Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Kelembagaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaesis gueensis J.) RAKYAT (STUDI KASUS: PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KOPERASI ANUGRAH TANI, DESA SEKATAK BUJI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUATANLEMBAGAADATDAYAKKENYAHKECAMATANKAYAN SELATANDALAMPENYELESAIANSENGKETATANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan Lembaga Adat Dayak Kenyah Kecamatan Kayan Selatan Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Merang Ding Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga adat DayakKenyahdalampenyelesaiansengketatanahdiKeca Selatanserta merumuskanstrategipenguatankele fektifdandiakuidala msistemhukumnasional matanKayan mbagaanadatagarlebih e . Lembaga adat memiliki fungsi penting sebagai penjaga nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan harmoni sosial dalam masyarakat adat, terutama ketika terjadi sengketa yang berkaitan dengan hak atas tanah ulayat.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis nor perundang matif, dengan menggunakan pendekatan-undangandanpendekatankonseptual.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa le mbagaadatDayakKenyah memiliki peran sentral dalam penyelesaian sengketa tanah melalui mekanisme musyawarah adat, mediasi antar pihak, serta penerapan sanksi adat yang menekankan keseimbangan dan pemulihan hubungan sosial. Namun, efektivitas lembaga adat masih terbatas akibat lemahnya legitimasi formal, minimnya dukungan administratif, dan belum adanya integrasi yang kuat antara keputusan adat dengan sistem hukum nasional. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan kele melaluipengakuan huku mbagaan adat m yang lebih tegas, peningkatan kapasitas x kelembagaan, danpembentukan foru mkoordinasi antara le mbagaadat danpemerintahdaerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat Dayak Kenyah sebagai mitra strategis dalam penyelesaian sengketa tanah dan pembangunan hukum yang berkeadilan berbasis kearifan lokal di wilayah Kayan Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUATANLEMBAGAADATDAYAKKENYAHKECAMATANKAYAN SELATANDALAMPENYELESAIANSENGKETATANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan Lembaga Adat Dayak Kenyah Kecamatan Kayan Selatan Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Merang Ding Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga adat DayakKenyahdalampenyelesaiansengketatanahdiKeca Selatanserta merumuskanstrategipenguatankele fektifdandiakuidala msistemhukumnasional matanKayan mbagaanadatagarlebih e . Lembaga adat memiliki fungsi penting sebagai penjaga nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan harmoni sosial dalam masyarakat adat, terutama ketika terjadi sengketa yang berkaitan dengan hak atas tanah ulayat.Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis nor perundang matif, dengan menggunakan pendekatan-undangandanpendekatankonseptual.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa le mbagaadatDayakKenyah memiliki peran sentral dalam penyelesaian sengketa tanah melalui mekanisme musyawarah adat, mediasi antar pihak, serta penerapan sanksi adat yang menekankan keseimbangan dan pemulihan hubungan sosial. Namun, efektivitas lembaga adat masih terbatas akibat lemahnya legitimasi formal, minimnya dukungan administratif, dan belum adanya integrasi yang kuat antara keputusan adat dengan sistem hukum nasional. Sebagai rekomendasi, diperlukan penguatan kele melaluipengakuan huku mbagaan adat m yang lebih tegas, peningkatan kapasitas x kelembagaan, danpembentukan foru mkoordinasi antara le mbagaadat danpemerintahdaerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat Dayak Kenyah sebagai mitra strategis dalam penyelesaian sengketa tanah dan pembangunan hukum yang berkeadilan berbasis kearifan lokal di wilayah Kayan Selatan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran balai penyuluh (BPP) dalam penguatan kelembagaan kelompok tani karet di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji tentang Pentingya Peran Balai Penyuluh Pertanian dalam melakukan penguatan kelembagaan kelompok Tani Karet di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau . Balai Penyuluhan Pertanian bertugas melaksanakan penyuluhan, menyediakan dan menyebarkan informasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Peran Balai Penyuluh Pertanian Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Karet Di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau (2) Mengetahui Faktor-Faktor Pendukung dan Faktor-Faktor Penghambat Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Karet Di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau.Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau pada Februari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif Melalui survei dengan Informan petani sebanyak 30 dan Penyuluh pertanian sebanyak 14 orang. Dan Sebagai Key Informan adalah Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Malinau Utara Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Balai Penyuluh Pertanian dalam Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani sudah terlaksana dengan cuup baik, dari keseluruhan indikator yang ada yaitu: Penyedia Sarana Informasi, Sebagai Tempat Untuk Pelatihan, Memfasilitasi Percontohan Usaha Tani Karet, Tempat Pertemuan Bagi Petani dan Penyuluh, Penguatan Kelembagaan Petani Melalui Kelompok Tani. Faktor Penghambat yaitu menyusun programa penyuluhan belum dilakukan sesuai waktu yang telah ditentukan, Mutasi yang tidak Efektif,, pembiayaan program yang terbatas, terdapat administrasi yang banyak sehingga tidak dapat melakukan penyuluhan lapangan secara maksimal dan informasi pemasaran belum optimal dan Faktor Pendukung yaitu dalam menjalankan perannya adalah memiliki Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Manusia, Lahan Percontohan, Alat Dan Mesin Pertanian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG AGUNG KECATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Kelembagaan agribisnis kelapa sawit sangat penting mulai dari subsistem hulu hingga subsisem penunjang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Mengindetifikasi lembaga yang berperan dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan (2) Menganalisis peran lembaga dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Setiap lembaga pada subsistem hulu agribisnis kelapa sawit didesa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dari (a) Subsistem Hulu yang berperan menyediakan akses input sarana perasarana PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), Toko Online (Shoppee & Tokopedia); Koprasi, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sinar Harapan; (b) Lembaga Subsitem Usaha Tani Kelompok Tani Makmur, Kelompok Tani Sempurna Jaya, Kelompok Tani Sejahtera Tani, Kelompok Tani Mekar Jaya, Kelompok Tani Bersama Jaya dan Bumdes; (c) Lembaga Sub Sistem Hilir yang berperan dalam kegiatan memasarkan hasil produksi usaha tani kelapa sawit lembaga yang berperan PT. Tunas Borneo, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi & UKM berperan dan Tengkula; (d) Untuk lembaga Subisistem Penunjang memiliki peran penting sebagai wadah dalam menunjang keberhasilan usaha tani dari hulu hingga hilir pada petani kelapa sawit lembaga yang bereperan dalam Sub Sistem Penunjang sebagian berikut Perbankaa Bank BRI; Dinas Pertanian Dan Ketahan; Badan Pemberdayaan Masayarakat Desa (BPD); Balai penyuluhan; dan Badan Pusat Statistik (BPS).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi petani rumput Laut terhadap peran kelembagaan pada kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pantai amal sebagai kawasan petani rumput laut di kota Tarakan dengan total produksi 501.169.624 ton pada tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mengetahui peran kelembagaan sistem agribisnis rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. (2) menganalisis persepsi petani terhadap peran kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi kelurahan pantai amal kota Tarakan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan analisi deskriptif dan menggunakan skala likert / skoring. Hasil yang di peroleh adalah dalam sistem agribisnis rumput laut memiliki 4 sub sistem rumput laut ya itu (1) sub sistem hulu, lembaga yang terlibat yaitu toko anda, kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul, lembaga lembaga tersebut berperan sebagai penyedia bibit rumput laut serta melakukan penyediaan modal, menyerap aspirasi dari anggota. (2) sub on farm lembaga yang terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi, lembaga ini berperan sebagai budidaya rumput laut, (3) subsistem hilir lembaga terlibat di dalamnya adalah kelompok tani sinar amal abadi dan pengepul. (4) subsistem jasa dan penunjang lembaga yang berperan adalah dinas perikanan dan kelautan kota Tarakan dan penyuluh. Menganalisis persepsi terhadap peren kelembagaan sistem agribisnis kelompok tani sinar amal abadi pantai amal kota Tarakan. Hasil yang di peroleh adalah persepsi petani rumput laut di kelompok tani sinar amal abadi, dapat di kategorikan tinggi dengan skor (29). Dengan masing masing sub sistem: (a) sub sistem hulu dengan skor (6) kategori tinggi (b) subsistem on farm dengan skor ( (10,8) kategori tinggi (c) sub sistem hilir dengan skor (8,73333) kategori tinggi (d) sub sistem penunjang dengan skor (3,466667) kategori sedang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERAN LEMBAGA DAN MODEL KELEMBAGAAN PADA SISTEM AGRIBISNIS HORTIKULTURA SAYURAN SEMUSIM DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM

2023•

Selain masalah fisik dan teknis, sistem agribisnis tanaman hortikultura sayuran semusim juga di hadapkan dengan permasalahan kelembagaan, tak terkecuali pada kelembagaan agribisnis sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lembaga dan peran lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam; dan (2) mendeskripsikan model kelembagaan pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran setiap lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam, yaitu: (a) subsistem hulu lembaganya adalah Kios Sipakainge dan Toko Esa yang mempunyai peran dalam penyedian SAPRODI dan ALSINTAN bagi petani; (b) subsistem usahatani lembaganya adalah Kelompok Tani Sinar Anugrah, Kelompok Tani Sinar Berkat, Kelompok Tani Sinar Karya, dan Kelompok Tani Sinar Harapan yang mempunyai peran dalam mensejahterakan petani; (c) subsistem pemasaran lembaganya adalah Asosiasi Meja Pasar Petani Bukit Amal yang mempunyai peran sebagai wadah alternatif dalam memasarkan hasil panen; dan (d) subsistem jasa penunjang lembaganya adalah Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Balai Penyuluhan Pertanian Kota Tarakan, LKM-A Petani Bukit Amal, dan GAPOKTAN Bukit Amal yang memiliki peran dalam menunjang kedua subsistem tersebut melalui penyaluran bantuan SAPRODI, ALSINTAN, modal usahatani, kegiatan penyuluhan demi meningkatkan kemampuan SDM petani; dan (2) model kelembagaan sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam yang terdiri atas Kelembagaan Subsistem Hulu, Kelembagaan Subsistem On Farm, Kelembagaan Subsistem Pemasaran dan Kelembagaan Subsistem Jasa Penunjang. Dimana pada setiap kelembagaan terdapat pihak atau lembaga yang berperan didalamnya, serta memiliki hubungan erat satu sama lain terutama pada lembaga subsistem jasa penunjang yang berperan penting dalam mendukung dari subsistem hulu hingga hilir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL KELEMBAGAAN SUBSISTEM HILIR BERAS ADAN DI KECAMATAN KRAYAN BARAT KABUPATEN NUNUKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan subsistem hilir beras adan akan membantu pemenuhan kebutuhan akan beras dengan menyediakan beras dalam jumlah yang cukup banyak dan aman dikonsumsi. Usaha subsistem hilir memerlukan lembaga-lembaga yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan subsistem hilir mulai dari pengolahan dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengidentifikasi lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, 2). Untuk mengetahui model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis desktriptif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat adalah Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bank Kaltimtara, Dinas Perhubungan, BUMDes, Adat Krayan Barat, Koperasi,UKM UD Borneo, Poktan, Pedagang perantara, Petani/Pemilik Lahan dan Konsumen. Adapun model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat terdiri dari tiga bagian yaitu pertama pengolahan dan pemasaran; Petani/Pemilik Lahan, Poktan dan BUMDes. Kedua pemasaran; Koperasi, UKM UD Borneo dan Pedagang perantara. Ketiga lembaga pendukung; Dinas Pertanian, Penyuluh, Kecamatan Krayan Barat, Dinas Perhubungan, Adat, Bank Kaltimtara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELEMBAGAAN DAN EFISIENSI PEMASARAN AYAM RAS PEDAGING (GALLUS DOMESTICUS) DI KECAMATAN TARAKAN BARAT KOTA TARAKAN

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelembagaan pemasaran ayam ras pedaging (2) Menganalisis Farmer’s Share dalam pemasaran ayam ras pedaging dan (3) Menganalisis efesiensi pemasaran ayam ras pedaging di Kecamatan Tarakan Barat. Sampel peternak berjumlah 15 orang yang ditentukan secara purposive sampling, sedangkan pengumpul berjumlah 2 mitra dan pengecer 8 orang yang ditentukan melalui pendekatan snowball sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu saluran pemasaran ayam ras pedaging yaitu produsen (peternak) – Mitra (pengumpul) – pedagang pengecer – konsumen akhir. Total margin pemasaran sebesar Rp. 37.104, sedangkan farmers share kurang dari 50% yakni sebesar 22,7%, sehingga pemasaran ayam ras pedaging di Kecamatan Tarakan Barat dinyatakan tidak efesien. Kata Kunci : Kelembagaan pemasaran, farmer’s share dan efesiensi pemasaran

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

2021•

Margareta (17.402020.28) “Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing oleh ibu Sekar Inten Mulyani, S.Pt., M.Si Penyuluhan pertanian mempunyai peran yang strategis yaitu untuk pembangunan pertanian Indonesia karena memiliki tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan non-formal bagi para petani mendampingi petani, mengajarkan petani tentang pengetahuan dan keterampilan dalam berusahatani, mendidik petani agar mampu memberdayakan semua potensi yang dimiliki, serta menyebarluaskan inovasi-inovasi baru kepada petani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, (2) menganalisis peran kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara. informan pada penelitian ini adalah koordinasi lapangan, ketatausahaan, dan keuangan BPP Malinau Utara sedangkan responden untuk menjawab tujuan penelitian kedua adalah kelompok tani Siang Barang 3 Desa Malinau Seberang, kelompok tani Tunas Kasih Harapan Desa Kaliamok, kelompok tani Tampilon Putra Desa Belayan dan penyuluh yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara. Analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian yang pertama adalah analisis data deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan bagaimana kelembagaan penyuluhan pertanian di Kecamatan Malinau Utara, analisis data yang digunakan untuk tujuan penelitian kedua yaitu metode skoring dengan analisis skala likert. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Malinau Utara meneruskan visi misi dari dinas pertanian Kabupaten Malinau yaitu terkait Rasda. Wilayah kerja penyuluh di BPP Malinau Utara yaitu mencangkup semua desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, dengan jumlah penyuluh sebanyak 10 (Sepuluh) orang. Program kerja yang dilaksanakan ada 2 yaitu program kerja desa dan program kerja BPP. Peran dari kelembagaan penyuluhan pemerintah secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90, serta peran dari kelembagaan petani secara keseluruhan dikategorikan “berperan” dengan interval 70-90. Interval ini didapatkan dari hasil tabulasi data yang telah dilakukan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail