ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN 002 SEI MENGGARIS
Membaca permulaan adalah tahapan awal belajar membaca di kelas rendah yang harus dikuasai siswa sebelum memasuki tahap membaca lebih lanjut. Siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tentu akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Kesulitan membaca permulaan merupakan kondisi dimana siswa mengalami terhambatannya dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SDN 002 Sei Menggaris dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. sebanyak 19 siswa kelas II menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca permulaan, saat sedang berlangsungnya tes peneliti melakukan pengamatan berdasarkan pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan, lalu dikonfirmasi kembali pada subjek terpilih untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa tidak lancar membaca banyak melakukan kesalahan seperti: penghilangan huruf, penggantian suku kata/kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti "q" dan "p". Lalu siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Selanjutnya ada juga siswa yang kesulitan membaca kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, peneliti menyudahi tes membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa karena fokusnya mudah teralihkan, lebih suka bermain, kurang minat membaca, kesukaran dalam membaca serta saat membaca diganggu oleh teman.