Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Faktor Penyebab
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kesulitan Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Pada Materi Bentuk Aljabar Kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor penyebab perilaku agresi verbal pada siswa di SMP Negeri 4 Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku agresi verbal pada siswa di SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Penggumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresi verbal yang dilakukan siswa meliputi agresi verbal aktif langsung, aktif tidak langsung, pasif langsung, dan pasif tidak langsung. Bentuk perilaku tersebut antara lain berkata kasar, neghina teman, menyebarkan keburukan teman, mendiamkan teman, serta menyindir secara tidak langsung. Faktor penyebab perilaku agresi verbal meliputi provokasi dari teman sebaya, kondisi lingkungan yang tidak menyenangkan (aversif), pengaruh isyarat agresi dari lingkungan pergaulan, karakteristik individu, dan pengaruh kelompok deindividuasi. Perilaku agresi verbal dipengaruhi oleh kondisi emosional siswa dan interaksi sosial di lingkungan sekolah. Dampak yang ditimbulkan antara lain terganggunya hubungan sosial antara siswa, munculnya konflik, serta terciptanya lingkungan belajar yang kurang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari guru sekolah, guru, dan orang tua untuk membantu siswa mengontrol emosi serta membangun pola komunikasi dan interaksi sosial positif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS III-B SDN 017 TARAKAN

2026•

Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN KELAS 1B SEKOLAH DASAR NEGERI 006 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan keterampilan menulis permulaan merupakan kesulitan yang sering dialami oleh siswa Ketika mereka belajar menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan keterampilan menulis permulaan pada siswa kelas 1B SD Negeri 006 Tarakan serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan yaitu metodologi penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi awal, tes keterampilan menulis permulaan, wawancara dengan guru kelas, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kelas 1B dengan menggunkan teknik purposive sampling dengan kriteria berdasarkan indikator kesuliatn menulis, dan dipilih satu perwakilan siswa yang memenuhi indikator menulis dengan bantuan spin, yaitu berinisial NG, AF, BJ, SQ. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek NG mengalami kesulitan keterampilan menulis pada keempat indikator yaitu, tulisan tidak terbaca, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan motrik yang masih rendah, perilaku, motivasi dan minat belajar yang rendah. AF memenuhi tiga indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, huruf hilang, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu kemampuan memori yang lemah, kurangnya dampingan belajar dari orang tua. BJ memenuhi dua indikator yaitu penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, dan jarak antar kata tidak sama atau tidak konsisten dengan faktor penyebab yaitu lemahnya konsentrasi saat belajar. SQ memenuhi satu indikator yaitu penggunaan huruf kapial dan huruf kecil dengan faktor penyebab yaitu cenderung terburu-buru saat menulis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Campur Kode Bahasa Indonesia-Toraja Dalam Interaksi Sosial Pada Masyarakat Kampung Pisang Kelurahan Nunukan Barat (Kajian Sosiolingustik)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bantuk campur kode serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode di Kampung Pisang, Kelurahan Nunukan Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan dari interaksi masyarakat Kampung Pisang, Kelurahan Nunukan Barat yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di Kampung Pisang serta informan yang akan menvalidkan data mengenai bahasa Toraja. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu teknik metode simak beserta teknik lanjutannya yaitu teknik sadap, teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknk catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam campur kode serta faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode. Data dalam penelitian ini berjumlah 15 data, diantaranya yaitu: bentuk campur kode penyisipan kata, frasa, kata dan frasa, serta klausa. Faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode antara lain agar lawan tutur memahami maksud yang ingin disampaikan, untuk membuat suasana menjadi lebih santai, agar lebih sopan jika berkomunikasi dengan yang lebih tua, dan sudah menjadi kebiasaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Persamaan Kuadrat Di Kelas IX-3 SMP Negeri 1 Tarakan Berdasarkan Tahapan Kastolan

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat berdasarkan tahapan Kastolan, mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal persamaan kuadrat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mengalami kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknik. Adapun faktor-faktor penyebab yaitu siswa kurang memahami konsep, siswa hanya menghafal rumus, siswa jarang mengulang kembali materi, siswa hanya belajar pada waktu tertentu, siswa kurang memahami langkah-langkah penyelesaian, siswa kurang latihan penyelesaian soal, siswa terbiasa tidak menyelesaikan soal hingga akhir, siswa kurang teliti, kebiasaan terburu-buru dan tidak memeriksa kembali jawaban akhir, lemahnya pemahaman dasar atau keterampilan operasi hitung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESALAHAN KONSEP SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA KELAS VII SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan dan penyebab siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang siswa yang memiliki nilai tinggi ulangan harian dan 2 orang siswa yang memiliki nilai rendah ulangan harian materi bilangan bulat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri, adapun instrumen pembantu yaitu pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data peneliti menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa mengalami 5 kesalahan bedasarkan analisis Newman yaitu 1) Kesalahan membaca, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan membaca. Penyebab nya siswa tidak dapat memaknai soal dengan benar dan tidak dapat menentukan kata-kata dalam soal ke bentuk simbol matematika. 2) Kesalahan memahami, siswa dengan nilai rendah melakukan kesalahan memahami. Penyebabnya siswa tidak memahami konteks masalah dalam soal, siswa kurang teliti menentukan yang diketahui dan yang ditanyakan. 3) Kesalahan transformasi, siswa dengan nilai rendah tidak dapat menentukan operasi hitung yang akan digunakan. Penyebab siswa siswa salah dalam penulisan operasi hitung yang akan digunakan. 4) Keterampilan proses, siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses, penyebab siswa dengan nilai tinggi melakukan kesalahan keterampilan proses siswa kurang teliti menentukan tanda operasi bilangan bulat positif dengan bilang bulat negatif. Sedangkan siswa dengan nilai ulangan rendah tidak menggunkan proses penyelesaian dengan benar dan tepat. Penyebab siswa dengan nilai rendah yaitu mengalami kesalahan keterampilan proses yaitu siswa tidak menyelesaikan langkah-langkah proses penyelesaian dengan benar, siswa kurang kemampuan dasar matematika, 5) Kesalahan penulisan jawaban akhir, siswa dengan nilai tinggi dan rendah tidak mendapatkan hasil akhir, penyebabnya siswa tidak terbiasa untuk menuliskan jawaban akhir atau kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI ALJABAR KELAS VII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII-2 SMP Negeri Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan aljabar terdiri dari kesulitan prinsip dan kesulitan konsep. Kesulitan konsep dalam penelitian ini yaitu siswa tidak dapat menentukan variabel dan koefisien, siswa memahami bahwa variabel merupakan angka sedangkan koefisien merupakan huruf, siswa memahami bahwa tanda kurang bukan merupakan negatif, sedangkan jika ada notasi negatif sudah menjadi satu kesatuan dengan koefisien dan variabel. Kesulitan prinsip yaitu, siswa mengoperasikan pengurangan tanpa memperhatikan notasi negatif dan notasi positif, yang dimana notasi tersebut harus dihilangkan dengan cara mengalikan notasi negatif dengan negatif, atau notasi positif dengan negatif. Selain itu, siswa mengoperasikan perkalian dengan mengalikan antara variabel dengan variabel, kemudian konstanta dengan konstanta tanpa menerapkan sifat distributif ke dalam operasi hitung perkalian, serta siswa tidak memahami perkalian pangkat pada dua variabel atau lebih. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisiologis ditandai dengan kondisi kesehatan yang kurang sehat seperti pusing atau sakit kepala. faktor psikologis terdiri faktor minat yaitu siswa cenderung merasa malas, bosan, tidak memperhatikan pelajaran. Faktor sikap yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran, tidak memperhatikan guru, malas mencatat, dan tidak fokus terhadap pembelajaran. Faktor motivasi yaitu malas mengerjakan tugas, bosan dan memilih kegiatan aktivitas lain seperti bermain dan bercerita sama teman. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari fakor keluarga, faktor sekolah dan faktor teman sebaya. Pada faktor keluarga yaitu suasana rumah yang kurang mendukung, pada faktor sekolah yaitu faktor guru dan sarana dan prasarana kurang lengkap serta faktor terakhir yaitu teman sebaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ALIH KODE BAHASA TORAJA DALAM KHOTBAH GEREJA TORAJA JEMAAT ELIM TARAKAN (KAJIAN SOSIOLINGUSTIK)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode Bahasa Toraja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan alih kode Bahasa Toraja dalam khotbah ibadah di Gereja Toraja Jemaat Elim Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan pengkhotbah dalam ibadah hari minggu pagi dan malam serta ibadah persekutuan PPGT yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendeta dan majelis yang mengambil peran dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai pengkhotbah di Gereja Toraja jemaat Elim Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode simak beserta teknik selanjutnya yaitu, teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode. Dalam penelitian ini ditemukan data alih kode sebanyak 46 data yang terdapat dalam 9 khotbah. Berbagai alih kode yang ditemukan yaitu, alih kode situasional dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial, intra-sentensial dan tag-switching sebanyak 20 data dan alih kode metaforis dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial dan intra-sentensial ditemukan sebanyak 26 data. Alih kode yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu alih kode metaforis. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode antara lain: faktor penutur dalam bentuk menghormati lawan tutur, menekankan poin penting, menunjukkan keakrban, dan membangkitkan rasa rumor serta topik pembicaraan/topik pembahasan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis kesulitan membaca permulaan siswa kelas III di SDN 001 Tanjung Palas Utara

2024•

ANALYSIS OF THE BEGINNING READING DIFFICULTIES OF THIRD GRADE STUDENT OF SDN 001 TANJUNG PALAS UTARA Abstract This study aimed to determine the beginning reading diffilties of third grade student of SDN 001 Tanjung Palas Utara. Learning difficulties are a common problem that occours in student in their academics, as well as reading difficulties are a common being a major problem among elementary schools. This researcher used a qualitative approach. The research instrument was the researcher herself. The researcher acted as a tool for data collection in qualitative research because the researcher saw, assessed and felt what the research subject experienced and occurred at the research location. The supporting instrument was the test conducted during research at the research location. Regarding the results of research, carried out on 11 third grade students of SDN 001 Tanjung Palas Utara, it is revealed that there were 2 students who had diffulty in syllable recognition and reading, and 1 student who had diffulty in reading senteces. Most student still have difficulty in recognizing some latters, which are similar in shape such as the letters i and l. In sentence assessment, student still had diffulty when getting the syllables sya,syu, and nya. This was caused by several factors, namely family support, lack of student understanding of vocabulary, and student’s lack of focus during assessment. Thus, using a variety of methods during the learning procces are recomdende, so that students do not feel bored. The further findings obtained bye the researcher at the research location were that student reading comprension was the responbility of the techer, and a lack of understanding of parents regarding family support related to their children’s reading skills. Keywords : Beginning Reading Difficulties, Causal Factor

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor Penyebab Perilaku Agresi Di SMPN 1 Malinau Barat

2024•

FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESI DI SMPN 1 MALINAU BARAT ABSTRAK Stefani Junita, 2024, “faktor Penyebab Perilaku Agresi Di SMPN 1 Malinau Barat”, oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perilaku agresi di SMPN 1 Malinau Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan melibatkan 4 informan, termasuk 2 peserta didik sebagai pelaku agresi verbal, 1 guru bimbingan dan konseling dan 1 wali kelas IX. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator dalam penelitian ini adalah provokasi, kondisi aversif, isyarat agresi, kehadiran orang lain, karakteristik individu, deindividualisasi, dan pengaruh obat-obat terlarang. Hasil penelitian yang diperoleh adalah perilaku agresi tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga dapat mengganggu ketertiban sosial dan merusak kualitas lingkungan secara keseluruhan, perilaku agresi yang paling dominan adalah agresi verbal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor penyebab agresi di lingkungan sekolah dan memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan perilaku agresi verbal di kalangan siswa. Kata Kunci: Faktor Penyebab, perilaku, Agresi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR PENYEBAB PRESTASI RENDAH SISWA DI SMP NEGERI 3 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Prestasi Rendah dalam psikologi pendidikan sering diartikan dengan siswa yang memiliki intelektual tinggi tetapi rendah dalam hasil prestasi akademiknya. Sering kali terjadi persepsi yang salah dimana siswa yang memiliki prestasi rendah di cap sebagai siswa yang bodoh. Persepsi yang salah seperti ini malah justru membuat siswa prestasi rendah semakin tidak tertangani dengan maksimal. Untuk itu perlu pemahaman yang utuh untuk menangani dan mencegahnya. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor penyebab Prestasi Rendah siswa di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian dilapangan peneliti mendapatkan temuan bahwa faktor penyebab siswa prestasi rendah di SMP Negeri 3 Tarakan sebagai berikut: 1. Kepribadian individu, kedua subjek memiliki karakteristik yang sama dalam pembelajaran yaitu kurang percaya diri ketika berada di dalam kelas dan memiliki anxiety dan self esteem yang rendah. 2. Pembebanan, kedua subjek cenderung memiliki pembebanan kedua subjek jenuh dan salah satu subjek tidak peduli dengan pelajaran sehingga melakukan aktivitas menggambar yang tidak jelas serta merasa pembelajaran tidak menyenangkan. 3. Keluarga, orang tua subjek tidak peduli terhadap arti sebuah prestasi dan orang tua tidak memberi perhatian terhadap potensi yang dimiliki oleh kedua subjek, orang tua hanya mementingkan pembelajaran di sekolah anaknya tanpa memperhatikan potensi lain anaknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN 002 SEI MENGGARIS

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca permulaan adalah tahapan awal belajar membaca di kelas rendah yang harus dikuasai siswa sebelum memasuki tahap membaca lebih lanjut. Siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tentu akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Kesulitan membaca permulaan merupakan kondisi dimana siswa mengalami terhambatannya dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SDN 002 Sei Menggaris dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. sebanyak 19 siswa kelas II menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca permulaan, saat sedang berlangsungnya tes peneliti melakukan pengamatan berdasarkan pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan, lalu dikonfirmasi kembali pada subjek terpilih untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa tidak lancar membaca banyak melakukan kesalahan seperti: penghilangan huruf, penggantian suku kata/kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti "q" dan "p". Lalu siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Selanjutnya ada juga siswa yang kesulitan membaca kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, peneliti menyudahi tes membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa karena fokusnya mudah teralihkan, lebih suka bermain, kurang minat membaca, kesukaran dalam membaca serta saat membaca diganggu oleh teman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING VERBAL DI KALANGAN SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 BUNYU

2023•

Terjadi kasus bullying verbal yang dilakukan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Bunyu Provinsi Kalimantan Utara, Adapun bentuk bullying yang terjadi adalah mengejek teman sebaya dengan sebutan nama orang tua, melakukan penghinaan fisik dan membeda-bedakan teman berdasarkan tingkatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab bullying verbal siswa kelas VII di SMPN 2 Bunyu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua orang siswa dan satu Guru BK. Melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor penyebab bullying verbal terdiri dari tiga diantaranya, (1) faktor keluarga yaitu kurangnya pengawasan orang tua terhadap siswa, sikap keras yang ditunjukkan orangtua seperti cepat marah dan tidak ada ruang kompromi, serta kurangnya perhatian orang tua terhadap anak; (2) faktor pergaulan atau kelompok sebaya terjadi karena adanya interaksi meniru dan mendapatkan hasutan dari teman-teman; (3) faktor media sosial seperti instagram, tiktok, whatsapp, dan facebook memiliki andil yang besar karena penyalahgunaan seperti menonton konten kekerasan yang viral sampai membuat video yang sama, dan membaca dan mengetik komentar negatif. Kata Kunci: bullying verbal, faktor penyebab

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I-A SDN 023 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan membaca permulaan merupakan bentuk kesulitan siswa dalam mengenal huruf abjad, suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas I-A SDN 023 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebanyak 28 siswa kelas I-A yang menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih 7 siswa kelas I-A yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan dalam membaca permulaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa sulit mengenal huruf, siswa masih ada yang belum dapat membaca suku kata, kata, dan belum mampu membaca kalimat sederhana. Siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip, melakukan kesalahan dalam membaca seperti menghilangkan kata, menambah kata, dan mengganti kata. Karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca permulaan. Adapun faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II-A SDN 005 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan membaca permulaan adalah suatu kondisi dimana siswa mengalami keterhambatan dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II-A SDN 005 Tarakan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi, dan dokumentasi. Dan wawancara terhadap siswa serta guru kelas II-A untuk mengetahui faktor kesulitan membaca permulaan. Sebanyak 27 siswa kelas II-A menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes awal kemampuan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes awal kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan untuk dilakukan tes kemapuan membaca dan observasi pada saat penelitian. Lalu peneliti juga melakukan wawancara kepada siswa dan dikonfirmasi kembali kepada guru kelas II-A tentang faktor kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa. Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa: 1) siswa tidak lancar dalam membaca, siswa banyak melakukan kesalahan dalam membaca seperti: penghilangan huruf, pengantian kata, dan tidak memperhatikan tanda baca ketika membaca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip. Siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan lalu ada juga siswa yang kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf diagraf dan diftong, sehingga siswa melalukan kesalahan pada saat membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa mengalami keterlambatan berbicara, orang tua sibuk bekerja, kesukaran dalam membaca serta, minat siswa dalam membaca masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II A Di SDN 007 Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Data dianalisis berdasarkan teori Miles dan Huberman dengan urutan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa kelas II A di SDN 007 Tarakan. Peran guru dilakukan dengan berbagai penanganan, peran guru tersebut ialah sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator dan fasilitator serta evaluator. Peran guru dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan menarik, menciptakan suasana dan kondisi belajar yang kondusif, menggunakan media pembelajaran dan memberikan fasilitas belajar yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, serta mampu memberikan penilaian secara objektif. Adapun beberapa faktor penyebab kesulitan membaca permulaan siswa yaitu faktor internal yang disebabkan karena rendahnya minat membaca dari dalam diri siswa yang mengakibatkan kemalasan siswa dalam membaca dan faktor eksternal yang disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan membaca dari orang terdekat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kesulitan Membaca dan Menulis Siswa Kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan membaca sering didefinisikan sebagai gejala kesulitan dalam memperlajari komponen-komponen kata dan kalimat, sedangkan kesulitan menulis ialah kesulitan mengekspresikan pikiran dalam bentuk lambang-lambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca dan menulis tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca dan menulis siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara dan observasi. Sebanyak 15 siswa kelas III menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah ini peneliti memilih 4 siswa kelas III yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan. Dan hasil tes keterampilan menulis menunjukan bahwa memang masih adanya kesulitan yang dialami siswa antara lain; siswa terlambat dalam mengumpulkan tugas, tulisan tidak rapi, tulisan tidak bisa dibaca atau terlalu jelek, siswa banyak menghilangkan huruf dalam kata, dan siswa menulis dengan huruf besar dan kecil yang tidak beraturan, penggunaan tanda baca tidak tepat dan benar. Adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca dan menulis siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail