BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virus pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan serta insidensinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei lapangan, pengambilan sampel, dan uji kesesuaian inang. Survei dilakukan di setiap kecamatan yang berada di Kota Tarakan untuk mengumpulkan data tanaman hortikultura yang terinfeksi penyakit virus dan untuk memperoleh data tingkat insidensi penyakit virus dengan kriteria minimal 500 tanaman dalam satu lahan budidaya. Tanaman sampel yang menunjukkan adanya gejala infeksi penyakit virus di uji kesesuaian inangnya menggunakan metode pelukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa virus ditemukan menginfeksi tanaman hortikultura dengan insidensi yang bervariasi. Virus yang ditemukan Chilli yellow leaf curl virus (CYLCV), Tomatto yellow leaf curl virus (TYLCV), Eggplant yellow leaf virus (EYLV), Cucumber mosaic virus (CMV), dan Watermelon mosaic virus (WMV).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui virus pada tanaman hortikultura di Kota Tarakan serta insidensinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei lapangan, pengambilan sampel, dan uji kesesuaian inang. Survei dilakukan di setiap kecamatan yang berada di Kota Tarakan untuk mengumpulkan data tanaman hortikultura yang terinfeksi penyakit virus dan untuk memperoleh data tingkat insidensi penyakit virus dengan kriteria minimal 500 tanaman dalam satu lahan budidaya. Tanaman sampel yang menunjukkan adanya gejala infeksi penyakit virus di uji kesesuaian inangnya menggunakan metode pelukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa virus ditemukan menginfeksi tanaman hortikultura dengan insidensi yang bervariasi. Virus yang ditemukan Chilli yellow leaf curl virus (CYLCV), Tomatto yellow leaf curl virus (TYLCV), Eggplant yellow leaf virus (EYLV), Cucumber mosaic virus (CMV), dan Watermelon mosaic virus (WMV).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP dalam menyelesaikan soal fungsi dengan bantuan Certainty of Response Index (CRI). Adapun penggunakan CRI dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi partisipan yang mengalami miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari tiga partisipan yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tugas berupa materi fungsi dengan bentuk soal pilihan ganda tingkat tiga (multiple choice three tier), analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi pada ketiga partisipan, antara lain pemahaman konseptual yang salah (early conceptunder standing), yaitu kesalahan penafsiran konsep pada suatu definisi himpunan pasangan berurutan dan definisi range; Miskonsepsi berdasarkan fakta (factual misconception), yaitu ketidaksesuaian teori dan fakta pada definisi fungsi dan relasi “setengah dari”; Miskonsepsi keyakinan tidak ilmiah (belief is not scientific), yaitu kepercayaan yang salah pada definisi “faktor dari”.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi miskonsepsi yang terjadi pada siswa SMP dalam menyelesaikan soal fungsi dengan bantuan Certainty of Response Index (CRI). Adapun penggunakan CRI dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi partisipan yang mengalami miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari tiga partisipan yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tugas berupa materi fungsi dengan bentuk soal pilihan ganda tingkat tiga (multiple choice three tier), analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi pada ketiga partisipan, antara lain pemahaman konseptual yang salah (early conceptunder standing), yaitu kesalahan penafsiran konsep pada suatu definisi himpunan pasangan berurutan dan definisi range; Miskonsepsi berdasarkan fakta (factual misconception), yaitu ketidaksesuaian teori dan fakta pada definisi fungsi dan relasi “setengah dari”; Miskonsepsi keyakinan tidak ilmiah (belief is not scientific), yaitu kepercayaan yang salah pada definisi “faktor dari”.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
The purpose of this study was to determine whether there was a difference in the speaking abilities of students at SMK Kesehatan Kaltara's eleventh grade between those who were taught using the seesaw class application as a medium and those who were taught using traditional techniques. This study employed a quasi- experimental methodology and a nonequivalent control design as the preferred kind of design. This study used purposive sampling to choose class eleven nursing A as the experimental class and class eleven nursing B as the control class. To analyze the data, researcher employed an independent sample t-test. According to the study's findings, there were substantial disparities between students who were taught speaking skills using the seesaw class application and those who were taught using more traditional approaches. The t test result (2.367) was stronger than the t- table since the hypothesis test determined that the significant factor was smaller than 0.05. (2.045). The data showed that Ha was accepted and Ho was rejected. Ha claimed a significant increase in students' speaking ability by using the seesaw class application as a medium for practicing the speaking skills of eleventh grade students at SMK Kesehatan Kaltara.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG DILAKUKAN BERSAMA SAMA TERHADAP ORANG DIMUKA UMUM ( STUDI KASUS PUTUSAN 2/Pid.B/2021/PN Tar ) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana oleh hakim dalam putusan No. 2/Pid.B/2021/PN.Tar, dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi terhadap putusan No. 2/Pid.B/2021/PN.Tar. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tarakan yang mengambil lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Penegakan terhadap tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama sama di muka umum yang mengakibatkan lukanya korban dan Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Hukuman Yang relatif ringan pada pelaku kekerasan di muka umum yang mengakibatkan lukanya korban. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode pendekatan empiris, dimana penelitian ini dilakukan dengan melakukan secara langsung ke lokasi penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Data sekunder berasal dari Undang-Undang, buku, jurnal, artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertimbangan hakim dalam terhadap kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan lukanya korban pada putusan No 2/Pid.B/2021/PN. Tar sudah tepat, karena terbukti memenuhi unsur dalam perkara yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim, serta penjatuhan pidana tidak melebihi dari pidana yang diancamkan oleh pasal 170 ayat (1) KUHPidana, yaitu hanya menjatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dikurangi selama mereka ditahan. Pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana sudah benar dan tepat karena dasardasar yang memberatkan dan meringankan pidana sudah terpenuhi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG DILAKUKAN BERSAMA SAMA TERHADAP ORANG DIMUKA UMUM ( STUDI KASUS PUTUSAN 2/Pid.B/2021/PN Tar ) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum pidana oleh hakim dalam putusan No. 2/Pid.B/2021/PN.Tar, dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi terhadap putusan No. 2/Pid.B/2021/PN.Tar. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tarakan yang mengambil lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Penegakan terhadap tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama sama di muka umum yang mengakibatkan lukanya korban dan Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Hukuman Yang relatif ringan pada pelaku kekerasan di muka umum yang mengakibatkan lukanya korban. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode pendekatan empiris, dimana penelitian ini dilakukan dengan melakukan secara langsung ke lokasi penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer berasal dari Pengadilan Negeri Tarakan dan Kejaksaan Negeri Tarakan. Data sekunder berasal dari Undang-Undang, buku, jurnal, artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertimbangan hakim dalam terhadap kekerasan terhadap orang yang dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan lukanya korban pada putusan No 2/Pid.B/2021/PN. Tar sudah tepat, karena terbukti memenuhi unsur dalam perkara yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim, serta penjatuhan pidana tidak melebihi dari pidana yang diancamkan oleh pasal 170 ayat (1) KUHPidana, yaitu hanya menjatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dikurangi selama mereka ditahan. Pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan pidana sudah benar dan tepat karena dasardasar yang memberatkan dan meringankan pidana sudah terpenuhi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi penerimaan dan tingkat keuntungan petani sayuran sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Deskriptif Statistik. Hasil penelitian ini yaitu terjadi perubahan biaya produksi petani sayuran di Kota Tarakan, Biaya produksi petani sayuran sebelum pandemi covid-19 dengan rata-rata Rp. 1.600.000 sedangkan biaya produksi selama pandemi covid-19 rata-rata Rp 975.000 terdapat penurunan sebesar Rp. 1.000.000, sedangkan penerimaan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 3.850.000 penerimaan petani sayuran selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.000.000, ditinjau dari tingkat keuntungan petani sayuran sebelum pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 2.250.000, sedangkan selama pandemi covid-19 nilai rata-rata Rp. 1.025.000. Namun jika berdasarkan rasio biaya produksi sebelum dan selama pandemi covid-19 serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 bahwa tidak terdapat perubahan yang cukup berarti pada biaya produksi serta penerimaan petani sayuran sebelum dan selama pandemi covid-19 di Kota Tarakan. Biaya produksi dan penerimaan rata-rata sebelum pandemi covid-19 yaitu 41%, sedangkan biaya produksi dan penerimaaan rata-rata selama pandemi covid-19 adalan 49%, jadi biaya produksi dan penerimaan sebelum dan selama pandemi covid-19 penerimaan tingkat keuntungan sebesar 8%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, karena kemampuan adaptasinya yang baik terhadap lingungan. Ikan nila bersifat omnivora dengan emampuan mampu mencerna maanan secara efisien. Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh nutrisi pakan, maka untuk memenuhinya diperlukan pakan alami yang mengandung nutrisi tinggi salah satunya adalah cacing sutra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis yang berbeda teradap pertumbuhan larva ikan nila (O. niloticus), metode yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P1 yaitu pemberian pakan buatan 5% dari bobot tubuh (control), P2 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 5% dari bobot tubuh, P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 6% dari bobot tubuh dan P4 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 7% dari bobot tubuh. Parameter yang diamati selama penelitian yaitu pertumbuhan berat mutlak (PBM), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), peningkatan warna dan survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda terhadap benih ikan nila (Oreochromis niloticus) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan kelansungan hidup. Perlakuan terbaik dengan pemberian cacing sutra 5 %).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya penerimaan dan keuntungan petani sayuran di Kota Tarakan sebelum dan selama pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Penelitian ini di lakukan dalam rangka pengumpulan data dengan mengambil populasi dan sampel sebanyak 20 responden petani sayuran berdasarkan data yang penulis ambil di lapangan yaitu di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji beda dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dengan adanya pandemi covid-19 terdapat perbedaan singnifikan terhadap pendapatan petani sayuran di Kota Tarakan. Ini bisa dilihat dengan adanya penurunan biaya petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan sebelum dan selama pandemi covid-19 berbeda secara singnifikan di Kota Tarakan. Perbedaan biaya petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan dilihat dengan membandingkan thitung = 4,802 > ttabel 2,109. Dengan adanya pandemi covid-19 biaya petani sayuran Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan di Kota Tarakan mengalami penurunan 39%. Selanjutnya, penerimaan petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan sebelum dan selama pandemi covid-19 berbeda secara singnifikan di Kota Tarakan. Penerimaan petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan dilihat dengan membandingkan thitung = 5,644 > ttabel 2,109. Dengan adanya pandemi covid-19 penerimaan petani sayuran kelurahan Karang Harapan dan Kelurahan Kampung Enam di Kota Tarakan mengalami penurunan 48%. Terakhir, pendapatan petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan sebelum dan selama pandemi covid-19 berbeda secara singnifikan di Kota Tarakan. Perbedaan pendapatan petani sayuran di Kelurahan Kampung Enam dan Kelurahan Karang Harapan dilihat dengan membandingkan thitung = 4,240 > ttabel 2,109. Dengan adanya pandemi covid-19 pendapatan petani sayuran kelurahan Karang Harapan dan Kelurahan Kampung Enam di Kota Tarakan mengalami penurunan 54%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ikan Nila (Oreochromis niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, karena kemampuan adaptasinya yang baik terhadap lingungan. Ikan nila bersifat omnivora dengan emampuan mampu mencerna maanan secara efisien. Pertumbuhan ikan nila sangat dipengaruhi oleh nutrisi pakan, maka untuk memenuhinya diperlukan pakan alami yang mengandung nutrisi tinggi salah satunya adalah cacing sutra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis yang berbeda teradap pertumbuhan larva ikan nila (O. niloticus), metode yang digunakan adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P1 yaitu pemberian pakan buatan 5% dari bobot tubuh (control), P2 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 5% dari bobot tubuh, P3 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 6% dari bobot tubuh dan P4 yaitu pemberian pakan cacing sutra (Tubifex sp) dengan dosis 7% dari bobot tubuh. Parameter yang diamati selama penelitian yaitu pertumbuhan berat mutlak (PBM), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), peningkatan warna dan survival rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan yang berbeda terhadap benih ikan nila (Oreochromis niloticus) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan kelansungan hidup. Perlakuan terbaik dengan pemberian cacing sutra 5 %).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to determine whether there was a difference in the speaking abilities of students at SMK Kesehatan Kaltara's eleventh grade between those who were taught using the seesaw class application as a medium and those who were taught using traditional techniques. This study employed a quasi- experimental methodology and a nonequivalent control design as the preferred kind of design. This study used purposive sampling to choose class eleven nursing A as the experimental class and class eleven nursing B as the control class. To analyze the data, researcher employed an independent sample t-test. According to the study's findings, there were substantial disparities between students who were taught speaking skills using the seesaw class application and those who were taught using more traditional approaches. The t test result (2.367) was stronger than the t- table since the hypothesis test determined that the significant factor was smaller than 0.05. (2.045). The data showed that Ha was accepted and Ho was rejected. Ha claimed a significant increase in students' speaking ability by using the seesaw class application as a medium for practicing the speaking skills of eleventh grade students at SMK Kesehatan Kaltara.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Perubahan iklim menjadi salah satu fenomena yang mempengaruhi kondisi masyarakat pesisir dari aspek fisik, sosial maupun ekonominya. Kota Tarakan sendiri merupakan satu kota yang berada di satu pulau kecil sehingga seluruh kotanya dapat dikatakan sebagai pesisir. sebaga masyarakat yang tinggal di daerah pesisir tentu mereka tergolong sebagai masyarakat rentan karena berada di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji klasifikasi kerentanan fisik, sosial dan ekonomi serta kapasitas masyarakat pesisir terhadap perubahan iklim di Kota Tarakan dan mengukur hubungan kerentanan fisik, sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat dari adanya bencana akibat perubahan iklim di Kota Tarakan. Data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode skala likert, skala guttman dan rating scale serta uji korelasi spearman rank. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tingkat kerentanan fisik masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah tinggi pada angka 80%, dan kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah sedang pada angka berturut-turut 52% dan 51%. Sementara untuk tingkat kapasitas masyarakat yaitu tinggi pada angka 69%. Untuk tingkat hubungan kerentanan fisik,sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat yaitu sangat lemah. Selain itu, dari penelitian ini diperoleh strategi peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat yaitu merealiasasikan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perubahan iklim menjadi salah satu fenomena yang mempengaruhi kondisi masyarakat pesisir dari aspek fisik, sosial maupun ekonominya. Kota Tarakan sendiri merupakan satu kota yang berada di satu pulau kecil sehingga seluruh kotanya dapat dikatakan sebagai pesisir. sebagai masyarakat yang tinggal di daerah pesisir tentu mereka tergolong sebagai masyarakat rentan karena berada di wilayah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji klasifikasi kerentanan fisik, sosial dan ekonomi serta kapasitas masyarakat pesisir akibat perubahan iklim di Kota Tarakan dan mengukur hubungan kerentanan fisik, sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat dari adanya bencana akibat perubahan iklim di Kota Tarakan. Data yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan deskriptif menggunakan metode skala likert, skala guttman dan rating scale serta uji korelasi spearman rank. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tingkat kerentanan fisik masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah tinggi pada angka 80%, dan kerentanan sosial ekonomi masyarakat pesisir Kota Tarakan adalah sedang pada angka berturut-turut 52% dan 51%. Sementara untuk tingkat kapasitas masyarakat yaitu tinggi pada angka 69%. Untuk tingkat hubungan kerentanan fisik,sosial dan ekonomi terhadap kapasitas masyarakat yaitu sangat lemah. Selain itu, dari penelitian ini diperoleh strategi peningkatan kapasitas adaptasi masyarakat yaitu merealiasasikan kegiatan mitigasi berdasarkan UU No 24 tahun 2007 dan Rencana Aksi Penanggulangan Bencana Kota Tarakan.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ritual pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ di suku Toraja, Mengidentifikasi jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara adat Rambu Solo’ dan maknanya bagi masyarakat suku Toraja, dan menganalisis pola hubungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan dalam upacara Rambu Solo’. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Subjek pada penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat umum dan mahasiswa yang ada di Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada suku Toraja memiliki beberapa tahapan yaitu yang pertama persiapan, yang kedua pelaksanaan dan terakhir penutup. Terdapat 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan dalam upacara tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan oleh masyarakat suku Toraja dalam pelaksanaan upacara Rambu Solo’ diperoleh hasil dengan tingkat kepentingan rendah dan kesukaan rendah (kelompok I) sebanyak 2 spesies yaitu: Equus ferus caballus (Linnaeus, 1758) dan Bos taurus (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan tinggi dan kesukaan rendah (kelompok II) sebanyak 3 spesies yaitu: Schizostachyum blumei Nees. Syn., Piper betle L. dan Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan rendah dan kesukaan tinggi (kelompok III) sebanyak 3 spesies yaitu: Arenga pinnata Merr., Areca catechu L. dan Schizostachyum brachycladum Kurz. sedangkan kepentingan tinggi dan kesukaan tinggi (kelompok IV) sebanyak 6 spesies yaitu: Dendrocalamus asper Schuf., Coleus scutellarioides L., Casuarina equisetifolia J.R.&G. Forst., Pinus merkusi Jungh. Es de Vries., Bubalus bubalis (Linnaeus, 1758) dan Sus scrofa domesticus (Linnaeus, 1758). Kata Kunci: Etnobiologi, Rambu Solo’
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ritual pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ di suku Toraja, Mengidentifikasi jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara adat Rambu Solo’ dan maknanya bagi masyarakat suku Toraja, dan menganalisis pola hubungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan dalam upacara Rambu Solo’. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Subjek pada penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat umum dan mahasiswa yang ada di Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada suku Toraja memiliki beberapa tahapan yaitu yang pertama persiapan, yang kedua pelaksanaan dan terakhir penutup. Terdapat 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan dalam upacara tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan oleh masyarakat suku Toraja dalam pelaksanaan upacara Rambu Solo’ diperoleh hasil dengan tingkat kepentingan rendah dan kesukaan rendah (kelompok I) sebanyak 2 spesies yaitu: Equus ferus caballus (Linnaeus, 1758) dan Bos taurus (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan tinggi dan kesukaan rendah (kelompok II) sebanyak 3 spesies yaitu: Schizostachyum blumei Nees. Syn., Piper betle L. dan Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan rendah dan kesukaan tinggi (kelompok III) sebanyak 3 spesies yaitu: Arenga pinnata Merr., Areca catechu L. dan Schizostachyum brachycladum Kurz. sedangkan kepentingan tinggi dan kesukaan tinggi (kelompok IV) sebanyak 6 spesies yaitu: Dendrocalamus asper Schuf., Coleus scutellarioides L., Casuarina equisetifolia J.R.&G. Forst., Pinus merkusi Jungh. Es de Vries., Bubalus bubalis (Linnaeus, 1758) dan Sus scrofa domesticus (Linnaeus, 1758). Kata Kunci: Etnobiologi, Rambu Solo’