Studi Penggunaan Materail Agregat Dari Kabupaten Malinau Pada Campuran Lapisan Tipis Aspal Beton ( Hot Rolled Sheet) Base
.
Profil penulis
13 karya publik ditemukan.
.
Potensi penggunaan material agregat lokal dari Desa Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, sebagai campuran pada perkerasan Lapisan Tipis Aspal Beton atau Hot Rolled Sheet Base (HRS-Base), sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi kesesuaian sifat fisik agregat lokal terhadap Spesifikasi Bina Marga untuk HRS-Base serta mengevaluasi pengaruh penggunaannya terhadap karakteristik Marshall dan volumetrik campuran. Penelitian dilaksanakan di laboratorium melalui pengujian sifat fisik agregat yang dilanjutkan dengan metode Marshall untuk pembuatan benda uji dan pengujian karakteristik campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter pada agregat kasar memenuhi spesifikasi, namun pada agregat halus ditemukan ketidaksesuaian pada parameter kandungan gumpalan lempung dan butir mudah pecah yang melebihi batas maksimum. Dari pengujian Marshall dengan 5 variasi kadar aspal, diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,86%. Parameter stabilitas dan VFA pada semua variasi kadar aspal memenuhi spesifikasi, sedangkan parameter MQ dan VIM hanya memenuhi pada sebagian kadar 6.61% dan 7.11%. Parameter VMA pada seluruh variasi kadar aspal tidak memenuhi ketentuan minimum yang disyaratkan oleh spesifikasi umum Bina Marga. Berdasarkan hasil uji agregat dan karakteristik Marshall, dapat disimpulkan bahwa material agregat dari Desa Kuala Lapang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi untuk penggunaan dalam campuran HRS-Base.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode Bahasa Toraja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan alih kode Bahasa Toraja dalam khotbah ibadah di Gereja Toraja Jemaat Elim Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan pengkhotbah dalam ibadah hari minggu pagi dan malam serta ibadah persekutuan PPGT yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendeta dan majelis yang mengambil peran dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai pengkhotbah di Gereja Toraja jemaat Elim Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode simak beserta teknik selanjutnya yaitu, teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode. Dalam penelitian ini ditemukan data alih kode sebanyak 46 data yang terdapat dalam 9 khotbah. Berbagai alih kode yang ditemukan yaitu, alih kode situasional dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial, intra-sentensial dan tag-switching sebanyak 20 data dan alih kode metaforis dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial dan intra-sentensial ditemukan sebanyak 26 data. Alih kode yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu alih kode metaforis. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode antara lain: faktor penutur dalam bentuk menghormati lawan tutur, menekankan poin penting, menunjukkan keakrban, dan membangkitkan rasa rumor serta topik pembicaraan/topik pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk alih kode Bahasa Toraja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan alih kode Bahasa Toraja dalam khotbah ibadah di Gereja Toraja Jemaat Elim Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan pengkhotbah dalam ibadah hari minggu pagi dan malam serta ibadah persekutuan PPGT yang disampaikan secara lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah pendeta dan majelis yang mengambil peran dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai pengkhotbah di Gereja Toraja jemaat Elim Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu menggunakan metode simak beserta teknik selanjutnya yaitu, teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam alih kode serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode. Dalam penelitian ini ditemukan data alih kode sebanyak 46 data yang terdapat dalam 9 khotbah. Berbagai alih kode yang ditemukan yaitu, alih kode situasional dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial, intra-sentensial dan tag-switching sebanyak 20 data dan alih kode metaforis dalam bentuk klasifikasi gramatikal berupa inter-sentensial dan intra-sentensial ditemukan sebanyak 26 data. Alih kode yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu alih kode metaforis. Faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode antara lain: faktor penutur dalam bentuk menghormati lawan tutur, menekankan poin penting, menunjukkan keakrban, dan membangkitkan rasa rumor serta topik pembicaraan/topik pembahasan
Penelitian ini bermaksud untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 November – 7 Desember 2020 di MAN Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 2 MAN Tarakan, yaitu 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi minat belajar siswa, angket minat belajar siswa dan isntrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data aktivitas guru, minat belajar siswa dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa pada siklus I sebesar 87% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 56% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 73% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan.
Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula akibat ketidakmampuan produksi insulin atau insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara efektif pada tahun Prevalensi melitus di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Indonesia menempati urutan ketujuh dalam daftar tersebut banyak negara dengan penderita diartes melitus terbesar di dunia.Dalam penulisan laporan tugas akhir ini, latar belakang penulis mengarahkannya untuk menggunakan kasus melitus. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.D dengan diagnosis melitus 2 melitus. Metode miksi rem akhir ini meliputi metode deskriptif berupa studi kasus dengan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan ada 7 diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan yaitu kadar glukosa tidak stabil, hmvolemia, gangguan pola, gangguan mobilitas fisik, risiko defisit nutrisi, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Kesimpulannya, penulis menemukan kesenjangan yang secara teori tetapi tidak dalam peringkat dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi serta evaluasi hasil yang diperoleh. Semua diagnosis keperawatan dapat sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil sangat ditetapkan.
Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk. Air untuk kebutuhan sehari-hari tentunya harus bebas dari segala macam bentuk polutan. Untuk keperluan hygiene sanitasi, air baku tentunya harus sesuai dengan standar mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah sehingga aman digunakan oleh manusia. Salah satu parameter yang harus dipenuhi untuk air bersih adalah parameter pH air. pH air yang rendah akan menyebabkan tingginya kelarutan logam pada air serta dapat menyebabkan sifat korosif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengolahan pada air sumur bor yang memiliki nilai pH asam dengan menggunakan adsorben kitosan-zeolit yang dibuat dari limbah cangkang udang. Tahapan dari penelitian ini antara lain penyiapan sampel, isolasi kitosan dari cangkang kulit udang, sintesis komposit kitosan-zeolit, karakterisasi kitosan-zeolit dengan FT-IR, uji stabilitas kitosan-zeolit, dan aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben pada air sumur bor dengan mengamati perubahan pH. Hasil penelitian untuk karakterisasi kitosan-zeolit dengan FTIR menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 3467,04 cm-1 merupakan vibrasi OH dan N-H Primer. Terbentuknya vibrasi ulur N-H pada hasil sintesis kitosan. Pada bilangan gelombang 2348,38 cm-1 adalah rentangan N-H dari amina. Vibrasi dari NH amida primer muncul pada serapan 1638,06 cm-1 serta terdapat serapan pada bilangan gelombang 455,3 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-O yang berasal dari zeolite. Aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben untuk meningkatkan pH pada air sumur bor menunjukkan terjadinya perubahan pH dari 5 menjadi 6 pada rasio kitosan-zeolit 1:1,5.
Pengembangan subsistem hilir beras adan akan membantu pemenuhan kebutuhan akan beras dengan menyediakan beras dalam jumlah yang cukup banyak dan aman dikonsumsi. Usaha subsistem hilir memerlukan lembaga-lembaga yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan subsistem hilir mulai dari pengolahan dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengidentifikasi lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, 2). Untuk mengetahui model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis desktriptif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat adalah Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bank Kaltimtara, Dinas Perhubungan, BUMDes, Adat Krayan Barat, Koperasi,UKM UD Borneo, Poktan, Pedagang perantara, Petani/Pemilik Lahan dan Konsumen. Adapun model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat terdiri dari tiga bagian yaitu pertama pengolahan dan pemasaran; Petani/Pemilik Lahan, Poktan dan BUMDes. Kedua pemasaran; Koperasi, UKM UD Borneo dan Pedagang perantara. Ketiga lembaga pendukung; Dinas Pertanian, Penyuluh, Kecamatan Krayan Barat, Dinas Perhubungan, Adat, Bank Kaltimtara.
Pengembangan subsistem hilir beras adan akan membantu pemenuhan kebutuhan akan beras dengan menyediakan beras dalam jumlah yang cukup banyak dan aman dikonsumsi. Usaha subsistem hilir memerlukan lembaga-lembaga yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan subsistem hilir mulai dari pengolahan dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengidentifikasi lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, 2). Untuk mengetahui model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis desktriptif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat adalah Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bank Kaltimtara, Dinas Perhubungan, BUMDes, Adat Krayan Barat, Koperasi,UKM UD Borneo, Poktan, Pedagang perantara, Petani/Pemilik Lahan dan Konsumen. Adapun model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat terdiri dari tiga bagian yaitu pertama pengolahan dan pemasaran; Petani/Pemilik Lahan, Poktan dan BUMDes. Kedua pemasaran; Koperasi, UKM UD Borneo dan Pedagang perantara. Ketiga lembaga pendukung; Dinas Pertanian, Penyuluh, Kecamatan Krayan Barat, Dinas Perhubungan, Adat, Bank Kaltimtara.
Penelitian ini bermaksud untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 November – 7 Desember 2020 di MAN Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 2 MAN Tarakan, yaitu 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi minat belajar siswa, angket minat belajar siswa dan isntrumen tes hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data aktivitas guru, minat belajar siswa dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penilitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa pada siklus I sebesar 87% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 56% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 73% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Take and Give dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika siswa pada kelas XII IPS 2 MAN Tarakan.
.
PT. Citra Sawit Lestari Tanjung Palas Hilir memiliki PLTU yang menggunakan Boiler Advance 30 Ton. Fungsi utama boiler adalah untuk memproduksi uap yang digunakan dalam membangkitkan listrik untuk kebutuhan pabrik. Jika produksi uap menurun maka terjadi gangguan terhadap generator turbin yang menyebabkan penurunan produksi tenaga listrik dan penurunan proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara sistem air umpan dan sistem bahan bakar boiler untuk bisa membangkitkan energi listrik yang digunakan oleh pabrik kelapa sawit. Setelah mengkaji dengan pengamatan analisa data di lapangan kemudian dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil perbandingan dengan rata-rata penggunaan bahan bakar (fiber & shell) dan air per jam adalah 5.100 kg bahan bakar (komposisi 3.640 kg serabut dan 1.460 kg cangkang, dengan persentase 71%:29%) dan 15.500 kg air umpan. Dengan rata-rata nilai konsumsi spesifik bahan bakar per 1 kWh sebesar 6,21 kg (komposisi 4,44 kg serabut dan 1,77 kg cangkang) dan rata-rata daya listrik yang dibangkitkan sebesar 823 kW.
Air merupakan kebutuhan utama makhluk hidup untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring meningkatnya aktivitas dan jumlah penduduk. Air untuk kebutuhan sehari-hari tentunya harus bebas dari segala macam bentuk polutan. Untuk keperluan hygiene sanitasi, air baku tentunya harus sesuai dengan standar mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah sehingga aman digunakan oleh manusia. Salah satu parameter yang harus dipenuhi untuk air bersih adalah parameter pH air. pH air yang rendah akan menyebabkan tingginya kelarutan logam pada air serta dapat menyebabkan sifat korosif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan pengolahan pada air sumur bor yang memiliki nilai pH asam dengan menggunakan adsorben kitosan-zeolit yang dibuat dari limbah cangkang udang. Tahapan dari penelitian ini antara lain penyiapan sampel, isolasi kitosan dari cangkang kulit udang, sintesis komposit kitosan-zeolit, karakterisasi kitosan-zeolit dengan FT-IR, uji stabilitas kitosan-zeolit, dan aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben pada air sumur bor dengan mengamati perubahan pH. Hasil penelitian untuk karakterisasi kitosan-zeolit dengan FTIR menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 3467,04 cm-1 merupakan vibrasi OH dan N-H Primer. Terbentuknya vibrasi ulur N-H pada hasil sintesis kitosan. Pada bilangan gelombang 2348,38 cm-1 adalah rentangan N-H dari amina. Vibrasi dari NH amida primer muncul pada serapan 1638,06 cm-1 serta terdapat serapan pada bilangan gelombang 455,3 cm-1 yang menunjukkan adanya gugus Si-O yang berasal dari zeolite. Aplikasi kitosan-zeolit sebagai adsorben untuk meningkatkan pH pada air sumur bor menunjukkan terjadinya perubahan pH dari 5 menjadi 6 pada rasio kitosan-zeolit 1:1,5.