ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•
ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani. ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sebagian besar praktik agribisnis padi ladang di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, masih bertumpu pada pengetahuan adat masyarakat Dayak Kenyah yang diwariskan lintas generasi, namun kajian yang mengaitkan pengetahuan tersebut dengan seluruh subsistem agribisnis sekaligus dimensi keberlanjutannya masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan penerapan kearifan lokal pada tiap subsistem agribisnis padi ladang, dan (2) menganalisis perannya terhadap keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian dilakukan pada Maret–Mei 2026 dengan pendekatan kualitatif deskriptif di lokasi yang dipilih secara purposive. Sebanyak 30 informan dijaring melalui snowball sampling, diawali dari kepala desa dan tetua adat, dengan data dihimpun lewat wawancara mendalam dan observasi, lalu dianalisis mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa praktik adat hadir pada kelima subsistem: pemilihan lahan dan penentuan waktu tanam lewat Ungun Tau pada subsistem hulu, pertukaran benih dan pengendalian hama alami pada usahatani, pengeringan serta penyimpanan di lumbung adat pada subsistem hilir, musyawarah penentuan harga pada pemasaran, hingga peran kelembagaan adat pada subsistem penunjang. Praktik-praktik tersebut terindikasi berkontribusi pada efisiensi biaya usaha (ekonomi), penguatan solidaritas dan modal sosial warga (sosial), serta pembatasan eksploitasi lahan dan hutan (lingkungan), meski kontribusi ekologisnya lebih menonjol pada subsistem hulu hingga hilir dibanding pemasaran dan kelembagaan. Dominasi informan berusia lanjut mengindikasikan adanya risiko kesenjangan regenerasi pengetahuan, sehingga dokumentasi dan pewarisan kearifan lokal kepada generasi muda perlu terus diupayakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan pemanfaatan media sosial oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor agribisnis di Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara, yang lebih dominan menggunakan sosial media WhatsApp namun belum mengoptimalkan platform sosial media berbasis algoritma seperti Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran media sosial dalam meningkatkan penjualan UMKM agribisnis serta menganalisis kendala dalam pemanfaatannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis tematik dengan bantuan aplikasi NVivo 12 Pro, melibatkan 10 informan kunci yang dipilih secara purposive sampling untuk mewakili sub-sistem agribisnis (hulu, on-farm, dan hilir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan nyata melalui empat fungsi, yaitu sarana promosi, pembentuk dan penguatan merek, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan penjualan, dengan WhatsApp sebagai platform yang paling banyak digunakan. Seluruh informan mencatatkan kenaikan penjualan melalui empat mekanisme transformasi digital, yaitu eliminasi perantara, perluasan geografis ke transaksi nyata, efisiensi biaya pemasaran, dan konversi stok menjadi arus kas. Keempat mekanisme tersebut melalui uji Cluster Analysis membentuk tiga kluster pola transformasi strategi: digitalisasi supply chain, ekspansi pasar dan basis pelanggan, serta inovasi model bisnis. Namun, efektivitas pemanfaatan media sosial masih terhambat oleh empat kategori kendala yang saling berkaitan dengan pemilihan jenis media sosial sebagai kendala paling dominan, diikuti literasi digital, serta modal/SDM dan infrastruktur jaringan yang sama-sama belum optimal. Dengan demikian, media sosial berperan sebagai katalisator pertumbuhan UMKM agribisnis yang efektivitasnya bergantung pada kesiapan digital pelaku usaha. Penelitian ini menyarankan agar pelaku UMKM mengoptimalkan platform di luar WhatsApp serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola konten. Pemerintah disarankan mempercepat pemerataan infrastruktur dan pelatihan literasi digital, sementara peneliti selanjutnya memperluas cakupan informan dengan data keuangan yang lebih terverifikasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sayuran Hidroponik merupakan budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tanam. Hidroponik berasal dari Bahasa Yunani, Yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Istilah hidroponik digunakan untuk menjelaskan tentang cara mencocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan sistem agribisnis pada sayuran hidroponik Kampung Bugis, Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik non probability sampling dan jenis sumber data yang digunakan adalah data primer melakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Kemudian data sekunder sebagai laporan hasil penelitian ataupun berbagai bentuk infomasi dari instansi yang ada kaitanya