ThesisOpen AccessMetadata saja
•
ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani. ABSTRAK Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penggunaan pestisida nabati merupakan alternatif ramah lingkungan dalam mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera litura F.) yang sering menyerang tanaman sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan jenis tanaman terhadap mortalitas hama S. litura serta intensitas kerusakan daun. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak kirinyuh (P) yang terdiri dari 5 taraf (0%, 20%, 40%, 60%, dan 80%) dan faktor kedua adalah jenis tanaman (T) yang terdiri dari 3 taraf (Sawi, Kangkung, dan Bayam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak gulma kirinyuh berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas hama dan intensitas kerusakan daun. Konsentrasi P4 (80%) merupakan perlakuan faktor tunggal terbaik dengan rata-rata mortalitas tertinggi mencapai 16,39% pada akhir pengamatan dan secara efektif mampu menekan intensitas kerusakan daun di tingkat yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Faktor jenis tanaman (T) memberikan pengaruh nyata terhadap kerusakan daun hanya pada awal pengamatan (H1 sampai H3), namun tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas serangan hama ulat grayak. Terdapat interaksi yang nyata antara konsentrasi dan jenis tanaman terhadap intensitas kerusakan daun, dengan kombinasi perlakuan (P3T1) menghasilkan kerusakan daun terendah 37,60% pada akhir pengamatan. Sebaliknya, tidak terdapat interaksi yang nyata pada parameter mortalitas hama yang mengindikasikan bahwa daya bunuh ekstrak kirinyuh bersifat mandiri, stabil dan berspektrum luas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYURAN DI KOTA TARAKAN Abstrak Peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh peran penyuluh pertanian. Namun, keterbatasan jumlah penyuluh di Kota Tarakan menyebabkan penyuluh harus membina 200 kelompok tani sayuran yang tersebar dibeberapa wilayah sekaligus, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas penyuluhan yang diberikan kepada petani. Kinerja penyuluh yang baik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan petani serta mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan serta menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung kinerja penyuluh pertanian terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Sampel penelitian berjumlah 100 petani sayuran yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Structural Equation Modelling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sistem penyuluhan pertanian di Kota Tarakan telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan konsep teoritis, yang mencakup sasaran penyuluhan, tenaga, kelembagaan, metode dan teknik, kebijakan, serta materi penyuluhan; (2) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dan kepuasan petani sayuran dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,628, t-statistik 7,742, dan p-value 0,000 dan 0,643, t-statistik 10,919, dan p-value 0,000; (3) Kepuasan petani sayuran berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran dengan nilai koefisien sebesar 0,254, t-statistik 2,290, dan p-value 0,022; (4) Kinerja penyuluh pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku petani sayuran melalui kepuasan petani, peran variabel mediasi menunjukkan koefisien sebesar 0,163, t-statistik 2,396, dan p-value 0,017. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja penyuluh pertanian yang baik, berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan petani dan mendorong perilaku petani yang lebih baik dalam menjalankan usahatani sayuran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam kegiatan budidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), yang dapat mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan pakan subtitusi dari limbah sayuran kubis untuk budidaya ikan lele dumbo, mengetahui tingkat pertumbuhan ikan lele dumbo akibat pemberian pakan limbah sayuran kubis, dan menganalisa kelayakan finansial usaha budidaya ikan lele dumbo yang menggunakan limbah sayuran kubis sebagai pakan subtitusi. Penelitian menggunakan Rancanagan acak kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P1 (100% pellet komersil), P2 (50 % pelet komersil + 50 % pelet limbah sayuran kubis), P3 (25 % pellet komersil + 75 % pelet limbah sayuran kubis), dan P4 (100 % pelet limbah sayuran kubis). Penelitian diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter penelitian terdiri dari kandungan proksimat pellet limbah sayuran kubis, pertumbuhan ikan lele (Panjang dan berat ikan), FCR, efisiensi pakan, dan kelayakan finansial budidaya ikan lele dumbo dari perlakuan terbaik. Hasil penelitian ini, semua pakan substitusi berupa campuran pakan komersial dan limbah sayuran kubis, termasuk pakan berbahan 100% limbah sayuran kubis, telah memenuhi persyaratan mutu kimia pakan ikan lele sesuai SNI 9043-4:2022. Seluruh perlakuan pakan berpengaruh terhadap pertambahan panjang dan berat ikan lele, efisiensi pakan, serta nilai FCR, di mana perlakuan P1 (100% pakan komersial) menghasilkan pertumbuhan tertinggi, sedangkan perlakuan P2 (50% pakan komersial + 50% pakan limbah sayuran kubis) memberikan kinerja pemanfaatan pakan terbaik dengan nilai FCR terendah (9,83) dan efisiensi pakan tertinggi (81,14), yang menunjukkan adanya pemanfaatan nutrien yang lebih efisien melalui kombinasi pakan yang proporsional. Namun demikian, meskipun secara biologis P2 merupakan perlakuan terbaik berdasarkan FCR dan efisiensi pakan, hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan lele dumbo dengan penggunaan pakan tersebut belum layak secara finansial untuk dikembangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to (1) identify biopharmaceutical, vegetable, and fruit commodities that served as basic commodities in Malinau Regency; (2) determine the leading or superior commodities within these categories, and (3) determine commodities that demonstrated strong competitiveness, rapid growth, and fell into the progressive development group. The study used secondary data in the form of production statistics from 2018 to 2024, sourced from the Central Statistics Agency of Malinau Regency. The analysis methods employed included Location Quotient (LQ). Dynamic Location Quotient (DLQ), and Shift Share analysis. The results revealed that several commodities such as galangal, papaya, banana, cayenne pepper, Chinese cabbage, and turmeric were identified as both basic and superior commodities in various sub-districts. These findings were based on LQ and DLQ values 1 and positive growth trends as shown by the Shift Share analysis. However, the study also identified certain commodities experiencing a decline in production and competitiveness, indicating the need for targeted policy support and intervention to sustain and enhance their potential.
Penelitian ini bertujuan : (1) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-buahan yang menjadi basis di Kabupaten Malinau.; (2) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-bauahan yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Malinau; (3) Mengetahui komoditas biofarmaka, sayuran dan buah-buahan yang memiliki daya saing, pertumbuhan cepat dan termasuk kelompok progresif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data produksi tahun 2018–2024 dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Malinau. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ) dan Shift Share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa komoditas seperti laos/lengkuas, pepaya, pisang, cabai rawit, petsai/sawi, dan kunyit merupakan komoditas basis dan unggulan di berbagai kecamatan, dilihat dari nilai LQ dan DLQ > 1 serta pertumbuhan positif dalam analisis Shift Share. Namun, terdapat pula komoditas yang menunjukkan penurunan produksi dan daya saing, mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Adolescents are a group of individuals in a phase of growth and development that requires optimal nutritional intake, including vegetable consumption. However, data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) indicates that in North Kalimantan Province, 66.5% of the population aged 5 years and older consume vegetables and fruits only 1-2 times per week, and 11.2% do not. This study aims to analyse adolescents' vegetable consumption behaviour among students at State High School 2 Tarakan using the Theory of Planned Behaviour (TPB) approach. Researcher used multiple linear regression analysis. A sample of 100 students was selected through purposive sampling. The results showed that water spinach, spinach, and Chinese cabbage are the most commonly consumed vegetables. Most respondents consume vegetables once a day. The main reason students consume vegetables is their benefits, with the most common place of purchase being vegetable stores. Regression analysis indicates that attitudes and perceived behavioural control significantly influence vegetable consumption behaviour, while subjective norms did not significantly influence it.
Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang membutuhkan asupan gizi optimal, salah satunya dari konsumsi sayuran. Namun, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Utara, sebanyak 66,5% penduduk usia 5 tahun ke atas hanya mengonsumsi sayur dan buah 1-2 kali seminggu, dan 11,2% tidak mengonsumsinya sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi remaja terhadap sayuran pada siswa SMA Negeri 2 Tarakan dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Metode yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda. Sampel sebanyak 100 siswa diambil melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah kangkung, bayam, dan sawi. Sebagian besar responden mengonsumsi sayur sekali dalam sehari. Alasan utama siswa mengonsumsi sayuran karena manfaat dengan tempat pembelian sayur terbanyak di toko sayur. Analisis regresi menunjukkan bahwa sikap dan persepsi pengendalian perilaku berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi sayuran, sedangkan norma subjektif tidak berpengaruh signifikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sayur-sayuran merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Meskipun pasar modern terus berkembang, pasar tradisional masih menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi terhadap keputusan pembelian sayur-sayuran di pasar tradisional Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pribadi, budaya, sosial dan psikologi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, secara parsial faktor budaya dan psikologi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor pribadi dan sosial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian sayur-sayuran di pasar tradisional Kota Tarakan.
Vegetable are an essential component of the community’s everyday diet. Even though modern marketplace are expanding, many Tarakan shoppers still prefer traditional markets. The purpose of this study is to discover how cultural, social, personal, psychologi aspects influence vegetable shopping decisions in Tarakan’s traditional markets. This survey included 100 respondents. Data is analyzed using multiple linear regression. The findings revealed that personal, cultural, social, and psychological factors all had a significant impact on purchasing decisions for vegetables in Tarakan’s traditional markets. Cultural and psychological also had a significant impact, but personal and social factors did not.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Tani Sayuran Sawi Hijau, Kangkung dan Bayam di Kecamatan Tarakan Barat”. Pokok permasalahan dalam penelitian ini diuraikan dalam dua rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? 2) Bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi secara parsial terhadap produksi usaha tani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat ? Adapun lokasi dan waktu penelitian terkhusus dilakukan dalam wilayah Kecamatan Tarakan Barat dengan waktu yang dimulai pada bulan Februari 2025. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non- probability sampling yaitu purposive sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa Observasi, Wawancara dan Kuesioner serta Dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti yaitu : 1) Karakteristik petani sayuran sawi hijau, kangkung dan bayam di Tarakan barat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu a. karakteristik berdasarkan jenis kelamin, karakteristik ini menunjukkan bahwa petani laki-laki lebih mendominasi dengan persentasi 57% sedangkan petani Perempuan dengan persentasi 43%. b. karakteristik berdasarkan usia, karakteristik ini menunjukkan bahwa mayoritas petani berada pada rentang usia 33-39 tahun. c. karakteristik berdasarkan Tingkat Pendidikan, berdasarkan karakteristik ini bahwa Pendidikan terakhir petani berada dalam persentase SD (30%), SMP (37%) dan SMA (33%). 2) Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tanaman sawi hijau, kangkung dan bayam adalah lahan untuk tanaman sawi hijau, pestisida untuk tanam kangkung dan bayam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK Penggunaan sistem hidroponik memungkinkan budidaya tanaman dilakukan di lahan sempit, seperti di pekarangan rumah, atap rumah, atau area lain yang terbatas. Demi keberlanjutan dan daya saing bisnis hidropononik diperlukan trategi pemasaran dengan pendekatan bauran pemasaran (marketing mix) Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan perpaduan komponen pemsaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan lokasi (place).Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengidentifikasi penerapan strategi bauran pemasara. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive di Hidro Farm Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Variabel yang digunakan adalah komponen bauran pemasaran yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion). Hasil penelitian menunjukan dalam terdapat empat jenis sayuran organik yang dipasarkan yaitu selada, kangkung, pakcoy dan sawi dengan menggunakan teknik NFT dalam pembudidayaannya. Harga yang diterapkan memperhatikan harga pasar dan kualitas produk yang dihasilkan. Green House Fakultas Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan digunakan sebagai tempat budidaya, pengemasan dan pemasaran produk. Promosi produk lebih ditekankan pada media promosi dengan menggunakan Instagram, Facebook, broadcast WhatsApp dan Tiktok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Produk sayuran organik cenderung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran non organik, oleh karena itu sebagian besar konsumen menganggap produk sayuran organik sebagai produk makanan yang mahal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesediaan masyarakat Desa Kelubir untuk membayar lebih untuk sayuran organik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, guna membantu produsen merancang strategi harga yang lebih tepat dan meningkatkan aksesibilitas produk organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dari November 2024 hingga Januari 2025, dengan 80 responden yang dipilih secara purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik konsumen, Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengukur kesediaan membayar (WTP) dan regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi WTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia 26-65 tahun, perempuan, berpendidikan tinggi, dan memiliki pendapatan di atas Rp 3.000.000. Selain itu, konsumen bersedia membayar dengan harga yang lebih tinggi untuk memperoleh produk sayuran organik, dengan kenaikan 58,44% untuk sayur organik kangkung dan 58,50% untuk sayur organik bayam. Faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi kesediaan membayar konsumen adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jumlah pendapatan per bulan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan strategi pemasaran sayuran sistem hidroponik dan sayuran sistem konvensional di kota Tarakan. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Snowball Sampling Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 20 orang yang terdiri dari 10 petani hidroponik dan 10 petani konvensional. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang diganakan yaitu analisis kualitatif deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian 1. Strategi Pemasaran Sayuran Hidroponik: Para pelaku usaha sayuran hidroponik menerapkan strategi pemasaran yang inovatif dan adaptif. Mereka menetapkan harga jual kompetitif, menggunakan berbagai saluran pemasaran seperti pelanggan tetap, warung sayur, restoran, dan supermarket lokal. Promosi dilakukan melalui media sosial dan kemasan khusus untuk menjaga kesegaran dan menarik pelanggan. 2. Strategi Pemasaran Sayuran Konvensional: Pelaku usaha sayuran konvensional menggunakan strategi pemasaran yang lebih tradisional. Harga jual ditentukan berdasarkan ketersediaan dan permintaan pasar serta kondisi cuaca. Distribusi dilakukan melalui pasar tradisional dan penjualan langsung dari rumah. Promosi mengandalkan hubungan personal dan penyebaran informasi dari mulut ke mulut, dengan pengemasan yang sederhana. 3. Perbandingan Strategi Pemasaran: Sayuran hidroponik cenderung lebih inovatif dalam penetapan harga, memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, dan promosi melalui media sosial, sementara sayuran konvensional mengandalkan pendekatan tradisional dengan harga fluktuatif dan pemasaran langsung. Kendala pemasaran juga berbeda, dengan hidroponik lebih fokus pada kendala produksi dan konvensional pada kondisi pasar dan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanaman kangkung(Ipomoea reptans poir) dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi,dimana suatu ketinggian dapat mempengaruhu kualitas hasilnya.Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun,dan termasuk kedalam family Convolvulaceae.Sawi hijau(Brassica juncea.L) termasuk kedalam jenis tanaman sayuran daun dari keluarga cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup.Sumber gizi yang terkandung kedalam tanaman sawi yaitu terdiri dari besi,protein,lemak,karbohidrat,serat,kalsium,fosfor,besi dan berbagai jenis vitamin lainnya seperti vitamin A,vitamin B1,vitamin B2,vitamin B3 dan tentu saja vitamin C.Bayam(Amaranthus.sp) merupakan salah satu jenis tanaman yang biasa ditanami menjadi tanaman sayuran yang bisa untuk dikonsumsi oleh banyak orang, yang dimana bagian sayuran yang bisa dimakan yaitu pada bagian daun.Udang merupakan bahan makanan yang tentu saja banyak mengandung vitamin A,vitamin E,vitamin B1,kalori,lemak,protein dan juga tentu saja banyak mengandung zat kapur,mineral,fosfor,potassium yang sangat baik untuk tubuh.Untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman sayuran kangkung,bayam dan sawi.Penelitian ini dilaksanakan di Jl.Camar IV RT 03 NO 91 Juata Permai Kota Tarakan,Kalimantan Utara pada bulan Juni 2023.Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan sebagai berikut:C1:Tanaman Sawi,C2:Tanaman Bayam,dan C3:Tanaman Kangkung.Berdasarkan penelitian kajian metode aplikasi pupuk organik cair limbah udang pada beberapa tanaman sayuran kangkung,sawi dan bayam,dapat diketahui dengan melalui rangkaian penelitian dengan dilanjutkan pengamatan yang terdiri dari tiga parameter yaitu tinggi tanaman,panjang daun tanaman,dan jumlah daun.Pada hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu pada hasil data grafik dengan pemberian pupuk organik cair(POC) limbah udang terjadinya peningkatan tinggi tanaman,panjang daun,dan jumlah daun untuk tanaman sawi,bayam dan kangkung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam upaya pengembangan tanaman hortikultura, akan muncul berbagai permasalahan dan hambatan yang perlu dihadapi. Beberapa permasalahan dan hambatan yang sering muncul dalam pengembangan hortikultura adalah seperti modal, lahan dan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan maksimal serta untuk mengetahui kombinasi yang optimal yang diperoleh dari hasil produksi usahatani sayuran milik ibu Maria. Penelitian dilaksanakKelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat milik ibu Maria, metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling. Metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi, alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Programming dengan metode simpleks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan metode simpleks menghasilkan keuntungan sebesar Rp 15.787.104/tiga kali produksi dengan hasil analisis sayur sawi sebesar 0 kilogram, sayur kangkung sebesar 617,7703 kilogram, dan 103,3268 kilogram untuk bawang daun. Apabila dibandingkan dengan penjualan usahatani sayur sawi, kangkung dan bawang daun yang aktual milik ibu Maria yaitu sebesar 304 kilogram untuk sayur sawi, 315 kilogram untuk sayur kangkung dan 97 kilogram untuk bawang daun dengan keuntungan sebesar Rp 15.529.076, maka selisih dari keuntungan antara penjualan usahatani dari hasil analisis dengan penjualan aktual petani sayur sawi, kangkung dan bawang daun sebesar Rp 258.599.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
PEMETAAN SOSIAL EKONOMI PETANI SAYURAN DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Abstrak Pemetaan sosial ekonomi merupakan kegiatan yang bertujuan menghasilkan data dan informasi yang diperoleh dari kelompok atau komunitas untuk memberikan gambaran kondisi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. Pemetaan dimaksud untuk memotret atau menggambarkan keadaan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani sayuran baik dari segi keinginan, kebutuhan dan kendala yang terjadi dalam bertani sayuran. Adapun Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui karakteristik sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dan, 2) Memetakan kondisi sosial ekonomi petani sayuran di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia petani termasuk produktif dengan rata-rata tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD), Dari kisaran interval tersebut maka 65% dengan 52 petani, memiliki jumlah anggota keluarga 4-6 orang. Sebanyak 41 orang atau 51,2% dengan lama usaha 10-17 tahun. Tanah yang dimiliki petani sayuran merupakan tanah pinjaman dengan rata-rata luas lahan 0,05-0,5 ha. dominan petani yang menjual produksi sayurannya melalui tengkulak dengan pendapatan petani Rp. 500,00-3,500,000 dengan frekuensi 46 orang. rata-rata petani lebih memilih menanam jenis sayuran buah musiman seperti; kacang panjang, buncis, terung, cabe, tomat, pare, dan ketimun di bandingkan dengan jenis sayuran daun seperti; bayam, kangkung, daun bawang, dan cangkomanis. Kata kunci: Pemetaan, Soial Ekonomi, Petani Sayuran. SOCIO-EKONOIC MAPPINGG OF VEGETABLE FARMERS IN JUATA LAUT VILLAGE, NORTH TARAKAN DISTRICT, TARAKAN CITY Abstract Socio-economic mapping is an activity that aims to produce data and information obtained from groups or communities to provide an overview of environmental. social, cultural and economic conditions. Mapping is intended to capture or describe the state of people who make a living as vegetable farmers in terms of their wants, needs and constraints that occur in vegetable farming. The objectives to be achieved in this research were: 1) identifying the socio-economic characteristics of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District and, 2) mapping the socio- economic conditions of vegetable farmers in Juata Laut Village, North Tarakan District, Tarakan City. The method of determining the sample used purposive sampling. Data analysis technique in this research was descriptive analysis. The results revealed that the age of farmers classified as productive with an average educational level of primary school. Based on the interval range, 65% of 52 farmers have family members of 4-6 people. 41 people or 51.2% have had a length of business of 10-17 years. The land owned by vegetable farmers is borrowed land with an average land area of 0.05-0.5 ha. Predominantly, the farmers sell their vegetable production through middlemen with income ranging from IDR 500,00- 3,500,000 with a frequency of 46 people. On average, farmers prefer to plant seasonal fruit vegetables such as long beans, green beans, eggplants, chilies. tomatoes, bitter melon, and cucumbers compared to leaf vegetables such as spinach, water spinach, leeks, and sweetleaf. Keywords: Mapping, Socio-Ekonomic, Vegetable Farmers
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preferensi konsumen sangat penting untuk diketahui oleh para pelaku agribisnis, khususnya para petani hidroponik agar dapat mengetahui permintaan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preferensi konsumen dan mengidentifikasi jenis sayuran hidroponik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket kuesioner tersturktur secara daring atau online dengan menggunakan survei google form. Sebanyak 60 sampel yang mengisi kuesioner dengan menggunakan teknik non probability sampling. Data dari penelitian ini menggunakan analisis konjoin dengan bantuan statistical program for social science (SPSS). Hasil penelitian mengemukakan bahwa yang disukai oleh konsumen mengenai preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik adalah yang memiliki karakteristik fisik daun lebar/besar tidak berlubang, dan memiliki kesegaran 6 hari, dengan harga Rp. 10.000, dan memiliki warna daun yang bewarna hijau muda. Urutan preferensi kombinasi atribut sayuran hidroponik yang paling diprioritaskan oleh konsumen secara berturut-turut adalah fisik daun, kesegaran sayuran, harga, dan warna daun. Serta jenis dari sayuran yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah semua jenis sayuran yang terdiri dari sawi hijau (caisim), sawi sendok (pakcoy), kangkung, bayam, dan selada. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu produsen perlu memperhatikan lagi mengenai preferensi konsumen dalam pemasaran sayuran hidroponik dan lebih aktif dalam mencari informasi mengenai preferensi konsumen.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sayuran Hidroponik merupakan budidaya tanaman yang memanfaatkan air sebagai media tanam. Hidroponik berasal dari Bahasa Yunani, Yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Istilah hidroponik digunakan untuk menjelaskan tentang cara mencocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan sistem agribisnis pada sayuran hidroponik Kampung Bugis, Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Teknik non probability sampling dan jenis sumber data yang digunakan adalah data primer melakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner. Kemudian data sekunder sebagai laporan hasil penelitian ataupun berbagai bentuk infomasi dari instansi yang ada kaitanya dengan penelitian dengan cara mengutip dan mengadakan studi pustaka dari buku-buku yang berhubungan hidroponik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsistem agribisnis sayuran hidroponik kampung bugis terdiri dari (a) subsistem hulu dalam pengadaan sarana dan prasarana produksi ialah seperti benih, nutrisi, peralatan dan screenhouse; (b) subsistem hilir yang meliputi penangannan dan pemasaran (tataniaga) produk pertanian dan olahannya, dan (c) subsistemn penunjang dengan batuan system infomasi dan Lembaga pertanian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan yang merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Utara yang terkena dampak dari meluasnya penyebaran virus Covid-19, Produk pertanian tanaman hortikultura di Kota Tarakan yang mengalami penurunan produksi disebabkan waktu bekerja diluar rumah yang dibatasi sehingga lahan pertanian kurang optimal dikelola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis komparatif terhadap produksi sayur sawi sebelum dan sesudah covid-19 dan untuk mengetahui analisis komparatif terhadap pendapatan petani sayur sawi sebelum dan sesudah covid-19. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kriteria tertentu. Penelitian ini dilakukan di Kampung 6 Tarakan Timur Kota Tarakan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah metode komparatif dengan menggunakan uji t dengan sampel berhubungan (Paired sample t-Test). Berdasarkan hasil penelitian Dampak yang ditimbulkan dari pandemi Covid-19 terhadap pendapatan dan produksi petani sayur sawi di Kampung Enam Kota Tarakan menurun. Hal ini disebabkan biaya dan penerimaan usahatani sayur sawi sesudah Covid-19 menurun. Maka dari itu, pendapatan petani sayur sawi di Kampung Enam juga mengalami penurunan. Perbedaan pendapatan diuji secara statistik dengan menggunakan uji paired sample t-Test, diperoleh Sig (2-tailed) 0,000 0,05. Hal ini menunjukkan HO ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan pendapatan dan produksi petani sayur sawi sebelum dan sesudah Covid-19.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Abstrak Tanaman sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki permintaan tinggi. Produktivitas tanaman sayuran yang tinggi dapat dicapai melalui penguatan kelompok tani. Tujuan penelitian ini yaitu,1) Mengetahui peran kelompok tani dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A, 2) Merumuskan strategi penguatan dan peningkatan peran kelompok tani dalam pemasaran sayuran di Desa Tanjung Buka SP 5A. Jumlah responden 11 orang, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan Kelompok tani Enggal Lancar belum optimal dalam menjalankan peran sebagai wadah belajar, wahana kerjasama dan wahana unit produksi. Strategi penguatan kelompok tani, dalam pemasaran di Desa Tanjung Buka SP 5A berada pada strategi SO (strategi agresif) yaitu meliputi : (a) Meningkatkan kualitas produk melalui berbagai aspek seperti inovasi, produk, diversifikasi tanaman dan praktik pertanian berkelanjutan (b) Memperluas areal tanam untuk meningkatkan produktivitas sayuran dengan memanfaatkan penggunaan teknologi. Kata kunci: Kelompok tani, Sayuran, Strategi pemasaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Selain masalah fisik dan teknis, sistem agribisnis tanaman hortikultura sayuran semusim juga di hadapkan dengan permasalahan kelembagaan, tak terkecuali pada kelembagaan agribisnis sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi lembaga dan peran lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam; dan (2) mendeskripsikan model kelembagaan pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran setiap lembaga pada sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam, yaitu: (a) subsistem hulu lembaganya adalah Kios Sipakainge dan Toko Esa yang mempunyai peran dalam penyedian SAPRODI dan ALSINTAN bagi petani; (b) subsistem usahatani lembaganya adalah Kelompok Tani Sinar Anugrah, Kelompok Tani Sinar Berkat, Kelompok Tani Sinar Karya, dan Kelompok Tani Sinar Harapan yang mempunyai peran dalam mensejahterakan petani; (c) subsistem pemasaran lembaganya adalah Asosiasi Meja Pasar Petani Bukit Amal yang mempunyai peran sebagai wadah alternatif dalam memasarkan hasil panen; dan (d) subsistem jasa penunjang lembaganya adalah Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Balai Penyuluhan Pertanian Kota Tarakan, LKM-A Petani Bukit Amal, dan GAPOKTAN Bukit Amal yang memiliki peran dalam menunjang kedua subsistem tersebut melalui penyaluran bantuan SAPRODI, ALSINTAN, modal usahatani, kegiatan penyuluhan demi meningkatkan kemampuan SDM petani; dan (2) model kelembagaan sistem agribisnis hortikultura sayuran semusim di Kelurahan Kampung Enam yang terdiri atas Kelembagaan Subsistem Hulu, Kelembagaan Subsistem On Farm, Kelembagaan Subsistem Pemasaran dan Kelembagaan Subsistem Jasa Penunjang. Dimana pada setiap kelembagaan terdapat pihak atau lembaga yang berperan didalamnya, serta memiliki hubungan erat satu sama lain terutama pada lembaga subsistem jasa penunjang yang berperan penting dalam mendukung dari subsistem hulu hingga hilir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu subsektor pertanian yang berpotensi untuk dikembangkan dalam kerangka agribisnis adalah hortikultura. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan merupakan komoditas unggulan saat ini, namun harus memiliki kondisi lahan dan iklim yang sesuai, serta didukung oleh potensi sumber daya dan peluang pasar dalam dan luar negeri. Sayuran merupakan komoditi yang berprospek cerah, karena dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur ditinjau dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial, dimensi teknologi, dan dimensi kelembagaan serta mengetahui atribut apa saja yang sensitive mempengaruhi keberlanjutan usahatani sayuran di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Kuota Sampling dengan menggunakan kriteria tertentu, dengan jumlah responden 100 petani. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis MDS-RAPS (Multidimensional Scaling-Rapid Appraisal for Sustainability). Hasil analisis keberlanjutan multidimensi indeks keberlanjutan usahatani di Kecamatan Tarakan Timur sebesar 56,45 termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Sedangkan hasil analisis indeks keberlanjutan untuk ke lima dimensi masing-masing adalah dimensi ekologi 50,64 (cukup berkelanjutan), dimensi ekonomi 61,63 (cukup berkelanjutan), dimensi sosial 64,98 (cukup berkelanjutan), dimensi teknologi 49,55 (kurang berkelanjutan), dimensi kelembagaan 55,44 (cukup berkelanjutan). Hasil analisis Leverage terdapat 12 atribut yang sensitive dari keseluruhan setiap dimensi.