibu hamil multigravida mengalami mual muntah; kondisi ini dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum, yang dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan janin. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan, banyak ibu hamil mengalami muntah, terutama di Puskesmas Karang Rejo. Aromaterapi sereh diketahui memiliki efek relaksasi dan dapat mengurangi gejala mual muntah, sehingga menarik untuk diteliti sebagai intervensi bagi ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi sereh untuk mengurangi frekuensi emesis gravidarum di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan sekaligus dalam satu waktu menggunakan pendekatan eksperimental. Desain pre-eksperiment berbentuk rancangan one group pretest–posttest. Desain ini bertujuan mengetahui jumlah frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester satu sebelum dan setelah di berikan aromaterapi sereh sitronela. Sampel diambil menggunakan teknik kuota sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumentt yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PUQE-24 HOURS. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian aromaterapi minyak sereh sitronela dengan frekuensi emesis gravidarum ibu hamil dengan p-value = 0,015. Adanya pengaruh ini dapat dilihat dari nilai rata-rata (mean) frekuensi emesis gravidarum ibu hamil sesudah diberikan aromaterapi minyak sereh sitronela yang lebih besar yaitu 35,6 lebih besar atau lebih baik dari rata-rata nilai frekuensi emesis gravidarum ibu hamil sebelum diberikan aromaterapi minyak sereh sitronela yaitu 25,4 ini menunjukan bahwa aromaterapi sereh dapat mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil