Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Fisioterapi Dada
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN KOMBINASI FISIOTERAPI DADA DAN INHALASI AROMATHERAPI MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP PERBAIKAN FREKUENSI PERNAPASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN SESAK

2026•

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi pernapasan akibat penumpukan sekret di jalan napas. Penumpukan sekret pada saluran pernapasan dapat menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas yang ditandai dengan batuk, sesak, dan kesulitan mengeluarkan dahak. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan inhalasi aromaterapi minyak kayu putih untuk membantu mobilisasi sekret, meningkatkan kenyamanan, dan memperbaiki pola pernapasan. Penerapan fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan aromaterapi minyak kayu putih dilakukan pada dua pasien dengan diagnosis TB paru masing – masing dilakukan 1 kali sehari dengan durasi waktu 10 menit dan dilakukan selama 3 hari berturut – turut. Hasil pengkajian awal pasien pertama sebelum dilakukan inttervensi frekuensi pernapasan 32 kali/menit setelah dilakukan intervensi selama 3 hari berturut – urut frekuensi napas menjadi 27 kali/menit dan pada pasien kedua dari 28 kali/menit menjadi 24 kali/menit. Intervensi memberikan hasil yang baik dalam membantu memperbaiki bersihan jalan napas dan memperbaiki frekuensi pernapasan pada pasien TB paru. Intervensi ini dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat TB paru

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Intervensi Inovasi Kombinasi Fisioterapi Dada, Elevasi Kepala 45° dan Hiperoksigenasi pada Proses Close suction terhadap Perubahan Saturasi Oksigen pada Pasien Terpasang Ventilasi Mekanik di Ruang Intensive Care Unit

2025•

Pasien kritis yang terpasang ventilasi mekanik sering mengalami gangguan pertukaran gas akibat akumulasi sekret di jalan napas, yang dapat menurunkan saturasi oksigen dan mengancam keselamatan pasien. Salah satu intervensi inovatif yang dapat diterapkan adalah kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi selama prosedur close suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi kombinasi tersebut terhadap perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien dengan ventilator di ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada dua pasien di ruang ICU RSUD dr. H. Jusuf S.K Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan mengukur nilai saturasi oksigen sebelum, selama, dan setelah dilakukan close suction yang disertai fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen yang signifikan setelah dilakukan intervensi, yaitu dari rata-rata 94–95% menjadi 98–100%. Penerapan intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen dan membersihkan jalan napas pasien yang terpasang ventilator. Oleh karena itu, kombinasi fisioterapi dada, elevasi kepala 45°, dan hiperoksigenasi dapat direkomendasikan sebagai pendekatan keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan di ruang ICU.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail