Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ritual pelaksanaan upacara adat Rambu Solo’ di suku Toraja, Mengidentifikasi jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara adat Rambu Solo’ dan maknanya bagi masyarakat suku Toraja, dan menganalisis pola hubungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari jenis tumbuhan dan hewan yang dimanfaatkan dalam upacara Rambu Solo’. Metode penulisan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi. pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Subjek pada penelitian ini adalah tokoh adat, tokoh masyarakat, masyarakat umum dan mahasiswa yang ada di Toraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pelaksanaan upacara Rambu Solo’ pada suku Toraja memiliki beberapa tahapan yaitu yang pertama persiapan, yang kedua pelaksanaan dan terakhir penutup. Terdapat 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan dalam upacara tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan Relative Frequency of Citation (RFC) dan Fidelity Level (FL) dari 9 jenis tumbuhan dan 5 jenis hewan yang digunakan oleh masyarakat suku Toraja dalam pelaksanaan upacara Rambu Solo’ diperoleh hasil dengan tingkat kepentingan rendah dan kesukaan rendah (kelompok I) sebanyak 2 spesies yaitu: Equus ferus caballus (Linnaeus, 1758) dan Bos taurus (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan tinggi dan kesukaan rendah (kelompok II) sebanyak 3 spesies yaitu: Schizostachyum blumei Nees. Syn., Piper betle L. dan Cyprinus carpio (Linnaeus, 1758), tingkat kepentingan rendah dan kesukaan tinggi (kelompok III) sebanyak 3 spesies yaitu: Arenga pinnata Merr., Areca catechu L. dan Schizostachyum brachycladum Kurz. sedangkan kepentingan tinggi dan kesukaan tinggi (kelompok IV) sebanyak 6 spesies yaitu: Dendrocalamus asper Schuf., Coleus scutellarioides L., Casuarina equisetifolia J.R.&G. Forst., Pinus merkusi Jungh. Es de Vries., Bubalus bubalis (Linnaeus, 1758) dan Sus scrofa domesticus (Linnaeus, 1758). Kata Kunci: Etnobiologi, Rambu Solo’