dengan penelitian dengan cara mengutip dan mengadakan studi pustaka dari buku-buku yang berhubungan hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem agribisnis sayuran hidroponik kampung bugis terdiri dari (a) subsistem hulu dalam pengadaan sarana dan prasarana produksi ialah seperti benih, nutrisi, peralatan dan screenhouse; (b) subsistem hilir yang meliputi penangannan dan pemasaran (tataniaga) produk pertanian dan olahannya, dan (c) subsistemn penunjang dengan batuan system infomasi dan Lembaga pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS KELAPA SAWIT DI DESA TANJUNG AGUNG KECATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN Abstrak Kelembagaan agribisnis kelapa sawit sangat penting mulai dari subsistem hulu hingga subsisem penunjang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) Mengindetifikasi lembaga yang berperan dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan (2) Menganalisis peran lembaga dalam agribisnis kelapa sawit di desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Setiap lembaga pada subsistem hulu agribisnis kelapa sawit didesa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan dari (a) Subsistem Hulu yang berperan menyediakan akses input sarana perasarana PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), Toko Online (Shoppee & Tokopedia); Koprasi, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sinar Harapan; (b) Lembaga Subsitem Usaha Tani Kelompok Tani Makmur, Kelompok Tani Sempurna Jaya, Kelompok Tani Sejahtera Tani, Kelompok Tani Mekar Jaya, Kelompok Tani Bersama Jaya dan Bumdes; (c) Lembaga Sub Sistem Hilir yang berperan dalam kegiatan memasarkan hasil produksi usaha tani kelapa sawit lembaga yang berperan PT. Tunas Borneo, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koprasi & UKM berperan dan Tengkula; (d) Untuk lembaga Subisistem Penunjang memiliki peran penting sebagai wadah dalam menunjang keberhasilan usaha tani dari hulu hingga hilir pada petani kelapa sawit lembaga yang bereperan dalam Sub Sistem Penunjang sebagian berikut Perbankaa Bank BRI; Dinas Pertanian Dan Ketahan; Badan Pemberdayaan Masayarakat Desa (BPD); Balai penyuluhan; dan Badan Pusat Statistik (BPS).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK Mahasiswa agribisnis sebagai mahasiswa terdidik di bidang pertanian diharapkan mempunyai persepsi dan minat yang baik terhadap pelaku usaha Agribisnis dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui persepsi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha Agribisnis (2) Untuk mengetahui minat generasi muda menjadi pelaku usaha agribisnis. Pengambilan data menggunakan metode simple random sampling dengan responden Alumni mahasiswa Agribisnis Universitas Borneo Tarakan. Jumlah sampel sebanyak 31 Alumni dengan batasan usia antara 16 hingga 30 tahun. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Borneo Tarakan termasuk dalam kategori tinggi dengan skor 69-84. Sedangkan minat mahasiswa agribisnis Universitas Borneo Tarakan untuk menjadi pelaku usaha Agribisnis tergolong dalam kategori yang tinggi dengan skor 40-48, dimana indikator yang terdiri dari pendidikan, sosial keluarga,pendapatan,informasi dan pengalaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Selain masalah fisik dan teknis, sistem agribisnis tanaman hortikultura sayuran semusim juga di hadapkan dengan permasalahan kelembagaan, tak terkecuali pada kelembagaan agribisnis sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lembaga dan peran lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam; dan (2) mendeskripsikan model kelembagaan pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran setiap lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam, yaitu: (a) subsistem hulu lembaganya adalah Kios Sipakainge dan Toko Esa yang mempunyai peran dalam penyedian SAPRODI dan ALSINTAN bagi petani; (b) subsistem usahatani lembaganya adalah Kelompok Tani Sinar Anugrah, Kelompok Tani Sinar Berkat, Kelompok Tani Sinar Karya, dan Kelompok Tani Sinar Harapan yang mempunyai peran dalam mensejahterakan petani; (c) subsistem pemasaran lembaganya adalah Asosiasi Meja Pasar Petani Bukit Amal yang mempunyai peran sebagai wadah alternatif dalam memasarkan hasil panen; dan (d) subsistem jasa penunjang lembaganya adalah Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Balai Penyuluhan Pertanian Kota Tarakan, LKM-A Petani Bukit Amal, dan GAPOKTAN Bukit Amal yang memiliki peran dalam menunjang kedua subsistem tersebut melalui penyaluran bantuan SAPRODI, ALSINTAN, modal usahatani, kegiatan penyuluhan demi meningkatkan kemampuan SDM petani; dan (2) model kelembagaan sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam yang terdiri atas Kelembagaan Subsistem Hulu, Kelembagaan Subsistem On Farm, Kelembagaan Subsistem Pemasaran dan Kelembagaan Subsistem Jasa Penunjang. Dimana pada setiap kelembagaan terdapat pihak atau lembaga yang berperan didalamnya, serta memiliki hubungan erat satu sama lain terutama pada lembaga subsistem jasa penunjang yang berperan penting dalam mendukung dari subsistem hulu hingga hilir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan peternakan ayam ras petelur di Kalimantan Utara mengalami kenaikan dari tahun 2018 hingga 2020. Seperti halnya pada peternakan ayam ras petelur di Kota Tarakan berkembang menjadi beberapa peternakan. Tetapi, walaupun peternakan ayam ras petelur ada di Kota Tarakan pemerintah Kota Tarakan tetap melakukan impor dari luar Kota untuk memenuhi permintaan telur di Kota Tarakan. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan sistem agribisnis peternakan ayam ras petelur Binalatung, (2) menganalisis permasalahan apa saja yang terdapat didalam subsistem-subsistem agribisnis di Peternakan Ayam Binalatung dan bagaimana tindak lanjutnya atau penyelesaian dari masalah-masalah tersebut (3) mengetahui bagaimana keterkaitan antar satu subsistem dan subsistem lainnya dalam sistem agribisnis Peternakan Ayam Binalatung. Metode penentuan sampel yaitu dengan menggunakan metode Snowball Sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan sistem agribisnis peternakan ayam binalatung mulai dari subsistem hulu terdiri dari pengadaan input, subsistem budidaya (on-farm) terdiri dari kegiatan pemeliharaan kandang hingga panen, subsistem hilir terdiri dari kegiatan pengangkutan hingga pemasaran, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang menunjang/mendukung kegiatan peternakan dari subsistem hulu hingga hilir. Dalam masing-masing subsistem terdapat permasalahan-permasalahan yang terjadi. Terdapat keterkaitan antara subsistem yang satu dengan subsistem lainnya pada peternakan ayam ras petelur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran lembaga agribisnis sangat penting dalam kegiatan agribisnis pertanian khususnya pada subsistem hulu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui lembaga agribisnis subsistem hulu dan Perannya pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas. (2) Mengetahui Persepsi Petani tentang kegiatan lembaga agribisnis subsistem hulu pada usaha tani padi sawah di kelompok tani bira mandiri di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. skripsi ini merupakan Penelitian deskripti kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan Bahwa: (1) lembaga agribisnis subsistem hulu yang berada di Desa Antutan Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan yaitu ada penyuluh pertanian dan kelompok tani bira mandiri, peran dari penyuluh pertanian yaitu mengkordinasikan mengoptimalkan, dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan dan penyuluhan pertanian. Sedangkan peran dari kelompok tani bira mandiri yaitu sebagai wahana kerja sama dimana kelompok tani merupkan tempat untuk memeperkuat kerja sama diantara sesama petani dalam kelompok tani serta dengan pihak lainnya . (2) Persepsi petani terhadap kegiatan Lembaga Agribisnis Subsistem hulu terhadap pemberian alsintan dan penyediaan saprodi kepada kelompok tani, hal ini dikarenakan bahwa lembaga pertanian telah memberikan kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan petani seperti Alat mesin pertanian ini dapat mempermudah dan mempercepat pengerjaan petani untuk meningkatkan produksi dari budidaya yang dilakukan petani, guna untuk menunjang kegiatan bertani dan maksimalnya hasil produksi petanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kearifan lokal merupakan unsur bagian dari tradisi atau budaya masyarakat dari suatu bangsa, kemudian muncul menjadi beberapa bagian yang di tempatkan pada tatanan fisik bangunan dan kawasan dalam geografi kenusantaraan dalam sebuah bangsa Duuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat dayak kenyah dalam sistem agribisnus padi ladang di Desa Punan Gong Solok Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa kearifan lokal, petani padi ladang dalaru sistem agribistus yaitu pada (1) Subsistem pengadaan sarang pra sarana masyarakat masih meggunakan alat tradisional dalam budidaya padi ladang (2) Subsistem usaha tani, para petani melaknkan doa dan juga meng kunan atau makan bersama sebelum melakukan, penanaman (3) Subsistem pengolahan basil pertanian, dalam kegiatan ini petani melakukan sengun maiau pada saat panen dan syukuran ketika selesai panen (4) subsistem pemasaran hasil panen padi biasanya akan di perjualkan ke kota, namun ada beberapa petani yang menjualkan padinya ke sesama penduduk di Desa (5) subsistem jasa penunjang/kelembagaan kegiatan budidaya di dukung oleh perangkat Desa dan juga penyuluh di Desa tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERSEPSI DAN MINAT MAHASISWA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MELANJUTKAN USAHATANI KELUARGA ABSTRAK Mahasiswa agribisnis sebagai mahasiswa terdidik di bidang pertanian diharapkan mempunyai persepsi yang baik terhadap sektor pertanian dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi mahasiswa agribisnis Universitas Borneo Tarakan dalam melanjutkan usahatani keluarga (2) minat mahasiswa agribisnis pertanian Universitas Borneo Tarakan dalam melanjutkan usahatani keluarga. Pengambilan data menggunakan metode simple random sampling dengan responden mahasiswa angkatan 2018,2019,2020, dan 2021. Jumlah sampel sebanyak 43 mahasiswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat persepsi mahasiswa program studi agribisnis Universitas Borneo Tarakan termasuk dalam kategori tinggi dengan skor 89 dari tingkat faktor internal dan eksternal. Sedangkan minat mahasiswa agribisnis Universitas Borneo Tarakan untuk melanjutkan usahatani keluarga tergolong dalam kategori yang tinggi dengan skor 104, dimana indikator yang terdiri dari rasa senang, kemauan, kesukaan, kepuasan, dan kebahagiaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran lembaga dalam agribisnis usaha tani cabai rawit yang ada di wilayah Tanjung Palas Tengah tepatnya di Desa Salimbatu tersebut tidak berjalan secara optimal. Kendala dalam mendorong pengembangan cabai rawit yaitu kurangnya tenaga terampil, keterbatan dalam penerapan teknologi, pasca penen dan akses transportasi yang minim. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit dan mengetahui bagaimana keterlibatan lembaga dalam agribsinis cabai rawit di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan menggunakan informan sebanyak 10 orang dari berbagai lembaga/instansi terkait. Dengan teknik pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 lembaga utama yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit diantaranya yaitu lembaga (1) Kelompok Tani (2) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, (3) Balai Penyuluh Lapangan (4) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, (5) PT.PKN (6) Pemerintah Desa Salimbatu (7) Kecamatan Tanjung Palas Tengah (8) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu (9) Usaha kecil dan menengah pesona sambel (10) Tengkulak. Bentuk Peran lembaga dalam agribisnis cabai rawit yaitu Lembaga yang terlibat dalam subsitem Hulu adalah 1) Dinas pertanian Kabupaaten Bulungan 2) Kelompok Tani. 3) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 4) PT. PKN, kemudian lembga yang terlibat dalam subsistem Usaha Tani adalah 1) Balai Penyuluh Pertanian 2) Kelompok Tani. 3) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 4) Pemerintah Desa Salimbatu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah, dan lembaga yang terlibat dalam subsistem hilir adalah 1) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdaganganian 2) Tengkulak 3) UKM Pesona Sambel, serta lembaga yang terlibat dalam subsistem penunjang adalah 1) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 2) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan 3) PT. PKN 4) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah 6) Pemerintah Desa Salimbatu. 7) Kelompok Tani
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Penelitian ini bermaksud menjawab dua tujuan terkait budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pertama, mengetahui sistem agribisnis apa saja yang ada pada usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Kedua, menganalisis Break Even Poiint usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dari responden individu ataupun kelompok fokus. Data skunder diperoleh dari buku, jurnal artikel ataupun data-data internet. Hasil dari penelitian ini dan berdasarkan hasil analisis data yang didapat bahwa sistem agribisnis yang berlaku pada kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari terdiri dari Subsistem Penyediaan Sarana dan Prasarana, Subsistem Usahatani, Subsistem Pengolahan Hasil, Subsistem Pemasaran, Subsistem Lembaga Penunjang. Untuk nilai dari titik impas usahatani didapatkan rata-rata Break Even Point Produksi sebesar 193 kg, Break Even Point Harga sebesar Rp. 13.183, dan nilai Break Even Point Penerimaan sebesar Rp. 3.516.719. Hal ini menunjukkan bahwa usaha rumput laut yang dikelolah oleh kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari dapat dikatakan layak untuk diusahakan. Adapun saran yang diajukan oleh peneliti kepada kelompok tani Mekar Indah dan Bina Lestari, perlu mempertahankan hasil produksi usahatani rumput laut sehingga mencapai nilai pendapatan maksimal. Kepada penyuluh perlunya memperbanyak informasi-informasi yang dibutuhkan untuk petani dalam bentuk diskusi atau seminar yang berkaitan dengan peningkatan atau pengelolaan rumput laut. Peneliti berharap penelitian ini dilanjutkan lebih dalam lagi agar dapat digunakan sebagai referensi penelitian dengan topik yang sama.
Kata kunci : Sistem agribisnis, Usahatani, Rumput laut
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
KWT Kampung Salak menghadapi berbagai permasalahan agribisnis diantaranya pada subsistem hulu, subsistem hilir dan subsistem on-farm. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan.; (2) Mengetahui alternatif strategi yang tepat dilakukan dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan.; (3) Mengetahui prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan agribisnis bunga telang di Kelurahan Mamburungan, Kota Tarakan. Penentuan sampel yang digunakan purposive sampling dengan menggunakan key informan yaitu pihak internal KWT diantaranya ketua, sekertaris, dan bendahara. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif, matriks IFAS dan EFAS, Diagram SWOT, Matriks SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak internal KWT Kampung Salak yang menjadi faktor internal kekuatan yaitu: memiliki lahan yang luas, fasilitas produksi dan operasional menunjang, harga produk bunga telang lebih murah, dan variasi yang ditawarkan, sedangkan yang menjadi kelemahan: manajeman KWT masih sederhana, pemanfaatan lahan belum optimal, penanganan hama dan penyakit kurang dan kurangnya kegiatan promosi. Faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu: perkembangan industri obat herbal, perkembangan teknologi dan kebijakan pengembangan UMKM, ancaman: fluktuatif cuaca yang tidak dapat di prediksi dan pesaing usaha. Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi KWT berada di kuadran III yang artinya keadaan usahatani bunga telang mendukung strategi trun-around.Strategi yang dapat digunakan KWT Kampung Salak yaitu strategi S-O dengan menggunakan lahan yang luas, fasilitas produksi dan operasional yang menunjang, harga produk, varian yang ditawarkan serta menggunakan perkembangan teknologi baik digunakan dalam proses produksi dan pemasaran dengan memanfaatkan sinergi kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan UMKM dengan konsep usaha agribisnis untuk meningkatkan kualitas produksi dengan nilai QSPM sebagai prioritas utama sebesar 6.610.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenaga kerja dalam usahatani merupakan salah satu unsur penting selain tanah, modal dan manajeman. Tenaga kerja dalam usahatani dibedakan dalam tiga jenis yaitu tenaga kerja manusia, hewan maupun mesin atau mekanisme. Dalam sektor pertanian menunjukan bahwa peran wanita pada kegiatan pertanian sangat substasial dengan adanya pembagian kerja dimana wanita melakukan kerja selama proses produksinya meliputi penanaman, penyiangan, pemeliharaan, pasca panen, dan pemasaran yang bersifat manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran wanita dalam agribisnis hortikultura, menganalisis curahan waktu kerja, pendapatan yang diperoleh wanita tani dalam usahatani hortikultura serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yaitu wanita tani berusia lebih dari 30 tahun yang bekerja sebagai petani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa hasil analisis gender dengan model Harvad dapat diketahui bahwa pada aspek aktivitas peran pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Namun partisipasi wanita dalam usahatani hortikultura kesempatan (akses) yang paling besar berada di pihak wanita. Sedangkan pada kewenangan (kontrol) dan aspek manfaat diperoleh secara bersama – sama antara pria tani dan wanita tani, manfaat paling besar yang diperoleh adalah manfaat pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Curahan waktu kerja wanita tani dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura lebih banyak di curahkan pada kegiatan penanaman yaitu berjumlah 3,19 jam dan paling sedikit di curahkan pada kegiatan pemeliharaan yaitu berjumlah 1,32 jam. Kontribusi pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas yaitu sebesar 41 %.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN (Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah) ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penghasil minyak dan bahan bakar serta memiliki prospek untuk dikembangkan khususnya di daerah Sebatik Kabupaten Nunukan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur. Penelitian ini menggunakan teknik sampel Snowball Sampling dan purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan pupuk, benih, pestisida, alat, dan peralatan. Subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan rata-rata 2ha yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kakao yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan modal awal sebesar Rp. 9.898.000,- Dengan siklus produksi usahatani kelapa sawit dilakukan selama 12 hari dan memperoleh pendapatan kelapa sawit dengan total sebesar Rp 2.610.000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti pengumpulan hasil panen kelapa sawit, pengangkutan, penimbangan dan pengiriman hasil panen kelapa sawit. pemasaran yang digunakan ialah saluran pemasaran semi langsung. Dan lembaga penunjang dalam usahatani kelapa sawit Desa bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur adalah pemerintah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agribisnis tidak terlepas dari faktor risiko (risk) dan ketidakpastian (uncertainty) yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko biaya, produksi, dan pendapatan dalam kegiatan usaha rumput laut. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan risiko agribisnis komoditas rumput laut (Eucheuma cottoni sp) di Kota Tarakan. Pertama, untuk mengetahui sumber risiko agribisnis rumput laut Kota Tarakan. Kedua, untuk mengetahui besar tingkat risiko biaya, risiko produksi,dan risiko pendapatan pada usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan metode slovin dengan jumlah responden 133 petani rumput laut di Kota Tarakan. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif statistik, analisis usahatani dan analisis risiko yaitu : Variance, coefficient variation (CV), dan batas bawah (L). Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, di ketahui sumber-sumber risiko yang di alami petani rumput laut adalah cuaca atau iklim buruk, arus ombak kencang, serangan ikan pemangsa, pencemaran pantai, pengeringan dengan cara tradisional, dan monopoli industri. Kedua, usahatani rumput laut di Kota Tarakan sudah efisien dan menguntungkan serta di nyatakan dengan layak untuk di jalankan, dan risiko terbesar dari usahatani rumput laut yaitu risiko pendapatan dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.28, di susul oleh risiko produksi dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.24 dan risiko biaya dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.23.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mahasiswa agribisnis sebagai mahasiswa terdidik di bidang pertanian diharapkan mempunyai persepsi yang baik terhadap sektor pertanian dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (2) minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (3) hubungan persepsi dan minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian. Pengambilan data menggunakan metode Simple Random Sampling dengan responden mahasiswa angkatan 2017 sampai 2018, jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76%, sedangkan minat mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 52%. Terdapat hubungan positif yang nyata antara faktor internal persepsi dan faktor eksternal persepsi dengan minat mahasiswa agribisnis untuk berkarir di bidang pertanian, artinya bahwa semakin tinggi persepsi mahasiswa maka akan semakin tinggi pula minatnya bekerja di sektor pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Kegiatan penunjang agribisnis merupakan kegiatan yang menentukan keberhasilan kegiatan-kegiatan utama meliputi, Pengadaan input produksi, produksi usahatani, pengolahan hasil, dan pemasaran (Soekartawi, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani sawi, mengetahui pengaruh dari kegiatan penunjang agribisnis terhadap hasil produksi tanaman sawi, dan mengetahui variabel yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan usahatani sawi. Metode penuntuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel secara sengaja dengan pertimbangan dan tujuan tertentu dengan responden sebanyak 30 orang petani sawi. Metode pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : Pada daerah penelitian sebagian besar petani sawi memiliki umur yang produktif namun mempunyai pendidikan yang relatif rendah, pada daerah penelitian petani sawi didominasi dengan laki-laki yang sebagian besar mempunyai pengalaman usahatani selama 26-30 tahun. Kegiatan penunjang agribisnis secara simultan mempunyai pengaruh nyata terhadap produksi tanaman sawi. Variabel yang paling dominan dalam membentuk keberhasilan usahatani tanaman sawi adalah Variabel Kredit usahatani dalam PUAP (X3), dengan kontribusi sebesar 32,5%.