Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

26 hasil
Subjek: Aromaterapi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN KOMBINASI FISIOTERAPI DADA DAN INHALASI AROMATHERAPI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP PERBAIKAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN SESAK

2026•

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi pernapasan akibat penumpukan sekret di jalan napas. Penumpukan sekret pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas yang ditandai dengan batuk, sesak, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk membantu mobilisasi sekret, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki pola pernapasan. Penerapan fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan aromaterapi minyak kayu putih dilakukan pada dua pasien dengan diagnosis TB paru masing – masing dilakukan 1 kali sehari dengan durasi waktu 10 menit dan dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Hasil pengkajian awal pasien pertama sebelum dilakukan inttervensi frekuensi pernapasan 32 kali/menit setelah dilakukan intervensi selama 3 hari berturut – urut frekuensi napas menjadi 27 kali/menit dan pada pasien kedua dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit. Intervensi memberikan hasil yang baik dalam membantu memperbaiki bersihan jalan napas dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat TB paru

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN INHALASI DIFFUSER DENGAN AROMA TERAPI PEPPERMINT DALAM PENINGKATAN BERSIHAN JALAN NAFAS PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG ANGGREK B RSUD dr.H. JUSUF SK KOTA TARAKA

2026•

Pneumonia merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun, yang memicu peningkatan produksi sekret dan menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas. Terapi non-farmakologis, seperti penggunaan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint, berpotensi sebagai intervensi pendukung untuk mengencerkan sekret dan memperbaiki pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint dalam menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Metode yang digunakan adalah deskriptif studi kasus dengan subjek dua pasien anak (An. N dan An. K, usia 5 tahun) yang mengalami ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat pneumonia. Intervensi dilakukan selama tiga hari perawatan dengan durasi 15–20 menit per sesi menggunakan diffuser ultrasonik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pemberian terapi selama 3x24 jam, terjadi perbaikan klinis yang signifikan pada kedua pasien. Frekuensi pernapasan (RR) menurun dari rentang 42- 44x/menit menjadi 22x/menit (mendekati rentang normal), saturasi oksigen (SpO2) meningkat dari 94% menjadi 98%, serta suara napas tambahan ronchi berkurang drastis atau hilang. Sputum yang semula kental dan berwarna kuning kehijauan menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan inhalasi diffuser dengan aromaterapi peppermint efektif sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan bersihan jalan napas, mengencerkan sekret, dan menurunkan frekuensi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Disarankan bagi tenaga keperawatan untuk mempertimbangkan intervensi ini sebagai bagian dari standar prosedur operasional (SPO) asuhan keperawatan komplementer pada kasus gangguan sistem respirasi anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN KOMBINASI SWEDISH MASSAGE DAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA DENGAN HIPERTENSI

2026•

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis berbahaya (silent killer) dengan prevalensi yang terus meningkat secara global maupun nasional. Tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Pengendalian hipertensi di lingkungan masyarakat masih sangat didominasi oleh terapi farmakologis, sedangkan intervensi non-farmakologis yang bersifat komplementer dan aman belum dimanfaatkan secara optimal oleh perawat maupun keluarga pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi setelah pemberian kolaborasi swedish massage dan aromaterapi lavender melalui pendekatan asuhan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua pasien dewasa dengan diagnosa hipertensi grade 2. Setelah dilakukan implementasi keperawatan selama 4 hari, kedua pasien mengalami penurunan tekanan darah. Tekanan darah Ny. W mengalami penurunan sebesar 32 mmHg, dan Ny. M mencatat penurunan tekanan darah sebesar 12 mmHg. Penerapan kombinasi swedish massage dan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah pada orang dewasa dengan hipertensi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB IMPLAN DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PRA PEMASANGAN IMPLAN DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keluarga Berencana (KB) adalah upaya yang dilakukan untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dalam memenuhi hak reproduksi, membentuk keluarga dengan usia yang ideal, mengatur jumlah kehamilan yang diinginkan, mengatur jumlah anak, serta menentukan usia melahirkan yang sesuai guna membangun kesejahteraan anak (BKKBN, 2021). Kontrasepsi Implan bisa menjadi salah satu pilihan metode pengendalian kehamilan jangka panjang. Implan berbentuk kapsul silastik yang mengandung hormon progestin, dan ditempatkan di bawah kulit. Aromaterapi merupakan metode terapi komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan spiritual. Terapi ini diketahui dapat membantu menurunkan nyeri serta mengurangi tingkat kecemasan (Dewi, 2022). Aromaterapi lavender bekerja melalui stimulasi sistem limbik di otak, yaitu pusat pengatur emosi dan memori yang terhubung dengan indra penciuman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan Asuhan kebidananpada akseptor kontrasepsi Implan dengan pemberian Aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pra pemasangan implan di Puskesman Gunung Lingkas Kota Tarakan 2026. Metode penelitian Pada Asuhan Kebidanan ini menggunakan pendekatan studi kasus (Case study). Hasil penelitian asuhan kebidanan akseptor KB Implan dengan pemberian Aromaterapi Lavender terjadi penurunan kecemasan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada akseptor KB Implan di Puskemas Gunung Lingkas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LEMON (CITRUS) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LEMON (CITRUS) TERHADAP PENURUNAN NYERI MENSTRUASI ABSTRAK Nyeri menstruasi merupakan keluhan nyeri haid yang paling umum dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi nonfarmakologis, seperti aromaterapi lemon (Citrus), telah banyak diteliti sebagai metode komplementer untuk menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri.Metode: Studi kasus dilakukan pada Nn. Sr, remaja berusia 14 tahun dengan keluhan nyeri menstruasi (skor nyeri 7 pada Numeric Rating Scale). Intervensi yang diberikan berupa inhalasi aromaterapi lemon sebanyak 6 tetes dalam 200 ml air menggunakan diffuser selama 30 menit, dengan jarak 50–100 cm dari pasien, selama tiga hari berturut-turut. Kualitas nyeri diukur sebelum, selama, dan setelah intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Setelah intervensi selama 3 hari berturut-turut , skor nyeri menurun dari 7 menjadi 6 dan 4. Pasien melaporkan rasa nyaman, relaksasi, dan nyeri yang tidak lagi mengganggu aktivitas sehari-hari. Penurunan nyeri diduga terkait dengan efek limonene dalam aromaterapi lemon yang merilekskan otot dan menurunkan kecemasan melalui stimulasi sistem limbik dan pelepasan neurokimia analgesik, seperti enkefalin dan serotonin. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas aromaterapi lemon dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi hingga 30–40%.Kesimpulan: Aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri menstruasi pada remaja putri dan dapat menjadi salah satu metode nonfarmakologis yang aman serta mudah diterapkan. Terapi ini mendukung pendekatan holistik dalam asuhan kebidanan dengan memperhatikan keseimbangan fisik, psikologis, dan emosional pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “S” DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLLA) TERHADAP PENGURANGAN MUAL (NAUSEA) PADA KEHAMILAN TRIMESTER I

2025•

Mual dan muntah merupakan keluhan umum pada ibu hamil, terutama pada trimester pertama, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup ibu. Aromaterapi menggunakan minyak esensial jeruk nipis diketahui memiliki efek menyegarkan dan dapat membantu mengurangi rasa mual. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan menurunkan frekuensi mual dan muntah melalui pemberian aromaterapi jeruk nipis. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan intervensi dilakukan pada Ny. A, ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah. Terapi berupa inhalasi aromaterapi jeruk nipis diberikan selama 15 menit setiap dua kai sehari selama 1 hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan instrumen PUQE-24 untuk mengukur frekuensi mual dan muntah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, frekuensi mual dan muntah subjek mencapai 13 kali dalam 24 jam dengan kategori berat, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 12 kali dalam 24 jam dengan kategori sedang. Subjek juga melaporkan rasa lebih nyaman, lebih rileks, dan mengurangi ketidaknyamanan akibat mual. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi jeruk nipis terbukti membantu menurunkan frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR DI PUSKESMAS KARANG REJO

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gangguan tidur merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu nifas akibat perubahan fisiologis dan psikologis pascapersalinan. Kondisi ini dapat mengganggu proses pemulihan, keseimbangan emosional, serta kelancaran menyusui. Prevalensi gangguan tidur pada ibu nifas tercatat sebesar 74,7% di Amerika Utara, 53,6% di Asia, dan 50,4% di Eropa. Di Indonesia sendiri, gangguan tidur pada ibu nifas juga menjadi perhatian, karena dapat berkontribusi terhadap tingginya angka postpartum blues, yang tercatat mencapai 50–70%. Aromaterapi lavender menjadi salah satu metode non farmakologi dalam membantu ibu mengatasi gangguan tidur. Kandungan linalool dan linalyl acetate dalam minyak lavender diketahui memiliki efek relaksasi, menenangkan, serta dapat membantu meningkatkan kualitas tidur tanpa efek samping bagi ibu maupun bayi. Penelitian ini bertujuan: Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo yang mengalami gangguan tidur. Intervensi diberikan berupa aromaterapi lavender melalui diffuser sebanyak 5 tetes minyak lavender ke dalam 100 mL air, dihirup dari jarak 1 meter selama 10 menit menjelang tidur malam selama 7 hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: pre-test PSQI menunjukkan skor kualitas tidur ibu nifas tergolong buruk skor 12, setelah intervensi aromaterapi lavender selama 7 hari, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan skor PSQI menjadi 5, yang berarti kualitas tidur ibu mengalami perbaikan dan masuk dalam kategori baik. Pemberian aromaterapi lavender efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada ibu nifas di Puskesmas Karang Rejo.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Intervensi Kombinasi Rendam Kaki Air Hangat dan Aromaterapi dengan Rendam Kaki Air Hangat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas normal yaitu diatas 120/80 mmHg, yang pada tahap awal tidak menunujukkan gejala yang jelas namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit, gagal ginja, stroke dan kerusakan pembuluh darah lainnya. Angka kejadian hipertensi di Kota Tarakan mencapai 92,12% dengan total 2.925 jiwa, tingginya angka kejadian hipertensi dapat menjadi alasan untuk menelaah berbagai macam upaya yang dapat membantu menurunkan tekanan darah serta meningkatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup penderita hipertensi. Terapi non-farmakologi yang dapat diterapkan untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan kombinasi rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender. Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk membandingkan kombinasi rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender dengan rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Metode karya ilmiah akhir ners ini menggunakan metode case report. Pasien yang dilibatkan dalam karya ilmiah ini berjumlah 2 orang, pasien 1 diberikan intervensi rendam kaki air hangat dan aromaterapi, sedangkan pasien 2 diberikan intervensi rendam kaki saja. Hasil karya ilmiah ini menunjukkan terdapat penurunan tekanan darah lebih banyak pada pasien 1 yang diberikan intervensi rendam kaki air hangat dengan aromaterapi dengan penurunan tekanan sistolik sebanyak 24 mmHg dan tekanan diastolik sebanyak 8,2 mmHg dibandingkan dengan pasien 2 yang hanya diberikan terapi rendam kaki air hangat dengan penurunan tekanan darah sistolik 13 mmHg dan tekanan diastolic 6.4 mmHg. Kesimpulan terapi kombinasi ini rendam kaki air hangat dengan aromaterapi lavender terbukti menurunkan tekanan darah lebih banyak dibandingkan dengan terapi rendam kaki air hangat saja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI DISMENOREA DI KELURAHAN JUATA LAUT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dismenorea merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh remaja putri saat menstruasi, ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender menjadi alternatif aman dan efektif untuk mengatasi keluhan ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat dismenorea pada remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada seorang remaja berusia 14 tahun yang mengalami dismenorea primer. Intervensi dilakukan dengan pemberian aromaterapi lavender secara inhalasi menggunakan diffuser, air bersih 100 cc dan essential oil sebanyak 4 tetes selama dua hari pertama menstruasi. Hasil pengukuran skala nyeri menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan setelah intervensi, terjadi pula peningkatan relaksasi, kualitas tidur, dan suasana hati. Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dapat menjadi salah satu intervensi efektif dalam mengurangi dismenorea. Penggunaan aromaterapi lavender disarankan dapat digunakan sebagai alternatif non-farmakologis yang praktis dan aman dalam penanganan nyeri dismenorea pada remaja. Terapi ini juga dapat diterapkan secara mandiri di rumah untuk meningkatkan kenyamanan selama menstruasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI DISMENOREA PADA REMAJA DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dismenorea adalah nyeri menstruasi yang menyebabkan gejala seperti nyeri perut bawah, sakit kepala, diare, nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Gejala ini dapat menyebabkan perubahan emosional, kesulitan tidur, gangguan aktivitas, dan konsentrasi. Dismenorea berdampak pada fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, termasuk kelelahan dan kemarahan. Aromaterapi lavender memiliki banyak manfaat dan terdiri dari bahan seperti minyak esensial, alpha linalool, borneol, dan linalyl acetate dalam 100 gram bunga lavender. Bunga lavender didominasi oleh linalool (18-48%) dan linalyl asetat (1-36%). Linalool dapat memberikan efek sedatif dan linalyl asetat menunjukkan adanya aksi narkotik yang nyata. Penggunaan dua kandungan ini dapat mengurangi kecemasan, gangguan pola tidur, meningkatkan perasaan kesejahteraan, mendukung kewaspadaaan mental serta menekan agresi yang bertindak sebagai relaksasi dan obat penenang sehingga dapat digunakan dengan terapi pereda nyeri (dismenore). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada remaja putri. Metode yang digunakan ini studi kasus dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang mengalami dismenore. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis tingkat nyeri haid menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh responden, yaitu dari tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi tingkat nyeri 3 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenorea pada remaja putri. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada Masyarakat terkait pengonbatan secara non-farmakologis seperti menggunakan aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenore pada remaja putri dengan pemberian aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenorea pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA AKSEPTOR IUD DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kontrasepsi merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dengan menunda dan mencegah kehamilan. Salah satu metode kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu IUD/AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Rendahnya pengguna IUD/AKDR disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya yaitu kecemasan. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi kecemasan tersebut agar pengguna kontrasepsi IUD dapat meningkat. Salah satu intervensi non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB IUD adalah dengan pemberian aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan penatalaksanaan asuhan kebidanan keluarga berencana dengan pemberian aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor IUD di puskesmas gunung lingkas. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode studi kasus. Studi kasus ini menjelaskan tentang asuhan kebidanan pada akseptor KB IUD sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan. Hasil menunjukkan kecemasan yang dirasakan oleh akseptor IUD berkurang dari kategori kecemasan sedang menjadi tidak ada kecemasan. Penerapan aromaterapi lavender terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan pada akseptor IUD dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL TM III DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA PERMAI

2025•

Gangguan tidur merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis dan psikologis. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin, sehingga diperlukan penanganan non-farmakologis yang aman dan efektif, salah satunya adalah aromaterapi lavender. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Asuhan ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain deskriptif kualitatif dan observasional terhadap satu responden, yaitu Ny. N, usia 37 tahun, G3P2A0 dengan usia kehamilan 34-35 minggu. Intervensi dilakukan dengan memberikan aromaterapi lavender melalui metode inhalasi menggunakan diffuser sebanyak lima tetes minyak esensial selama 15 menit sebelum tidur selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor PSQI yang signifikan, yaitu sebelum intervensi (pre-test) diperoleh total skor sebesar 17, yang menunjukkan bahwa responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Kemudian setelah intervensi dilakukan (post-test), terjadi penurunan skor PSQI yang signifikan menjadi 4, yang masuk dalam kategori kualitas tidur yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari studi ini adalah pemberian aromaterapi lavender terbukti sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan kualitas tidur ibu hamil trimester III dari kualitas tidur buruk menjadi kualitas tidur yang baik. Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil dan masyarakat dapat menjadikan aromaterapi lavender sebagai salah satu alternatif non-farmakologi untuk meningkatkan kualitas tidur secara mandiri di rumah, dan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan untuk dapat mengedukasi dan menerapkan aromaterapi lavender dalam pelayanan antenatal care.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER DENGAN PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT DAN AROMATERAPI LAVENDER PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN NYERI PUNGGUNG

2025•

Nyeri punggung yang tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan seperti berkurangnya kualitas tidur pada ibu hamil yang mengganggu sistem kekebalan tubuh sehingga melemahkan pertahanan tubuh. Kompres hangat memberikan efek fisiologis yaitu vasodilatasi, meredakan nyeri dengan merelaksasi otot. Aromaterapi lavender bermanfaat karena memiliki efek menenangkan dan menormalkan emosi, lavender dikenal karena khasiatnya dalam meredakan nyeri. Tujuan studi kasus untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres air hangat dan aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode studi kasus ini studi kasus dengan rancangan studi kasus pre-test dan post test. Sampel dalam studi kasus ini adalah seorang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung. Instrumen dalam studi kasus ini menggunakan NRS (Numeric Rating Scale). Hasil analisis tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh klien, yaitu dari tingkat 5 (nyeri sedang) menjadi tingkat 1 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh kompres air hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait pengobatan secara non farmakologis seperti kompres air hangat dan aromaterapi lavender untuk menurunkan tingkat nyeri punggung ibu hamil trimester III.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB IMPLANT DENGAN PENERAPAN TEKNIK SLOW DEEP BREATHING DAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS

2025•

Latar Belakang : Kontrasepsi Implant merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun sering menimbulkan kecemasan sebelum pemasangan bagi akseptor. Kurangnya minat pengguna implant disebabkan berbagai macam faktor salah satunya efek samping, pemasangan implant adanya pembedahan minor, dan adanya perubahan hormon yang dapat menimbulkan kecemasan. Terapi non farmakologi untuk mengatasi kecemasan dapat dilakukan dengan pendekatan seperti Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada akseptor. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana efektifitas penerapan Teknik Slow deep breathing dan aromaterapi lavender untuk mengurangi kecemasan pada akseptor KB Implant. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Sudi kasus (case study) dengan pendekatan asuhan kebidanan komprehensif dengan satu subjek penelitian menggunakan alat ukur Hamilton Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasannya. Hasil : setelah diberikan penerapan kombinasi Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender terjadi penurunan skor kecemasan dari kategori kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Klien menunjukan respon positif berupa perasaan tenang, rileks, menerima pemasangan Implant dengan lebbih percaya diri. Kesimpulan : Penerapan Teknik Slow deep breathing dan Aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan kecemasan pada akseptor Kontrasepsi Implant, intervensi ini dapat menjadi bagian dari pelayanan kebidanan komplementer yang aman dan sederhana.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN REMAJA DENGAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI NYERI MENSTRUASI PADA NN. “F” DI KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh remaja putri, terutama pada hari pertama menstruasi, dan dapat mengganggu aktivitas belajar, istirahat, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Penanganan non-farmakologis menjadi pilihan aman dan efektif untuk mengurangi keluhan tersebut. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komplementer berupa pemberian kompres hangat dan aromaterapi lavender untuk mengurangi nyeri menstruasi pada remaja di Kabupaten Malinau. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan pada bulan Mei 2025 terhadap remaja putri usia 16 tahun yang mengalami dismenore primer. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut menggunakan handuk kompres hangat bersuhu ±50°C selama 15–20 menit dan aromaterapi lavender melalui inhalasi menggunakan diffuser. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi 0 (tidak nyeri), serta peningkatan kenyamanan, relaksasi, dan kualitas tidur. Penerapan kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk mengatasi nyeri menstruasi dan layak dijadikan alternatif dalam pelayanan kebidanan di komunitas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan kebidanan perslinan dengan manfaat aromaterapi lavender dalam mengurangi kecemasan dan nyeri saat persalinan di puskesmas malinau seberang.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecemasan dan nyeri yang tidak tertangani dapat berdampak negatif pada proses persalinan dan kesejahteraan ibu. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan nyeri adalah aromaterapi lavender. Senyawa aktif seperti linalool dalam lavender bekerja pada sistem limbik otak dan memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan dengan penerapan aromaterapi lavender sebagai upaya menurunkan tingkat kecemasan dan intensitas nyeri pada ibu bersalin di Puskesmas Malinau Seberang. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif terhadap ibu bersalin kala I fase aktif. Intervensi diberikan melalui inhalasi aromaterapi lavender selama proses persalinan. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan skala nyeri setelah intervensi inhalasi aromaterpai lavender selama 3 siklus ( setiao 30 menit). Aromaterapi lavender terbukti menjadi intervensi komplementer yang aman dan efektif dalam mendukung proses persalinan yang nyaman dan minim trauma.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PENATALAKSANAAN BABY MASSAGE DAN PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT UNTUK MENGURANGI GEJALA BATUK PILEK TERHADAP BAYI USIA < 1 TAHUN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Batuk dan pilek merupakan keluhan yang umum terjadi pada bayi, terutama pada usia di bawah satu tahun, akibat sistem imun yang belum matang. Penanganan non-farmakologis seperti baby massage dan aromaterapi peppermint merupakan alternatif terapi yang aman untuk meredakan gejala tersebut. Tujuan Memberikan asuhan kebidanan pada bayi usia kurang dari 1 tahun yang mengalami batuk pilek melalui penatalaksanaan baby massage dan pemberian aromaterapi peppermint sebagai upaya mengurangi gejala yang dialami. Metode: Asuhan kebidanan ini dilakukan secara komprehensif pada bayi berusia 6 bulan dengan keluhan batuk dan pilek ringan. Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian baby massage dengan teknik yang sesuai standar, serta pemberian aromaterapi peppermint melalui difusi udara selama 15 menit pemberian intervensi diberika 2 kali sehrai selama 6 hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap frekuensi batuk, keluarnya lendir, dan kenyamanan bayi Hasil: Setelah 6 kali intervensi, terjadi penurunan frekuensi batuk, lendir menjadi lebih encer, dan bayi tampak lebih nyaman saat tidur dan menyusu. Orang tua juga melaporkan adanya peningkatan kualitas tidur bayi. Kesimpulan: Penatalaksanaan baby massage dan pemberian aromaterapi peppermint efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi gejala batuk pilek pada bayi usia di bawah satu tahun. Intervensi ini dapat diterapkan oleh bidan dengan edukasi yang tepat kepada orang tua sebagai bentuk asuhan kebidanan yang holistik dan ramah anak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PEMBERIAN AROMA TERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PMB BIDAN MARTIANA PAULUS

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami ibu hamil, terutama pada kehamilan risiko Sangat tinggi. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin, termasuk meningkatkan risiko komplikasi obstetri. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mengurangi kecemasan adalah aromaterapi menggunakan minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia). Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan melalui pemberian aromaterapi lavender dalam upaya mengurangi kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi yang dilakukan di PMB Bidan Martiana Paulus. Metode: Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. E, usia 24 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 37 minggu dengan riwayat IUFD pada kehamilan sebelumnya. Intervensi aromaterapi dilakukan selama tiga sesi dengan durasi 15–30 menit per sesi menggunakan metode inhalasi minyak lavender melalui diffuser. Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan SOAP dan kuesioner PRAQ-R2 untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi aromaterapi secara bertahap, terdapat penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan pernyataan subjektif ibu yang merasa lebih tenang, peningkatan kualitas tidur, dan pengurangan ketegangan emosional. Evaluasi objektif juga menunjukkan perbaikan ekspresi wajah, postur tubuh, serta stabilisasi tekanan darah. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif komplementer dalam pelayanan kebidanan, khususnya di praktik mandiri bidan. Peran bidan dalam memberikan edukasi, dukungan emosional, dan pemantauan berkala sangat penting dalam keberhasilan intervensi ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU PERIMENOPAUSE DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI ATSIRI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR

2025•

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU PERIMENOPAUSE DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI ATSIRI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR ABSTRAK Masa perimenopause merupakan transisi alami yang dialami wanita menuju menopause, sering kali disertai gejala fisik dan psikologis, termasuk insomnia. Kurangnya kualitas tidur dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Aromaterapi menggunakan minyak atsiri lavender diketahui memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengatasi gangguan tidur.Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran asuhan kebidanan pada ibu perimenopause dengan meningkatkan kualitas tidur melalui pemberian aromaterapi minyak atsiri lavender.Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pemberian intervensi dilakukan pada Ny N 42 tahun ibu perimenopause dengan keluhan kesulitan tidur. Terapi berupa inhalasi aromaterapi lavender diberikan sebelum tidur selama 15–20 menit setiap malam selama 7 hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan skala kualitas tidur. Hasil setelah pemberian aromaterapi minyak atsiri lavender secara rutin, terjadi peningkatan kualitas tidur subjek, ditandai dengan durasi tidur yang lebih panjang, lebih cepat tertidur, dan berkurangnya keluhan gelisah saat malam hari. Subjek juga merasa lebih rileks dan segar saat bangun pagi.dapat disimpulkan bawah Aromaterapi minyak atsiri lavender terbukti membantu mengatasi insomnia pada ibu perimenopause. Terapi ini dapat menjadi salah satu intervensi komplementer dalam pelayanan asuhan kebidanan yang bersifat alami, aman, dan mudah dilakukan. Kata Kunci: Asuhan Kebidanan, Perimenopause, kualitas tidur, Aromaterapi, Lavender

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komplementer Dengan Intervensi pijat anak dengan minyak telon lavender untuk meningkatkan kualitas tidur usia 23 bulan di puskesmas tanjung lapang

2025•

Latar Belakang: Masa toddler (1-2 tahun) merupakan periode kritis dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak yang memerlukan perhatian khusus. Tidur yang berkualitas menjadi faktor fundamental yang mempengaruhi optimal tidaknya tumbuh kembang anak. Sekitar 40-50% anak usia 1-2 tahun di Indonesia memiliki masalah tidur, namun lebih dari 70% orang tua tidak menganggap gangguan tidur pada anak toddler sebagai masalah serius. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan asuhan kebidanan komplementer dengan intervensi pijat aromaterapi lavender untuk meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan di Puskesmas Tanjung Lapang. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang memaparkan secara sistematis proses asuhan kebidanan komplementer pada kasus (Anak Z) usia 23 bulan yang mengalami gangguan kualitas tidur, dengan fokus pada intervensi pijat anak dan aromaterapi lavender sebagai terapi komplementer. Intervensi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan pijat anak 15-20 menit menggunakan minyak telon aromaterapi lavender, dilakukan 30-60 menit sebelum waktu tidur. Hasil: Setelah intervensi 3 hari, terjadi perbaikan signifikan dengan penurunan durasi tertidur dari rata-rata 51,7 menit menjadi 20 menit (perbaikan 61%), pengurangan frekuensi terbangun malam dari 4,7 kali menjadi 2,3 kali (berkurang 51%), dan peningkatan total tidur malam dari 8 jam menjadi 9 jam 35 menit. Kategori kualitas tidur meningkat dari "Sedang" (2/6 kriteria terpenuhi) menjadi "Baik" (5/6 kriteria terpenuhi). Tidak ditemukan efek samping atau reaksi alergi selama pelaksanaan intervensi. Orang tua menunjukkan respons positif dan berminat melanjutkan terapi di rumah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komplementer dengan kombinasi pijat dan aromaterapi lavender selama 3 hari terbukti efektif meningkatkan kualitas tidur anak usia 23 bulan dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan cost-effective untuk mengatasi gangguan kualitas tidur pada anak toddler.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail