Abstrak
Upacara adat Mangrara Tongkonan merupakan salah satu upacara adat yang masih dilakukan oleh masyarakat suku Toraja hingga saat ini. Upacara adat ini dilakukan sebagai tanda penyucian rumah adat Tongkonan yang telah selesai dibangun. Upacara adat ini menggunakan beberapa jenis tumbuhan dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara adat tersebut yang berhubungan dengan pelestarian keanekaragaman hayati serta potensinya bagi pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sampling dalam penelitian ini menggunakan Snowball Sampling. Subjek penelitian adalah tokoh adat, ketua adat dan masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 jenis tumbuhan yaitu Aren (Arenga pinnata merr.), Bambu Betung (Denrocalamus asper schuf), Bambu Talang (Schizosatachyum brachycladum), Daun Miana (Coleus scutellarioides), Pisang (Musa paradisiaca), Andong Merah (Cordyline fruticosa), Kelapa (Cocos nucifera), Beras Ketan (Oryaza sativa var glutinosa), dan Puring (Codiaeum variegatum). Hewan yang dimanfaatkan dalam upacara adat Mangrara Tongkonan yaitu Babi (Sus scrofa domesticus), Ayam (Gallus gallus domesticus), Ikan Mas (Cyprinus carpio), dan Kerbau (Bubalus bubalis). Masyarakat memperoleh tumbuhan dengan cara menanam dipekarangan rumah maupun dikebun, sedangkan hewan yang digunakan diperoleh dengan cara diternak maupun dibeli. Hasil penelitian ini berpotensi untuk dijadikan sebagai materi ajar pada kelas X SMA khususnya pada materi keanekaragaman hayati.