Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kecerdasan Buatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES AUDIT INTERNAL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

2026•

Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI GURU TENTANG KECERDASAN BUATAN DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawaban pidana deepfake mengandung unsur pornografi melalui Artificial Intelligence(AI).

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan yang mengatur teknologi dan kasus deepfake serta pertanggungjawaban pelaku tindak pidana deepfake. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Berdasarkan Hasil penelitian penulis, menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti KUHP, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur pornografi dan transaksi elektronik, namun belum ada aturan khusus yang secara eksplisit mencakup teknologi deepfake. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat regulasi serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, dan pembuat undang-undang untuk mencegah serta mengurangi kejahatan melalui dunia maya seperti ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kecerdasan buatan yaitu deepfake pada pembuatan dan penyebaran konten pornografi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pengaturan hukum di Indonesia dapat diterapkan dalam menangani penyalahgunaan teknologi ini, serta sejauh mana ketentuan yang ada saat ini mampu menjerat pelaku dari kejahatan yang melibatkan teknologi deepfake. kasus deepfake bermuatan pornografi sering terjadi dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi banyak orang, keterbatasan pengaturan hukum terhadap perbuatan tersebut menyebabkan aparat hukum mengalami kesulitan untuk menjerat para pelakunya. Diharapkan studi ini dapat memberikan masukan dalam memperkuat kerangka hukum terkait AI dan melindungi hak-hak korbannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail