ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat dan mampu dibudidayakan pada kondisi lingkungan dengan kisaran salinitas yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam metode pengaplikasian pemberian tepung kulit buah pepaya dalam pakan dengan konsentrasi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan yang berlokasi di Minie heatchry Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Rancangan yang digunakan alam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diaplikasikan adalah Kontrol (0%), P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (%). Ikan Nila yang digunakan berukuran panjang 4 cm dan berat 2gr dengan padat tebar 5 ekor/akuarium. Perubahan yang diamati adalah laju pertumbuhan, panjang ikan nila, berat ikan nila dan kelangsungan hidup. Ikan Nila diberi pakan 3 kali sehari dengan dosis.. dari total biomass. Data pertumbuhan rata-rata berat ikan nila yang terbaik terjadi pada perlakuan P1 (3,07 gr), kemudian perlakuan P4 (2,68 gr), perlakuan P2 (2,61 gr), perlakuan P3 (2,34 gr) dan Kontrol (1,86 gr). Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil Uji Anova mengenai laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan pertumbuhan ikan nila. Data tingkat kelulusan hidup ikan nila yang terbaik terdapat pada perlakuan P1 sebesar 100% dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fase larva rentan mengalami mortalitas tinggi akibat infeksi V. parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas bioenkapsulasi Artemia salina menggunakan ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii, vitamin C, dan kombinasi terhadap performa larva udang windu Pascauji tantang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak rumput laut 300 ppm, vitamin C 50 ppm, serta kombinasi ekstrak rumput laut 300 ppm dan vitamin C 50 ppm. Larva PL-12 dipelihara selama 15 hari dan diuji tantang dengan V. parahaemolyticus CFU/ml, kecuali kontrol negatif. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, gejala klinis, kualitas air, dan kelangsungan hidup. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi memberikan performa terbaik dengan pertumbuhan berat mutlak 2,0706 ± 0,224 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,87 ± 0,16 mm, dan kelangsungan hidup 88,33 ± 2,89%. Gejala klinis pada perlakuan kombinasi lebih ringan dibandingkan dengan kontrol positif. Parameter kualitas air selama penelitian masih berada dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan udang windu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 75 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bioenkapsulasi Artemia salina dengan kombinasi ekstrak rumput laut Kappaphycus alvarezii 300 ppm dan vitamin C 50 ppm efektif meningkatkan performa larva udang windu melalui peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan ketahanan terhadap infeksi Vibrio parahaemolyticus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP Vibrio parahaemolyticus DAN Vibrio harveyi SECARA IN VITRO Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus dan Vibrio harveyi serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan teknik difusi cakram. Perlakuan terdiri dari kontrol positif (K+), kontrol negatif (K-), serta variasi konsentrasi ekstrak 30%, 45%, dan 60% dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah diameter zona hambat (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Pada Vibrio parahaemolyticus, rata-rata zona hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi, yaitu 9,7 mm (30%), 10 mm (45%), dan 12,7 mm (60%). Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antar perlakuan (p 0,001), sedangkan uji Tukey menunjukkan perbedaan signifikan antara perlakuan ekstrak dan kontrol, namun tidak antar konsentrasi. Pada Vibrio harveyi, rata-rata zona hambat berkisar antara 10,3–12,3 mm. Hasil uji One Way Anova menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p > 0,05). Meskipun demikian, hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa perbedaan lebih banyak ditemukan antara perlakuan ekstrak dengan kontrol positif dibandingkan antar konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun sirih merah berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri Vibrio.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Palm oil is one of Indonesia's principal agricultural commodities and a key driver of agribusiness development across the value chain, from production to processing. Enhancing palm oil production necessitates systematic attention to multiple production factors, particularly within Tulin Onsoi District. This study identifies internal and external factors influencing production and formulates strategies to improve outcomes for the Tunas Harapan Farmer Group. The research was conducted in Tulin Onsoi District with the Tunas Harapan Farmer Group in Desa Makmur. The sample consisted of 14 farmer group members selected through purposive sampling. Data were analyzed using SWOT analysis. The findings identified several internal factors. Strengths comprised high-quality palm fruit, stable harvest volumes across growth phases, sufficient labor availability, government support, and extensive farmland. Weaknesses included limited farmer group activity, suboptimal land conditions, inadequate fertilizer supply, restricted farm capital, and distance from water sources. External opportunities included optimizing harvest potential for increased productivity, institutional support for superior seedling distribution, opportunities for technology adoption in mechanized agriculture, maximizing production output, and access to multiple fresh fruit bunch marketing outlets. Threats consisted of stricter government land regulations, restrictions on subsidized fertilizer allocation, unpredictable weather, rising pesticide prices, and palm oil price volatility. The analysis recommends defensive strategies from quadrant four, specifically eliminating intermediaries by selling directly to palm oil mills, utilizing organic waste for fertilizer production, implementing integrated pest management with natural materials, and collectively substituting organic inputs to reduce production costs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan mangrove di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan merupakan lahan rehabilitasi mangrove. Berdasarkan observasi, Keberhasilan pertumbuhan pohon pada lahan tersebut sangat krusial agar dapat berfungsi optimal dalam menyuplai kontribusi bahan organik yang menentukan tingkat kesuburan perairan di sekitarnya. Penelitian mengenai produksi serasah Rhizophora apiculata di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan tegakan hasil penanaman tersebut dalam menyumbang material organik bagi produktivitas hayati perairan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari - April 2026. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 9 plot dengan periode dua kali setiap bulan. Kisaran suhu 29 oC-30 oC, salinitas 16 ppt - 20 ppt, pH 6 – 8 dan oksigen terlarut 4,1 mg/L - 4,7 mg/L. Kerapatan pohon 800-1500 pohon/ha. Produksi serasah berkisar antara 5,18 ± 1,54 ton/ha/tahun hingga 9,32 ± 3,64 ton/ha/tahun. Produksi serasah paling tinggi pada bulan Maret, yaitu 7,27 ± 2,57 ton/ha/tahun. Pada bulan ini intensitas matahari di Kota Tarakan paling tinggi, karena bulan ini merupakan puncak musim pancaroba pertama dimana posisi matahari tepat di atas garis khatulistiwa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tarakan merupakan salah satu wilayah kepulauan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki hutan mangrove dengan luas sekitar 1.587 hektare. Namun, dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penyusutan luas mangrove sebesar 51,73%. Ekosistem hutan mangrove saat ini menghadapi tekanan yang serius akibat degradasi mangrove yang dilakukan dengan adanya aktivitas manusia seperti pembangunan infrastruktur, konversi lahan menjadi tambak, penebangan liar, serta praktik eksploitasi yang cenderung hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi. Pelestarian hutan mangrove menjadi sangat krusial, mengingat fungsi utama mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Penelitian untuk mendukung upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan. Penelitian tentang struktur komunitas mangrove telah dilaksanakan pada Febuari-Maret 2026, berlokasi di Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur komunitas mangrove, karena struktur komunitas mangrove memegang peranan penting dalam memahami peran ekologis masing-masing jenis mangrove. Struktur komunitas mangrove dinilai berdasarkan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’), Indeks Kekayaan Jenis (R), Indeks Keseragaman Jenis (E), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Nilai Penting (INP). Nilai indeks ekologis yang dihasilkan H’ = 0,24; R = 0,43; E = 0,51 dan C = 0,71. INP untuk R. apiculata, S. alba dan A. alba masing-masing berurutan 204.51%; 60.47% dan 35.02%. Lokasi penelitian didominansi oleh R. apiculata. Struktur komunitas mangrove pada area penelitian kurang seimbang, sehingga kondisi lingkungan tidak stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Adaptasi Benih Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Suplemen Vitamin D3+K2 Terhadap Salinitas Abstrak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan komoditas akuakultur bernilai ekonomi tinggi, namun kurang toleran terhadap salinitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suplemen Vitamin D3+K2 terhadap adaptasi benih ikan nila pada berbagai tingkat salinitas. Penelitian dilaksanakan Agustus– September 2025 di Laboratorium Budidaya Perairan FPIK Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan RAL Faktorial (Faktor A: pakan dengan/tanpa Vitamin D3+K2; Faktor B: salinitas 5, 10, 15 ppt) dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot dan panjang mutlak, SGR, Survival Rate (SR) dianalisis secara statistik menggunakan anova two way factor dan uji lanjut LSD dengan tingkat kepercayaan 95% (p0,05), dan secara deskriptif untuk kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi Vitamin D3+K2 pada salinitas 5 ppt menghasilkan pertumbuhan terbaik bobot mutlak 1,79 g; panjang mutlak 3,9 cm; SGR 5,96%), dengan SR 100% pada semua perlakuan. Disimpulkan bahwa suplemen Vitamin D3+K2 pada salinitas 5–10 ppt mer upakan kombinasi optimal untuk budidaya benih nila di perairan payau. .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ulat grayak (Spodoptera litura F.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman hortikultura seperti pakcoy (Brassica rapa L.) yang dapat menurunkan produktivitas sebesar 40-60%. Pengendalian menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum) menjadi alternatif ramah lingkungan, namun sifatnya yang mudah terurai memerlukan bahan pembantu (adjuvan) seperti surfaktan untuk meningkatkan efektivitas dan daya tahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis surfaktan terhadap efektivitas ekstrak daun kemangi dan menentukan jenis surfaktan terbaik dalam mengendalikan mortalitas ulat grayak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (Air/Kontrol negatif), P+ (Ekstrak kemangi tanpa surfaktan), P1 (Ekstrak kemangi + Tween 80), P2 (Ekstrak kemangi + Alkilaril Poliglikol Eter), dan P3 (Ekstrak kemangi + Lauryl-hydroxyethyl Cellulose-alkoxylate). Uji efektivitas dilakukan pada hari ke-0 dan hari ke-4 setelah aplikasi perlakuan pada daun sawi dengan parameter yang diamati meliputi waktu awal kematian, lethal time 50 (LT₅₀), aktivitas makan larva, dan persentase mortalitas larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan surfaktan mampu meningkatkan efektivitas ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan P2 (ekstrak kemangi dengan penambahan surfaktan Alkilaril Poliglikol Eter) merupakan perlakuan terbaik di antara semua perlakuan yang diuji. Pada hari ke-0, perlakuan P2 mampu menghasilkan waktu awal kematian tercepat (31 jam), nilai LT₅₀ tercepat (32 jam), kemampuannya menurukan aktivitas makan larva (7,78%), serta meningkatkan mortalitas sebesar 100%. Pada pengujian hari ke-4, perlakuan P2 konsisten dalam mempertahankan efektivitasnya dengan waktu awal kematian tercepat yaitu 34 jam, LT₅₀ tercepat yaitu 41 jam, persentase menurunnya aktivitas makan 9,39%, dan meningkatkan mortalitas larva mencapai 88,89%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan membaca yang dialami siswa serta kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam memahami teks bacaan bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian adalah 61 siswa kelas IX.6 dan IX.7 di SMPN 3 Tarakan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru Bahasa Inggris sebagai kelas yang merepresentasikan kemampuan membaca siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu persepsi kemampuan membaca siswa, kesulitan membaca teks bahasa Inggris, serta kebutuhan dukungan pembelajaran membaca. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami beberapa kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris, terutama dalam memahami kosakata baru, memahami kalimat yang panjang dan kompleks, mengingat detail informasi, serta menemukan makna tersirat dalam teks. Nilai rata-rata pada item kesulitan membaca berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kesulitan membaca masih cukup sering dialami oleh siswa. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan berbagai bentuk dukungan pembelajaran. Dukungan digital menjadi kebutuhan tertinggi, diikuti oleh dukungan kosakata, dukungan visual, dan dukungan guru, sedangkan kerja kelompok berada pada tingkat kebutuhan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesulitan membaca siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek linguistik, tetapi juga dengan strategi pembelajaran dan bentuk dukungan yang diberikan selama proses membaca. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan teknologi digital, pengajaran kosakata sebelum membaca, serta penggunaan media visual guna membantu meningkatkan pemahaman membaca siswa. This study aimed to describe the reading difficulties experienced by students and the support needs required to understand English reading texts. The research employed a descriptive quantitative method using a survey approach. The participants were 61 ninth-grade students from classes IX.6 and IX.7 at SMPN 3 Tarakan, selected based on the English teacher’s recommendation as representative classes of students’ reading ability levels. The research instrument was a questionnaire consisting of several sections, including students’ perceptions of reading ability, reading difficulties in English texts, and learning support needs for reading comprehension. Data were collected through a Google Form questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including frequency, percentage, mean, and standard deviation with SPSS. The findings indicated that students still experienced several difficulties in reading English texts, particularly in understanding unfamiliar vocabulary, comprehending long and complex sentences, remembering detailed information, and identifying implied meanings in texts. The mean scores of reading difficulty items were categorized at a moderate level, indicating that reading difficulties were still frequently experienced by students. Furthermore, the results revealed that students required various forms of learning support. Digital support was identified as the most needed support, followed by vocabulary support, visual support, and teacher support, while group work support was categorized at a lower level of need. Based on these findings, it can be concluded that students’ reading difficulties are not only related to linguistic aspects but also to instructional strategies and the types of support provided during the reading process. Therefore, teachers are recommended to integrate digital technology, vocabulary pre-teaching activities, and visual media to help improve students’ reading comprehension.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of the research was to determine the difficulties encountered by students in essay writing and the strategies employed to overcome these challenges. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The subjects consisted of six fourth-semester students majoring in the English Education Department at Universitas Borneo Tarakan. Data were collected through documentation studies and semi-structured interviews. Then, the data were analyzed using the framework by Miles and Huberman (1994). The results of the research showed that the students had experienced difficulties in the psychological, linguistic, and cognitive aspects. These difficulties included low self-confidence, limited vocabulary and grammatical mastery, difficulties in developing ideas, and challenges in organizing thoughts within an essay. To mitigate these difficulties, the students used various strategies such as outlining, brainstorming, reading academic references, utilizing dictionaries, using writing assistant applications and Al technology, as well as conducting peer feedback.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to describe the difficulties of seventh-grade students of SMP Negeri 11 Tarakan in learning English vocabulary and to identify the contributing factors. This research used a qualitative descriptive method. The subjects of the study were students of class VII-4 at SMP Negeri 11 Tarakan. Data were collected through classroom observations, interviews with four students and one English teacher, as well as the distribution of questionnaires to 28 students. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and drawing and verifying conclusions. The results of the study indicated that students experience four main difficulties in learning English vocabulary, namely pronunciation (79%), spelling (50%), understanding and remembering the meaning of vocabulary (75%), and using vocabulary in sentences (71%). Pronunciation difficulties are the most dominant difficulties. This study also found five factors causing these difficulties, namely limited exposure to English in daily life, low student learning motivation, the use of less effective learning strategies, lack of parental and home environment support, and limited use of media and variation in teaching methods. It can be concluded that students' difficulties in learning English vocabulary are influenced by interrelated linguistic, cognitive, motivational, learning, and environmental factors. Therefore, teachers are advised to apply more varied, communicative, and interactive teaching methods to improve students' vocabulary mastery.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyse the difficulties experienced by Year 8 pupils in learning English vocabulary and to identify the factors causing these difficulties at State Junior High School No. 11, Tarakan. This study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects were pupils in Class VIII-I at State Junior High School 11 Tarakan and an English teacher. Data collection techniques included classroom observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analysed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicate that students experience several difficulties in learning English vocabulary, namely difficulties with pronunciation, spelling, understanding vocabulary meanings, and using vocabulary in appropriate grammatical and communicative contexts. Difficulties with pronunciation arise from differences between the sound systems of English and Indonesian, whilst difficulties with spelling stem from discrepancies between spelling and pronunciation in English. Furthermore, pupils also experience difficulties in understanding the meaning of vocabulary in context and constructing sentences according to correct grammatical rules. This study also found that internal and external factors influence difficulties in learning vocabulary. Internal factors include low motivation to learn, anxiety, a lack of self-confidence, and limited strategies for memorising vocabulary. Meanwhile, external factors included teaching methods and classroom practices, limited learning resources and facilities, a lack of family support, and exposure to English outside the classroom, which is often passive. Therefore, cooperation among teachers, schools, parents, and pupils was required to create a more effective and meaningful vocabulary-learning experience.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit dengan tingkat kompleksitas klinis dan biaya operasional tertinggi di rumah sakit, sehingga berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara biaya aktual pelayanan dan tarif klaim Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs), khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian tersebut tercermin dalam gap pendapatan (financial outcome), yang apabila bernilai negatif dapat berdampak pada keberlanjutan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh length of stay (LOS), jumlah komorbiditas, dan outcome pasien terhadap gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU, serta menyusun model regresi untuk memprediksi risiko gap pendapatan negatif pada pasien ICU peserta JKN di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional retrospektif. Data penelitian berasal dari 290 pasien ICU peserta JKN pada periode 1 Juli 2024–30 Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda dengan pendekatan robust standard error (HC3) menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rerata length of stay (LOS) ICU sebesar 3,45 ± 3,03 hari, rerata jumlah komorbiditas 7,05 ± 3,67, serta rerata gap pendapatan (financial outcome) sebesar −Rp23.149.588,45. Hasil regresi linear sederhana dengan pendekatan robust standard error (HC3) menunjukkan bahwa LOS berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (B = −2.435.429; p 0,001), jumlah komorbiditas berpengaruh signifikan (B = −2.158.530; p 0,001), dan outcome pasien berpengaruh signifikan (B = +16.885.012; p 0,001). Selanjutnya, hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa LOS (B = −1.586.920; p = 0,037), jumlah komorbiditas (B = −2.897.672; p 0,001), dan outcome pasien (B = +25.120.045; p 0,001) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (F = 26,481; p 0,001), dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,217 dan Adjusted R² = 0,209. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU pasien JKN dipengaruhi secara signifikan oleh lama perawatan, kompleksitas komorbiditas, dan outcome pasien. Model regresi yang dikembangkan memiliki daya jelaskan rendah–sedang dan dapat digunakan sebagai alat prediksi awal (early predictive model) yang bersifat estimatif dan non-klinis untuk mengidentifikasi risiko gap pendapatan negatif, serta sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan evaluasi kebijakan pembiayaan pelayanan ICU dalam sistem INA-CBGs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aims to illustrate how the eight elements of the deep learning graduate profile were implemented in English language education at SMPN 1 Tarakan, related the problems encountered by teachers. This study uses a descriptive qualitative method, with data gathered through observation, questionnaires, and interviews. It includes one teacher and 31 students. According to the research findings, numerous characteristics of classroom activities have been added, including faith and piety toward God Almighty, communication, teamwork, and independence. However, not all dimensions appear to be consistently implemented, and features such as creativity, critical thinking, citizenship, and self-confidence remain limited due to pupils' limited abilities and low self-esteem. The most challenging problem for teachers is integrating all eight characteristics into a single class, which is exacerbated by variations in student involvement and time constraints. Overall, implementation is a continuous process that requires ongoing improvement and support.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Budidaya semangka merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi, namun tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) oleh petani masih beragam sehingga dapat mempengaruhi produktivitas dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan GAP, menganalisis pendapatan usahatani semangka, serta menganalisis pengaruh penerapan GAP terhadap pendapatan petani pada Kelompok Tani Pesona di Kecamatan Nunukan Selatan, Kelurahan Mansapa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei terhadap 31 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif skala Likert, analisis pendapatan, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori cukup diterapkan, dengan nilai indeks sebesar 23,76. Hasil analisis pendapatan menunjukkan bahwa usahatani semangka masih memberikan keuntungan dengan nilai pendapatan menguntungkan dengan pendapatan Rp 105.325.450/hektar, sehingga layak dikembangkan secara ekonomi. hasil uji F, dengan tingkat signifikansi 0,018 0,05, yang menunjukkan secara simultan penerapan GAP berpengaruh terhadap pendapatan petani di Kelompok Tani Pesona. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial penerapan GAP hanya variabel Pengelolaan pupuk (Sig. 0,003 0,05) dan Pengelolaan benih (Sig. 0,026 0,05) yang berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sedangkan variabel penerapan GAP lainnya tidak berpengaruh signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT POHON TERAP Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui proses pembuatan komposit polyester berpenguat serat pohon terap (Artocarpus elasticus) dan menganalisis pengaruh variasi komposisi serat terhadap kekuatan tariknya. Serat ini dipilih karena melimpah di Kalimantan, ramah lingkungan, dan ekonomis. Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimen menggunakan metode hand lay-up dengan standar ASTM D638. Variasi komposisi serat vs resin polyester yang diuji adalah 5%:95%, 7%:93%, dan 9%:91%. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi serat pohon terap memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik komposit yang dihasilkan. Pada variasi serat 5% diperoleh nilai kekuatan tarik rata-rata sebesar 5 MPa dengan gaya maksimum 0,50 kN. Variasi serat 7% menghasilkan kekuatan tarik rata-rata sebesar 5,33 MPa dengan gaya maksimum 0,51 kN. Sementara itu, variasi serat 9% menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 8 MPa dengan gaya maksimum 0,72 kN. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kandungan serat pohon terap terbukti meningkatkan kekuatan tarik material. Variasi 9% serat merupakan komposisi optimum yang memberikan sifat mekanik terbaik, sehingga berpotensi besar sebagai material komposit alternatif yang ramah lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to determine the perceptions of English teacher regarding the implementation in the Merdeka Curriculum in junior high school in Tarakan, specifically at SMPN 9 Tarakan, SMPN 8 Tarakan, and SMPN 1 Tarakan. This study uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were three English teachers from the three schools. Data collection techniques were conducted through interviews and classroom observations. The data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that English teachers generally have a positive perception of the implementation of the Merdeka Curriculum. Teachers stated that the Merdeka Curriculum provides flexibility in designing learning experiences to meet students' needs and characteristics. This positive perception is reflected in teachers' enthusiasm to implement students-centered learning, use differentiation strategies, and develop students' creativity and independent learning. The challenges faced by teachers during the implementation of the Merdeka Curriculum are that limited school facilities are a major obstacle to the implementation of the Merdeka Curriculum, especially in English language learning, which requires media and technological support. Therefore, continuous support in the form of teacher professional development and improvement of school facilities is needed so that the implementation of the Merdeka Curriculum can run optimally in English language learning.