ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
AN ANALYSIS OF EIGHTH GRADERS' READING SKILL PROBLEMS AT MTS NEGERI TARAKAN THROUGH BROWN'S THEOR Y Abstract This study aims to analyze the reading skill challenges faced by eighth-grade students at MTs Negeri Tarakan using Brown's theory. This study focused on identifying the specific problems students encountered in reading English texts based on Brown's theory and analyzing the factors that contributed to these difficulties. This study employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques consisting of documentation, observation, and semi-structured interviews. The research subjects consisted of six eighth-grade students from Class VIII-D, selected through a purposive sampling technique based on various levels of reading proficiency, and an English teacher. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with source triangulation to ensure data validity. The research findings revealed that the reading difficulties experienced by students stem from limited vocabulary, poor understanding of sentence structure, and problems with fluency and pronunciation. In addition, psychological factors such as anxiety, low motivation, and a lack of self-confidence also play a major role in exacerbating students' reading difficulties. This study further indicates that anxiety about using a foreign language significantly affects reading comprehension, leading students to avoid active reading activities. Therefore, it can be concluded that students' reading difficulties are not only cognitive and linguistic in nature but are also heavily influenced by affective factors that create an "emotional filter" in the English language learning process.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca masih menjadi permasalahan yang kerap dialami siswa kelas II B sekolah dasar, terutama dalam membedakan antara huruf yang bentuknya hampir sama, hambatan membaca suku kata, menghilangkan huruf dalam kata, membolak balik huruf dalam kata, serta membaca yang masih tersendat-sendat. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan temuan peneliti tentang metode guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas II B di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis pnelitian kualitatif deskriptif, dengan informan terdiri dari satu guru yaitu wali kelas II B dan enam siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan membaca (tinggi, sedang, rendah) menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDN 013 Tarakan telah menerapkan empat metode dalam pembelajaran membaca dikelas yaitu; 1) Metode fonetik dimana siswa diajarkan membaca dengan mengenal bunyi huruf kemudian mengaitkan setiap bunyi huruf dengan kata yang bermakna; 2) Metode alfabet dimana siswa diajarkan membaca dengan memperkenalkan huruf alfabet dari A sampai Z melalui proses menghafal, mengeja, dan menyusun huruf menjadi kata; 3) Metode bimbingan individual dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan bimbingan khusus secara langsung oleh guru, agar guru dapat memilih metode yang tepat untuk membantu mengatasi kesulitan membaca siswa; 4) Metode membaca berulang dimana siswa diajarkan membaca dengan diberikan teks bacaan yang sama dalam beberapa kali pertemuan agar siswa lancar dalam membaca dan memahami isi bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa kelas IIB di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2025 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang teridentifikasi mengalami kesulitan membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan membaca siswa terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. (1) Faktor internal meliputi aspek kognitif, psikologis, dan fisiologis. Pada aspek kognitif, ditemukan bahwa dua siswa mengalami kesulitan mengenali dan memahami kata-kata panjang serta memiliki daya ingat yang lemah terhadap kosakata baru. Pada aspek psikologis, siswa menunjukkan rasa cemas, gugup, dan kurang percaya diri saat diminta membaca di depan kelas, yang berdampak pada kelancaran membaca. Sedangkan pada aspek fisiologis, sebagian siswa mengalami kendala penglihatan seperti huruf tampak buram atau mirip satu sama lain sehingga memengaruhi kemampuan membaca. (2) Faktor eksternal meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Lingkungan sekolah telah menyediakan fasilitas belajar yang cukup baik seperti buku bacaan dan perhatian khusus dari guru, namun pengaruh teman sebaya dan motivasi siswa juga berperan penting. Sementara itu, di lingkungan rumah, dukungan orang tua dan suasana belajar yang kondusif turut menentukan perkembangan kemampuan membaca anak. Meskipun sebagian besar lingkungan rumah sudah mendukung, kebiasaan dan disiplin belajar anak masih menjadi tantangan utama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman merupakan kemampuan esensial dalam proses pembelajaran karena berperan penting dalam menyerap informasi, memahami makna teks, dan mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal penyebab kesulitan membaca pemahaman pada siswa di kelas III-B SDN 032 Tarakan. Kesulitan ini diguga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar, rendahnya kepercayaan diri, serta terbatasnya penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan kategori kemampuan membaca pemahaman, yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor internal tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap kesulitan membaca pemahaman siswa. Minat membaca yang rendah menghambat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan membaca. Kurangnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki dorongan untuk memahami isi bacaan secara mendalam, kepercayaan diri yang rendah mempengaruhi keberanian siswa untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap teks, sedangkan penguasaan kosakata yang terbatas membuat siswa kesulitan menafsirkan makna kata-kata dalam bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Membaca merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membaca kata, hingga memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas I di SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas I-A dan I-B beserta siswa yang mengalami kesulitan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca meliputi tiga aspek utama. Pertama, pada tahap pengenalan huruf, guru menggunakan metode fonik, pengulangan bunyi huruf, latihan menebalkan huruf, serta memanfaatkan media seperti kartu huruf, papan tulis, dan buku membaca permulaan. Kedua, pada tahap membaca kata, guru menggunakan metode eja, latihan bertahap sesuai kemampuan siswa, serta bimbingan individual agar siswa lebih fokus dan terarah. Ketiga, pada tahap memahami isi bacaan, guru menerapkan metode storytelling dengan membacakan cerita sederhana, menjelaskan kembali isi bacaan dengan bahasa yang mudah, mengaitkan isi cerita dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta memberikan evaluasi berupa pertanyaan sederhana. Strategi-strategi ini terbukti membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca, meskipun sebagian siswa masih memerlukan bimbingan lebih intensif, terutama dalam membedakan huruf mirip dan memahami bacaan panjang. Strategi guru dalam mengatasi siswa yang kesulitan mengenal huruf, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam memahami makna bacaan dilakukan dengan sangat baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesulitan dalam kemampuan pemahaman membaca pada siswa kelas 8-F SMPN 5 Tarakan dan memperoleh faktor-faktor penyebab kesulitan dalam kemampuan pemahaman membaca pada siswa kelas 8-F di SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (Qualitative Research) dengan model kualitatif deskriptif (Descriptive Qualitative Model). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 5 Tarakan. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 8-F sebanyak 30 siswa dan satu orang guru bahasa inggris yang mengajar di kelas 8-F SMPN 5 Tarakan. Penelitian ini menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan dokumen analysis dalam mengambil data. Peneliti melakukan observasi di kelas sebanyak 3 kali, kemudian peneliti melakukan wawancara kepada 9 siswa terpilih dan 1 orang guru bahasa inggris. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan teori dari Miles & Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas 8-F SMPN 5 Tarakan mengalami kesulitan dalam pemahaman membaca antara lain kesulitan memahami arti kata, kesulitan memahami kalimat yang panjang, kesulitan dalam mencari ide pokok kalimat, kesulitan dalam grammar, dan kesulitan dalam menentukan kesimpulan. Adapun faktor penyebab kesulitan tersebut adalah latar belakang pengetahuan bahasa inggris siswa, teknik mengajar guru yang digunakan, dan faktor lingkungan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca merupakan hal yang utama dalam kegiatan proses belajar mengajar, karena semua proses belajar mengajar didasarkan pada kemampuan membaca. Didalam aktivitas membaca, terdapat kegiatan menangkap apa yang tersirat dari bahan yang tersurat dalam sebuah bacaan. Ketika siswa kesulitan membaca, mereka tertinggal oleh siswa lainnya Kesulitan membaca adalah suatu keadaan ketika siswa tidak mampu mengidentifikasi kata sehingga peserta didik mempunyai kemampuan membaca yang lemah berdasarkan rata-rata kemampuan membaca yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami oleh siswa kelas III-B SDN 013 Tana Tidung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan datan yang dilakukan melalui tes kemampuan membaca dan wawancara siswa sebanyak 25 siswa kelas III-B yang sebagai calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca. Selanjutnya peneliti memilih 7 subjek dari hasil tes kemampuan membaca siswa yang peneliti lakukan yang termasuk dalam kategori perlu bimbingan. Lalu kemudian peneliti mengkonfiramsi kembali kepada subjek yang terpilih agar bersedia untuk melakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih adanya beberapa siswa yang mengalami kesulitan membaca. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain yaitu siswa belum mengenal huruf, siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan itulah sehingga siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ANALYSIS OF THE BEGINNING READING DIFFICULTIES OF THIRD GRADE STUDENT OF SDN 001 TANJUNG PALAS UTARA Abstract This study aimed to determine the beginning reading diffilties of third grade student of SDN 001 Tanjung Palas Utara. Learning difficulties are a common problem that occours in student in their academics, as well as reading difficulties are a common being a major problem among elementary schools. This researcher used a qualitative approach. The research instrument was the researcher herself. The researcher acted as a tool for data collection in qualitative research because the researcher saw, assessed and felt what the research subject experienced and occurred at the research location. The supporting instrument was the test conducted during research at the research location. Regarding the results of research, carried out on 11 third grade students of SDN 001 Tanjung Palas Utara, it is revealed that there were 2 students who had diffulty in syllable recognition and reading, and 1 student who had diffulty in reading senteces. Most student still have difficulty in recognizing some latters, which are similar in shape such as the letters i and l. In sentence assessment, student still had diffulty when getting the syllables sya,syu, and nya. This was caused by several factors, namely family support, lack of student understanding of vocabulary, and student’s lack of focus during assessment. Thus, using a variety of methods during the learning procces are recomdende, so that students do not feel bored. The further findings obtained bye the researcher at the research location were that student reading comprension was the responbility of the techer, and a lack of understanding of parents regarding family support related to their children’s reading skills. Keywords : Beginning Reading Difficulties, Causal Factor
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca permulaan adalah tahapan awal belajar membaca di kelas rendah yang harus dikuasai siswa sebelum memasuki tahap membaca lebih lanjut. Siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tentu akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Kesulitan membaca permulaan merupakan kondisi dimana siswa mengalami terhambatannya dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SDN 002 Sei Menggaris dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. sebanyak 19 siswa kelas II menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca permulaan, saat sedang berlangsungnya tes peneliti melakukan pengamatan berdasarkan pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan, lalu dikonfirmasi kembali pada subjek terpilih untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa tidak lancar membaca banyak melakukan kesalahan seperti: penghilangan huruf, penggantian suku kata/kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti "q" dan "p". Lalu siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Selanjutnya ada juga siswa yang kesulitan membaca kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, peneliti menyudahi tes membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa karena fokusnya mudah teralihkan, lebih suka bermain, kurang minat membaca, kesukaran dalam membaca serta saat membaca diganggu oleh teman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman yang ada pada siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis hasil tes. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 5B SDN 043 Tarakan yang memiliki tingkat kesulitan membaca pemahaman yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa-siswa memiliki kesulitan yang berbeda dalam memahami teks yang mereka baca, seperti kesulitan dalam memahami kosakata, menarik. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat kesulitan membaca pemahaman masing-masing siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media gambar dapat mengatasi kesulitan membaca siswa di SDK Frater Don Bosco Tarakan. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap , yaitu Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, test, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pada di siklus I siswa cukup senang dan semangat dalam belajar dengan menggunakan media gambar. Walaupun masih banyak kekurangan pada siklus I dikarenakan mereka sebelumnya belum pernah merasakan pembelajaran yang bervariasi seperti penggunaan media gambar pada dasarnya dikategorikan belum cukup baik. Sedangkan Pada siklus II terjadi peningkatan dimana siswa tertarik dengan media gambar dan ada pendampingan intensif dari peneliti sehingga siswa mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan tuntas, tertib dan kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca permulaan merupakan bentuk kesulitan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas I-A SDN 023 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebanyak 28 siswa kelas I-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih 7 siswa kelas I-A yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca permulaan. Adapun faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca permulaan adalah suatu kondisi dimana siswa mengalami keterhambatan dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II-A SDN 005 Tarakan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, dan dokumentasi. Dan wawancara terhadap siswa serta guru kelas II-A untuk mengetahui faktor kesulitan membaca permulaan. Sebanyak 27 siswa kelas II-A menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes awal kemampuan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes awal kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan untuk dilakukan tes kemapuan membaca dan observasi pada saat penelitian. Lalu peneliti juga melakukan wawancara kepada siswa dan dikonfirmasi kembali kepada guru kelas II-A tentang faktor kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) siswa tidak lancar dalam membaca, siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca seperti: penghilangan huruf, pengantian kata, dan tidak memperhatikan tanda baca ketika membaca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip. Siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan lalu ada juga siswa yang kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf diagraf dan diftong, sehingga siswa melalukan kesalahan pada saat membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa mengalami keterlambatan berbicara, orang tua sibuk bekerja, kesukaran dalam membaca serta, minat siswa dalam membaca masih kurang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca permulaan adalah kondisi dimana siswa mengalami keterhambatan dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-d di SDN 033 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara terhadap siswa serta guru kelas II-d dan dokumentasi. Sebanyak 9 siswa kelas II-d menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes awal kemampuan membaca permulaan. Pemberian tes awal kepada calon subjek tersebut dengan berdasarkan hasil tes kemampuan membaca yang berada dalam kategori perlu bimbingan, yang pernah dilakukan guru kelas II-d pada bulan November tahun 2021 di semester genap tahun ajaran 2021/2022. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes awal kemampuan membaca permulaan berada dalam kategori perlu bimbingan untuk dilakukan tes kemampuan membaca permulaan, observasi, dan wawancara. Lalu peneliti juga melakukan wawancara kepada guru kelas II-d untuk mengkonfirmasi kesulitan membaca yang dialami siswa. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tidak lancar dalam membaca, siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca seperti: penghilangan huruf, penggantian kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca ketika membaca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti “p” dengan “q” serta “m” dengan “w”’. Siswa juga belum dapat mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Lalu ada juga siswa yang masih melakukan kesalahan ketika melafalkan gabungan huruf konsonan vokal konsonan. Kemudian ada juga siswa yang kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau huruf diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, sehingga peneliti menyudahi tes dan tidak melanjutkan ke bagian membaca pemahaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Data dianalisis berdasarkan teori Miles dan Huberman dengan urutan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II A di SDN 007 Tarakan. Peran guru dilakukan dengan berbagai penanganan, peran guru tersebut ialah sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator dan fasilitator serta evaluator. Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan menarik, menciptakan suasana dan kondisi belajar yang kondusif, menggunakan media pembelajaran dan memberikan fasilitas belajar yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, serta mampu memberikan penilaian secara objektif. Adapun beberapa faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa yaitu faktor internal yang disebabkan karena rendahnya minat membaca dari dalam diri siswa yang mengakibatkan kemalasan siswa dalam membaca dan faktor eksternal yang disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan membaca dari orang terdekat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca sering didefinisikan sebagai gejala kesulitan dalam memperlajari komponen-komponen kata dan kalimat, sedangkan kesulitan menulis ialah kesulitan mengekspresikan pikiran dalam bentuk lambang-lambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca dan menulis tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca dan menulis siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara dan observasi. Sebanyak 15 siswa kelas III menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah ini peneliti memilih 4 siswa kelas III yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan. Dan hasil tes keterampilan menulis menunjukan bahwa memang masih adanya kesulitan yang dialami siswa antara lain; siswa terlambat dalam mengumpulkan tugas, tulisan tidak rapi, tulisan tidak bisa dibaca atau terlalu jelek, siswa banyak menghilangkan huruf dalam kata, dan siswa menulis dengan huruf besar dan kecil yang tidak beraturan, penggunaan tanda baca tidak tepat dan benar. Adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca dan menulis siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Skripsi ini membahas tentang kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan pada tahun ajaran 2021/2022. Dengan metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan dan menganalisis hasil dari penelitian yang dilakukan. Penelitian ini mendeskripsikan tentang kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan dengan kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa adalah kesulitan siswa dalam mengidentifikasi huruf, belum mengetahui makna kata, membaca kata demi kata, belum lancara dalam membaca dan mengeja terbata-bata. Faktor yang menjadi penghambatan kesulitan membaca pada siswa kelas I C SDN 006 Tarakan dipengaruhi oleh kurangnya minat membaca siswa dan kurang nya motivasi dari lingkungan keluarga. Hasil dari penelitian yang dilakukan melalui observasi, wawancara kepada guru kelas, penyebaran angket dan tes membaca pada siswa keas I C SDN 006 Tarakan menghasilkan bahwa secara umum dari 28 siswa di SDN 006 Tarakan terdapat 15 orang siswa SDN 006 Tarakan yang memiliki kesulitan membaca permulaan sedangkan 13 siswa lainnnya memiliki kemampuan dalam membaca permulaan dengan lancar dan benar.