Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

21 hasil
Penulis: HAFID
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kualitas Pelayanan, Ketepatan Waktu, dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pengguna Jasa J&T Express Di Desa Tideng Pale

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan j&t express di desa Tideng Pale. pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dana data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelabggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, ketepatan waktu pengiriman merupakan faktor yang paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sementara bagian lain dipengaruhi oleh faktor diluar model penelitian. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perusahaan terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat kepercayaan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kualitas Pelayanan, Ketepatan Waktu, dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Pengguna Jasa J&T Express Di Desa Tideng Pale

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelanggan terhadap tingkat kepuasan pelanggan j&t express di desa Tideng Pale. pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling dana data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, dan kepercayaan pelabggan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Di antara ketiga variabel tersebut, ketepatan waktu pengiriman merupakan faktor yang paling dominan. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sementara bagian lain dipengaruhi oleh faktor diluar model penelitian. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perusahaan terus meningkatkan mutu layanan dan memperkuat kepercayaan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Pidana Internasional terhadap Korban Genosida di Rwanda

2026•

Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum pidana internasional terhadap korban genosida melalui studi kasus pada International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). Genosida, yang sering disebut sebagai "the crime of crimes", merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang paling berat dan menuntut perhatian khusus dari komunitas internasional melalui mekanisme hukum yang efektif untuk melindungi korban serta menuntut pertanggungjawaban para pelaku. Fenomena genosida di Rwanda pada tahun 1994 menjadi titik balik penting bagi hukum pidana internasional, di mana komunitas global menyadari bahwa kedaulatan negara tidak boleh menjadi tameng bagi impunitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang sistematis. ICTR, yang didirikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 955, menjadi salah satu pilar utama dalam penegakan hukum pidana internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif serta pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji berbagai instrumen hukum dan yurisprudensi yang dihasilkan oleh tribunal tersebut. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi sejauh mana mekanisme hukum yang ada mampu memenuhi hak-hak dasar korban, yang mencakup hak atas keadilan, hak atas kebenaran , serta mekanisme reparasi dan dukungan psikologis bagi para penyintas yang mengalami trauma mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICTR berhasil mencetak sejarah dengan memberikan definisi hukum yang jelas mengenai genosida, termasuk pengakuan terhadap kekerasan seksual sebagai salah satu instrumen genosida dalam putusan kasus Akayesu. Meskipun tribunal ini berhasil memberikan ruang bagi suara korban untuk didengar di panggung internasional, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan yang signifikan dalam implementasi perlindungan korban. Tantangan utama meliputi keterbatasan akses korban terhadap skema reparasi material, kendala geografis dan bahasa, serta minimnya perlindungan saksi jangka panjang setelah persidangan berakhir. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun ICTR telah meletakkan fondasi yang kuat bagi hukum internasional, efektivitas perlindungan korban masih terhambat oleh keterbatasan mandat dan sumber daya. Oleh karena itu, skripsi ini menyarankan perlunya penguatan kerjasama antara negara-negara anggota PBB dan lembaga internasional untuk membangun mekanisme kompensasi yang lebih konkret. Penguatan ini penting guna memastikan bahwa penegakan keadilan di masa depan tidak hanya berfokus pada penghukuman pelaku (retributive justice), tetapi juga pada pemulihan martabat dan kesejahteraan korban secara komprehensif (restorative justice).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Pidana Internasional terhadap Korban Genosida di Rwanda

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum pidana internasional terhadap korban genosida melalui studi kasus pada International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). Genosida, yang sering disebut sebagai "the crime of crimes", merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang paling berat dan menuntut perhatian khusus dari komunitas internasional melalui mekanisme hukum yang efektif untuk melindungi korban serta menuntut pertanggungjawaban para pelaku. Fenomena genosida di Rwanda pada tahun 1994 menjadi titik balik penting bagi hukum pidana internasional, di mana komunitas global menyadari bahwa kedaulatan negara tidak boleh menjadi tameng bagi impunitas terhadap kejahatan kemanusiaan yang sistematis. ICTR, yang didirikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 955, menjadi salah satu pilar utama dalam penegakan hukum pidana internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif serta pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji berbagai instrumen hukum dan yurisprudensi yang dihasilkan oleh tribunal tersebut. Fokus utama kajian ini adalah mengevaluasi sejauh mana mekanisme hukum yang ada mampu memenuhi hak-hak dasar korban, yang mencakup hak atas keadilan, hak atas kebenaran , serta mekanisme reparasi dan dukungan psikologis bagi para penyintas yang mengalami trauma mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICTR berhasil mencetak sejarah dengan memberikan definisi hukum yang jelas mengenai genosida, termasuk pengakuan terhadap kekerasan seksual sebagai salah satu instrumen genosida dalam putusan kasus Akayesu. Meskipun tribunal ini berhasil memberikan ruang bagi suara korban untuk didengar di panggung internasional, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan yang signifikan dalam implementasi perlindungan korban. Tantangan utama meliputi keterbatasan akses korban terhadap skema reparasi material, kendala geografis dan bahasa, serta minimnya perlindungan saksi jangka panjang setelah persidangan berakhir. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun ICTR telah meletakkan fondasi yang kuat bagi hukum internasional, efektivitas perlindungan korban masih terhambat oleh keterbatasan mandat dan sumber daya. Oleh karena itu, skripsi ini menyarankan perlunya penguatan kerjasama antara negara-negara anggota PBB dan lembaga internasional untuk membangun mekanisme kompensasi yang lebih konkret. Penguatan ini penting guna memastikan bahwa penegakan keadilan di masa depan tidak hanya berfokus pada penghukuman pelaku (retributive justice), tetapi juga pada pemulihan martabat dan kesejahteraan korban secara komprehensif (restorative justice).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI GURU TENTANG KECERDASAN BUATAN DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BERBASIS ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK KLASIFIKASI STATUS GIZI BURUK PADA BALITA (STUDI KASUS: KOTA TARAKAN)

2025•

Gizi buruk adalah masalah serius yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Di Kota Tarakan, data dari EPPGBM 2020 menunjukkan angka gizi buruk sebesar 9.1% untuk anak yang kurus, 14% anak dengan gizi buruk, dan 4.0% anak yang mengalami wasting. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi mobile berbasis Android untuk mengklasifikasikan kondisi gizi buruk pada balita dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan standar WHO. Penelitian ini menggunakan metode R&D model Borg and Gall. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter, Dart, dan database Hive. Aplikasi ini mengintegrasikan perhitungan Z-Score sesuai standar WHO dan analisis kuesioner gejala berdasarkan pedoman MTBS. Uji coba dilakukan pada 20 sampel balita, hasilnya menunjukkan aplikasi mampu mendeteksi 70% kasus malnutrisi, terdiri dari 40% kasus gizi buruk dan 30% kasus gizi kurang. Dengan metode AHP, gejala pernapasan dan dehidrasi diberi bobot prioritas tertinggi sebesar 0.248 dengan Consistency Ratio 0.061. Evaluasi kesan pengguna dari 20 responden menunjukkan rata-rata kepuasan sebesar 4.5 hingga 4.65 dari skala 5, dengan kemudahan penggunaan yang tertinggi yaitu 4.65. Uji Blackbox menunjukkan semua fitur aplikasi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Aplikasi ini bisa memudahkan deteksi dini gizi buruk pada balita dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka gizi buruk pada anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

pertanggungjawaban pidana terhadap persyaratan dokumen pencalonan dewan perwakilan rakyat daerah kota tarakan

2025•

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelanggaran persyaratan dokumen pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan dengan menitik beratkan pada penerapan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam proses pencalonan legislatif, kelengkapan dan keabsahan dokumen merupakan syarat mutlak sesuai ketentuan tersebut. Pelanggaran berupa pemalsuan, penggunaan dokumen palsu, atau pemberian keterangan tidak benar akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 240 ayat 2 huruf c tentang kelengkapan syarat dan Pasal 520 Undang-Undang Pemilu tentang tindak pidananya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum pidana, dan putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan kepada calon legislatif, pengurus partai politik, maupun pihak lain yang terlibat apabila terpenuhi unsur-unsur delik sesuai Undang-Undang Pemilu. Ancaman pidana yang dapat dijatuhkan meliputi pidana penjara maksimal enam tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 520 Undang-Undang Pemilu. Namun, penerapan pertanggungjawaban pidana sering menghadapi hambatan seperti lemahnya pembuktian, rendahnya kesadaran pelaporan, dan intervensi politik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme verifikasi dokumen, peningkatan koordinasi antara penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum, serta penerapan sanksi pidana secara konsisten berdasarkan Undang-Undang Pemilu untuk menjaga integritas pemilihan umum di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pertanggungjawaban pidana terhadap persyaratan dokumen pencalonan dewan perwakilan rakyat daerah kota tarakan

2025•

Penelitian ini membahas pertanggungjawaban pidana terhadap pelanggaran persyaratan dokumen pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan dengan menitik beratkan pada penerapan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam proses pencalonan legislatif, kelengkapan dan keabsahan dokumen merupakan syarat mutlak sesuai ketentuan tersebut. Pelanggaran berupa pemalsuan, penggunaan dokumen palsu, atau pemberian keterangan tidak benar akan dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Pasal 240 ayat 2 huruf c tentang kelengkapan syarat dan Pasal 520 Undang-Undang Pemilu tentang tindak pidananya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum pidana, dan putusan pengadilan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan kepada calon legislatif, pengurus partai politik, maupun pihak lain yang terlibat apabila terpenuhi unsur-unsur delik sesuai Undang-Undang Pemilu. Ancaman pidana yang dapat dijatuhkan meliputi pidana penjara maksimal enam tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 520 Undang-Undang Pemilu. Namun, penerapan pertanggungjawaban pidana sering menghadapi hambatan seperti lemahnya pembuktian, rendahnya kesadaran pelaporan, dan intervensi politik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme verifikasi dokumen, peningkatan koordinasi antara penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum, serta penerapan sanksi pidana secara konsisten berdasarkan Undang-Undang Pemilu untuk menjaga integritas pemilihan umum di Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE BERBASIS ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK KLASIFIKASI STATUS GIZI BURUK PADA BALITA (STUDI KASUS: KOTA TARAKAN)

2025•

Gizi buruk adalah masalah serius yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak balita. Di Kota Tarakan, data dari EPPGBM 2020 menunjukkan angka gizi buruk sebesar 9.1% untuk anak yang kurus, 14% anak dengan gizi buruk, dan 4.0% anak yang mengalami wasting. Penelitian ini bertujuan membuat aplikasi mobile berbasis Android untuk mengklasifikasikan kondisi gizi buruk pada balita dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang diintegrasikan dengan standar WHO. Penelitian ini menggunakan metode R&D model Borg and Gall. Aplikasi dikembangkan menggunakan Flutter, Dart, dan database Hive. Aplikasi ini mengintegrasikan perhitungan Z-Score sesuai standar WHO dan analisis kuesioner gejala berdasarkan pedoman MTBS. Uji coba dilakukan pada 20 sampel balita, hasilnya menunjukkan aplikasi mampu mendeteksi 70% kasus malnutrisi, terdiri dari 40% kasus gizi buruk dan 30% kasus gizi kurang. Dengan metode AHP, gejala pernapasan dan dehidrasi diberi bobot prioritas tertinggi sebesar 0.248 dengan Consistency Ratio 0.061. Evaluasi kesan pengguna dari 20 responden menunjukkan rata-rata kepuasan sebesar 4.5 hingga 4.65 dari skala 5, dengan kemudahan penggunaan yang tertinggi yaitu 4.65. Uji Blackbox menunjukkan semua fitur aplikasi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Aplikasi ini bisa memudahkan deteksi dini gizi buruk pada balita dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi angka gizi buruk pada anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efikasi Sistem Bioflok Dengan Penambahan Kitosan Terhadap Produktivitas Udang Windu (Penaeus monodon) Dan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp

2025•

Udang merupakan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan sangat digemari oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efikasi sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) dan kelimpahan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan tiga ulangan yaitu perlakuan P1 (kontrol), perlakuan P2 (kolam bioflok tanpa penambahan kitosan), perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm). Hasil perhitungan TVB (Total Vibrio Bakteri) paling rendah didapatkan pada P2 (3,4 × 10^2 CFU/ml), dan tertinggi pada P1 (8,1 × 10^3 CFU/ml). Parameter pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai ABW (Average Body Weight) 0,299 g/hari, ADG (Average Daily Growth) 0,007 g/hari, SGR (Specific Growth Rate) 14,25 %/hari, SR (Survival Rate) 68,33 % dan FCR (Feed Conversion Ratio) 1,14. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masing-masing perlakuan masih optimal dan tidak melewati ambang batas untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Penggunaan sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) pada media pemeliharaan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi jumlah total bakteri Vibrio sp. Penggunaan bioflok dengan penambahan kitosan memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efikasi Sistem Bioflok Dengan Penambahan Kitosan Terhadap Produktivitas Udang Windu (Penaeus monodon) Dan Kelimpahan Bakteri Vibrio sp

2025•

Udang merupakan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi dan sangat digemari oleh konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efikasi sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) dan kelimpahan bakteri Vibrio sp. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan tiga ulangan yaitu perlakuan P1 (kontrol), perlakuan P2 (kolam bioflok tanpa penambahan kitosan), perlakuan P3 (kolam bioflok dengan penambahan kitosan 100 ppm). Hasil perhitungan TVB (Total Vibrio Bakteri) paling rendah didapatkan pada P2 (3,4 × 10^2 CFU/ml), dan tertinggi pada P1 (8,1 × 10^3 CFU/ml). Parameter pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai ABW (Average Body Weight) 0,299 g/hari, ADG (Average Daily Growth) 0,007 g/hari, SGR (Specific Growth Rate) 14,25 %/hari, SR (Survival Rate) 68,33 % dan FCR (Feed Conversion Ratio) 1,14. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masing-masing perlakuan masih optimal dan tidak melewati ambang batas untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang windu. Penggunaan sistem bioflok dengan penambahan kitosan terhadap produktivitas udang windu (P. monodon) pada media pemeliharaan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan konsentrasi jumlah total bakteri Vibrio sp. Penggunaan bioflok dengan penambahan kitosan memberikan pengaruh nyata pada parameter pertumbuhan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI GURU TENTANG KECERDASAN BUATAN DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2024•Koleksi Perpustakaan

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTERISTIK KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan

2022•Koleksi Perpustakaan

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, distribusi dan promosi terhadap keputusan pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel yang digunakan adalah incidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah membeli dan mengkonsumsi produk UMKM Indri dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel produk, harga, distribusi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, distribusi dan promosi terhadap keputusan pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik penentuan sampel yang digunakan adalah incidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Tarakan yang pernah membeli dan mengkonsumsi produk UMKM Indri dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel produk, harga, distribusi dan promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada UMKM Indri di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN

2022•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana dalam memberikan perlindungan hukum terhadap seseorang yang dijadikan sebagai tersangka pembunuhan dan dilakukan penangkapan, penahanan, dan penyidikan atas dugaan tindak pidana pembunuhan, serta tersangka tersebut tidak cukup bukti untuk dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pembunuhan tersebut dan berlanjut ke proses pengadilan dan bagaimana proses penyelesaian hukum terhadap tersangka dalam tindak pembunuhan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dimuat dalam Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Berdasarkan hasil penelitian yang didasari dari rumusan masalah dengan ini perlindungan hukum terhadap tersangka tindak pidana pembunuhan dan menjadi tersangka dalam tindak pidana pembunuhan, akan tetapi terbukti tidak bersalah maka terdakwa tindak pidana pembunuhan akan dibebaskan dari dakwaan, serta dipulihkan nama baiknya dan diberikan ganti kerugian materil maupun inmateriil. Bagi penyidik dikenakan sanksi yang melakukan tindakan salah tangkap melalui putusan pengadilan penyidik mendapatkan putusan sanksi berupa ganti kerugian akibat kelalaiannya dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dan membayar ganti kerugian kepada tersangka melalui putusan pengadilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail