Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

46 hasil
Subjek: Fungsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FUNGSI DAN MAKNA CERITA RAKYAT DAYAK BULUSU DI KECAMATAN SEKATAK KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA ( KAJIAN FOKLOR )

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna cerita rakyat masyarakat Dayak Bulusu di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan cerita rakyat sebagai bagian dari tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi belum banyak didokumentasikan secara ilmiah sehingga keberadaannya berpotensi mengalami kepunahan seiring perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode folklor dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan tetua masyarakat sebagai informan, dokumentasi, serta studi pustaka. Analisis fungsi cerita rakyat menggunakan teori William R. Bascom, sedangkan analisis makna menggunakan pemikiran Alan Dundes. Objek penelitian terdiri atas dua cerita, yaitu cerita Jadu Lawang dan Yaki Bugang serta cerita Aki Ibuk yang berkaitan dengan Gong Solok/Dagas Sebengawang. Kedua cerita tersebut tergolong mitos karena dipercaya oleh masyarakat berkaitan dengan asal-usul manusia, leluhur, dan kehidupan awal masyarakat Dayak Bulusu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Dayak Bulusu memiliki empat fungsi, yaitu sebagai sistem proyeksi, alat pengesahan pranata kebudayaan, alat pendidikan, dan alat pengawas norma sosial. Selain itu, ditemukan empat makna yang terkandung dalam cerita, yaitu makna moral, sosial, budaya, dan spiritual. Dengan demikian, cerita rakyat Dayak Bulusu tidak hanya berfungsi sebagai warisan lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai, penguatan identitas budaya, dan pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mendokumentasikan dan melestarikan sastra lisan masyarakat Dayak Bulusu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Cookies Pangan Fungsional Berbasis Ikan Nomei Harpodon nehereus dan Rumput Laut Merah Kappaphycus alvarezii Sebagai Nutrisi Untuk Kesehatan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nomei (Harpodon nehereus) dan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) merupakan sumber daya perairan yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional karena mengandung protein, serat pangan, mineral, dan berbagai komponen bioaktif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii terhadap karakteristik sensori serta komposisi proksimat cookies, sekaligus menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan lima formulasi, yaitu F0 sebagai kontrol, F1 dengan penambahan masing-masing 10g tepung ikan dan tepung rumput laut, F2 masing-masing 20g, F3 masing-masing 30g, dan F4 masing-masing 40g. Karakteristik sensori yang dievaluasi meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan kenampakan, sedangkan karakteristik kimia mencakup kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kadar serat pangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat penambahan tepung ikan dan tepung rumput laut memengaruhi penerimaan sensori cookies. Formulasi F1 menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi dengan skor tekstur 5,77 ± 1,01; warna 5,27 ± 0,94; aroma 5,87 ± 0,90; rasa 5,97 ± 1,13; dan kenampakan 5,67 ± 0,61. Berdasarkan hasil analisis kimia yang dilaporkan, formulasi terpilih memiliki kadar air 10,33%, abu 9,00%, protein 51,54%, lemak 9,80%, karbohidrat 17,28%, dan serat Pangan 25,23%. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F1 dengan penambahan masing-masing 10% tepung Harpodon nehereus dan tepung Kappaphycus alvarezii merupakan formulasi terbaik berdasarkan penerimaan sensori dan karakteristik kimia cookies.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN UJI HEDONIK MIE KWETIAU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii)

2026•

Mie kwetiau merupakan produk pangan berbasis tepung beras yang berbentuk lembaran tipis dengan tekstur kenyal. Penambahan tepung rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang kaya akan serat diyakini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pangan fungsional, sehingga menjadi alternatif untuk meningkatan kualitas gizi pada Mie Kwetiau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia mie kwetiau melalui analisis proksimat (kadar air, kadar abu, dan kadar protein), serat kasar, serta uji hedonik. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu preparasi sampel rumput laut, pembuatan tepung rumput laut, dan pembuatan mie kwetiau. Data yang diperoleh dari hasil pengujian, diolah menggunakan Microsoft Excell 2013 sehingga didapatkan nilai rata-rata dan standar deviasi dari hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mie kwetiau mengandung kadar air 59,93%, kadar abu 9,87%, dan kadar protein 21,13%. Kandungan serat kasar produk mie kwetiau yang diberi penambahan tepung rumput laut sebesar 1,36%. Uji hedonik yang dilakukan oleh 30 panelis menunjukkan tingkat kesukaan pada skala hedonik suka, dengan kenampakan 3,67%, aroma 3,50%, tekstur 4,20%, dan rasa 3,57%. Secara keseluruhan, rumput laut Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai bahan tambahan dalam pengembangan mie kwetiau fungsional bernilai gizi tinggi dan dapat diterima secara sensori.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN KOTA TARAKAN Sely Sarina Dr. Witri Yuliawati, S.E., M.Si Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan publik dan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di kantor kecamatan Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitaif. Teknik sampel yang digunakan adalah proportional sampling atau sampel berimbang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan kuesioner. Hasil akhir dari penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 81,71% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 80,83% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 77,01% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 76,76% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan indeks kepuasan masyarakat di kantor Kecamatan Tarakan Tengah menduduki peringkat pertama dengan nilai akhir sebesar 89,83 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Barat menduduki peringkat kedua dengan nilai akhir sebesar 89,22 (A / Sangat Baik). Kecamatan Tarakan Utara menduduki peringkat ketiga dengan nilai akhir sebesar 78,14 (B / Baik). Kecamatan Tarakan Timur menduduki peringkat keempat dengan nilai akhir sebesar 75,89 (C / Kurang Baik).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Fungsi Kekuatan Mitos Asab Pada Legenda Benayuk di Desa Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara (Kajian Folklor)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi mitos Asab pada Legenda Benayuk kepada masyarakat Tidung di desa Sesayap Hilir dalam menggunakan teori kajian folklor untuk menentukan jenis dan fungsinya dalam cerita rakyat suku Tidung tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, simak catat, dan dokumentasi bersama tokoh adat Tidung, serta sekretaris Desa Sesayap Hilir. Data dalam penelitian ini berupa cerita rakyat tentang legenda benayuk melalui mitos Asab yang disebut warga suku Tidung di Desa Sesayap Hilir Asab yang dipercaya masih melekat pada kehidupan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mitos asab dalam legenda Benayuk berfungsi sebagai hiburan, alat Pendidikan, pemaksaan norma sosial, dan pengesahan lembaga kebudayaan. Kemudian terbagi dalam sebelas aspek untuk penyesuaian teori yang digunakan mulai dari (1) cerita rakyat, (2) ungkapan tradisional, (3) sejarah lisan, (4) tarian rakyat, (5) permainan tradisional, (6) kepercayaan rakyat dan takhayul, (7) permainan tradisional, (8) nyanyian rakyat, (9) artefak budaya, (10) situs keramat makam raja suku Tidung, dan (11) upacara adat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA DAN FUNGSI RITUAL MUI LEBU DALAM KEHIDUPAN SUKU DAYAK UMA KULIT (Kajian Semiotik)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi ritual Mui Lebu pada masyarakat Suku Dayak Uma Kulit di Desa Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan. Ritual Mui Lebu merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan desa dari segala macam energi negatif atau bala demi kesejahteraan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, tindakan, benda-benda, dan makanan yang terkait dengan prosesi ritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat Suku Dayak Uma Kulit, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori segitiga makna Charles Sanders Peirce yang mencakup tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant). Kata Kunci: Ritual Mui Lebu, Suku Dayak Uma Kulit, Semiotik, Makna, Fungsi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MANTRA PENGOBATAN SUKU TIDUNG DI DESA BUONG BARU KECAMATAN BETAYAU KABUPATEN TANA TIDUNG (KAJIAN SASTRA LISAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas struktur dan fungsi mantra pengobatan suku Tidung di Desa Buong Baru, Kabupaten Tana Tidung. Mantra, yang dikenal sebagai 'tawar', merupakan bagian integral dari tradisi lisan dan pengobatan tradisional yang diyakini memiliki kekuatan magis dan spiritual untuk mengobati penyakit serta mengatasi masalah kesehatan. Meskipun pengobatan modern telah dikenal, masyarakat Suku Tidung tetap digabungkan dengan mantra tradisional. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur mantra yang meliputi judul, pembuka, niat, tujuan, dan penutup, serta mengeksplorasi fungsi-fungsi mantra tersebut, yaitu fungsi budaya, kepercayaan, pendidikan, dan sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan berusia 50-82 tahun yang memahami mantra, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif, termasuk pengurangan data, penyajian data, dan penarikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan suku Tidung memiliki struktur lima komponen, meskipun tidak semua mantra lengkap, dan berfungsi secara budaya, kepercayaan, pendidikan, dan sosial. Mantra-mantra ini berperan penting dalam tradisi pelestarian, keyakinan spiritual, pengajaran nilai-nilai, dan penguatan solidaritas komunitas. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pemahaman dan pelestarian sastra lisan serta praktik pengobatan tradisional suku Tidung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau (Kajian Morfologi)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JULI ULEH 2025. Imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A. Pembimbing Anggota Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi imbuhan dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau yang digunakan oleh masyarakat di Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode agih sebagai teknik analisis data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap penutur asli bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau terdapat berbagai bentuk imbuhan, khususnya awalan seperti m-, n-, ng-, ny-, p-, le-, me-, pe-, dan nge- yang berperan penting dalam pembentukan kata kerja (verba). Beberapa imbuhan menyebabkan perubahan fonologis pada bentuk dasar, sedangkan yang lain tidak. Fungsi imbuhan dalam bahasa ini meliputi pembentukan kata kerja dari bentuk dasar yang semula berupa verba atau adjektiva. Temuan ini memperkaya kajian morfologi Bahasa Dayak Kenyah Lepo Tau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR DAN FUNGSI MANTRA PAGAR DIRI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI DESA LONG SIMAU KECAMATAN MENTARANG HULU KABUPATEN MALINAU. (KAJIAN FOLKLOR LISAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

JEFRI 2025. Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh Di Desa Long Simau Kecamatan Mentarang Hulu Kabupaten Malinau. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama, Siti Fathonah, M.Pd. Anggota Pembimbing Rita Kumala Sari, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur dan Fungsi Mantra Pagar Diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif. Data penelitian berupa frasa atau kalimat mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh yang diperoleh dari informan/narasumber. Instrumen Penelitian adalah Human Instrument. Teknik Pengumpulan data meliputi Observasi, Wawancara, Teknik Catat, Teknik Perekaman, dan Dokumentasi. Analisis Data dilakukan melalui tahap Identifikasi, Klasifikasi, Analisis Data, dan Kesimpulan. Diperoleh sebanyak delapan data mantra pagar diri. Analisis struktur mantra menunjukkan bahwa unsur judul setiap mantra memiliki unsur judul sebagai penanda identitas dan tujuan. Unsur pembuka, menunjukkan kerendahan hati penutur kepada penguasa yang diyakini dapat mengabulkan permintaan. Unsur niat, sugesti, dan tujuan. Tidak semua mantra memiliki keenam unsur pembangun (judul, pembuka, niat, sugesti, tujuan, penutup) secara lengkap. Beberapa mantra hanya terdiri dari tiga unsur karena makna kalimatnya tidak dapat dipahami secara keseluruhan, meskipun demikian setiap mantra pagar diri tetap memiliki kegunaannya sebagai pelindung diri. Fungsi mantra secara keseluruhan, mantra pagar diri Suku Dayak Lundayeh di Desa Long Simau, Kecamatan Mentarang Hulu, Kabupaten Malinau, memiliki tiga fungsi: fungsi budaya, fungsi kepercayaan, dan fungsi pendidikan. Fungsi budaya, mantra merupakan warisan budaya lisan yang diturunkan secara turun-temurun. Fungsi kepercayaan, mantra digunakan sebagai perisai diri dari berbagai gangguan, seperti serangan hama dan gagal panen (Mantra Nawar Mengai), gangguan makhluk halus (Mantra Otu), gangguan binatang buas (Mantra Amaa, Amalun), niat jahat seseorang (Mantra Febey), gangguan ilmu hitam (Mantra Iyo, Iyolun), tersedak tulang ikan (Mantra Meker), gangguan kesehatan dan penyakit keras (Mantra Tuwe), serta musibah dan marabahaya saat membangun rumah (Mantra Biyen). Fungsi pendidikan, mantra-mantra ini kini diwariskan sebagai bahan pembelajaran sejarah lokal bagi generasi muda, mengingat masyarakat Dayak Lundayeh saat ini telah menganut sistem kepercayaan beragama dan tidak lagi mempraktikkan animisme dan dinamisme.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Reduplikasi Bahasa Dayak Punan dalam Cerita Rakyat "Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong" (Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu' dari Kalimantan) : Kajian Morfologi

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk reduplikasi serta menganalisis makna dan fungsi pada sembilan cerita rakyat yang terdapat dalam buku kumpulan cerita rakyat berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah berupa buku cerita rakyat yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdapat sembilan cerita rakyat bahasa Punan dan serta terjemahan bahasa Indonesia. Data di peroleh dalam penelitian ini yaitu dengan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Data di analisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan rumusan masalah, hasil serta pembahasan penelitian reduplikasi yang di lakukan menunjukkan adanya reduplikasi atau kata ulang yang terdapat pada kumpulan ke sembilan cerita rakyat buku yang berjudul Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan yang terdiri dari tiga klasifikasi yaitu reduplikasi utuh (dwilingga) reduplikasi sebagian (dwipurwa) dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara). Dengan masing-masing di peroleh reduplikasi utuh (dwilingga) (109), reduplikasi sebagian (dwipurwa) (28), dan reduplikasi berubah bunyi (dwilingga salin suara) (9). Dari ke tiga klasifikasi ini kata utuh menjadi yang paling dominan dalam penelitian ini karena hasil analisis sembilan (9). Reduplikasi bermakna (bermakna kelompok 12), (bermakna banyak 5), (bermakna sungguh-sungguh 9), (bermakna masing-masing 7), (bermakna sudah 4), (bernakna kehati-hatian/waspada 6), (bermakna keadan 9), (bermakna perbuatan 24), (bermakna tidak sungguh-sungguh 6), (bermakna penegasan 4), (bermakna sangat 5), (bermakna bertanya 3), (bermakna tindakan 3), (bermakna uruttan 1), (bermakna bunyi 9), (bermakna saling 3), (bermakna memberitahu 3), (bermakna awalan 1), (bermakna takut 3), dan (brmakna keberadaan 1) dengan rinciannya 145 pengulangan bermakna, sedangkan redupliksi berfungsi, reduplikasi berfungsi (Nomina, 33), reduplikasi berfungsi (Verba 42), reduplikasi berfungsi (Adjektiva, 21), dan reduplikasi berfungsi (adverbia, 24), berdasarkan hasil secara keseluruhan reduplikasi berfungsi yaitu 120 data reduplikasi berfungsi data reduplikasi yang telah dianalisis, masing-masing kelas kata menunjukkan peran dari cerita rakyat yang terdapat cerita rakyat suku dayak Punan dalam buku Petualangan Unjung dan Mbui Kuvong Sastra Lisan dan Kamus Punan Tuvu’ dari Kalimantan. Menunjukkan kata pengulangan utuh yang paling banyak digunakan dalam cerita tersebut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fungsi legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan periode 2019–2024, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan fungsi tersebut. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah memiliki tanggung jawab dalam pembentukan peraturan daerah (Perda) melalui fungsi legislasi yang seharusnya dijalankan secara aktif dan inisiatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan anggota Bapemperda DPRD Kota Tarakan serta dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi legislasi oleh DPRD Kota Tarakan belum optimal. Hal ini tercermin dari minimnya jumlah Perda yang dihasilkan melalui inisiatif DPRD, yang sebagian besar masih didominasi oleh usulan dari pihak eksekutif. Faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan fungsi legislasi antara lain adalah tingkat pendidikan dan pengalaman anggota DPRD, kurangnya pelatihan dan sarana pendukung, serta rendahnya sinergi internal dalam memproses Raperda. Kondisi ini menyebabkan lemahnya daya inisiatif DPRD dalam merancang Perda yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas anggota DPRD, penyediaan sarana memadai, serta optimalisasi peran Bapemperda sangat diperlukan guna memperkuat pelaksanaan fungsi legislasi secara lebih efektif dan responsif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS FUNGSI PERENCANAAN RUANG PERAWATAN DEWASA: VISI, MISI, NILAI, DAN MOTTO

2025•

Visi dan misi merupakan indikator yang termasuk dalam fungsi perencanaan keperawatan. keberadaan visi dan misi yang jelas di ruangan keperawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan, motivasi perawat, serta membangun budaya organisasi yang positif. visi misi belum dirancang sehingga pelayanan diruangan belum maksimal dalam pelayanan karena tidak memiliki tujuan yang jelas sesuai dengan karakteristik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan fungsi perencanaan kepala ruangan terkait visi misi dan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ners ini adalah studi kasus. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi, studi dokumentasi, Project Based Learning, kuesioner dan wawancara. Wawancara dilkukan pada Sekretaris Bidang Instalasi Rawat Inap, Kepala Ruangan Dahliah B, Ketua Tim, serta perawat pelaksana. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 28 perawat diruang Dahlia B dapat disimpulkan bahwa perawat di ruang Dahlia B telah memahami visi misi instalasi rawat inap. Visi misi yang dipahami dengan baik dapat memotivasi dalam peberian pelayanan kesehatan sehingga akan menigkatkan kualitas kinerja perawat yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

peranan sekretariat dewan dalam pelaksanaan fungsi anggaran dewan perwakilan rakyat daerah

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Sekretariat Dewan dalam pelaksanaan fungsi anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam kerangka peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun rumusan masalah yang dikaji meliputi kedudukan Sekretariat Dewan dalam mendukung pelaksanaan tugas DPRD berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mekanisme penggunaan anggaran oleh DPRD melalui peran serta Sekretariat Dewan. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan studi literatur, yang melibatkan kajian terhadap peraturan perundang-undangan, laporan kegiatan, serta dokumen internal Sekretariat Dewan dan DPRD. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi bagaimana peranan dan mekanisme yang diterapkan dalam penggunaan anggaran serta kontribusinya terhadap efektivitas pelaksanaan fungsi anggaran DPRD. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Sekretariat Dewan memegang peranan strategis sebagai penyokong administrasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas-tugas DPRD. Kedudukan ini tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak dalam memastikan alokasi dan penggunaan anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, mekanisme penggunaan anggaran melalui Sekretariat Dewan menunjukkan adanya upaya peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya keuangan DPRD. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas dan integritas kelembagaan Sekretariat Dewan agar fungsi anggaran DPRD dapat terlaksana secara optimal dan mendukung kinerja legislatif yang lebih profesional. Implikasi dari penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk penguatan peran dan fungsi Sekretariat Dewan, termasuk pengembangan sistem pengawasan internal dan peningkatan koordinasi antar lembaga terkait, guna memastikan bahwa penggunaan anggaran DPRD tidak hanya efisien, tetapi juga sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK GARAM RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DARI SEBATIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya laut, termasuk rumput laut merah (Kappaphycus alvarezii). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik garam fungsional yang berasal dari rumput laut merah dari Sebatik, Kalimantan Utara. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen, kadar natrium klorida (NaCl), kadar mineral natrium (Na) dan kalium (K), serta analisis organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan rendemen garam sebesar 26,92%, kadar NaCl 24,37%, kadar Na 23,206 mg/g, dan kadar K 260,832 mg/g dengan rasio Na:K sebesar 0,089. Nilai organoleptik menunjukkan skor rata-rata agak suka pada keseluruhan atribut. Garam rumput laut ini memenuhi standar garam diet dengan kadar NaCl 60% dan rasio Na:K rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif sehat bagi penderita hipertensi. Penelitian ini menyarankan penambahan arang aktif untuk mengurangi aroma amis serta pengujian kandungan mineral lain seperti kalsium dan magnesium.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Sediaan Garam Kappaphycus alvarezii Dari Perairan Nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan dan tubuh manusia. Terdapat banyak kandungan gizi pada rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii diantaranya, karbohidrat, lemak, protein dan abu yang sebagian besar mengandung garam seperti Natrium (Na) dan Kalium (K) yang dimana dengan adanya kandungan tersebut rumput laut Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai sumber garam fungsinal. Penelitian ini bertujuan guna menentukan karakteristik garam dari rumput laut Kappaphycus alvarezii yang berasal dari Perairan Nunukan. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas Pengukuran Rendemen, Uji Analisis Kadar NaCl, Uji Analisis Kadar Mineral Natrium (Na) dan Kalium (K) dan Uji Organoleptik. Subjek Uji Organoleptik pada penelitian ini berjumlah 30 panelis dengan kategori tidak terlatih. Perolehan data dari penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa garam pada Kappaphycus alvarezii memiliki rendemen sebesar 58,32±1,65%, kadar NaCl sebesar 51,94±7,29%, kadar Natrium (Na) sebesar 23,4 mg/g, kadar Kalium (K) sebesar 347mg/g dengan menunjukan rasio Na:K sebesar 0,07 mg/g. Hasil dari uji Organoleptik memperoleh nilai kenampakan 6,2±1,8, aroma 5,3±1,8, tekstur 6±1,5, rasa 6±1,8 dan keseluruhan dengan nilai 6,5±1,8. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan bahwa rumputl laut jenis Kappaphycus alvarezii berpotensi sebagai alternatif garam fungsional yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk kebutuhan masyarakat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Fungsi Tindak Tutur dalam Catatan Demokrasi Debat Juru Bicara Cawapres pada Kanal YouTube Tv One (Kajian Pragmatik).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One. Penelitian ini memberikan informasi mengenai fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One dengan menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan data berupa kalimat atau ujaran. Sumber data pada penelitian ini adalah video debat juru bicara cawapres tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data yaitu teknik simak, teknik transkrip, dan teknik catat. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk ketahap analisis data. Dengan analisis data menunjukan sebanyak 62 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu (1) tindak tutur representatif berjumlah 41 data dengan fungsi menyatakan 20 data, menunjukan 14 data, menjelaskan 7 data. (2) tindak tutur direktif berjumlah 11 data dengan fungsi memerintah 9 data, menantang 1 data, mendesak 1 data. (3) tindak tutur ekspresif berjumlah 7 data dengan fungsi menyalahkan 4 data, mengkritik 2 data, meminta maaf 1 data. (4) tindak tutur komisif berjumlah 3 data dengan fungsi berjanji 2 data, penolakan 1 data.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR PADA KOLOM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM @TARAKANKU (KAJIAN PRAGMATIK)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian untuk mengetahui fungsi tindak tutur pada kolom komentar akun Instagram @tarakanku. Penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan tindak tutur ilokusi pada kolom komentar akun Instagram @Tarakanku dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai fungsi tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu padan pragmatis yang dikemukakan oleh Sudaryanto. Metode dan pengumpulan data dengan metode baca, simak, dokumentasi dan catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik. Dengan data dan sumber data tuturan pada kolom komentar akun Instagram @Tarakanku. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasi berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data menunjukkan sebanyak 84 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis fungsi tindak tutur dengan fungsi masing-masing. Jenis pertama yaitu asertif berjumlah 20 data dengan fungsi melaporkan 9 data, menyatakan 8 data, mengusulkan 2 dan membual 1. Jenis yang kedua yaitu tindak tutur direktif berjumlah 19 data dengan fungsi menyarankan 13 data, permintaan 3 data, mengingatkan 2 data, dan ajakan 1. Jenis tindak tutur yang ketiga adalah ekspresif berjumlah 23 data dengan fungsi pujian 6 data, rasa kesal 5 data, keheranan 2 data, rasa simpati 2 data, prihatin 2 data, keluhan 2 data, rasa syukur 2 data, rasa kagum 1 data dan permintaan maaf 1 data. Jenis keempat yaitu tindak tutur komisif berjumlah 22 data dengan fungsi memanjatkan doa 13 data, komitmen 7, menawarkan 1 data dan menjanjikan 1 data.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Aplikasi Model Fungsi Produksi Cobb-Douglas Di Sektor Perikanan (Studi Kasus Proses produksi Rumput Laut Di Kota Tarakan)

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi produksi pada sektor perikanan (studi kasus rumput laut) di Kota Tarakan dan seberapa besar alokasi kapital dan alokasi tenaga kerja yang optimum tahun 2023 dalam Perekonomian Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi pustaka dengan cara mengumpulkan data-data langsung kepada responden. Pada hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas diperoleh fungsi produksi Y = Fungsi produksi Y = 9,159 X1 0,931 X20,169 dan skala ekonominya bersifat Increasing Return To Scale (IRTS) dikarenakan elastisitas modal dan tenaga kerja berjumlah 1,1. Kemudian alokasi kapital dan tenaga kerja yang optimum Kota Tarakan tahun 2023 diperkirakan masing-masing sebesar Rp.238.663,- dan Rp.570.405.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail