2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA PADA TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2 DI KELAS V-D SDN 024 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa Ular Tangga yang ditinjau dari validasi media, materi, dan praktisi, serta untuk mengetahui ketertarikan guru dan siswa terhadap media pembelajaran Ular Tangga. Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis) melakukan observasi serta wawancara terhadap proses pembelajaran, Design (Desain) perencanaan untuk mengembangkan media pembelajaran ular tangga, Development (Pengembangan) adalah prototype media ular tangga, implementation (Implemantasi) media diuji cobakan sebanyak dua kali yaitu uji coba terbatas dan uji coba lapangan yang dilakukan oleh siswa kelas V-D di SDN 024 Tarakan, dan Evaluation (Evaluasi) hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan yang diperoleh dari skor angket ketertarikan guru dan siswa. Hasil penelitian berupa hasil kelayakan dimana media pembelajaran Ular Tangga dinyatakan sangat layak digunakan dengan presentase yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 86%, dan ahli praktisi sebesar 92% selain itu terdapat hasil dari angket ketertarikan guru dan siswa dimana media pembelajaran ular tangga dinyatakan sangat tertarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket ketertarikan guru pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan sebesar 80% dan 90% sedangkan pada angket ketertarikan siswa diperoleh hasil pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan sebesar 93%. Kata Kunci : Pengembangan, Media Ular Tangga, Kelas V.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ULAR TANGGA PADA TEMA 6 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 2 DI KELAS V-D SDN 024 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa Ular Tangga yang ditinjau dari validasi media, materi, dan praktisi, serta untuk mengetahui ketertarikan guru dan siswa terhadap media pembelajaran Ular Tangga. Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu Analysis (Analisis) melakukan observasi serta wawancara terhadap proses pembelajaran, Design (Desain) perencanaan untuk mengembangkan media pembelajaran ular tangga, Development (Pengembangan) adalah prototype media ular tangga, implementation (Implemantasi) media diuji cobakan sebanyak dua kali yaitu uji coba terbatas dan uji coba lapangan yang dilakukan oleh siswa kelas V-D di SDN 024 Tarakan, dan Evaluation (Evaluasi) hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan yang diperoleh dari skor angket ketertarikan guru dan siswa. Hasil penelitian berupa hasil kelayakan dimana media pembelajaran Ular Tangga dinyatakan sangat layak digunakan dengan presentase yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli materi 86%, dan ahli praktisi sebesar 92% selain itu terdapat hasil dari angket ketertarikan guru dan siswa dimana media pembelajaran ular tangga dinyatakan sangat tertarik digunakan dalam proses pembelajaran dengan presentase yang diperoleh pada angket ketertarikan guru pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan sebesar 80% dan 90% sedangkan pada angket ketertarikan siswa diperoleh hasil pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan sebesar 93%. Kata Kunci : Pengembangan, Media Ular Tangga, Kelas V.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tenaga kerja dalam usahatani merupakan salah satu unsur penting selain tanah, modal dan manajeman. Tenaga kerja dalam usahatani dibedakan dalam tiga jenis yaitu tenaga kerja manusia, hewan maupun mesin atau mekanisme. Dalam sektor pertanian menunjukan bahwa peran wanita pada kegiatan pertanian sangat substasial dengan adanya pembagian kerja dimana wanita melakukan kerja selama proses produksinya meliputi penanaman, penyiangan, pemeliharaan, pasca panen, dan pemasaran yang bersifat manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran wanita dalam agribisnis hortikultura, menganalisis curahan waktu kerja, pendapatan yang diperoleh wanita tani dalam usahatani hortikultura serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yaitu wanita tani berusia lebih dari 30 tahun yang bekerja sebagai petani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa hasil analisis gender dengan model Harvad dapat diketahui bahwa pada aspek aktivitas peran pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Namun partisipasi wanita dalam usahatani hortikultura kesempatan (akses) yang paling besar berada di pihak wanita. Sedangkan pada kewenangan (kontrol) dan aspek manfaat diperoleh secara bersama – sama antara pria tani dan wanita tani, manfaat paling besar yang diperoleh adalah manfaat pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Curahan waktu kerja wanita tani dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura lebih banyak di curahkan pada kegiatan penanaman yaitu berjumlah 3,19 jam dan paling sedikit di curahkan pada kegiatan pemeliharaan yaitu berjumlah 1,32 jam. Kontribusi pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas yaitu sebesar 41 %.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tenaga kerja dalam usahatani merupakan salah satu unsur penting selain tanah, modal dan manajeman. Tenaga kerja dalam usahatani dibedakan dalam tiga jenis yaitu tenaga kerja manusia, hewan maupun mesin atau mekanisme. Dalam sektor pertanian menunjukan bahwa peran wanita pada kegiatan pertanian sangat substasial dengan adanya pembagian kerja dimana wanita melakukan kerja selama proses produksinya meliputi penanaman, penyiangan, pemeliharaan, pasca panen, dan pemasaran yang bersifat manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran wanita dalam agribisnis hortikultura, menganalisis curahan waktu kerja, pendapatan yang diperoleh wanita tani dalam usahatani hortikultura serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yaitu wanita tani berusia lebih dari 30 tahun yang bekerja sebagai petani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa hasil analisis gender dengan model Harvad dapat diketahui bahwa pada aspek aktivitas peran pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Namun partisipasi wanita dalam usahatani hortikultura kesempatan (akses) yang paling besar berada di pihak wanita. Sedangkan pada kewenangan (kontrol) dan aspek manfaat diperoleh secara bersama – sama antara pria tani dan wanita tani, manfaat paling besar yang diperoleh adalah manfaat pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Curahan waktu kerja wanita tani dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura lebih banyak di curahkan pada kegiatan penanaman yaitu berjumlah 3,19 jam dan paling sedikit di curahkan pada kegiatan pemeliharaan yaitu berjumlah 1,32 jam. Kontribusi pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas yaitu sebesar 41 %.