ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selama pandemi covid-19 berlangsung produksi jagung manis pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis karena petani mulai mengurangi kegiatan usahataninya oleh karena itu tidak terlepas dari adanya risiko dalam usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sumber-sumber risiko produksi jagung manis (2) Berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi jagung manis (3) Strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi jagung manis. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan responden petani jagung manis di Kota Tarakan, jumlah sampel sebanyak 100 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis probabilitas dan penanganan risiko. Berdasarkan hasil Penelitian ini menjelaskan sumber-sumber risiko produksi jagung manis yang teridentifikasi yaitu hama dan perubahan cuaca atau iklim. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang kecil berada pada kuadran I. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang besar berada pada kuadran II, risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak yang kecil berada pada kuadran III dan Risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak besar berada pada kuadran IV. Strategi penanganan risiko dirumuskan berdasarkan posisi masing-masing sumber risiko pada peta risiko. Sumber risiko yang berada pada kuadran 1 dan 2 akan ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran 3 dan 4 akan ditangani dengan strategi mitigasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait dengan risiko produksi usaha sarang burung walet (Collacalia Fuciphagus) di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Pertama bagaimanakah agribisnis usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? kedua, apakah sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? ketiga, berapakah probabilitas dan dampak dari sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? keempat, bagaimana strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap?. Metode penentuan sampel menggunakan Kuota sampling dan purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis probabilitas dan dampak menggunakan metode Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian ini menjelaskan agribisnis usaha sarang burung walet terdiri dari produksi hingga pemasaran yaitu mulai dari sarana peroduksi, persiapan gedung/rumah walet, pemanggil suara, pengisian air, pemeliharaan, pengendalian hama, panen, dan pemasaran. Sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca/iklim, dan kesalahan sumber daya manusia. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca/iklim pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan sumber daya manusia pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan sumber daya manusia menggunakan strategi preventif yaitu memilih waktu yang tepat saat panen dan memilih peralatan yang memiliki kualitas yang baik.