Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: peran lembaga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG AGUNG KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG AGUNG KECATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Kelembagaan agribisnis kelapa sawit sangat penting mulai dari subsistem hulu hingga subsisem penunjang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Mengindetifikasi lembaga yang berperan dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan (2) Menganalisis peran lembaga dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Setiap lembaga pada subsistem hulu agribisnis kelapa sawit didesa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dari (a) Subsistem Hulu yang berperan menyediakan akses input sarana perasarana PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), Toko Online (Shoppee & Tokopedia); Koprasi, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sinar Harapan; (b) Lembaga Subsitem Usaha Tani Kelompok Tani Makmur, Kelompok Tani Sempurna Jaya, Kelompok Tani Sejahtera Tani, Kelompok Tani Mekar Jaya, Kelompok Tani Bersama Jaya dan Bumdes; (c) Lembaga Sub Sistem Hilir yang berperan dalam kegiatan memasarkan hasil produksi usaha tani kelapa sawit lembaga yang berperan PT. Tunas Borneo, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi & UKM berperan dan Tengkula; (d) Untuk lembaga Subisistem Penunjang memiliki peran penting sebagai wadah dalam menunjang keberhasilan usaha tani dari hulu hingga hilir pada petani kelapa sawit lembaga yang bereperan dalam Sub Sistem Penunjang sebagian berikut Perbankaa Bank BRI; Dinas Pertanian Dan Ketahan; Badan Pemberdayaan Masayarakat Desa (BPD); Balai penyuluhan; dan Badan Pusat Statistik (BPS).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERAN LEMBAGA DAN MODEL KELEMBAGAAN PADA SISTEM AGRIBISNIS HORTIKULTURA SAYURAN SEMUSIM DI KELURAHAN KAMPUNG ENAM

2023•

Selain masalah fisik dan teknis, sistem agribisnis tanaman hortikultura sayuran semusim juga di hadapkan dengan permasalahan kelembagaan, tak terkecuali pada kelembagaan agribisnis sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lembaga dan peran lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam; dan (2) mendeskripsikan model kelembagaan pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran setiap lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam, yaitu: (a) subsistem hulu lembaganya adalah Kios Sipakainge dan Toko Esa yang mempunyai peran dalam penyedian SAPRODI dan ALSINTAN bagi petani; (b) subsistem usahatani lembaganya adalah Kelompok Tani Sinar Anugrah, Kelompok Tani Sinar Berkat, Kelompok Tani Sinar Karya, dan Kelompok Tani Sinar Harapan yang mempunyai peran dalam mensejahterakan petani; (c) subsistem pemasaran lembaganya adalah Asosiasi Meja Pasar Petani Bukit Amal yang mempunyai peran sebagai wadah alternatif dalam memasarkan hasil panen; dan (d) subsistem jasa penunjang lembaganya adalah Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Balai Penyuluhan Pertanian Kota Tarakan, LKM-A Petani Bukit Amal, dan GAPOKTAN Bukit Amal yang memiliki peran dalam menunjang kedua subsistem tersebut melalui penyaluran bantuan SAPRODI, ALSINTAN, modal usahatani, kegiatan penyuluhan demi meningkatkan kemampuan SDM petani; dan (2) model kelembagaan sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam yang terdiri atas Kelembagaan Subsistem Hulu, Kelembagaan Subsistem On Farm, Kelembagaan Subsistem Pemasaran dan Kelembagaan Subsistem Jasa Penunjang. Dimana pada setiap kelembagaan terdapat pihak atau lembaga yang berperan didalamnya, serta memiliki hubungan erat satu sama lain terutama pada lembaga subsistem jasa penunjang yang berperan penting dalam mendukung dari subsistem hulu hingga hilir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN LEMBAGA AGRIBISNIS SUBSISTEM HULU PADA USAHA TANI PADI SAWAH (ORYZA SATIVA L) (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI BIRA MANDIRI) DESA ANTUTAN KECAMATAN TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran lembaga agribisnis sangat penting dalam kegiatan agribisnis pertanian khususnya pada subsistem hulu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui lembaga agribisnis subsistem hulu dan Perannya pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas. (2) Mengetahui Persepsi Petani tentang kegiatan lembaga agribisnis subsistem hulu pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. skripsi ini merupakan Penelitian deskripti kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan Bahwa: (1) lembaga agribisnis subsistem hulu yang berada di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu ada penyuluh pertanian dan kelompok tani bira mandiri, peran dari penyuluh pertanian yaitu mengkordinasikan mengoptimalkan, dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan dan penyuluhan pertanian. Sedangkan peran dari kelompok tani bira mandiri yaitu sebagai wahana kerja sama dimana kelompok tani merupkan tempat untuk memeperkuat kerja sama diantara sesama petani dalam kelompok tani serta dengan pihak lainnya . (2) Persepsi petani terhadap kegiatan Lembaga Agribisnis Subsistem hulu terhadap pemberian alsintan dan penyediaan saprodi kepada kelompok tani, hal ini dikarenakan bahwa lembaga pertanian telah memberikan kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan petani seperti Alat mesin pertanian ini dapat mempermudah dan mempercepat pengerjaan petani untuk meningkatkan produksi dari budidaya yang dilakukan petani, guna untuk menunjang kegiatan bertani dan maksimalnya hasil produksi petanian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEARIFAN LOKAL DAN PERAN LEMBAGA ADAT MASYARAKAT DAYAK LUNDAYEH PADA USAHATANI PADI SAWAH DI DESA LONG MIDANG KECAMATAN KRAYAN KABUPATEN NUNUKAN

2023•

Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya lokal turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi serta ditunjukkan dengan adanya tradisi di masyarakat dayak lundayeh. Salah satu daerah yang masih kental dengan kearifan lokalnya adalah desa Long Midang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat dayak lundayeh dan peran lembaga adat dalam menjaga kearifan lokal masyarakat dayak lundayeh pada usahatani padi sawah. Penelitian dilakukan di Desa Long Midang Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa Desa Long Midang masih memegang erat kearifan lokal dengan kondisi lahan yang juga luas. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kearifan Lokal dan Peran Lembaga Adat Masyarakat Dayak Lundayeh Pada Usahatani Padi Sawah Di Desa Long Midang Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan masih sangat kental dilakukan oleh masyarkat. Kegiatan adat istiadat seringkali dilakukan dari pra tanam sampai pasca panen di Desa Long Midang, yaitu meledek lati sampai dengan acara erau fengeh meranih. Masuknya unsur teknologi seperti penggilingan padi dalam kegiatan usaha tani padi sawah tidak terlalu mempengaruhi masyarakat desa untuk meninggalkan kegiatan adat yang turun temurun. Dilaksanakan karena sudah menjadi budaya nenek monyang yang harus dipertahankan. Peran lembaga adat dalam hal ini tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda terdiri dari dua, yaitu : (1) Menampung dan menyalurkan pendapat masyarakat kepada pemerintah, (2) Memberdayakan dan melestarikan kearifan lokal yang ada dalam masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Lembaga Adat Dayak Dalam Usaha Tani Padi Lahan Kering di Desa Labuk Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

2022•

Kelembagaan adat memiliki peran yang penting dalam keberasilan usaha tani ladang di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten, nunukanlembaga adat membantu dalam proses mulai dari pembukaan lahan sampai panen padi ladang dengan beberapa ritul yang di yakini dapat menentukan keberasilan usaha tani ditinjau dalam aspek budaya. Penelitin ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keberadaan dan eksitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering di desa labuk kecamatan sembakung kabupaten nunukan, 2) mengetahui peran lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering, Metode penelitian menggunakan deskriptif. Analisi data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keberadaan dan estitensi lembaga adat dalam usaha tani padi lahan kering masi sangat di butukan peran lembaga adat adalah menyelesaikan sengketa lahan petani, mengatur jadwal pembukaan lahan, mengatur jadwal penugalan padi, mengatur jadwal ritual penurunan air hujan, mengatur jadwal petani untuk pembersihan padi dan mengatur jadwal petani untuk melakukan pemanenan pada. Di harapkan kearifan lokal ini dapat terjaga dengan optimalisasi peran masyarakat dan stekeholderlainnya. Kata Kunci: Peran Lembaga Adat Dayak,Analisis Deskriptif, Usaha Tani Padilahan Kering.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL STRUKTURAL PERAN LEMBAGA PADA SUBSISTEM AGRIBISNIS HILIR KELAPA SAWIT (ELAEIS SP) DI KABUPATEN NUNUKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. adapun Permasalahan Subsistem Agribisnis Hilir kelapa sawit di kabupaten Nunukan dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu : (1). lembaga yang berpengaruh terhadap berjalannya subsistem agribisnis hilir. (2).Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer dan sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. (3). lembaga-lembaga terkait yang meningkatkan kualitas nilai dan ekonomi menggunakan pola pemilahan, pengemasan, pengolahan, distribusi dan pemasaran.Hasil yang diperoleh , terdapat 11 Lembaga yang memiliki peran penting terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit di Kabupaten Nunukan dan masuk dalam sektor linkage atau memiliki daya dorongan yang besar, tetapi juga dibutuhkan dorongan oleh lembaga yang lain terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit yakni : (1). Dinas Pertanian dan Perkebunan, (2). Penyuuh Pertanian, (3). PERBANKAN Bank Rakyat Indonesia Kabupten Nunukan, (4). GAPOKTAN/Kelompok Wanita Tani/Kelompok Tani, (5) Tengkulak, (6) Dinas Koperasi, (7). Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( BPMD ), (8). Unit Usaha Koperasi, (9). Perusahaan Sawit, (10). Badan Pusat Statistik (11). Balai Karantina Pertanian. Sedangkan lembaga yang perlu diberdayakan adalah lembaga yang berada pada posisi dependent yakni lembaga yang kekuatan pendorong terhadap program lemah, dan sebaliknya ketergantungan terhadap program kuat yaitu : (1) Dinas Perhubungan Infokom, (2) Humas Pemerintah Nunukan. Kata Kunci : Peran Lembaga, Subsistem Agrbisnis Hilir, Kelapa Sawit

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail